
Juline mulai merapikan rambut Melanie, ia menguncir rambut Melanie kemudian mengeluarkan cincin, gelang dan kalung yang ia beli dari Bi Nua, melihat barang – barang itu membuat Juline teringat akan Bi Nua.
“Juline, kalung ini sangat cantik,”puji Melanie sembari memegang kalung yang Juline letak kan di atas meja.
“Ini buat kalian berdua, biar ku kenakan untuk mu.”
“Terima kasih Juline atas hadiah yang indah ini.”
Juline memakaikan kalung di leher Melanie, serta cincin dan gelang membuat Melanie terlihat sumringah. Melanie beranjak dan memeluk Juline sembari mengucapkan terima kasih pada saudara tiri nya itu.
Genny yang sudah selesai mandi ikut memeluk Juline dan Melanie. Genny pun memakai gaun biru langit yang telah disiapkan Juline.
“Juline, apa kau menyiapkan sendiri pakaian mu?” tanya Genny.
“Hmm.”
“Tapi bukan nya kau punya banyak pelayan?”
“Mereka sudah lelah mengurus rumah sebesar ini, mereka juga mengurus keperluan ayah ku, aku bisa melakukan hal ini, bukan hal yang sulit mengurus diri sendiri.”
“Baiklah, mulai sekarang aku akan membiasakan mengurus diri sendiri,”ucap Genny.
“Aku sedikit penasaran, bagaimana dengan persaingan kalian memperebutkan master Rain?”
“Eh, bagaimana kau tahu Juline? Aku tidak menyukai master Rain aku hanya menggoda gadis itu,”jawab Melanie.
“Aku sudah tahu kau memang sengaja, tapi kalau di tanya menyukai, aku mengakui nya tapi melihat mu seperti nya aku lebih menyayangi mu,” jelas Genny.
“Menjijikan,”sahut Juline.
“Kau jangan salah paham, kau adalah teman pertama ku, aku berpikir mungkin saja aku menyukai master Rain karena aku kesepian,”ucap genny.
Juline dan Melanie saling pandang, Juline menarik Genny dan duduk di depan cermin, Juline kemudian merapikan rambut Genny, hal itu membuat Genny terharu, ia bahkan lupa kapan ibu nya merapikan rambut nya, Gisha bahkan tak pernah sekalipun merapikan rambut Genny, hal itu membuat Genny semakin tak ingin kehilangan Juline. Juline memakaikan kalung, gelang dan cincin pada Genny.
__ADS_1
“Wah, indah sekali, terima kasih sahabat ku Juline yang baik hati, aku terharu,”ucap Genny.
Juline pun masuk ke kamar mandi sementara Melanie dan Genny mencari gaun yang cocok untuk Juline, setelah membersihkan diri nya, Juline keluar dengan kain yang juga melilit tubuh nya, Melanie dan Genny mematung menatap Juline, kulit putih seputih salju, kaki jenjang dengan gambar naga di kaki Juline membuat kedua sahabat nya tak berhenti berkedip.
“Kenapa kalian menatapku seperti itu?”
“Juline, kulit mu sangat indah dan lagi gambar itu,”ucap Melanie sembari menunjuk ke arah gambar naga.
“Sempurna,”satu kata dari Genny.
Juline pun di bantu oleh Genny dan Melanie memakai gaun berwarna hijau muda, sementara Melanie merapikan rambut Juline, genny mengenakan kalung, gelang dan cincin untuk Juline. Juline memandang kedua sahabat nya melalui cermin yang ada di hadapan nya.
Setelah semua siap, mereka bertiga pun turun ke meja makan, di sana sudah ada Ascar, Mayra, Damien, Roman, Sean, Dean, Mikey, Noan, dan Rian. Mata mereka tertuju pada tiga gadis yang terlihat begitu menawan, Genny dan Melanie dengan senyum manis nya dan Juline dengan wajah keanggunan ekspresi datar nya.
“Maaf membuat ayah dan kalian semua menunggu,”ucap Juline yang langsung duduk diikuti Melanie dan Genny.
Juline mengelus pipi Mayra yang berada di pangkuan ayah nya. Acara makan makan malam bersama pun dimulai, terlihat wajah sumringah dari Rian, Mikey dan Noan menikamati makanan yang begitu nikmat.
“Aku harap dapat menyantap makanan ini setiap hari,”ucap Noan.
“Ayah, besok kami semua akan kembali ke academy bersama Juline,”ucap Roman.
“Bersama Juline, maksud kamu nak?”
“Juline apa kau belum memberitahu ayah?” tanya Damien.
“Maaf kak aku lupa, ayah Juline di terima di Wizard academy.”
“Benarkah? Syukurlah nak, ayah bahagia, sangat bahagia, putri ayah memang luar biasa, Damien dan Roman tolong jaga adik kalian,”ucap Ascar dengan mata berkaca – kaca.
Ayah bangga padamu nak, ayah tahu kau menyembunyikan kekuatan mu nak, ayah bingung sekaligus bahagia akan dirimu yang saat ini tapi ayah berharap kau bisa melindungi dirimu dan juga orang – orang terdekat mu, ayah bisa merasakan kekuatan besar dalam dirimu nak.
Setelah makan malam, Genny dan Melanie memutuskan istirahat lebih dulu sementara Sean, Dean, Rian, Noan dan Mikey sedang menikmati malam di gazebo sembari melihat paman Jim dan para pelayan lain memasang lampu berwarna warni di pekarangan rumah. Ascar, Damien dan Roman sedang duduk di ruang tengah sembari bermain dengan Mayra. Juline berjalan ke gazebo menghampiri teman – teman nya.
__ADS_1
“Juline, aku suka berada di sini, suasana ramai dan tentram seperti ini adalah rumah impian ku,”ucap Rian.
“Bukan kah mansion kalian juga seperti ini?”
“Kau benar tapi suasana mansion kami lebih sunyi karena keluarga kami sibuk dan lebih memilih sendiri – sendiri di tambah dengan para pelayan yang hanya ada ketika kami butuhkan setelah itu mereka semua kembali ke belakang tanpa suara, ahh membosankan,”jelas Mikey.
“Juline, sebenarnya apa yang terjadi padamu? Kata master kau harus nya pulang lebih awal,”tanya Sean.
Julinepun mulai menceritakan kejadian demi kejadian yang membuat mereka berlima mematung, sesekali mereka bergidik ngeri dan juga tidak menyangka besar sekali kebaikan hati Juline dengan sifat dingin yang ada pada dirinya.
“Sebaiknya kau tidak menceritakan perihal bangsa Elf pada siapapun,”ucap Dean.
“Kenapa?"
“Aku pernah dengar ayahku dan raja Moon berusaha mencari keberadaan bangsa Elf,”jawab Dean.
“Tapi kenapa?” tanya Mikey lagi.
“Katanya bangsa Elf menyimpan benda terlarang yang bisa membangkitkan seorang penguasa kegelapan.”jawab Dean.
“Aku juga penah dengar alkisah yang sering ibu ku ceritakan kalau sebelum nya para dewa bersatu menyegel seorang penguasa kegelapan karena keganasan nya membunuh beberapa dewa dan juga segel yang di gunakan oleh para dewa diambil oleh seorang Elf, makanya bangsa Elf menyembunyikan tempat tinggal mereka dan hanya keturunan nya saja yang bisa sampai ke sana,”jelas Mikey.
Semua menatap Juline penuh selidik, Juline mengibaskan rambut nya dan memperlihatkan telinga nya, mereka berlima bernapas lega.
“Apa kalian berpikir aku in keturunan mereka?” tanya Juline.
“Seperti tidak Juline tapi aku masih bingung bagaimana bisa kau sampai di sana, intinya kau jangan mengatakan hal ini pada siapapun lagi aku takut mereka memanfaatkan situasi ini, dan kalian juga jangan sampai kelepasan berbicara tentang hal ini,”ucap Dean.
Mereka kembali menikmati minuman mereka Karena besok mereka harus kembali ke academy.
Kenapa bangsa Elf menyembunyikan segel itu, sebenarnya mereka ada di pihak siapa, dan kenapa aku bisa masuk ke sana, apa gadis pemilik tubuh ini adalah keturunan mereka tapi tidak mungkin, siapa lagi penguasa kegelapan itu, apa jangan – jangan dia yang akan menghancurkan dunia sihir ini, aku bingung.
Happy Reading ♡♡♡
__ADS_1