Sang Penjelajah Dimensi

Sang Penjelajah Dimensi
Chapter 48: Masalah Di Dunia Iblis


__ADS_3

Senja dengan cepat menyambut, Juline yang terlelap sejak siang tadi bangun dan mendapati Genny dan Melanie yang terbaring di sebelah kanan dan kiri nya sembari memeluk nya. Juline mengucek mata nya, ia memegang penutup mata nya. Moira terlihat baru selesai mandi


“Kak, aku ketiduran, aku melewati kelas sore ini,”


“Tidak apa – apa Juline, sore ini dan beberapa hari kedepan kita tidak akan ada kegiatan di kelas, academy sedang mempersiapkan penyambutan Dark academy yang akan berkunjung beberapa hari lagi,”jelas Moira


“Ahh jadi begitu.”


“Bagaimana dengan mu? apa yang para Ing katakan? Apa mereka akan menghukum mu?”


“Seperti nya tidak kak, Ing Noel bilang ia mengurus semua nya.”


“Syukurlah, memang hanya Ing Noel yang bisa mengurus dua manusia merepotkan itu.”


Genny dan Melanie bangun sembari mengucek mata mereka, Neyra yang baru datang pun hanya menatap aneh Genny dan Melanie yang baru bangun. Moira meminta mereka berdua kembali ke kamar mereka tapi mereka menolak dan melanjutkan tidur mereka.


“Kau dari mana?” tanya Moira.


“Aku baru selesai piket membantu Ing Chloe dan Ing Carina menyusun acara yang akan di lakukan murid Dark academy selama di sini,”jawab Neyra.


Neyra masuk ke kamar mandi dan langsung mandi, Moira meminta Juline membangunkan dua gadis yang suka sekali tidur, dengan susah payah Juline membangunkan mereka berdua.


****


Suasana di Dark academy, Terlihat dua orang wanita dan tiga pria sedang duduk berhadapan di sebuah ruangan seperti ruang kantor. Mereka adalah para Ark yang sedang menyusun kegiatan yang akan di lakukan murid mereka selama di Wizard academy.


Mereka adalah Ark Davian, Ark Reis, Ark Kane, Ark Aurore dan Ark Evelen. Mereka berlima terlihat berbincang sembari mencatat segala hal yang mereka perlukan selama di kerajaan Moon, catatan itu akan di berikan langsung oleh Raja William.


“Apa pangeran Laureun dan pangeran Devera akan mengikuti kunjungan ini?” tanya Ark Davian.


“Iya Ark, bukan hanya mereka berdua tapi putri Ailene dan putri Esther juga akan ikut,”jawab Ark Evelen.


“Baiklah, usahakan putri Esther tidak membuat keributan dengan pangeran Petra, karena itu akan sangat merepotkan,”ucap Ark Kane.


“Baik Ark,”jawab Ark Aurore.

__ADS_1


“Jadi murid yang akan berkunjung ke sana berjumlah 50 orang termaksud putri dan pangeran, kita akan berada di sana selama dua pekan, dengan kegiatan tournament yang akan di adakan antara lain pertandingan pedang dan memanah, dan juga kita akan mencari murid wizard academy berelement kegelapan yang berbakat,”jelas Ark Reis.


“Seperti nya kita tak perlu repot – repot mencari, sudah beberapa tahun ini wizard academy tak menemukan murid dengan element kegelapan, bukan kah academy mereka terlalu lemah,”ucap Ark Aurore.


“Kau benar juga tapi tidak ada salah nya mencari,”ucap Ark Reis sembari mengakhiri rapat mereka.


Setelah rapat selesai, mereka berlima pun kembali ke kastil. Sementara di kerajaan Demon, nampak seorang pria bermata merah termenung di singgasana nya, seorang wanita berwajah sendu dengan senyum merekah di bibir nya menepuk pundak pria bermata merah itu.


“Ada apa suami ku, kenapa kau terlihat memikirkan sesuatu? Apa ada masalah kerajaan?” tanya Sophia Wordworth.


“Tidak ratu, tidak ada masalah di kerajaan, semua baik – baik saja, aku hanya memikirkan ayah dan paman – paman ku, sudah beberapa hari ini mereka tidak nampak.”


“Mungkin mereka sedang sibuk mengurus dunia iblis, kau tahu sendirikan mengurus dunia iblis adalah hal yang sulit.”


“Kau benar ratu ku, apalagi sebentar lagi kebangkitan kakek ku akan tiba, aku cemas ratu ku, aku takut tidak bisa menjadi cucu yang berguna untuk nya.”


“Kau sudah menjadi raja yang baik suamiku dan bila saat itu tiba aku akan tetap berada di sampingmu, ikut mengemban tugas bersama mu untuk keluarga mu.”


“Terima kasih ratu ku, aku tidak salah memilih mu menjadi pendamping hidupku."


“Ayah, beberpa hari lagi aku dan Devera serta Ailene dan Esther akan berkunjung ke kerajaan Moon, tepat nya di Wizard academy,”jelas pangeran Laureun.


“Waktu berjalan begitu cepat yah, ibu merasa baru saja melepas kalian ke sana beberapa waktu lalu.”


“Ayah mempercayakan ketiga adik – adik mu di sana, ayah akan meminta Regard and Georgia untuk mengurus kalian selama di sana.”


“Bagaimana dengan keperluan kalian?” tanya Sophia.


“Academy sudah mempersiapkan nya ibu,”jawab pangeran Devera.


“Ayah harap kalian dapat melakukan yang terbaik, mana adik kalian?”


“Ailene dan Esther sedang di kamar nya ayah, tadi aku lihat Bi Isla membantu mereka memilih gaun,”jawab pangeran Devera.


“Seperti nya adik kalian sangat bersemangat,”ucap Sophia di selingi tawanya.

__ADS_1


Mereka pun melanjutkan perbincangan mereka sembari menikmati malam dengan secangkir tea dan cookies. Raja William beberapa kali menatap langit malam.


****


Di dunia iblis terlihat tiga orang pria bermata merah sedang duduk melingkar sembari menikmati Wine mereka, salah satu dari mereka nampak memikirkan sesuatu. Suasana istana kerajaan nampak sunyi, mereka bertiga masih menikmati minuman mereka sampai seseorang menghampiri mereka bertiga.


“Kakek Dark, ada seorang wanita yang ingin menemui kakek,”ucap Rogene Wordworth.


“Suruh saja wanita itu pergi Rogene, aku sedang sibuk,”ucap Dark Redomir, ia adalah kakek dari Rogene, tapi meskipun begitu Andrei nampak seperti pria muda pada umum nya, ia tidak mengenal tua dalam dirinya.


“Rogene, bisakah kau memanggil kami berdua dengan sebutan paman, panggilan kakek terlalu menyakitkan di telinga ku,”ucap Dioz Redomir.


“Minta saja wanita itu duduk di ruang tengah, kakek akan menemui nya untuk Dark,”ucap Samuel Redomir.


“Baik kakek, hanya kakek yang waras di sini,”ucap Rogene yang langsung pergi setelah menyebut kedua kakek nya gila.”


“Anak itu memang harus di beri pelajaran,”ucap Dark Redomir.


“Baiklah kau akan menemui wanita itu,”ucap Samuel


Redomir yang langsung pergi meninggalkan kedua adik nya.


Samuel berjalan menuju ruang tengah istana, di sana telah menunggu seorang wanita dan dua orang pria. Saat melihat Samuel mereka semua bersujud, Samuel meminta mereka semua bangkit. Ia pun menanyakan keperluan mereka ke istana.


“Mohon maaf yang mulia, kami ke sini ingin melaporkan perbuatan buruk kaum vampire pada kaum Elf yang tinggal di hutan selatan dunia iblis, mereka sering sekali menculik dan membakar bangsa kami tanpa alasan yang jelas,”jelas wanita bertelinga panjang itu.


“Kedua putriku di bakar hidup – hidup oleh mereka yang mulia, tolong bangsa kami,”lirih pria tua bertelinga panjang.


“Kaum vampire sudah sangat meresahkan, mereka harus segera di musnahkan, baiklah bawa aku ke hutan selatan, aku akan langsung menghukum mereka,”ucap Samuel.


Mendengar hal itu, wanita dan beberapa pria itu bersujud meminta terima kasih, Dioz dan Dark serta Rogene yang mendengar Samuel akan pergi ke hutan selatan, menghampiri Samuel.Mereka bertiga meminta ikut dengan Samuel.


Malam itu berangkatlah mereka semua ke hutan selatan untuk melihat keadaan bangsa Elf yang kini terancam oleh bangsa vampire yang merasa lebih berkuasa di dunia iblis.


🤗🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2