Sang Penjelajah Dimensi

Sang Penjelajah Dimensi
Chapter 57: Puncak Penyerang Academy I


__ADS_3

Mereka berdua pun masuk diikuti Dyras dan seketika portal menghilang. Juline kembali menatap para Ing dan para master serta murid jenius yang berjumlah 30 orang termaksud diri nya, Shimon dan Petra.


“Kalian sebaik nya persiapkan diri kalian, musuh kita berada di sekeliling kita, sebaiknya kalian bersiap,” ucap Juline.


“Apa maksudmu? Apa kau gila gadis aneh? siapa yang kau sebut musuh?” tanya Ing Zion seketika Juline menarik pedang nya dan berbalik melempar pedang nya tepat di belakang Ing Zion.


Ing Zion terpaku sementara para Ing menatap tajam ke arah Juline, Juline memberikan kode pada para Ing dan master untuk melihat ke belakang Ing Zion dan begitu terkejut nya mereka melihat kepala yang tertusuk dan menempel di dinding dengan gigi taring dan mata merah menyala, dengan tubuh nya menyerupai kelelawar tapi dengan cepat jiwa yang berada dalam tubuh itu keluar dan beterbangan semua orang mundur turun dari tempat Ing Zion berdiri.


Terlihat wajah ketakutan dari para murid jenius, Neyra dan Moira menghampiri Juline, sementara para Ark dan para pangeran dan putri nampak berdiri dan nampak bergabung para Ing dan para master. Wajah Ing Zion tampak memucat, Petra dan Shimon menghampiri Juline,


“Mahluk apa itu?” tanya Petra.


“Itu Black Vampire,”jawab Ing Daniel yang sudah berdiri di samping Juline.


“Jadi mahluk itu dibalik pembunuhan Moa dan Dean,”gumam Ing Chloe.


Tiba – tiba 30 black vampire datang entah dari mana dan kini berada di hadapan mereka. Para murid jenius satu persatu maju dan melempar sihir mereka pada black vampire itu diikuti para master tapi seketika mereka semua dipukul mundur dengan luka yang cukup serius.


Para Ark bersama pangeran Devera dan Laureun maju dan mulai melawan vampire – vampire itu, para Ing yang melihat itu tapi kekuatan Black Vampire bukanlah tandingan mereka.


Para Ark di buat muntah darah, begitu pun pangeran Devera dan Laureun. Terdengar suara tawa menggema sekaligus aura yang mencekam yang membuat siapapun merasakan ketakutan yang mengerikan.


“Super Freeze”


Terlihat black vampire membeku, Ing Noel dan semua yang berada di aula itu bernapas lega. Mereka berpikir sudah mengalahkan para black vampire itu. Putri Ailene dan Esther membawa para Ark dan kedua kakak nya menjauh dari tempat black Vampire, Ing Cosmo dibantu Ing Carina dan Ing Anna membantu menyembuhkan para Ark dan para pangeran.


“Syukurlah black vampire itu bisa di musnahkan,”ucap Ing Zion.


Tiba – tiba saja bongkahan es yang menyelimuti para black vampire pecah dan membebaskan para black vampire itu, Ing Noel terkejut melihat sihir es di pecahkan begitu saja.


“Perisai”


“Hahaaha, dasar manusia – manusia bodoh, kalian pikir bisa membunuh kami dengan sihir lemah kalian.”


“Sebentar lagi manusia akan kami musnahkan dan menjadikan dunia ini sebagai dunia kami.”

__ADS_1


“Mahluk lemah seperti kalian harus dimusnahkan.”


“Apa kalian pikir perisai lemah itu bisa melindungi kalian.”


Terlihat dari mereka mulai membakar kastil depan, api berkobar dimana – mana, mereka bisa melihat dari jendela api melahap sebagian besar kastil. Para Ing, master dan para murid terlihat panik.


“Kemana para panatua?”


“Aku sudah meminta Samueliz dan Lhez ke frost.”


“Juline, apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Shimon yang tanpa sadar karena takut menggenggam tangan Juline.


Juline menatap para black vampire dan menemukan satu black vampire yang menjadi incarannya, Juline menyeringai, para Ing yang melihat itu nampak bingung. Petra dan Shimon menatap aneh ke arah Juline.


“Juline, kau tidak berpikir untuk melawan mereka sendirikan?” tanya Ing Noel.


“Apa kau ingin mati sia – sia?” tanya Ing Carmel.


“Aku di sini memang ingin memusnahkan mereka.”


“Juline, mereka bukanlah lawan mu, bahkan para Ing tidak sanggup melawan mereka,”tambah Ing Green.


“Aku tidak bisa membiarkan pembunuh Dean merasa menang, akan ku cabik – cabik mereka, kalian semua tolong perhatikan aku, akan ku balas perbuatan mereka atas Dean,”ucap Juline dengan mata berkaca – kaca.


Lihatlah sahabatku Dean, akan ku hancurkan mereka, maafkan aku karena gagal melindungimu.


Semua orang terpaku melihat Juline, mereka tahu sebesar apa rasa kehilangan atas Dean. Juline melepas kedua kaos tangan nya, ia berjalan keluar dari perisai, para master menatap nya tajam.


“Dasar gadis sombong,”ucap Eros Rosemburg.


“Kau hanya mengantar nyawa mu saja,”tambah Maxi Rosemburg.


Juline berbalik menatap Ing Noel, Ing Daniel, Neyra dan Moira yang menatap nya dengan mata berkaca – kaca, air mata Juline perlahan turun, ia berbalik dan menatap tajam ke arah black vampire.


Para black vampire terlihat menertawakan Juline, Juline mengeluarkan pedang nya dan memegang pedang nya dengan tanan kiri nya, ia memegang erat pedang nya, menyeringai dan melepas aura nya. Semua orang yang melihat Juline terpaku menatap Juline.

__ADS_1


“MATILAH KALIAN MAHLUK TERKUTUK,”Teriak Juline.


Juline berlari menerjang kerumunan mereka, pedang nya ia gunakan untuk menebas kepalanya Black vampire dan tangan kanan nya ia gunakan untuk mencekik jiwa black vampire yang hendak kabur. Melihat itu, para Black vampire terkejut dan menyerang Juline bersamaan, 10 tombak api terbang dan menusuk leher black vampire itu, para Ark dan pangeran Laureun beranjak dan berlari ketempat Juline, Juline dengan cepat mencekik jiwa – jiwa Black vampire itu.


Para Ing meminta master dan murid jenius untuk memadamkan api yang mulai menghabisi wizard Academy. Moira dan Neyra pun ikut berlari mengikuti para Master yang meloncat dari lantai 5.


Sementara Shimon dan Petra membantu putri Ailene dan Esther membawa pangeran Devera ke tempat aman karena luka yang cukup parah yang terdapat di perut pangeran Devera. Para Ing Pun maju dan membantu para Ark dan Juline yang masih membunuh mahluk itu.


Black vampire dengan cepat menerjang para Ing dan membunuh para Ing yang memiliki element cahaya, Ing Noel pun yang menjadi target berusaha serangan dari black vampire yang menyerang dengan membabi buta, saat black vampire yang menyerang Ing Noel hendak menusuk Ing Noel dengan kuku tajam nya, Juline melempar pedang nya dan mengejar jiwa,


“Bagaimana rasa nya tercekik?”


“Ba-gaimana k-kau b-bisa melakukan nya?”


“Mudah saja, kalian bukan lawan ku, kalian seharusnya hidup dengan tenang.”


Juline mencengkram tangan nya kuat - kuat dan seketika jiwa itu lenyap. Ing Noel menatap Juline dengan tangan yang di penuhi darah dan luka – luka, fajar mulai memamerkan sinar nya, banyak para Ing yang tergelatak tak bernyawa dan banyak pula yang luka – luka, sementara para Ark terlihat terengah – engah, membunuh para black vampire bukanlah hal yang mudah, para Ing harus menghabiskan seluruh tenaga nya.


Melihat itu para master dari keluarga Rosemburg nampak terpaku melihat Juline yang begitu mudah nya memusnahkan mahluk sekuat black vampire. Mereka tidak menyangka gadis yang di sebut sampah bisa sehebat itu.


Mata Ing Daniel, Ing Shen dan Ing Noel terlihat berkaca – kaca melihat Ing Eunice, Ing Chloe dan Ing Amra serta Ing Paixao sudah tak bernyawa dengan tubuh yang berlobang, Ing Noel mengepalkan tangan nya, satu black vampire masih tersisa tapi tak ada wajah ketakutan memandang lawan nya.Juline menyeringai, mencengkram pedang nya,


“Kalian pikir kami bisa di musnahkan begitu saja? sayang nya bangsa kami telah menyebar ke seluruh kerajaan ini dan siap melengserkan mahluk tak berguna seperti kalian.”


“Jangan bermimpi,”bentak Ing Daniel.


“Hahaha, dan kau Juline, gadis aneh yang mempunyai kekuatan aneh, kau takkan selama nya bisa memusnahkan kami, aku tahu pasti hatimu terluka kan karena sahabat mu, dan juga ahh, harus mati mengenaskan.”


Semua orang saling memandang sembari menatap black vampire yang berada di hadapan mereka,


“Siapa kau sebenar nya?” tanya Ing Noel.


“Ing Noel, kau seperti nya belum pantas menjadi ketua, kau bahkan tidak bisa melindungi siapapun, dasar tidak berguna.”


“Diam kau,”teriak Ing Shen.

__ADS_1


Ing Noel terlihat merenung mendengar ucapan black vampire itu, pangeran Laureun menatap Juline, tanpa terasa air mata Juline mengalir dari balik penutup mata nya, para Ark yang melihat itu terlihat bingung dengan Juline yang masih memandang black vampire yang siap menyerang nya.


“Aku akan akan membunuh mu,”ucap Ing Daniel tapi Juline lebih dulu melesat dan menusuk jantung black vampire itu dengan pedang nya.


__ADS_2