
Juline terlihat memasukkan barang – barang nya ke dalam gelang heaven nya, Neyra dan Moira berjalan menuju ke asrama mereka.
“Juline, siapa kau sebenarnya?” tanya Moira penuh selidik.
“Kenapa kau tanya seperti itu?”
“Dimana sopan santun mu Juline, kami ini senior mu,”ucap Neyra.
“Seperti nya aku terlalu baik pada kalian, aku paling benci pada orang yang sangat mudah mencurigai orang lain.”
“Aku hanya bertanya, apa itu salah, bagaimana bisa gadis biasa sepertimu membunuh black vampire yang bahkan para Ing tidak bisa mengalahkan nya?” tanya Moira.
“Apa kau salah satu dari mereka?” tanya Neyra.
“Berpikirlah sesuka hati kalian,”ucap Juline
“Lalu bagaimana dengan mata mu?” tanya Neyra.
“Bukan urusan kalian,”ucap Juline.
“Dasar Monster,”teriak Moira.
Juline melangkah tanpa memperdulikan ucapan Moira.Saat ia melewati kastil tengah, Ing Daniel dan Ing Noel menghentikan langkah nya, sementara para panatua sudah pergi ke kerajaan dan para ark serta pangeran dan putri sudah kembali ke kerajaan Demon melalui portal.
“Juline, kau mau kemana?” tanya Ing Noel.
“Aku mau pulang.”
“Tapi kami membutuhkan mu di sini, bisakah kau tetap di sini dan bersama kami ke ibu kota untuk berjaga di sekitar kerajaan, kita tidak tahu kapan para black vampire menyerang kerajaan,”jelas Ing Daniel.
“Lalu bagaimana dengan para warga? Bukan kah prioritas utama adalah para warga? Kemana para master yang lain, mengapa tidak meminta mereka saja?”
“Juline, kau tahu hanya kau yang bisa memusnahkan mereka,”ucap Ing Daniel.
“Aku percaya padamu, kau bukan seperti yang mereka bicarakan, aku tahu kau memiliki kekuatan yang tidak kami memiliki,”ucap Ing Noel.
“Dengan satu syarat?”
__ADS_1
“Apa itu?” tanya Ing Noel.
“Jangan menghentikan apapun yang akan ku lakukan, entah itu benar atau salah, kalian menjauhlah.”
Ing Daniel dan Ing Noel saling bertukar pandang, mereka pun mengangguk tanda setuju akan syarat dari Juline. Akhir nya Juline, para master, murid jenius dan para Ing yang masih tersisa melewati portal dan menuju kerajaan.
Juline pun nampak berdiri didepan istana bersama Ing Noel dan Ing Daniel, nampak para prajurit dan para jenderal yang sedang membagi titik penjagaan warga ibu Kota, dan mereka semua melangkah meninggalkan Istana hanya tersisa bagian prajurit yang khusus menjaga istana.
Sementara Diamond ana, Diz Caster dan Carol kini berdiri di depan sebuah rumah berpagar kuning keemasan yang di apit oleh dua patung burung elang,
"Seperti nya auranya berasal dari sini," ucap Diamond ana.
"Kak, ini rumah keluarga Rodrig, keluarga ratu,"jelas Dia Carol.
"Ahh, benarkah? Baiklah aku menandai rumah ini dan kita akan kembali setelah senja,"ajak Diamond Ana.
Mereka pun keluar dari M1 dan lanjut berjalan ke M2. Diamond Ana bisa merasakan aura mencekam di jalan yang terdapat di balik gerbang M2. Diz Carol dan Diz Caster terus melangkah hingga mereka berhenti di depan sebuah Rumah yang lebih besar dan mewah dari rumah sebelum nya.
Mereka bisa melihat jelas Kabut hitam mengelilingi rumah itu, Diamond Ana menyipitkan mata nya, mencoba melihat ke dalam tapi kabut yang sengaja di buat menutupi pandangan mereka.
"Aku yakin mereka sedang merencanakan sesuatu di sana," ucap Diamond Ana yang mencoba membuka pagar, tapi pagar yang ia sentuh membuat nya seperti tersengat listrik.
"Kita tidak bisa menyerang sekarang, kita harus menunggu malam tiba, persiapkan diri kalian, mereka bukan black vampire biasa, akan sulit memusnahkan mereka,"jelas Diamond Ana.
"Sebaiknya kita ke istana memberi kabar ini dan juga peringatan untuk kerajaan ini,"ucap Diz Carol.
"Baiklah."
Membuka portal dan langsung menuju Istana. Mereka bertiga tiba di istana dan bertemu Ing Noel, Ing Daniel dan Juline yang masih berdiri di depan istana. Ing Noel dan Ing Daniel terlihat memberi hormat sementara Juline masih menatap Bangunan istana di hadapan nya.
"Salam Diz Carol , Diz Caster dan juga Diamond Ana,"sapa Ing Noel.
"Sedang apa kalian disini? apa ada masalah di academi?" tanya Diz Caster.
Ing Noel dan Ing Daniel pun menceritakan peristiwa penyerangan yang terjadi di Academy semalam dan menceritakan bagaimana Juline membunuh para black vampire. Diamond Ana menatap Juline dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Kita sudah menemukan orang yang bisa memusnahkan mereka,"ucap Diamond Ana sembari menghampiri Juline.
__ADS_1
Ing Daniel menyentuh lengan Juline dan Juline berbalik dan menatap Diamond Ana beberapa saat kemudian memberi hormat pada mereka bertiga.
"Juline apa benar kau telah memusnahkan para black Vampire itu?" tanya Diz Caster.
"Aku masih tidak percaya mendengar tentang mu, karena black vampire bukanlah mahluk biasa, bahkan kami bertiga hanya dapat membunuh wadah nya,"jelas Diz Carol.
"Aku percaya kau bisa melakukan nya, sebaiknya kalian berhenti meragukannya, Juline, maukah kau memusnahkan mereka bersama ku? Sebentar lagi mereka akan menyerang kerajaan ini tapi aku tidak tahu mereka akan memulai penyerangan dari mana, saat matahari terbenam mereka akan mulai beraksi,"jelas Diamond Ana.
"iya."
"Selamat datang kembali," gumam Diamond Ana dalam hati sembari menatap Juline.
Sementara Di dalam Istana, nampak kecemasan di wajah Raja Moon yang mendengar perihal penyerangan black vampire dan banyak mengambil korban jiwa. Ratu yang saat itu saat mendengar tentang Dean yang menjadi korban, tak kuasa menahan kesedihannya.
"Yang mulia, saya bisa merasakan aura yang mulai mengelilingi kerajaan ini dan malam akan menjadi waktu mereka untuk menyerang hanya saja saya tidak tahu kapan waktu yang jelas mereka akan menyerang"Jelas Cornelius Cathal. Ia adalah seorang perdana menteri yang memiliki element kegelapan.
Raja Moon pun memberi titah pada semua master sihir kerajaan untuk berjaga - jaga di sekitaran istana, para pangeran dan putri kerajaan di perintahkan untuk tidak keluar dari ruangan mereka sampai terbit nya matahari nya.
Para Diz dan Para Ing pun tetap berada di istana bersama para master sihir kerajaan menjaga istana karena tidak menutup kemungkinan istana menjadi titik utama penyerangan utama.
Sementara Diamond Ana, Diz Carol, Diz Caster, Juline dan Ing Noel serta Ing Daniel melangkah meninggalkan istana dan berjalan menyusuri ibu kota yang sebentar lagi di sambut malam.
Suasana kota terasa sepi dan jalanan terlihat lengang. Para jenderal meminta para warga untuk tetap di dalam rumah guna mengantisipasi korban jiwa dari serangan para black vampire.
****
Di sebuah mansion mewah, Di M2. Nampak beberapa orang tengah duduk melingkar sembari menikmati Wine,
"Dasar manusia - manusia bodoh, mereka pikir bisa mengalahkan kaum kita begitu saja,"ucap pria bermata merah sembari menyeringai.
"Kita harus lebih dulu memusnahkan gadis s*alan yang sudah membunuh Sean,"geram wanita berambut merah keriting itu.
"Sepertinya hal itu tidak mudah."
"Ketua, semua pasukan kita telah bergerak mengelilingi istana dan juga ibu kota,"ucap pria yang baru datang.
"Baiklah, mari kita selesaikan ini, musnahkan manusia - manusia tidak berguna itu, serta segel penguasa kegelapan, jangan biarkan b*jingan itu bangkit dan memusnahkan kaum kita."
__ADS_1
Mereka semua pun beranjak dan satu persatu menghilang bersama datang nya sang malam.
🔥🔥🔥🔥🔥🔥