
Saat Juline dan ketiga saudaranya serta Rain hendak meninggalkan istana, Diamond Ana, Diz carol dan Diz Caster datang bersama Rogene. Rogene berhenti dan menatap Juline sejenak.
Wajah cantik Juline membuat Rogene tertegun. Tanpa sadar Rogene hendak menyentuh pipi Juline tapi dengan cepat raja Samuel menghentikan tangan Rogene yang seakan bergerak otomatis.
Saat tangan nya di pegang oleh raja Samuel, Rogene seakan baru tersadar dan langsung melepaskan tangan nya.
“Ada apa Rogene?” tanya Diamond ana.
“Kakek, siapa gadis ini?” tanya Rogene sembari menatap raja Samuel.
Semua orang saling menatap, Juline menatap Rogene dengan raut bingung. Diz Carol dan Diz Caster merangkul Rogene secara bersamaan.
“Gadis itu adalah saudara kakek mu,”ucap Diz Caster.
“Apa maksud paman?” tanya Rogene.
“Keponakan ku yang bodoh, gadis itu adalah nenek mu, saudara dari kakek mu, dan juga bibi kami berdua,”jelas Diz Carol.
Rogene tertawa keras mendengar ucapan kedua paman nya, ia tak percaya jika gadis semuda Juline adalah nenek nya.
“Kenapa kau malah tertawa?” tanya Dark.
“Kalian semua pasti sedang berguraukan? Tidak mungkin gadis semuda dan secantik ini adalah nenek- ?” ucap Rogene yang masih tidak percaya.
“Adikku sebaiknya kau jelaskan saja pada anak gila ini, atau dia akan terus seperti ini,”ucap Dioz.
Juline mendekat dan menyentuh tangan Rogene. Rogene merasakan jantung nya berdetak kencang, Juline adalah gadis pertama yang memegang tangan nya, membuat jantungnya berdetak tak karuan.
Dengan senyuman manis nya, ia membalikan tubuh nya dan menatap Juline.
“Hai, aku Rogene, aku baru pertama kali melihat bidadari nyasar di dunia iblis, di sini tempat berbahaya,”ucap Rogene dengan senyum mengembang.
“Aish dasar anak aneh, dia tidak tahu saja gadis di hadapan nya itu iblis yang paling mengerikan,”ucap Dioz.
“Tapi biar bagaimana pun dalam tubuhnya ada darah seorang dewi,”ucap Dark.
Juline mengedipkan mata nya dan dalam sekejap mata nya berubah menjadi merah hitam. Rogene yang terkejut tiba – tiba tersungkur dengan air mata nya mengalir di mata kanan nya.
“Maafkan saya,”ucap Rogene lirih.
“Maaf, aku hanya bingung harus menjelaskan bagaimana pada mu, kita berada di keadaan yang tidak mungkin menjalani sebuah hubungan seperti yang ada dalam pikiran mu,”ucap Juline sembari menolong Rogene berdiri tapi Rogene tiba – tiba saja lemas.
Beberapa pelayan di minta mengantar Rogene ke kamar untuk beristirahat. Diamond ana, Diz Caster dan Carol pun secara hormat memperkenalkan diri mereka.
“Putri, selamat datang di dunia iblis,”ucap Diamond ana, Carol dan Caster sembari memberi penghormatan.
__ADS_1
“Kalian tidak perlu seperti itu, tapi apa pria itu akan baik – baik saja?” tanya Juline yang mencemaskan Rogene.
“Adikku, Rogene hanya sedikit terkejut dengan aura mu yang cukup menekan nya dan lagi mereka baru saja kembali dari kerajaan utara,”jelas Dark.
“Putriku, bagaimana urusan kalian di kerajaan utara?” tanya Raja Samuel.
“Seperti yang ayah khawatirkan, para iblis di kerajaan utara berniat bekerja sama untuk menghentikan kebangkitan itu,”jelas Diamond ana.
“Kita harus bagaimana ayah? Dan lagi saat pulang kemari, aku mendengar para vampire akan bersatu dengan para iblis dari empat kerajaan untuk menghancurkan kerajaan pusat,”jelas Caster.
Nampak raut kekhawatiran di wajah mereka semua kecuali Juline yang hanya diam menatap mereka semua.
“Apa yang kalian sedang bicarakan?” tanya Juline.
Mendengar pertanyaan itu, Diamond ana pun menjelaskan keadaan yang genting di dunia iblis. Juline menghela napas.
“Kapan mereka akan menyerang?” tanya Juline.
Semua menatap Juline, mereka bingung kenapa Juline begitu santai nya bertanya hal mengerikan itu.
“Aku juga kurang tahu, tapi sepertinya dalam waktu dekat ini,”jelas Caster.
“Begini saja, kalian berempat sebaiknya tetap di sana, terutama kamu (Menunjuk raja Samuel),”ucap Juline.
“Tapi Juline-
“Bahaya jika kau pergi sendiri, petinggi Frost tidak akan tinggal diam, mereka memiliki kekuatan yang cukup mengerikan bagi para iblis,”ucap Rain.
“Memang nya putri akan kemana?” tanya Diamond Ana.
“Juline akan turun kedunia bawah, menghancurkan kerajaan yang sudah membunuh adiknya dan para pelayan nya,”jelas Dark.
“Apa?! Ucap Diamond ana, Carol dan Caster bersamaan. Mereka tidak percaya jika Juline baru saja kehilangan keluarga nya.
Diamond ana merasa bersalah karena ia yang telah membawa Juline pindah di rumah itu, rumah di mana ia harus kehilangan keluarga nya. Juline menatap mereka semua secara bergantian.
“Percayalah padaku, aku akan baik – baik saja, apa kalian sedang meremehkan ku? dan Diamond ana, ini bukan kesalahan mu, ini kesalahan mereka karena, mereka yang memang berniat melenyapkan ku, biar aku membantu mereka merasakan bagaimana rasanya dilenyapkan,”jelas Juline yang langsung menghilang.
“Juline- apa Juline akan baik – baik saja kak?” tanya Dark, ia merasa sangat cemas akan Juline.
“Kita harus percaya pada nya,”ucap Raja Samuel berusaha menyembunyikan kecemasan nya.
Maafkan aku putri, terima kasih karena tidak menyalahkan ku,”batin diamond ana.
****
__ADS_1
Sementara itu di kerajaan Demon, Genny dan Melanie nampak terdiam menatap langit malam itu, semenjak kepergian Juline, mereka lebih banyak diam, mereka berdua sangat mencemaskan Juline, mereka tahu bagaimana sakit yang Juline rasakan saat ini, kehilangan orang – orang yang ia sayangi, dan kini ayah Juline hanya dapat berbaring di tempat tidur, sembari sesekali menanyakan keberadaan Juline, keempat kakak Juline hanya bisa berbohong jika Juline masuk academy di kerajaan Demon untuk melatih diri nya.
Roman yang melihat Genny dan Melanie nampak terdiam di gazebo taman berjalan menghampiri mereka. Roman duduk dan ikut menatap Langit malam.
“Juline akan baik – baik saja, kalian tahu kan bagaimana hebat dan kuat nya Juline,”ucap Roman.
“Kak, kenapa Juline tidak mengatakan apapun pada kami?” tanya Melanie.
“Karena ia tahu kalian pasti akan bersikeras untuk ikut, Juline pun pergi tanpa menemui ku, Dryas ataupun Damien, dia pasti tidak ingin kita mengikuti nya.”
“Apa bagi Juline kami ini beban untuk nya?” tanya Genny dengan mata berkaca – kaca.
“Justru karena kita terlalu berharga bagi Juline, dia pasti tidak mau kehilangan kita juga, mungkin saja perjalanan nya kali ini cukup berbahaya dan ia pasti sangat takut jika harus membuat kita semua dalam bahaya.”
Air mata perlahan mengalir dipipi kedua gadis tersebut, mengingat Juline yang begitu menyayangi mereka, mereka sangat takut jika justru mereka yang harus kehilangan Juline. Bagi mereka Juline adalah alasan mereka hidup saat ini.
Putri Ailene yang tidak sengaja melihat Genny dan Melanie pun menghampiri mereka.
Ia begitu terkejut saat melihat Genny dan Melanie menangis. Putri Ailene paham betul perasaan kedua gadis tersebut, ia pun menghampiri dan memeluk mereka sementara Roman mohon undur diri kembali ke camp pelatihan.
Saat ini Roman, Dryas dan Damien begitu giat mengikuti latihan di camp, mereka ingin bisa lebih kuat agar dapat melindungi keluarga mereka.
Sementara pernikahan Dryas dan putri Esther akan dilaksanakan seminggu lagi, berbagai persiapan sudah dilakukan di istana, para rakyat pun sangat antusias menyambut pernikahan putri Esther.
Walaupun beberapa keluarga bangsawan sempat menolak pernikahan itu tapi keputusan Raja William tidak bisa di ganggu gugat, bahkan jika ia harus memusnahkan para bangsawan akan ia lakukan. Mengingat pernikahan Putri Esther dan Dryas adalah amanah yang sangat ingin di jalankan Raja William.
****
Di sebuah kantor di Wizard academy, nampak Alec sedang menatap dirinya dikaca jendela nya, malam yang dingin tak membuat nya goyah, ia tetap duduk sembari memikirkan ayah dan adik – adiknya yang kini entah dimana.
Ia pun menulis sebuah surat yang ditujukan pada seseorang yang memiliki sihir yang bisa mengetahui keberadaan seseorang.
Alec sangat mencemaskan ayah dan adik – adiknya hingga tak beranjak dari kantornya selama dua hari, berbagai teguran disertai hinaan dari paman – paman nya yang menjadi master di Wizard academy tak membuat nya bergeming, ia tak memperdulikan siapapun yang masuk di kantor nya dan menegur nya.
Aniel masuk dan melihat Alec masih duduk sembari menatap kaca jendelanya. Aniel datang dengan sebuah nampan yang berisi makanan.
“Kak Alec makan lah, sudah dua hari ini kak Alec tidak makan.”
“Kakak tidak lapar, semakin hari napas kakak rasanya sesak, bagaimana keadaaan ayah dan adik – adik kita, perasaan kakak tidak bisa tenang.”
“Kak, sebaiknya kita tunggu kabar dari pemilik sihir itu.”
“Tapi kenapa sangat lama? Bagaimana jika ayah sedang dalam tidak baik – baik saja, adik – adik kita.”
Aniel hanya menatap tanpa berkata lagi, ia melihat betapa kalut dan cemas nya kakak nya memikirkan ayah dan saudara – saudara nya.
__ADS_1
Note: Mungkin ada yang lupa siapa Rogene yah. Rogene itu pangeran kedua dari Kerajaan Demon.
Happy Reading. Author mohon maaf yang sebesar - besar karena banyaknya tugas yang membuat Author sempat kebingungan membagi waktu penulisan cerita ini akhirnya melambat. Semoga bisa tetap menghibur para readers. 🙏🙏🙏🙏