
Para panatua dan para Ing mengakhiri rapat mereka. Saat itu juga para panatua langsung berangkat menuju Frost melalui portal dan para Ing keluar dan menuju aula guna menyambut murid dan para Ark dari dark academy.
Semua murid sudah masuk dan duduk di kursi mereka masing. Murid Dark academy duduk dibagian kiri aula sedangkan para Ark duduk bersama para Ing. Ing Noel pun berdiri dan memberi kata sambutan pada Dark academy.
“Selamat malam dan selamat datang para Ark dan murid – murid Dark academy di Wizard academy. Selama beberapa hari ke depan kita akan melaksankan tournament yang akan diikuti oleh murid Dark dan Wizard academy. Saya berharap dengan ada nya tournament ini hubungan kedua academy semakin baik,”ucap Ing Noel mengakhiri sambutan nya.
Di meja murid Dark academy, pangeran Devera nampak mengedarkan pandangan nya, ia merasa aura pekat di sekeliling nya. Pangera laureun yang melihat adik nya seperti gelisah menepuk pundak adik nya.
“Kak, seperti nya academy ini di selimuti aura pekat yang sangat kuat,”ucap pangeran Devera.
“Aura milik siapa?”
“Seperti nya milik seorang Black Vampire.”
“Maksudmu Vampire yang terlahir dari seorang iblis murni?”
“Iya kak, aku juga merasakan aura yang lebih kuat, aku tidak tahu aura ini milik siapa,”ucap pangeran Devera.
“Seperti nya academy ini sedang tidak baik – baik saja.”
Makan malam pun dimulai dengan meriah, murid – murid nampak menikmati santapan mereka, tanpa mereka sadari bahaya yang sedang mengintai mereka di luar kastil. Juline nampak tak menyentuh makanan nya entah mengapa sejak tadi ia merasa di tatap oleh sesuatu yang membuat nya tidak nyaman.
Makan malam pun berakhir, para Ing dan para master meminta semua murid langsung kembali ke kamar mereka masing – masing dan tidak diperbolehkan keluar lagi. Sementara itu para Ark dan murid Dark academy kembali ke kastil mereka.
Para Ark juga merasakan aura pekat menyelimuti Wizard academy. Ark Reis memutuskan bertemu dengan Ing Noel dan memberitahu apa yang mereka rasakan saat berada di Wizard academy.
Ing Noel, Ing Shen, Ing Daniel dan Ing Vint yang mendengar ucapan Ark Reis sedikit terkejut karena mereka tak bisa merasakan apa – apa. Ark Reis juga menyampaikan agar para Ing lebih waspada dan memperketat keamanan murid – murid karena malam adalah waktu yang paling indah bagi mahluk pemangsa.
****
Pagi dengan cepat menyambut Wizard academy, terlihat beberapa petugas academy membersihkan lapangan dan membuat tempat duduk untuk penonton yang akan menonton tournament karena tidak semua murid mengikuti tournament ini.
Juline, Genny dan Melanie memilih duduk di kursi penonton dan menyaksikan pertandingan yang akan di ikuti oleh Dryas, Moira dan Neyra.
__ADS_1
Pertandingan terlihat akan di mulai, para Ing dan Para Ark terlihat duduk di tempat yang telah di sediakan untuk mereka. Sean dan Dean terlihat mengedarkan pandangan nya mencari seseorang, Mikey dan Rian yang melihat itu menghampiri kakak beradik itu.
“Kalian mencari siapa?” tanya Mikey
“Aku mencari Juline, akhir – akhir ini aku jarang melihat nya,”ucap Dean.
“Kenapa kalian hanya berdua, Noan mana?” tanya Sean.
“Noan bilang akan terlambat ke sini, Axel juga begitu,”jawab Mikey.
“Yah sudah, ayo kita cari tempat duduk kosong."
Sean dan Dean masih terus mengedarkan pandangan nya mencari Juline yang tak kunjung ketemu. Terlihat putri Esther dan putri Ailene di samping arena, mereka berdua akan melawan Marietta dan Neyra. Genny dan Melanie terlihat tak sabar menunggu pertandingan berlangsung.
Juline melihat Dryas dari kejauhan, Dryas nampak cemas sembari berlatih mengayunkan pedang nya. Juline pun turun dari kursi penonton dan berjalan menghampiri Dryas, ia merasa tidak tega melihat kakak nya yang kelihatan pucat.
“Apa kau gugup?” tanya Juline.
“Ehh, adik ku, iy-a aku sedikit gugup.”
“Terima kasih adik ku, aku merasa semangat sekarang karena mu, aku harap bisa lebih banyak menghabiskan waktu dengan mu.”
Entah mengapa aku juga menginginkan hal yang sama tapi aku tak ingin membahayakan keselamatan kalian, aku merasa diintai oleh sesuatu yang sangat berbahaya, dan jika kalian bersamaku aku takut kalian akan terluka dan ayah pasti akan lebih terluka.
“Baiklah Mari kita panggilkan murid pertama yang akan bertanding melawan Dark academy, Dryas Rosemburg dari Wizard academy dan Mianco Zilanzaz dari Dark academy.
Dryas menoleh melihat Juline sebelum akhir nya maju ke arena, Mianco terlihat menyeringai menatap Dryas.
“Peraturan pertandingan dilarang menggunakan mana atau element sihir lain nya, dan di larang saling membunuh.”
Dryas menggenggam pedang nya dan bersiap pada posisi menyerang sementara Mianco masih berdiri santai dengan tatapan merendahkan, Dryas maju dan menyerang Mianco tapi Mianco dengan sigap menahan serangan dan memberikan Dryas tendangan dan membuat Dryas hampir keluar dari arena.
Kini giliran Mianco yang menyerang Dryas dengan membabi buta, Dryas berusaha mengimbangi serangan Mianco tapi saat lengan nya mengenai ujung pedang Mianco, Dyras hampir kehilangan keseimbangan, Mianco mundur dengan senyum kemenangan karena berhasil melukai Dryas.
__ADS_1
Terdengar suara sorakan dari murid Dark academy.
Juline menatap Mianco yang sedang menatap Dryas. Dryas bangkit dengan darah yang sedikit mengalir di lengan nya, Mianco kembali menyerang Dryas.
Triiing..
Triiing..
Triiing..
Suara pedang beradu semakin intens terdengar. Mianco benar – benar menyudutkan Dryas, hingga akhir nya Dryas keluar arena karena tak bisa mengimbangi Mianco dan dinyatakan kalah.
Dryas berjalan keluar dari arena dan menghampiri Juline yang masih berdiri di samping arena.
Juline mengobati lengan Dryas, melihat itu Dryas sangat berterima kasih pada adik nya. Juline pun kembali ke tempat duduk nya.
“Pemenang pertama kita adalah Mianco Zilanzaz dari Dark academy,”teriak pembawa acara diikuti suara sorakan dari penonton.
Genny dan Melanie terlihat kecewa melihat kekalahan Dryas. Pangeran Laureun nampak tersenyum melihat kemenangan Mianco.
“Selanjut nya pertandingan kedua, Moira Umbrella dari Wizard academy melawan Naomi Morisette dari Dark academy."
Semua murid terlihat bersorak menyambut petarung kedua. Genny dan Melanie terdengar menyorakan nama Moira dan membuat Moira terlihat lebih semangat. Pertandingan pun di mulai dengan serangan dari Naomi yang hampir membuat Moira keluar lapangan.
Moira menyeringai sebelum akhir nya membuat Naomi terpental keluar arena karena serangan Moira yang membabi buta. Pertandingan kedua dengan cepat selesai dan di menangkan oleh Moira disertai sorakan meriah dari murid – murid.
Genny dan Melanie terlihat lebih heboh sementara Juline hanya menonton tanpa ekspresi, dari kursi para Ing terlihat seorang Ing menatap Juline. Ia adalah Ing Noel yang sedang menatap Juline yang menonton pertandingan tanpa ekpresi apapun. Hal itu membuat Ing Noel sedikit bingung dengan ekspresi datar Juline.
Tiba – tiba Ing Noel terkejut karena Juline juga berbalik menatap nya. Mata mereka bertemu sesaat kemudian Juline memalingkan wajah nya. Genny dan Melanie yang melihat Juline seperti melamun menepuk pundak Juline.
“Juline kau kenapa?” tanya Melanie.
“Aku melihat seorang pria aneh di samping Ing Noel,”jawab Juline tanpa menoleh.
__ADS_1
Genny dan Melanie melihat ke arah Ing Noel tapi tak menemukan pria aneh di sana, karena Ing Noel duduk di antara Ing Shen dan Ing Daniel, hal itu membuat Genny dan Melanie merinding.
Jadi saat Juline tiba – tiba menatap Ing Noel itu karena ia mendengar seseorang memanggil nama nya, pria itu nampak duduk di belakang Ing Noel dan tersenyum mengerikan ke arah Juline. Juline pun terdiam sembari mengingat wajah pria yang baru saja menyeringai pada nya.