
Seorang wanita berlari masuk ke dalam sebuah rumah yang cukup mewah. Tangisan nya membuat semua penghuni di rumah itu terkejut. Seorang pria bertubuh besar serta berperawakan rada menyeramkan masuk ke dalam ruangan tempat wanita itu tengah menangis.
"Latina, apa yang terjadi padamu nak?" tanya besar bertubuh besar itu yang ternyata adalah ayah dari Latina. Ia adalah salah satu iblis bangsawan yang menikah dengan manusia dan memiliki pengaruh yang besar di kementerian kerajaan Demon.
"Ayah hari ini aku dipermalukan di depan banyak orang, aku dil*cehkan ayah."
"Apa?! Siapa yang berani melakukan hal buruk itu padamu haa? Katakan, akan ku ku hancurkan tubuh nya hingga tak tersisa."
"Dia hanya seorang wanita miskin ayah, dia bahkan merebut pria yang ku inginkan kemudian menjebak pria itu untuk menjadi suami nya, dia wanita yang licik ayah," tutur Latina mencoba mengambil keuntungan dari hal buruk yang menimpa nya untuk dapat mendapatkan Raja Samuel,pria yang tidak seharusnya ia usik.
Setelah mendengar penuturan putrinya, ia meminta para pengawal nya untuk membawa pria dan wanita yang telah mel*cehkan anak nya. Latina pun menyebutkan ciri - ciri Juline dan Raja Samuel. Ia yakin jika mereka berdua masih ada di sekitar pasar di tengah ibu kota.
"Aku harus bisa mendapatkan pria dan gelang gadis menjijikkan itu, aku tahu gelang itu adalah gelang langkah yang bisa menyimpan apapun di sana, aku penasaran dari mana gadis itu mendapatkan nya," Batin Latina.
.....
Matahari kini tepat berada di atas kepala, pesta pernikahan kini berganti menjadi acara makan bersama keluarga kerajaan. Dark dan Dioz mencari keberadaan kakak dan adik mereka, begitu pun juga Roman, Damien,Melanie dan Genny. Mereka semua berkeliling mencari keberadaan Juline dan Ratu Samuel yang kini masih asyik keliling di pusat kota.
"Apa kalian menemukan nya?" Tanya Roman pada Genny dan Melanie.
"Tidak kak, kami tidak menemukan nya," Jawab Melanie.
"Kemana sih anak itu?" ucap Damien sambil menggigit jari nya sendiri, ia khawatir jika adiknya pergi lagi dan meninggalkan mereka lagi.
"kak, Juline tidak meninggalkan kita lagikan?" Tanya Genny dengan ekspresi sedih yang terlukis jelas di wajah nya.
"Mungkin Juline tengah beristirahat di suatu tempat di istana ini, ayo kita cari lagi,"ajak Roman berusaha meyakinkan mereka jika Juline tak mungkin pergi begitu saja meskipun ia sendiri merasa khawatir jika adiknya akan pergi lagi dan meninggalkan mereka.
Sementara itu di pusat kota, Juline dan Raja Samuel masih berkeliling sembari menikmati suasana kota yang semakin ramai. Saat melewati sebuah kedai, Juline mendengar teriakan seseorang dari dalam kedai yang begitu ramai pengunjung itu. Juline menghentikan langkah nya didepan kedai itu. Hal itu membuat Raja Samuel bingung dan ikut berhenti.
__ADS_1
"Ada apa adikku?"
"Apa kakak mendengar suara itu?"
"Suara apa?"
"Seseorang meminta tolong dari dalam kedai ini."
Karena penasaran juline pun melangkah kan kakinya ke dalam kedai, ia bisa melihat kerumunan orang yang tengah menyaksikan sesuatu yang membuat suasana kedai itu menjadi semakin Ramai. Juline masuk melewati sela - sela orang yang tengah berdiri. Saat sampai di pertengahan kerumunan juline bisa melihat dengan jelas empat orang pria yang tengah di gantung dengan sulur seorang iblis. Keempat laki - laki itu ditelanjangi dan di bawa mereka ada beberapa wanita yang menari - nari dengan pakaian yang minim dengan gerakan yang menggoda. Wajah ke empat pria itu babak belur dan kaki mereka terlihat hancur karena di palu dengan palu iblis yang membuat mereka ssemakin terlihat mengerikan.
Tubuh juline bergidik, ia merasakan darah nya bergejolak, seketika mata nya berubah menjadi merah darah, ia melepas aura nya dan membuat semua orang terhempas menabrak dinding.
Brukk..
Brukk..
"Kak bisakah kau menolong keempat pria itu, dapat kan pakaian untuk mereka," Pinta Juline tanpa menoleh. Raja Samuel tanpa banyak bicara langsung menuju ke arah empat pria itu dan menolong mereka dengan menyelimuti tubuh mereka.
"Siapa kau haa?!
"Kau gadis gila apa yang kau lakukan pada kami?!
"Akan kami laporkan ini pada tuan Darmor, mereka akan menghukum mu karena melukai kami."
"Dasar gadis j*lang."
Satu persatu orang di sana berusaha bangkit dan mulai memaki Juline. Juline menyeringai dan menatap mereka semua orang yang ada di sana dengan mata merah nya serta air mata darah yang menghiasi pipi nya. Semua orang merasa merinding dan ketakutan, belum pernah mereka merasakan aura se mengerikan itu. Namun dengan bodohnya mereka masih bisa memaki juline.
"Kenapa kalian diam? Apa mulut kotor kalian kehilangan kata - kata? Bagaimana apa kalian menikmati tontonan kalian?
__ADS_1
Juline Mengikat seseorang dengan sulurnya lalu menyeret orang itu di hadapan nya. Orang itu dengan wajah ketakutan berusaha terlihat berani di depan juline.
"Lepaskan aku..?!" Berontak pria itu.
"Aku hanya mau tanya jika kau jawab jujur aku akan melepaskan mu. Apa sulur jelek di sana itu sulur milik mu?" Menunjuk ke arah sulur yang tadi menggantung keempat pria tadi.
"I-iya itu milik ku, apa urusan mu?! Aku sudah menjawab mu, lepaskan aku."
"Baiklah."
Juline duduk dan membisiki pria itu sesuatu dan membuat pria itu bergidik ngeri.
"Apa kau menikmati nya?" tanya Juline sembari menyeringai menatap pria itu dari samping. Juline beranjak dan mempererat sulur nya di leher pria itu. Pria itu nampak berusaha melepaskan sulur milik Juline.
"k-au Bi-lang ka-u akan melepaskan ku."
"Benar aku akan melepaskan mu, maksudnya melepaskan kepalamu dari tubuh mu."
Krek...
Krekk.
Kepala pria itu melayang dari tubuh nya, Dengan satu layangan tangan juline kepala itu hancur berserakan. Tubuh pria itu runtuh dan seketika diselimuti api hitam dan dibakar habis bahkan sebelum orang - orang mengedipkan mata nya.
Semua yang menyaksikan hal itu di buat ketakutan setengah mati. Mereka tak percaya jika ada gadis yang begitu mengerikan seperti juline. Mereka semua bersujud Memohon untuk diampuni nyawa mereka tapi sepertinya mereka tidak tahu jika juline tak mengenal permintaan maaf terutama dari orang - orang yang menyakiti orang - orang yang ia sayangi.
Ia mengeluarkan kabut hitam dari tangan nya dan melayangkan ke arah orang - orang yang tengah bersujud di hadapan nya. Seketika kabut mencekik orang - orang itu satu persatu sampai pada akhirnya kepala mereka menggelinding satu persatu. Setelah itu mayat - mayat mereka dibakar habis tanpa sisa. Hanya tinggal Juline, Raja samuel dan ke empat pria itu.
Juline menghela napas, ia menarik aura nya dan mata nya kini kembali ke warna semula. Ia mendekati keempat pria itu dan mengobati mereka. Raja Samuel hanya berdiri menatap adik nya dengan penuh pertanyaan tentang siapa orang - orang yang telah membuat adiknya kehilangan kendali dan membunuh semua orang yang ada di kedai itu.
__ADS_1