Sang Penjelajah Dimensi

Sang Penjelajah Dimensi
Chapter 23: Hutan Terlarang Tingkat 5 (2)


__ADS_3

Saat mereka semua sedang berjalan menyusuri hutan, tiba – tiba Juline mendengar suara – suara orang yang sedang bertarung. Ia juga merasakan aura mencekam dari dari arah suara – suara itu.


“Apa kalian dengar? seperti nya ada orang yang sedang berburu,” ucap Juline sambil terus melangkah ke arah suara itu.


Melihat Juline yang berlari menuju sumber suara itu, Roman, Rain, Genny, Melanie dan Damien ikut berlari mengikuti Juline. Saat mereka sampai di sumber suara itu, mereka semua terkejut melihat sebuah perisai besar berbentuk bulat dan di dalam nya banyak orang yang sedang terluka sementara beberapa lain nya masih berusaha melawan seekor naga iblis yang aura nya begitu pekat.


“Apa ini?” tanya Juline yang masih tidak berkedip melihat pemandangan menyeramkan ini.


“Mereka bukan berburu, tapi mereka sedang mengikuti ujian master,”jelas Roman dengan wajah penuh kecemasan. Ia bisa mengingat dengan jelas betapa kuat nya binatang iblis di hadapan mereka ini.


Damien, Genny dan Melanie merasa takut melihat hal ini. Mereka membayangkan ujian master yang akan mereka ikuti nanti nya. Ada sekitar 30 murid yang masih melawan naga iblis itu sementara yang lain sudah terkapar dengan luka parah dan diobati oleh beberapa murid lain nya.


Melihat itu, Rain merasa ingin membantu murid – murid yang terluka. Mereka semua mendengar jeritan dari murid – murid yang sedang di obati.


“Rain, Damien apa kalian bisa membantu menyembuhkan mereka?”tanya Juline.


“Kami bisa,”jawab mereka serempak.


“Genny, Melanie ikutlah Damien dan Rain menolong murid – murid itu,”ucap Juline lagi.


“Bagaimana dengan mu Juline? Kau tidak berpikir untuk melawan naga itu kan?” tanya Damien cemas.


“Aku memang ingin mencabik – cabik nya,”ucap Juline sembari menyeringai.


“Juline, berhati – hati lah. Ku mohon kembali lah dengan selamat,”ucap Genny dengan mata berkaca – kaca.


Damien, Rain, Genny dan Melanie berlari menuju perisai pelindung itu. Sementara Juline dan Roman masih menyaksikan naga iblis itu mengeluarkan api yang membakar tubuh orang – orang di hadapan nya.


Saat melihat beberapa orang masuk ke dalam perisai, 5 orang pria berjubah putih melesat masuk ke dalam perisai. Mereka adalah penguji ujian master. Mereka adalah Ing Noel, Ing Mion, Ing Green, Ing Noce dan Ing Cosmo.


Saat melihat para penguji, semua murid yang sedang mengobati termaksud Damien, Rain, Genny dan Melanie menunduk memberi hormat.


“Apa yang kalian lakukan di hutan ini?” tanya Ing Noel sembari menunjuk Genny dan Melanie.


“Maafkan kami Ketua 1, kami hanya kebetulan sedang berlatih di hutan ini,”jawab Genny.


“Apa kalian sebodoh itu. Ini adalah hutan terlarang tingkat 5, tempat berbahaya bagi kalian. Sebenar nya apa yang kalian pikirkan? Bukankah kalian harus nya belajar di academy?”tanya Ing Mion


“Maafkan saya guru, saya yang mengajak mereka untuk berlatih disini,”ucap Rain.


“Rain, bukankah kau seorang master? Bagaimana kau bisa sebodoh ini. Apa kau ingin mereka terbunuh sia – sia di hutan ini. Dan kau lagi Damien ini bukan saat nya kau ikut ujian master. Apa kalian sedang mempermainkan peraturan academy?” tanya Ing Noel.


“Tidak Ketua,”ucap mereka semua serempak.


“Siapa lagi yang datang bersama kalian?” tanya Ing Cosmo


“Kami datang bersama dua lain nya guru. Mereka adalah Roman dan Adik Damien, Juline.”Jelas Rain sembari menunjuk arah ke arah Juline dan Roman yang fokus menyaksikan pertarungan di hadapan mereka.


Semua Ing memandang ke arah Roman dan Juline. Mereka hanya menggeleng melihat kebodohan Juline dan Roman.


“Rain beritahu pada Roman untuk menghadap ke kantor saya. Kalian mendapat hukuman karena ini,”ucap Ing Noel.

__ADS_1


Genny dan Melanie tertunduk. Mereka berdua merasa bersalah karena Rain harus mendapat hukuman karena mereka. Sementara itu Damien dan Rain membantu para murid yang terluka. Genny dan Melanie pun ikut membantu murid perempuan yang terluka.


“Seperti nya kau terlalu berlebihan Noel,”ucap Ing Green


“Mereka memang harus di hukum,”ucap Ing Noel sembari menatap tajam ke arah naga yang hampir membunuh semua murid nya.


Semua murid yang masih bertarung kini terkapar dengan luka parah. Ing Green Dan Ing Noce melesat dengan cepat dan membawa para murid yang sudah terkapar masuk ke dalam perisai dengan menggunakan sihir.


Sebanyak 50 murid kini terbaring lemah bahkan ada yang harus kehilangan bagian tubuh nya.


Para Ing mulai cemas karena tahun ujian master tahun ini tak ada satupun yang berhasil lulus mengikuti ujian master.


Para ing hendak keluar dan memusnahkan naga iblis itu, tapi tiba – tiba tiga ekor naga api melesat mengepung perisai mereka. Para Ing mulai panik. Ini adalah pertama kali nya mereka melihat tiga ekor naga api.


“Noel, bagaimana ini? dari mana asal naga – naga api ini?” tanya Ing Mion cemas.


“Seperti nya seseorang sedang menargetkan kita,”jawab Ing Noel.


“Kita harus memindahkan murid – murid secepat nya,”ucap Ing Cosmo.


Saat mereka sedang berbicara satu sama lain, naga – naga api itu menyemburkan api ke atas perisai dan membuat retakan. Melihat itu, semua murid serta Damien, Rain, Genny dan Melanie ikut cemas dan panik. Mereka di kelilingi oleh tiga naga api yang sebentar lagi akan menghancurkan dinding perisai yang melindungi mereka.


“Ayo cepat kita sembuh kan murid – murid lain,”perintah Rain.


“Apa kita akan baik – baik saja. Aku merasa jantung ku mulai nyeri.”ucap Melanie sembari memegang dada nya.


Genny memeluk Melanie dan berusaha menenangkan Melanie. Sementara Damien dan Rain masih fokus menyembuhkan murid – murid yang terluka. Para Ing merasa sedikit terbantu karena Damien dan Rain ikut membantu mereka.


“Kita harus mengalihkan naga – naga api itu agar bisa mengulur waktu,”ucap Ing Green.


Saat mereka sedang berdebat, Juline dan Roman berlari sembari melayangkan pedang mereka ke arah ketiga naga api itu. Naga – naga api itu berbalik menyerang Juline dan Roman.


Juline dan Roman berhasil menghindari serangan ketiga naga api itu. Melihat itu para Ing tak dapat mengatakan apapun. Mereka tak menyangka ada dua orang bodoh yang berani melawan naga – naga api itu.


“Siapa gadis itu? bagaimana gadis tanpa sihir bisa seberani itu,”ucap Ing Noel yang masih tak percaya dengan Juline yang begitu berani melawan binatang iblis tingkat langit yang bagi mereka saja itu hal yang mustahil melawan binatang iblis yang seharus nya tidak berada di sini.


Genny dan Melanie mendongak memandang Juline yang sedang di menghindari serangan demi serangan dari naga – naga api.


Mereka menatap cemas kea rah Juline dan Roman yang mulai luka – luka akibat dilempar oleh naga – naga api itu.


“Noel, apa yang harus kita lakukan sekarang. Kita harus membantu mereka.”ucap Ing Cosmo.


Juline dan Roman berada di hadapan 3 naga api dan naga iblis. Keempat naga itu menyemburkan api dan membakar lengan Roman. Roman melesat dengan cepat


“Wind Swords”


1000 pedang berputar mengitari Roman dan dengan cepat terbang mengarah ke keempat naga yang berada di hadapan nya. Pedang – pedang itu mampu melukai tubuh naga – naga itu tapi itu tak cukup menumbangkan naga api dan iblis itu. Roman kembali memegang lengan nya yang terbakar.


“Kau hebat sekali guru.”puji Juline.


Karena terkena serangan dari naga api, Roman kehilangan banyak mana dalam tubuh nya dan menyebabkan luka yang parah pada lengan nya.

__ADS_1


Juline melesat cepat dan membawa Roman masuk kedalam perisai. Juline kembali berlari dan mengeluarkan pedang nya.


Ia melesat gesit menghindari setiap serangan – serangan naga – naga api itu. Ia melayangkan pedang nya ke tubuh naga api itu tapi dengan cepat naga api lain nya menghantam tubuh Juline.


Juline terlempar, tubuh nya menghantam pohon. Damien dan Rain berlari menolong Roman yang terlihat pucat karena serangan yang ia dapat adalah serangan yang cukup keras. Tubuh nya tidak cukup menerima api kematian dari naga api itu. Roman mengerang kesakitan, tubuh nya di penuhi peluh.


“Roman, bertahanlah,”ucap Damien.


“Biar aku yang menyembuhkan nya,”ucap Ing Cosmo.


Damien menoleh menatap keluar perisai dan mendapati adik nya yang telah di penuhi luka - luka di tubuh nya. Tubuh Damien gemetar, perasaan nya campur aduk. Ia hendak berlari keluar menolong adik nya.


Tapi para Ing, Genny dan Melanie menahan nya. Ing Green dan Ing Noce melesat menolong Juline yang kini terbaring dengan luka yang sangat parah. Kedua lengan nya terbakar, baju nya sobek dan perut nya tersayat – sayat. Darah segar memenuhi baju Juline.


Tapi Juline tetap bangkit. Ia mengingat Roman dan orang – orang yang ada di hutan itu. Ia berpikir untuk menggunakan kekuatan nya tapi ia tak ingin jika orang – orang terdekat nya menganggap nya iblis karena kekuatan nya memang melebihi kekuatan iblis.


Ing Green melesat menolong Juline bangkit. Juline hanya menatap datar ke arah Ing Green. Ing Noce berlari mengeluarkan sulur api nya dan melilit tubuh keempat naga itu. Ing Noel dan Ing Mion melesat cepat dan menghampiri naga – naga yang sedang berusaha melepas sulur yang melilit mereka.


“Super Freeze,”teriak Ing Noel dan Ing Mion bersamaan.


Seketika keempat naga itu membeku bersama api mereka. Para Ing sedikit bernapas lega karena berhasil membekukan keempat naga itu. Ing Noel dan Ing Mion menghampiri Juline. Mereka berempat menatap Juline dengan seksama.


“Bagaimana kau bisa bertahan dengan luka – luka itu?”tanya Ing Green.


“Apa kau sudah bosan hidup? Bagaimana kau bisa melawan naga – naga itu seorang diri? Apa kau seorang dewa?”tanya Ing Noel yang merasa kesal pada gadis di hadapan nya.


“Sebaik nya kau obati dulu luka – luka mu,”ucap Ing Mion.


“Apa Roman dan teman – teman ku yang lain baik – baik saja?” tanya Juline.


“Seharus nya kau mengkhwatirkan dirimu sendiri, lihatlah tubuh mu nyaris hancur apa kau tak merasa kesakitan?” tanya Ing Noce yang merasa bingung dengan gadis di hadapan nya.


“Aku tidak apa – apa,”ucap Juline.


Para ing saling pandang. Mereka bingung dengan gadis di hadapan nya saat ini. Para Ing dan Juline melesat menuju perisai. Genny dan Melanie berlari memeluk tubuh Juline yang di penuhi darah.


Genny dan Melanie menangis, mereka berpikir Juline takkan selamat. Mereka berdua tidak ingin kehilangan Juline.Damien berlari menghampiri adik nya. Perasaan nya hancur melihat tubuh adik nya di penuhi luka – luka parah.


Mata nya berkaca – kaca. Ia merasa tidak berguna menjadi seorang kakak karena tak bisa melindungi adik nya.


“Juline, aku akan mengobati mu,”ucap Rain yang langsung menghampiri Juline. Para Ing ikut melihat Juline yang sedang diobati oleh Rain.


Sementara Roman masih tak sadarkan diri. Hal itu membuat para Ing semakin bingung, bagaimana Juline bisa baik – baik saja dengan luka sebanyak itu sedangkan Roman tumbang hanya dengan satu luka parah di lengan nya. Juline berusaha menahan rasa sakit di tubuh nya.


Aku tidak boleh lemah hanya karena luka kecil ini. Jika aku gagal memusnahkan binatang - binatang iblis itu lalu bagaimana cara nya aku melawan para penghancur dunia sihir ini. Arrgh,ini sangat menyakitkan.


“Kenapa kau tak menjerit?” tanya Ing Mion bingung. Semua murid yang sudah sembuh pun bangkit dan menghampiri Juline yang sedang diobati.


“Apa harus menjerit?” tanya Juline.


Mereka yang mendengar ucapan Juline semakin di buat bingung dan terkejut. Sekuat apa sebenar nya gadis di hadapan mereka itu. Mereka semua bertanya – tanya dengan pertanyaan yang sama. Rain menatap Juline yang sedang menatap Roman yang masih tak sadarkan diri.

__ADS_1


Juline, kau sedang terluka separah ini tapi kenapa kau diam saja. Aku tahu kau merasakan sakit yang luar biasa. Kau memang gadis yang kuat Juline. Batin Rain


Happy Reading ♡♡♡


__ADS_2