Sang Penjelajah Dimensi

Sang Penjelajah Dimensi
Chapter 63: Penyerangan Ibu Kota II


__ADS_3

Juline, Diamond Ana, Diz Carol dan Diz Caster kini berada di tengah kota. Kota yang mulai berubah menjadi lautan api, jeritan demi jeritan menggema di hadapan mereka. Nampak empat orang black vampire melesat dan kini tepat berada di hadapan mereka.


Juline menatap dengan seksama kedua lelaki yang tidak asing bagi nya. Mereka berdua terlihat menyeringai dengan gigi taring yang nampak dari balik bibir mereka. Diamond Ana berlari ke sisi kanan sementara Diz Carol dan Diz Caster berlari ke sisi kiri membantu para warga dan para prajurit yang dibantai oleh para black vampire.


“Kau pikir bisa semudah itu memusnahkan kaum kami, bukan kah kau terlalu percaya diri Juline,”ucap salah satu lelaki di hadapan nya.


“Bagaimana rasa nya membunuh teman mu sendiri, Ahh lebih tepat nya orang yang menyayangimu, bukan kah kau tidak jauh berbeda dengan kami? Haus akan darah, sampai kapan kau akan bersembunyi dibalik tubuh itu,”ucap pria yang satu nya lagi.


“Jadi kau yang sudah mencelakai Alec? Berani sekali kau,”ucap Juline.


“Kau harus menanggung perbuatan mu kepadaku, karena mu aku kehilangan kakiku untuk selamanya.”


“Harusnya waktu itu kau tak menantang ku Gio Odor.”


Gio berlari hendak menusuk jantung Juline dengan kuku panjang nya, tapi tangan Juline menahan kuku tajam itu hingga menembus pergelangan tangan Juline, nampak kemenangan di wajah nya.


Tiba – tiba saja pergelangan tangan Gio menghitam dan mulai menjalari tubuh Gio. Gio mundur sedikit demi sedikit tubuh nya menjadi hitam dan seketika meledak.


Duarrrr…


Melihat hal itu, ketiga pria lain nya menatap Juline dengan tatapan membunuh, Gio yang tiba – tiba lenyap begitu saja membuat mereka bingung dan murka di saat yang sama,


“Bingung bagaimana bajingan itu bisa hilang begitu saja?”tanya Juline di sertai senyum manisnya.


“Siapa kau sebenarnya?" tanya pria yang bertubuh paling besar di antara mereka bertiga.

__ADS_1


“Tanya saja pada anak mu, dia tahu bagaimana gila nya aku, seperti apa kekuatan terkutuk yang aku miliki bahkan darah ku pun bisa menjadi senjata untuk menyingkirkan kalian semua, bagaimana Axel Odor?”


“Ahh, bagaimana kau tahu kalau ini aku?” tanya Axel.


“Mudah saja, aura mu terlalu jelas, aku juga bingung bagaimana merasakan nya, tiba – tiba saja auramu mengganggu ku, dan Juga Miss Hanna Odor, bukankah kalian keluarga yang sempurna, aku tidak percaya kalian adalah mahluk kotor yang bersembunyi di balik sebuah kebangsawanan,”ucap Juline.


“Tahu apa kau,”bentak Hanna Odor.


“Kau hanya manusia angkuh yang harus segera di musnahkan,”ucap Giovano Odor yang tidak lain adalah ayah dari Axel dan Hanna Odor.


Hanna bersama Axel maju bersama menyerang Juline, Juline dengan cepat menghindar dan kini berdiri dibelakang mereka berdua,


“Kau ingin tahu seangkuh apa aku?” ucap Juline sembari mengeluarkan pedang nya hendak menebas kepala Axel dan Hanna tapi mereka lebih dulu menghindari, sementara Giovano menyerang Juline dari belakang dan membuat Juline terpental beberapa meter.


Juline berbalik dan melihat orang yang kini tepat di belakang nya sedang menyeringai sembari menatap nya, wajah yang ia kenal,


Moira mengangkat Juline dengan satu ke tangan nya ke udara, Juline menatap Moira tak percaya,


“Kau pasti bingung kan, aku memang bagian dari mereka, perkenalkan aku Moira Odor, kau telah membunuh Sean, kau membunuh orang yang aku cintai, aku sudah merasa saat pertama kali bertemu dengan mu, aku tahu Sean sangat menggilai mu, aku tahu juga mata mu akan menghitam seperti itu, kau pasti saat ini bertanya – tanya bukan bagaimana aku tahu, kau harus tahu bahwa kau adalah mahluk yang lebih mengerikan dari pada kami, seluruh mahluk immortal seperti kami merasa terganggu akan kehadiran mu,”ucap Moira sembari mencekik leher Juline dengan keras.


Juline mematahkan tangan Moira yang mencekik leher nya, Moira mundur dan sedikit menjauh dari Juline, darah mengalir dari tangan nya tapi dengan cepat tangan nya kembali tumbuh, Juline menghindar dan melesat saat Hanna dan Axel hendak menyerang nya dari belakang.


“Kebinasaan manusia telah tiba, kau tak perlu repot – repot melawan kami Juline, kami hanya akan membunuh wadah mu, atau mengapa kau tak bergabung bersama kami, memusnahkan para manusia dan membuat peradaban baru,”ucap Moira.


Juline tiba – tiba teringat akan kedua orang tua nya, teringat akan tujuan ia dikirim ke dunia itu, teringat alasan nya bertahan hingga hari ini.

__ADS_1


“Sebaiknya kau bergabung dengan kami atau nasib mu akan sama seperti Neyra,”ucap Moira.


“Kau apakan kak Neyra?”


“Ahh, gadis sok dingin itu, aku membunuh nya dengan tenang, mengingat dia masih sahabat ku, aku memberi nya kematian yang damai.”


Jantung Juline berdetak kencang, apa yang ia dengar membuat nya terluka, air mata nya mulai mengalir dari penutup mata yang di berikan Neyra,


“Kau tak perlu menangisi gadis bodoh itu, aku hampir berhasil mempengaruhi nya untuk mencurigai mu tapi ia justru berbalik mencurigai ku, bukan kah dia sangat bodoh.”


Juline melepas penutup mata nya, mata hitam nya kini nampak terlihat, ia menggenggam erat penutup mata itu dengan air mata mengalir dipipi nya dengan seringai di wajah nya, ia melesat menerjang Moira, Moira menghindar, Hanna yang saat itu berada di dekat Moira menyayat lengan Juline, tapi Juline telah dikuasai amarah, tubuh nya kini di selimuti kabut hitam.


Mata Diz Carol dan Diz Caster membelalak melihat perubahan yang terjadi pada Juline, mata hitam dan kabut hitam yang menyelimuti tubuh nya, nampak satu persatu black vampire tumbang begitu saja dengan aura mengerikan dari Juline.


Juline terus menyerang Moira sampai akhir nya ia menggapai pergelangan kaki Moira dan mematahkan nya, Moira terjatuh ke tanah, gemetar melihat penampilan Juline, Hanna dan Axel berlari menyerang Juline dari samping kiri dan kanan, tapi Juline dengan cepat menghempas mereka dengan aura nya.


Hanna dan Axel terlihat memuntahkan darah, para Ing datang dan langsung membantu warga, Ing Noel dan Ing Daniel terpaku melihat Juline yang kini berubah, nampak Moira menatap tajam ke arah Juline yang kini hendak menyerang nya.


“Kau pikir dengan membunuh ku, manusia – manusia tidak berguna itu bisa hidup dengan tenang, kaum kami terlalu banyak untuk kau musnahkan.”


“Setelah melihat mu seperti ini, aku tidak bisa lagi mempercayai mahluk yang dinamakan teman.”


Juline mengayunkan tangan nya dan kabut hitam pekat menyelimuti tubuh Moira, bersamaan dengan itu Moira merasakan seluruh tubuh nya seakan dibakar oleh api, ia menjerit, Giovano yang mendengar jeritan anak nya, melesat hendak menolong Moira tapi Diamond Ana lebih dulu menghantam Giovano hingga terpental ke tempat Hanna dan Axel.


Mereka bertiga berusaha melarikan diri tapi Juline kini berada di hadapan mereka, Juline mengikat mereka dengan kabut hitam nya dan memasukan mereka bertiga ke tempat Moira, jeritan dari keempat Black vampire itu terdengar menyakitkan.

__ADS_1


Para Ing bahkan menutup telinga mereka karena lengkingan suara dari para Black Vampire itu sangat mengerikan, para Black Vampire lain yang mendengar jeritan itu menarik diri mundur dan berusaha kabur dari tempat itu.


🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2