
Salju yang turun semalam membuat wizard academy di penuhi salju, murid – murid senior bersama para master junior membersihkan salju yang memenuhi jalan dan lapangan yang akan mereka gunakan untuk berlatih hari ini.
Moira bangun sembari memeluk tubuh nya dengan selimut, hawa dingin yang ia rasakan membuat nya enggan berjalan ke kamar mandi dan menyentuh air.
Sementara Neyra yang mempunyai element es terlihat selesai mandi dan keluar kamar menuju tempat latihan. Moira membangunkan Juline, Genny dan Melanie yang masih terlelap.
“Bangunlah, sebelum Ing Noel membekukan kita semua karena tidak ikut latihan pagi ini.”
Mendengar ucapan Moira, Genny dan Melanie langsung bangun dan berlari ke asrama mereka untuk mandi dan bersiap, sementara Juline langsung menuju kamar mandi, melihat Moira yang masih melilit tubuh nya dengan selimut, membuat Juline tersenyum tipis.
“Kak moira tidak mandi?”
“Aku tak sanggup Juline, apa kau tak merasa kedinginan?”
“Tidak.”
Juline pun masuk dan langsung mandi setelah itu ia memakai seragam latihan nya, Moira yang sudah memakai baju latihan nya belum mampu melepas selimut yang melilit tubuh nya. Juline yang sudah selesai pun mengajak Moira ke lapangan, Moira memakai mantel nya dan jalan sembari menggandeng Juline.
“Apa kau tidak kedinginan?”
“Dingin.”
“Kenapa kau tak mantel?”
Saat mereka sedang berjalan terdengar dentuman keras dan membuat satu persatu murid berlari menuju lapangan, Moira pun menarik tangan Juline dan berlari menuju lapangan. Di sana sudah berkumpul para semua murid academy beserta pada Ing dan para master.
Semua murid terlihat memakai mantel kecuali murid yang memiliki element es. Juline pun bergabung di kerumunan murid – murid menghadap para Ing dan para master. Ing Noel mulai menyampaikan sesuatu pada murid – murid nya.
“Hari ini, kalian semua dikumpulkan di sini karena kalian semua akan menjalani latihan selama tiga hari berturut –turut sebelum kedatangan Dark academy ke academy kita. Maka dari itu saya akan membagi kalian dalam beberapa kelompok dan akan dilatih oleh 3 master.”
Ing Chloe, Ing Anna, Ing Zion dan Ing Lhez mulai membagi kelompok latihan pedang. Genny dan Melanie berada dalam satu grup dan akan di latih oleh Roman, Aniel dan Rain, sementara Juline tergabung dengan petra dan Shimon, serta Shiana dan Shelyn, mereka akan dilatih oleh Ing Shen, Ing Daniel, Alec dan Moa Hernandez. Para senior akan di latih oleh master senior dan para Ing.
Petra, Shimon, Shiana dan Shelyn menyeringai melihat Juline yang sekelompok dengan mereka, Shiana menghampiri Juline yang sedang berdiri sembari mengayunkan pedang nya.
“Kau ku maafkan karena Ing Noel memohon padaku, jadi jangan besar kepala dulu, kau sekelompok dengan kami, apa kau tidak merasa takut?”
“Gadis ini memang tidak mudah di singkirkan,”ucap Shelyn yang sedikit terkejut melihat Juline baik – baik saja.
Ing Shen dan Ing Daniel pun menghampiri mereka. Kelompok mereka terdiri dari 50 orang termaksud mereka. Moa dan Alec menatap murid – murid mereka, Alec berhenti menatap ketika melihat Juline berada di barisan paling pojok.
__ADS_1
Mereka mengatur barisan dan jarak agar ketika mengayunkan pedang, mereka tidak melukai orang di sebelah mereka.
Shelyn dan Shiana sengaja berdiri di samping Juline, mereka berniat melukai Juline saat latihan pedang. Ing Shen dan Ing Daniel pun memulai hitungan, dan mereka mulai mengayunkan sesuai yang diperagakan oleh Alec dan Moa.
“Kaos tangan mu indah juga yah,”ledek Shelyn.
“Apa kau iri?” tanya Juline.
“Jika aku mau, aku bisa mendapatkan yang lebih dari itu.”
Saat mengayunkan pedang ke sebelah kanan nya, Shelyn sengaja menyayat lengan Juline, melihat itu hal itu, Alec berhenti dan menghampiri adik nya, ia melihat darah mulai memenuhi lengan adik nya. Ia menatap tajam ke arah Shelyn.
Shelyn memasang wajah merasa bersalah nya, Ing Daniel dan Ing Shen yang melihat itu menghampiri Alec di belakang.
“Ada apa ini?” tanya Ing Shen.
“Maafkan saya master dan Ing saya tidak sengaja melukai lengan Juline,”ucap Shelyn.
“Iya Ing Daniel saya melihat Shelyn tidak sengaja menyayat lengan gadis itu,”ucap Shiana.
“Juline, apa kau baik – baik saja?” tanya Ing Shen.
“Aku baik saja – saja master,”ucap Juline sembari menatap nya kakak nya.
Juline pun mulai mengayunkan pedang nya lagi, kali ini Shiana sengaja menyayat wajah Juline, murid – murid yang melihat itu nampak terkejut dan menghentikan kegiatan mereka dan menatap Juline yang sedang mengusap darah yang mengalir di pipi nya. Ing Daniel dan Alec kembali ke belakang, melihat luka di pipi Juline. Alec menatap tajam Shiana.
“Aku tidak sengaja master, master bisa bertanya pada murid – murid lain,”lirih Shiana.
“Itu bukan salah tuan putri,”celetuk salah seorang murid.
“Itu salah gadis itu karena berdiri di sana.”
Alec mengepalkan tangan nya berusaha menahan amarah nya, Moa menghampiri Juline dan menampar Juline, semua orang kaget melihat Moa tiba – tiba menampar Juline, mata Alec membelalak melihat adik nya di tampar.
“Kenapa kau menampar nya?” tanya Ing Daniel.
“Kalian para Ing harus nya lebih tegas, gadis ini sudah beberapa kali menghentikan latihan ini,”
“Apa perlu kau menampar nya?” geram Alec.
__ADS_1
“Kenapa kalian harus mempermasalahkan satu gadis ini,”ucap Moa.
“Maafkan aku master Alec, ini salah ku sehingga Juline di tampar,”lirih Shiana.
“Ini memang karena mu,”ucap Alec.
Shiana yang mendengar itu merasa terluka, Shiana yang memang mencintai Alec tak dapat menahan air matanya, rasa nya hati tersayat oleh ucapan Alec. Melihat adik nya menangis Petra menghampirinya.
“Master, mengapa kau menyakiti adik ku dengan ucapan mu?” tanya Petra.
“Ajari adik mu untuk berlaku sopan pada orang lain,”
“Alec, apa yang kau lakukan, kau menyakiti tunangan mu sendiri,”ucap Ing Daniel.
“Tunangan? Sejak kapan? Aku tidak tahu kalau aku bertunangan dengan gadis ini,”
“Alec, kau keterlaluan,”ucap Ing Shen yang melihat Shiana terus menangis.
Juline hanya menatap Alec yang terus membela nya, Ing Shen menatap datar ke arah Juline. Suasana jadi tidak baik karena perseteruan antara Alec dan Shiana. Ing Daniel meminta sebagian murid untuk kembali dan beristirahat, sementara Shimon dan Shelyn berdiri di belakang Shiana Moon.
“Alec, Shiana sudah bilang ia tidak sengaja, kenapa kau masih berusaha menyalahkan dia?” tanya Ing Shen.
“Maafkan saya Ing Shen dan Ing Daniel ini memang salah saya karena berada di samping Shiana dan Shelyn,”ucap Juline.
“Kau dengar sendirikan Alec, Juline sudah mengakui kesalahan,”ucap Ing Shen.
“Apa? Kesalahan? Kesalahan karena dia berdiri di antara mereka berdua, jadi dengan begitu mereka berdua bisa bebas memperlakukan Juline seperti itu, memperlakukan adik ku sekasar ini di depan ku, kalian pikir bagaimana perasaan ku haa?” bentak Alec sembari menatap Ing Shen dan Moa.
Mendengar hal itu, Ing Shen dan Ing Daniel saling pandang, Moa tak mampu menatap Alec, Shiana merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya, ia cemas jika Juline menjadi penyebab pertunangan di batalkan, ia tidak menyangka jika Juline adalah adik dari pujaan hati nya.
“Pantas saja kau membela nya mati – matian nya, ternyata dia adik mu, padahal dia salah, kau seharus nya bisa menjadi master yang baik,”ucap Moa.
“Aku tidak tahu jika ia adalah adikmu,”ucap Ing Shen yang sedikit merasa bersalah.
Juline menatap tajam ke arah Moa Hernandez, tiba – tiba saja Moa tersungkur dan kejang – kejang, urat – urat nampak di dahi nya menahan sakit, ia merasa tubuh nya di tarik – tarik kesana kemari, Ing Daniel dan Ing Shen segera menolong Moa, tapi tetap saja Moa tidak berhenti kejang – kejang.
Shiana, Petra, Shimon dan Shelyn menatap Juline yang sedang menatap tajam ke arah Moa, mereka berempat bergidik ngeri melihat Juline, Alec menutup mata Juline dan seketika itu Moa berhenti kejang – kejang, Juline jatuh tak sadarkan diri, Alec memapah adik nya dan membawa nya kembali ke asrama.
Mereka semua terlihat mematung menatap kepergian Juline dan Alex serta Moa yang tak sadarkan diri.
__ADS_1
“Sebaiknya kalian tak mengulangi perbuatan kalian hari ini, dan kau Shen sebaik nya kau meminta maaf pada Alec, dan kalian berempat jika kalian melakukan hal buruk pada Juline lagi maka kalian akan bernasib sama seperti Moa, dan kau Shiana, sebaiknya persiapkan dirimu menerima kenyataan kalau sampai Alec tidak menerima pertunangan ini.
🤗🤗🤗🤗🤗