Sang Penjelajah Dimensi

Sang Penjelajah Dimensi
Chapter 93: Takdir Mengerikan Untuk Gadis Mengerikan


__ADS_3

Flashback On.


Alec, aniel, Shimon dan petra keluar dari kedai tempat para wanita dan pria yang tengah minum - minum itu. Saat mereka tengah berjalan menjauh dari kedai itu, beberapa orang menyerang mereka dengan sihir kegelapan dan membuat mereka tak berdaya. Mereka dibuat tak bisa mengeluarkan sihir mereka.


Para iblis itu pun mengikat mereka berempat dengan sulur namun Alec berusaha menyerang mereka dengan sisa kekuatan nya tapi Alec yang tak berdaya berhasil di lumpuhkan oleh para iblis itu. Mereka di bawa masuk ke kedai. Orang - orang berkumpul dan menyaksikan bagaimana Alec, Aniel, Shimon dan Petra di siksa. Namun bukan nya iba, mereka malah nampak menikmati nya.


Salah satu iblis itu memukul kaki mereka dengan palu iblis. Suara teriakan mereka berempat terdengar memilukan namun orang - orang di Sana semakin menikmati tontonan itu. Setelah mereka dipukul, salah satu wanita penghibur di sana melucuti satu persatu pakaian mereka berempat yang kini terbaring lemah tak berdaya. Iblis itu pun menggantung Alec, aniel, Shimon dan Petra untuk di jadikan barang lelangan. Banyak di antara orang - orang di sana yang ingin memiliki mereka berempat. Alec yang saat itu masih memiliki kesadaran memohon agar di lepaskan.


"Tolong, tolong siapapun di sana," Lirih Alec sebelum akhirnya kehilangan kesadaran nya. Suara itu lah yang akhirnya membawa juline ke dalam kedai dan menolong kakak - kakaknya serta Petra dan Shimon.


Flashback off


Tubuh mereka berempat kembali seperti semula, mereka pun sudah mengenakan pakaian yang baru. Juline menatap kedua kakaknya,ia tak percaya jika kedua kakaknya datang mencari nya.Tangan juline gemetar menahan amarah nya yang masih meluap. Melihat kedua kakaknya dipermalukan dan di siksa membuat nya ingin meruntuhkan segalanya. Raja Samuel menggenggam tangan adiknya.


"Mereka berdua saudara ku, sama seperti mu, namun tak sekuat dirimu, mereka tak mampu melindungi diri mereka sendiri, kau bisa lihat betapa lemah nya mereka," ucap juline dengan air mata yang kini mengalir di pipi nya. Ia tak pernah merasa sehancur ini. Melihat orang - orang yang ia sayangi harus merasakan kemalangan terus menerus. Ia merasa gagal melindungi keluarga nya, dimulai dengan adik dan pelayan setia nya hingga ayah nya dan kini ia harus melihat kedua kakaknya hampir kehilangan nyawa mereka.


"Aku akan melindungi mereka, kakak janji akan melindungi semua yang ingin kau Lindungi, maka dari itu kau harus kuat, takdir mu memang mengerikan saat ini tapi kakak yakin kau lebih mengerikan dari takdir mu jadi kau pasti bisa mengalahkan takdir itu," ucap raja Samuel sembari mengusap air mata adiknya.


Setelah menenangkan adiknya, mereka pun memindahkan mereka berempat dengan portal ke istana tepat nya di salah satu kamar di Istana. Raja Samuel membaringkan mereka di dua kasur yang ada di ruangan itu.


"Adikku seperti nya Dark dan Dioz mencari kita aku akan menemui mereka dulu tetaplah di sini."


"Baiklah.


....


Di Nirwana, para dewa kembali mengadakan rapat setelah menerima banyak jiwa kiriman Juline. Dewa kegelapan bahkan membantu raja Neraka mengurus jiwa - jiwa berdosa itu. Kebanyakan orang - orang yang Juline bunuh adalah para penjahat, dengan tingkat dosa yang dari terendah hingga yang tertinggi.

__ADS_1


"Apa lagi yang kalian tunggu, musnahkan saja iblis itu,"ucap dewa amra.


"Kita tak bisa melakukan hal itu dewa amra, kita masih membutuhkan gadis itu dan lagi saya yakin para dewa lain nya tidak akan setuju dengan usulan itu,"ucap dewi Aridne sambil melirik dewa cahaya dan dewa Q.


"Gadis itu akan mengacaukan dunia sihir itu, kita sudah susah payah menjaga kestabilan dunia sihir itu,"ucap Dewa Andromeda.


"Bagaimana ini dewa Agung? Anda harus secepatnya memutuskan hal ini."


Dewa Agung tampak berpikir sembari menatap semua orang secara bergantian, ia pun bingung apa yang harus ia lakukan. Ia melirik dewa Q. Dewa Q nampak menghela napas.


"Para dewa yang mulia saya mohon maaf atas perbuatan keponakan saya, dia masih muda dan pasti nya kurang kasih sayang, saya akan turun dan menegurnya langsung."


Para dewa hanya mendengus kesal karena dewa Agung terlihat menerima permintaan maaf dewa Q. Satu persatu dewa keluar dari ruang rapat dan hanya tersisa dewa Q, dewa Cahaya dan dewa Agung.


"Terimakasih karena dewa Agung menerima permintaan maaf saya."


"Saya bisa memahami nya dewa.. Ini memang sulit."


"Apa kau mengerti mengapa para dewa melarang keras berhubungan dengan iblis?"


"Saya tidak mengerti dewa Agung,"ucap dewa cahaya.


"Seorang mahluk half seperti gadis itu tidak dapat di musnahkan begitu saja, semesta akan menghukum nirwana jika itu terjadi namun dewa lain tidak memahami hal ini, gadis itu memiliki darah seorang dewi tanpa cacat yang artinya dia juga memiliki sihir cahaya, namun sisi lain nya ia adalah seorang iblis namun itu bukan alasan untuk memusnahkan nya hanya karena ia seorang iblis, yang harus di pertimbangkan adalah sisi dewi yang dimiliki gadis itu, ini membuat ku pusing, maka dari itu dewa melarang keras berhubungan dengan iblis karena keturunan mereka tak bisa di sentuh bahkan jika mereka membuat kerusakan,"jelas dewa Agung.


"Jadi bagaimana jika para dewa sampai memusnahkan Juline dewa?"tanya dewa Cahaya.


"Semesta akan mengikat jiwa dewa itu lalu mengurung nya selama nya di Halfway.

__ADS_1


"Lalu kenapa para dewa tetap ingin melakukannya jika tahu akan hal itu?" Tanya dewa cahaya.


"Entahlah, seperti nya seseorang membuat mereka percaya jika itu hanyalah bualan belaka, kita bisa membuat takdir yang buruk untuk gadis itu namun tidak dengan membunuh nya tapi yah para dewa seperti nya mulai malas menggunakan otak mereka,"jelas dewa Agung yang kesal sendiri.


....


Di frost, Ing Noel nampak membaca sesuatu di perpustakaan.Beberapa orang di perpustakaan tidak tahan berada di sana dan memutuskan keluar. Bagaimana tidak es - es ing Noel membuat perpustakaan menjadi tempat seluncuran dengan hawa dingin yang sangat menusuk.


"Kakak, apa - apaan es ini? orang - orang akan mati kedinginan kak," Keluh Ing shen.


"Apa?! Aku tak bisa mendengar mu."


"KAKAK!!!


"DIAM... KAU BERISIK.


"Astaga kak sadarlah, sikap kakak sudah sangat keterlaluan, kakak tidak pernah pulang bertemu Carina, kakak tahu dia sangat sedih, ibu juga marah pada kakak."


"Sudah bicara nya?!


"Eh?!


"Sekarang keluar, KELUAR!!!


Es - es runcing kini siap meluncur ke arah Ing Shen. Dengan cepat Ing Shen keluar dan membanting pintu dengan kesal. Ing noel kembali membaca buku. Entah mengapa membayangkan wajah Juline selalu membuat nya terluka. Ia tak mampu bertemu carina karena di wajah carina pun hanya ada wajah Juline dan hal itu membuat Ing Noel kesal dan tak bisa mengontrol emosi nya.


"Bagaimana bisa aku menyukai seseorang seperti mu? Kau sedingin diriku, bersama mu hanya akan membuatku mati kedinginan tapi entah mengapa aku tetap menginginkan mu. Ku mohon menghilang lah dari ingatanku, biarkan aku bebas dari bayang - bayang hitam mu."

__ADS_1


__ADS_2