Sang Penjelajah Dimensi

Sang Penjelajah Dimensi
Chapter 54: Rapat Di Frost


__ADS_3

Juline masih mematung sembari mengingat wajah pria yang menyeringai pada nya, ia merasa tidak asing dengan pria itu, tiba – tiba Juline menoleh melihat Sean, Dean, Rian dan Mikey sedang bersorak, Juline teringat sesuatu, ia ingat pria itu, ia bisa melihat mengingat wajah pria yang menyeringai pada nya walau sedikit berbeda dari tampang yang bisa ia temui tapi ia tahu siapa pria itu.


“Apa semua ini perbuatan mu? siapa kau sebenarnya? Kenapa selama ini aku tidak menyadari apa – apa, seperti nya kau berbaur dengan baik hingga tidak ada yang menyadari keberadaan mu, akan ku pastikan secepat nya menyingkirkan mu”gumam Juline dalam hati sembari melihat lelaki yang baru datang dan duduk di antara Sean dan Dean.


Matahari kini berada di atas kepala, pertandingan sementara di hentikan dan akan dilanjutkan pada sore hari, sejauh ini Dark academy memegang kemenangan berturut – turut dari pertandingan antara Iggy Philips melawan Agra Criztan dari Dark academy serta Naina Jaczlin melawan Calita Redz dari Dark academy.


Pertandingan pada babak ini membawa kemenangan berturut – turut bagi Dark academy. Pangeran Devera dan Laureun terlihat memberi selamat pada Agra dan Calita. Para murid pun satu persatu beranjak dari kursi penonton dan kembali ke asrama sebelum menuju ruang makan.


Genny dan Melanie menarik Juline dan pergi meninggalkan kursi penonton. Mereka langsung menuju ruang makan. Juline yang di tarik oleh Genny tidak sengaja menyenggol lengan pangeran Laureun yang hendak keluar dari lapangan dengan tangan kanan nya.


Pangeran Laureun yang di sentuh oleh Juline terhentak karena dari sentuhan itu Laureun merasa seperti tersengat listrik walau sesaat. Juline menghentikan langkah nya.


“Kenapa kau berhenti?” tanya Melanie.


“Aku seperti nya menabrak seseorang.”


Juline melepas tangan nya dari Genny dan menghampiri pangeran Laureun yang masih terpaku, meliha itu pangeran Devera dan Agra berhenti dan menyadarkan pangeran Laureun yang memandang kedatangan Juline.


“Maafkan aku, aku tidak sengaja menyenggolmu,”ucap Juline


“Tidak apa – apa,”balas pangeran Laureun.


“Kak, siapa gadis ini, kenapa dia minta maaf pada kakak?” tanya pangeran Devera.


“Apa kau sedang mencari masalah dengan pangeran?” tanya Agra.


“Aku tidak sengaja menyenggol lengan nya dan aku juga sudah minta maaf,”ucap Juline.


“Lain kali kau harus lebih berhati – hati pergilah,”ucap pangeran Devera.


Juline pun melangkah meninggalkan mereka bertiga menyusul Melanie dan Genny tapi pangeran Devera menarik tangan kanan Juline, dan dengan cepat Juline menghempaskan tangan Laureun. Melihat itu Devera dan Agra geram.


“Siapa kau sebenar nya?” tanya pangeran Laureun.


“Kau, berani nya kau pada pangeran,”bentak Agra.


“Pangeran mu yang tidak sopan menyentuh tangan ku sembarang.”

__ADS_1


Juline langsung pergi meninggalkan mereka bertiga, sementara pangeran Laureun terlihat tak berkedip hingga pangeran Devera menepuk pundak kakak nya, saat itu Laureun seakan baru tersadar dari sesuatu.


“Kak, kakak kenapa? Kakak kenal gadis itu?” tanya pangeran Devera.


“Kita bicara di dalam,”ucap Pangeran Laureun yang langsung berjalan diikuti pangeran Devera dan Agra.


****


Suasana Frost terlihat lebih ramai dari biasa, di ruang rapat telah ada masing – masing pemimpin kerajaan yang berada di frost, Shion Ing Frost terlihat duduk di kursi pimpinan sembari menatap para panatua dari Wizard academy. Shion Ing Frost meminta Diz Tiuz menjelaskan situasi yang terjadi di Wizard academy.


Diz Tiuz pun menjelaskan tentang kehadiran Black Vampire di Wizard academy, Shion Ing terlihat mengangguk mendengar penuturan Diz Tiuz.


“Ana, bagaimana menurut mu?” tanya Shion Ing pada Diamond ana.


“Ketua, di kerajaan Demon memang banyak sekali kaum vampire tapi mereka adalah vampire murni yang lahir dari seorang vampire, jika mereka Black vampire berarti vampire itu terlahir dari iblis dan vampire dan kerajaan kami melarang pernikahan dua mahluk itu bahkan raja sendiri yang membuat peraturan itu,”jelas Diamond ana.


“Tapi bukan kah raja William menikahi seorang manusia?” tanya Diz Vatha.


“Itu benar, tidak ada larangan mahluk immortal menikahi manusia,”jelas Diamond ana.


“Lalu dimana black vampire itu bermukim?” tanya Diz Minot.


“Di mana itu ketua?” tanya Amo Mazeline.


“Kota Cara (Kara),”jawab Shion Ing Frost.


Mendengar jawaban Shion Ing Frost, semua panatua saling pandang, seperti yang mereka tahu jika kota Cara berada di perbatasan antara kerajaan Demon dan kerajaan Moon.


“Kota itu menjadi tempat mereka bermukim, mereka berbaur dengan manusia dengan baik dan juga banyak black vampire yang menikahi manusia, akan ku utus Diamond ana ke kota Cara, bawalah beberapa pengawal untuk mengawal mu ke sana,”ucap Shion Ing Frost.


“Baik ketua.”


“Tapi kenapa ketua hanya mengutus Diamond ana ke sana?” tanya Mianco Cloud.


“Percuma bagi kita ke sana, hanya pemilik element kegelapan yang bisa merasakan keberadaan mereka, dan Diz Anzit apa kau tak ingin padaku tentang gadis itu?” tanya Shion Ing Frost.


“Ketua, bisakah saya meminta Diz Carol dan Diz Caster ikut bersama saya ke kota Cara, biar bagaimana pun mereka pasti sering mengunjungi kota itu,”ucap Diamond ana.

__ADS_1


“Baiklah, bagaimana Diz Carol dan Diz Caster, apa kalian bersedia?” tanya Shion Ing Frost.


“Kami bisa ketua,”ucap mereka berdua serempak.


Berangkatlah Diamond ana, Diz Carol dan Caster serta beberapa pengawal melalui portal yang di buka Shion Ing Frost yang langsung mengantarkan mereka ke kota Cara.


“Ketua, kenapa membiarkan Diamond ana menjalankan misi ini, biar bagaimana pun ia adalah seorang iblis,”ucap Diz Vatha.


“Saya sangat mempercayai Diamond ana Diz Vatha, meski begitu saya juga tidak bisa mengikutkan ia dalam tujuan rapat kita hari ini,”ucap Shion Ing Frost.


“Maksud ketua?” tanya Naishof Moon.


“Aku sengaja mengumpulkan kalian semua di sini dan tidak mengundang para pemilik element kegelapan karena peristiwa muncul nya Black vampire merupakan tanda kalau sebentar lagi penguasa kegelapan yang paling di takuti akan bangkit, kalian tahu betul siapa yang sudah menyegel nya, aku ingin kalian mulai mengatisipasi jika waktu kebangkitan itu benar – benar tiba,”jelas Shion Ing Frost.


“Bukan kah untuk bisa bangkit kembali ia butuh kunci dari segel nya?” tanya Diz Tiuz.


“Sayang nya tanpa kita sadari kunci itu telah tiba di sini, dan tinggal menunggu saat ia membuka segel itu, tapi kalian tenang saja aku sudah berkomunikasi dengan nirwana, saat ini mereka sedang merencanakan sesuatu untuk menghindari kehancuran akibat dari kebangkitan itu,”jelas Shion Ing Frost. Nampak raut kecemasan dari wajah – wajah para Diz begitupun Shion Ing.


“Ketua, saya masih penasaran dengan apa yang terjadi pada penguasa kegelapan hingga para dewa menyegel nya, jika di lihat element kegelapan terlihat sama saja seperti kita, mereka tidak membuat kerusakan apapun,”ucap Diz Tenzin.


“Para dewa tidak mungkin berbuat seperti itu jika penguasa kegelapan tidak membuat kerusakan,”tegas Amo Mazeline.


“Tenzin ada benar nya juga, Ketua, saya ragu apa jangan – jangan ini semua kesalahan para dewa yang sengaja menyegel penguasa kegelapan dan membuat kita semua menanggung akibat nya dan kenapa juga para dewa menyegel penguasa kegelapan di sini, di kerajaan Moon?” tanya Diz Javiera.


“Javiera, jaga ucapanmu, apa kau sedang meragukan para dewa?” tegur Diz Vatha.


“Apa yang kau pikirkan Javiera, buang jauh – jauh pikiran buruk seperti itu, yang kita harus pikiran bagaimana cara nya agar kita bisa melindungi dunia kita ini,”ucap Naishof Moon.


“Baiklah, rapat kita lanjutkan besok saat semua perwakilan kerajaan sudah ada di sini, dan besok semua raja kecuali raja William akan ikut rapat ini.


Shion Ing Frost yang mendengar ucapan Diz Javiera ikut penasaran dengan apa yang sebenar nya terjadi, ia berniat ke nirwana dan bertanya pada ayah nya.


(Shion Ing Frost merupakan anak seorang dewa, ia menikahi seorang manusia dan tinggal di dunia sihir apron dan pasti nya tidak ada yang tahu tentang nya)


Happy reading 🤗


Rasa terima kasih tiada henti nya author haturkan bagi para pembaca yang sentiasa membaca tulisan ini dan bahkan dengan sabar menanti author up. Tetap jaga kesehatan yah.

__ADS_1


Love you all.


__ADS_2