Sang Penjelajah Dimensi

Sang Penjelajah Dimensi
Chapter 67: Rasa Kehilangan


__ADS_3

Setelah bertemu raja William, Diz Carol dan Diz Caster mengantar Juline kembali ke kediaman nya. Juline tiba di depan kediaman nya, nampak para pelayan nya sedang bersih – bersih, tidak ada raut kesedihan nampak di wajah mereka.


Aku akan melindungi kalian sekalipun harus mengorbankan diriku dan impian ku berkumpul bersama kedua orang tua ku.


Juline melangkah kan kaki nya masuk ke dalam rumah itu, nampak ayah dan saudara – saudara nya serta kedua teman nya sedang duduk di meja makan, Bi Joan menyiapkan makan malam, Jiana dan Jiona bermain bersama Mayra.


Mayra berjalan menghampiri Juline, Juline meraih Mayra dan menggendong nya,


“Nona, syukurlah nona sudah kembali,”ucap Jiana.


“Apa kalian baik – baik saja?”


“Nona, kami merasa baik – baik saja selama itu kami bersama nona,”ucap Jiona.


“Nona, silahkan naik ke lantai dua, tuan dan kakak – kakak nona sedang makan malam,”ucap Jiana.


“Makan malam?”


“Iya nona, rumah ini memilki segalanya, semua yang kita butuhkan tersedia di sini, disini juga sangat tenang nona,”terang Jiana.


“Kau benar, di sini memang sangat nyaman, kalian sudah makan?”


“Nanti saja nona, naiklah nona.”


“Hmm.”


Juline melangkah kan kaki nya naik ke lantai dua, saat menginjakkan kaki nya di ujung anak tangga, Genny dan Melanie menoleh menatap Juline, tersenyum sembari beranjak dan menghampiri Juline.


“Terima kasih Juline, kami berdua tidak tahu harus kemana, semua terjadi begitu cepat dan meninggalkan rasa takut dan luka yang mengerikan,”ucap Melanie.


“Berjanjilah untuk menjadi lebih kuat,”


“Kami berjanji,”ucap Mereka berdua bersamaan.


“Aku lapar.”


Genny, Melanie dan Juline duduk dan langsung makan, Ascar, Roman, Dryas dan Damien memandang wajah adik mereka, ada perasaan berkecamuk saat mereka menatap Juline, mereka merasa tidak berguna dan hanya menjadi beban bagi saudari mereka.


“Kak, kalian bukan beban, yang nama nya keluarga bukanlah sebuah beban, jangan hina kekuatan ku dengan keraguan kalian.”


Roman, Dryas dan Damien saling bertukar pandang, Juline yang seakan bisa membaca pikiran mereka, Ascar tersenyum melihat ekspresi ketiga putra nya.

__ADS_1


“Adikku, apa kau mempunyai kemampuan membaca pikiran seseorang?” tanya Dryas.


“Aku mana punya kak, ekspresi wajah kalian menunjukkan semua nya.”


“Benarkah?” tanya Damien sembari meraba wajah nya.


“Nak, apa yang di katakan yang mulia raja William saat kau bertemu dengan nya?”


“Raja William sangat baik ayah, dia menerima kita dengan baik.”


Nampak raut wajah kelegaan dari mereka, makan malam pun dilanjutkan, Juline kembali mendongak dan memandang orang – orang yang sentiasa berada di dekatnya. Sementara di dapur, nampak Bi Joan, Celine, Martha dan Anna sedang menikmati makanan mereka bersama para pelayan yang masih tersisa. Keluarga mereka pun ikut di bantai oleh black vampire.


Nampak raut kesedihan di wajah Martha dan Celine, Juline yang sudah selesai makan pun berjalan menuju dapur bersama Genny dan Melanie, Juline duduk di lantai di hadapan Martha dan Celine yang sedang duduk di kursi,


“Maafkan saya yang belum mampu menjaga keluarga kalian.”


Melihat itu, Martha dan Celine ikut duduk di lantai, mereka terlihat mengusap air mata di pipi mereka.


“Nona, ini bukan salah nona, ini karena monster itu, ia yang sudah melakukan hal mengerikan ini,”ucap Celine.


“Nona, ini memang menyedihkan, karena aku telah kehilangan semua keluargaku, tapi nona sebelum hari dimana ibu ku meninggalkan ku, ia berkata bahwa impian nya untuk tinggal dengan layak telah ia dapatkan, ia bahagia saat tinggal di rumah nona, ia bahkan mengatakan ikhlas jika harus mati sekarang, begitu pun saudara – saudaraku, ia juga percaya jika aku akan baik – baik saja selama aku bersama nona”jelas Martha sembari tersenyum.


Mata Genny, Melanie, Anne, Celine dan Bi Joan nampak berkaca –kaca, merasakan kehilangan orang – orang tercinta merupakan pukulan paling menyakitkan di dunia. Juline beranjak memeluk Celine dan Martha.


****


Di ruang makan istana Demon, Raja William, Ratu, Diamond Ana, Diz Carol dan Diz Caster sedang menikmati hidangan malam,


“Ana, siapa sebenarnya gadis itu? kenapa kau tiba – tiba membawa nya ke kerajaan ini, jika ia buronan kerajaan Moon maka itu akan jadi masalah untuk kerajaan kita,”ucap Raja William.


“Kak, gadis itu adalah segel penguasa kegelapan,”ucap Diamond Ana.


“Apa?! Benarkah? Suamiku bukankah gadis itu adalah gadis yang kau nanti?” tanya Ratu.


“Kau benar ratuku, dia adalah hal yang paling di tunggu, berarti kebangkitan itu semakin dekat, Carol dan Caster kalian berdua pastikan keselamatan gadis itu, aku akan ke dunia iblis melaporkan hal ini pada kakek,”ucap Raja William.


“Baik kak,”ucap Carol dan Caster bersamaan.


“Tapi kak-


“Ada apa Ana?”

__ADS_1


“Gadis itu mempunyai sihir cahaya yang sama kuat nya dengan kekuatan kegelapan nya,”


“Ana, mana mungkin, tidak ada yang seperti itu Ana.”


“Aku serius kak,”ucap Diamond Ana yang langsung menhentikan makan nya.


Tiba – tiba nampak Samuel dan Rain berdiri di belakang Raja William. Ratu, Diamond Ana, Carol dan Caster beranjak dan memberi hormat pada Samuel.


“Hormat kami yang mulia raja Samuel,”ucap mereka bersamaan.


Raja William menoleh dan menatap Samuel yang juga sedang menatap nya, Raja William mundur dan juga memberi hormat pada Raja Samuel yang tidak lain adalah ayahnya.


“Salam yang mulia raja Samuel.”


“Kau tak perlu repot – repot ke dunia iblis putra ku, aku sudah tahu tentang gadis itu dari Rain, aku juga tahu kalau gadis itu memiliki dua element paling kuat dalam diri nya, gadis itu berpotensi menjadi pembangkit dan sekaligus penghancur bagi penguasa kegelapan maka dari itu kita harus mempersiapkan diri dengan kemungkinan – kemungkinan itu,”ucap Raja Samuel.


“Maksud ayah apa, aku tidak mengerti?” tanya Raja William


“Kita harus bisa memusnahkan gadis itu jika keadaan menutut kita melakukan itu,”jelas Raja Samuel.


“Ayah, apa tidak ada cara lain selain memusnahkan gadis itu, aku yakin dia tidak akan menjadi seorang penghancur,”ucap Diamond Ana.


“Ayah hanya tidak ingin terjadi hal buruk menimpa kakek kalian lagi, sebaiknya kalian bertiga tidak kembali ke frost atau ke kerajaan Moon lagi, Shion dan para dewa sedang merencanakan sesuatu, dan itu bisa mengancam kalian bertiga, kalau bisa kalian bertiga kembali lah ke dunia iblis, mempersiapkan pasukan guna melindungi dunia iblis dan kerajaan Demon yang tidak menutup kemungkinan akan ikut dihancurkan oleh nirwana,”jelas Raja Samuel.


Rain terpaku mendengar ucapan raja nya. Rain yang sebenarnya adalah seorang iblis sekaligus master di Wizard academy dan begitu dekat dengan Juline membuat perasaan nya tidak enak, mengingat kebersamaan nya bersama Juline selama ini dan bagaimana baik nya Juline membuat nya sangat mencemaskan Juline.


Di sisi lain pun, Rain takut jika Juline, Genny dan Melanie serta Roman tahu bahwa ia adalah seorang iblis, itulah alasan nya kenapa hanya Rain yang bisa merasakan aliran sihir Juline saat pertama kali bertemu dengan Juline karena ia juga memiliki element kegelapan. Raja Samuel pun diikuti Rain langsung menghilang dan kembali ke dunia iblis.


Raja William duduk kembali dan memandang ketiga saudara nya yang terlihat terpaku mendengar ucapan ayah mereka,


“Seperti yang ayah katakan, ini saat nya kita kembali ke dunia iblis, Shion sudah tahu tentang kita, ia bahkan sedang merencanakan sesuatu sekarang,”ucap Diamond Ana.


“Ahhh, Aku lebih suka tinggal di sini dari pada di dunia iblis, aku malas bertemu paman Dioz dan paman Dark,”ucap Carol.


“Jika mereka berdua mendengar mu, habis kau carol,”ucap Caster.


“Kak, gadis itu aku serahkan pada kakak, sementara kami akan kembali ke dunia iblis mempersiapkan semua nya, ku mohon untuk menjaga gadis itu, ia gadis yang baik,”ucap Diamond Ana.


“Tenang saja Ana, aku akan meminta pangeran Laureun dan pangeran Devera langsung menjaga gadis itu.”


Saat itu juga Diamond Ana, Carol dan Caster langsung membuka portal menuju dunia iblis, meninggalkan Raja William dan ratu yang sedang duduk sembari bertukar pandang.

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥


__ADS_2