Sang Penjelajah Dimensi

Sang Penjelajah Dimensi
Chapter 69: Kebenaran 2


__ADS_3

Juline masih masih membuka lembar demi lembar dari buku itu, sesekali ia terlihat berhenti dan membaca di salah satu lembaran buku itu. Matanya menangkap sebuah foto lagi, seorang wanita bergaun putih, wajah yang begitu indah duduk bersama seorang lelaki sambil menggendong seorang bayi dipangkuan mereka. Lelaki itu adalah lelaki yang ia lihat di lembaran pertama.


Di bagian bawah dari foto itu terdapat sebuah tulisan bertuliskan Averina and Slava. Juline masih terus membuka lembaran itu hingga ia sampai di tiga foto pria yang masih bisa ia ingat, wajah ketiga pria yang ia temui di hutan terlarang tingkat 5, ketiga pria yang menempati tubuh naga iblis yang ia musnahkan. Juline membaca nama yang tertulis di bawah ketiga gambar itu.


“Samuel Redomir, Dark Redomir dan Dioz Redomir, jadi ini nama ketiga pria yang kutemui waktu itu, siapa mereka sebenarnya? Mengapa foto mereka ada di buku ini? apa tempat ini dulunya kediaman mereka,”gumam Juline.


Tak terasa malam kini telah berganti fajar. Cahaya yang masuk di sela – sela jendela membuat Juline seakan tersadar dari sesuatu, ia mendongak dan melihat ke arah Jendela, membuka kain yang menutup jendela itu. Ia berbalik dan menatap sebuah foto yang tergantung di dinding yang sebelum nya tak dapat ia lihat karena sinar lampu tidak mengenai bagian dinding itu.


Juline mendekat sembari terus menatap lukisan itu, nampak seorang wanita dan pria yang ia lihat di buku yang baru saja ia baca, tapi di foto itu nampak sebuah goresan yang membuat gambar wanita dan pria itu terpisah. Juline berjalan semakin dekat hendak menyentuh foto itu tapi seseorang terdengar mengetuk pintu.


“Juline, apa kau di dalam?” teriak Melanie sembari berjalan masuk ke dalam perpustakaan bersama Genny.


“Wah, perpustakaan ini sangat besar, di sini banyak buku, desain nya juga indah,”puji Genny.


“Kalian, bagaimana kalian tahu aku di sini?”


“Kami tadi mencarimu dikamar mu tapi kau tidak ada,”ucap Melanie.


“Juline, kau tidak berada di sini semalamkan?” tanya Genny.


“Iya aku disini dari semalam, aku juga tidak sadar berada di sini.”


“Benarkah? Kau baca buku apa?” tanya Melanie.


Juline mengangkat sebuah buku tebal dan memperlihatkan pada Genny dan Melanie.


“Kau membaca semua nya?” tanya Melanie.


“Hmm.”


“Buku itu tentang apa?”


“Tentang seorang pria yang bernama Slava Pavlo Red-


Sebelum menyelesaikan kalimat nya tiba – tiba Juline merasa mata kanan seakan ditusuk oleh sesuatu, ia merintih sembari memegang matanya yang masih ia tutup dengan kain penutup mata pemberian Neyra.


“Ada apa Juline?” tanya Melanie yang sedikit panik melihat Juline memegang matanya sembari merintih.


“Tidak, mataku hanya sedikit perih.”


“Juline kenapa kau tidak membuka penutup mata mu saja, apa matamu masih sakit?” tanya Genny.

__ADS_1


“Aku akan membuka nya nanti, ayo kita ke ruang makan, waktunya sarapankan.”


“Ahh, iya kau benar, ini waktunya sarapan tapi Juline,”ucap Melanie.


“Hmm.”


“Kita boleh kan ikut membaca bersama mu di sini?”


“Boleh lah.”


Mereka bertiga pun keluar dan langsung menuju ruang makan di lantai dua.


*****


Di kerajaan dunia iblis, Raja Samuel Redomir dan kedua adiknya, Dioz dan Dark nampak tengah membahas sesuatu. Nampak wajah kebingunan di wajah Dioz dan Dark mendengar ucapan saudara mereka.


“Apa maksud kakak dengan membunuh segel itu?” tanya Dioz.


“Apa kakak sudah gila,”ucap Dark.


“Ini untuk ayah, apa kalian lupa segel itu bisa menjadi pembangkit sekaligus penghancur ayah, aku tidak bisa membiarkan ayah di hancurkan lagi oleh mereka.


“Kalian berdua lupa karena gadis itu ayah harus menderita dengan menganggung kesalahan yang tidak ia lakukan.”


“Kak tapi gadis itu adalah adik kita, anak ayah juga, kita punya tanggung jawab untuk menyelamatkan nya dari mereka, menyelamtkan adik kita, Mintiaz,”ucap Dark.


“Dan lagi Mintiaz juga mengalami penderitaan yang jauh lebih menyakitkan, dia jauh lebih menderita dari siapapun, dia harus menanggung semua hal mengerikan ini sendiri, kak Samuel harus nya malu sebagai seorang kakak, kita gagal menolong nya, kita gagal kak,”ucap Dioz.


“DIAM KALIAN. Dia bukan adik kita, dia hanya anak ayah, dan aku hanya ingin ayah bisa bangkit dengan tenang, gadis itu dilahirkan memang untuk sebagai senjata, dan itu adalah takdirnya, dan dia tidak punya pilihan selain mati.”


Raja Samuel pergi meninggalkan adik – adiknya yang nampak menahan diri, melihat kakak mereka begitu kejam pada saudari mereka, membuat Dioz dan Dark tak bisa berkata apa – apa.


Raja Samuel berjalan dan melewati sebuah pintu, saat membuka pintu Raja Samuel sampai di sebuah desa. Desa itu adalah desa Elf yang sebelumnya Juline datangi saat ia datang ke desa Hoa menjemput anak – anak paman John.


Semua orang yang melihat Raja Samuel nampak menunduk. Ia berhenti di depan sebuah rumah paling besar dengan bola lampu berwarna – warni nampak di beberapa bagian dirumah itu, Raja Samuel di sambut oleh seorang wanita, wanita yang juga sebelumnya Juline temui.


“Nenek.”


“Samuel, cucuku.”


Mereka pun masuk dan duduk di ruang tengah rumah itu. Wanita bertelinga panjang yang bernama Alora Leaz Redomir itu adalah nenek dari Raja Samuel sekaligus Ibu dari Slava Pavlo Redomir.

__ADS_1


“Ada apa sayang kau jauh – jauh kemari?”


“Nek, gadis itu telah kembali, dia sudah bersiap membangkitkan ayah.”


“Aku tahu cucuku, aku tahu adik mu telah kembali.”


“Adik? Tidak nek, dia bukan adik ku, dan bagaimana nenek bisa bertemu dengan gadis itu?”


“Dia pernah sekali tersesat kemari, mungkin takdir memang sengaja membawa dia kemari, kau seharusnya tidak membencinya sayang, biar bagaimana pun dia adik mu, adikmu juga menjalani penderitaan yang jauh lebih menyakitkan.”


“Tapi nek, karena gadis itu juga kami bertiga harus terpisah dari ayah, dan membuat ayah tersegel dengan menanggung rasa sakit sepanjang hidupnya, itu semua karena gadis itu dan wanita itu dan juga nenek juga harus menyembunyikan dari mereka, ini semua karena gadis itu nek”


Raja Samuel mengepalkan tangan nya mengingat ayahnya. Wanita bertelinga panjang menatap cucu nya sembari menggenggam tangan cucunya. Mata raja Samuel nampak berkaca – kaca.


“Nenek paham bagaimana perasaan mu cucuku, tapi ingatlah nak Mintiaz juga mengalami hal yang sama bahkan jauh lebih menderita dari ayah mu, ia bahkan tidak mengingat apapun sekarang, ia bahkan lupa bagaimana tersiksa nya dia, bayangkan bagaimana jika ingatan itu kembali padanya, kau bisa bayangkan tersiksa nya dia nak, adik mu akan menyelamatkan ayahmu dan tugas kalian bertiga selamatkan adik kalian.”


Raja Samuel nampak termenung, ia menunduk dengan air mata yang mulai mengalir dari mata nya.


****


Sementara itu Shion Ing Frost meminta beberapa master untuk ke kerajaan Stanzaz, kerajaan Moon dan kerajaan Gold untuk meminta para raja menghadiri rapat besar. Salah satu master pun langsung melewati portal dan sampai di depan gerbang masuk istana kerajaan Gold.


Master itu memperlihatkan Token kota sihir dan langsung dipersilahkan masuk ke istana oleh pengawal. Saat tiba di depan raja Astof Mazeline, ia membungkuk dan memberi hormat.


“Salam yang mulia raja.”


“Ada apa master kota sihir ke kerajaan Gold?”


“Shion Ing Frost mengharapkan kehadiran yang mulia untuk menghadiri rapat besar di Frost.”


“Apa penting nya rapat itu?”


“Segel itu telah tiba.”


“Segel? Baiklah aku akan datang ke sana.”


“Terima kasih atas kemurahan hati yang mulia.”


Master itu pun pamit dan langsung kembali ke Frost.


Happy Reading ☺️🙏

__ADS_1


__ADS_2