Sang Penjelajah Dimensi

Sang Penjelajah Dimensi
Chapter 94: Memori mana kah dari otak ku yang hilang?


__ADS_3

Pov Juline.


Aku tak tahu sudah berapa lama aku di dunia ini, waktu begitu cepat meninggalkanku. Satu persatu hal baru dan kebahagiaan datang menghampiri ku. Tapi itu hanya sebentar sebelum pada akhirnya takdir mengambil nya lalu menggantikan nya dengan kepedihan.


Aku kemari atas keinginan besar ingin bertemu dan bereinkarnasi bersama kedua orang tua ku. Aku pikir semua akan lebih mudah karena aku tak menggunakan hati ku. Aku mengesampingkan hal - hal yang berurusan dengan hati karena itu hanya akan membuat ku lemah. Aku menjalani hari - hari dengan harapan waktu akan sedikit berbaik hati pada ku.


Ada seorang dewa yang selalu datang menghampiri ku, dia seperti seorang penjaga, dia memberi ku alasan untuk bertahan di dunia aneh ini. Dunia dimana yang lemah tak bisa bertahan.


Aku tinggal bersama seorang pria baik hati, ia adalah ayah gadis pemilik tubuh ini, sayang nya ia juga memiliki takdir yang memilukan. Takdir yang pada akhirnya menjadi tanggungan ku. Hari - hari yang kami lewati terbilang biasa saja tapi cukup tenang.


Pria baik itu sangat menyayangi ku hingga akhirnya aku meminta nya untuk mengikuti ku untuk pindah ke kota, ketempat yang sebenarnya tidak ingin dia kunjungi. Dan penyesalan terberat ku adalah mengapa dulu aku mengajak nya untuk pindah.

__ADS_1


Aku membeli rumah, dan segalanya yang kami butuhkan untuk bisa hidup di kota. Agar tidak diremehkan orang - orang aku membeli beberapa gedung dan perkebunan untuk pria baik itu agar ia tak merasa bosan.


Satu persatu hal baik mulai kami merasakan, mulai dengan kedua anak dari pria itu baik itu datang dan memilih tinggal bersama kami, kedua pria yang ku panggil kakak. Pria baik yang ku panggil ayah itu tidak tahu jika aku bertemu wanita yang melukai hati nya, ibu dari anak - anak nya. Aku bahkan memaki wanita itu, wanita yang dengan bangga menyebut diri nya ibu namun tak pantas menyandang nama itu.


Aku bisa merasakan kebahagiaan ayah saat melihat kedua putra nya datang walau tak semua. Ada kerinduan yang sedikit terobati. Sejak saat itu kami tinggal bersama, aku mulai berlatih pedang bersama Seorang master yang cukup baik dan sabar mengajari ku. Dia master Roman, orang yang pada akhirnya menjadi saudaraku. Dan karena ia juga aku menemukan dua orang teman yang baik. Genny dan Melanie, mereka adalah gadis yang sangat baik padaku dan selalu mengikuti hingga kini.


Aku merasakan perubahan pada tubuh ku, mata ku mulai merasa perih, kekuatan ku semakin mengerikan hingga aku harus memakai kaos tangan untuk menutupi kekuatan ku. Namun disisi lain aku merasa senang karena dengan kekuatan ku ini aku bisa melindungi orang - orang yang ingin ku lindungi walau pada akhirnya aku tak dapat melakukan apa - apa.


Aku sering bertemu dengan pria itu di Academy. Aku selalu berusaha menghindar setiap kali aku bertemu dengan nya. Dia memiliki mata biru laut yang indah, garis wajah yang sempurna, Wajah tanpa senyuman nya begitu indah dan membuat siapapun pasti menginginkannya. Aku sering melihat nya dari jauh saat ia sedang berbicara dengan sesama Ing. Dia jarang tersenyum namun entah mengapa hal itulah yang membuat nya Semakin terlihat menarik. Lalu malam itu aku melihat nya bertemu dengan seorang InG wanita, mereka seperti nya dekat, aku merasa malu sendiri, bagaimana bisa aku memikirkan nya dan membuat ku lengah.


Dia sering melihat ku, aku tahu tatapan nya menusuk kepala belakang ku. Aku takut melihat nya, aku takut jika aku jatuh dalam tatapan nya yang begitu dalam tapi aku berusaha mengabaikan nya. Aku bukanlah seseorang yang pantas berdiri didekat nya. Ada juga dua orang pria yang selalu dekat dengan ku dan sangat baik. Mereka berdua membuat ku nyaman saat bersama dengan mereka.

__ADS_1


Hingga kenyataan pahit membuat mata ku terbuka jika Sean adalah seorang vampire dan membunuh dean, saudara nya sendiri. Aku tak bisa menerima kenyataan itu, sejujurnya aku hampir runtuh karena hal itu, dua orang baik yang sentiasa menemaniku harus menghadapi takdir yang mengerikan. Aku tahu Sean sengaja mengalah dan membiarkan dirinya terbunuh oleh ku, aku bisa melihat sesuatu di mata nya, aku tahu dia memiliki cinta yang luar biasa untuk ku yang akhirnya membawanya pada kematian. Dan karena hal itu pula aku menutup hati ku dan menjauhkan diriku dari perasaan terkutuk bernama cinta itu. Aku membenci perasaan bodoh itu yang telah merenggut mereka berdua.


Setelah membunuh Sean, aku bergerak membunuh semua black vampire yang menjadi biang masalah, aku mematikan mereka semua, aku masih bisa mendengar jeritan mereka di telinga ku, jeritan memilukan saat jiwa mereka dipaksa keluar oleh kekuatan mengerikan.


Setelah itu aku betul - betul merasakan kehilangan sama seperti saat aku kehilangan kedua orang tua ku, aku menjauh dan akhir nya sampai di kerajaan Demon, kerajaan dimana aku merasakan kehilangan demi kehilangan yang hampir membuat ku kehilangan diriku.


Aku terus menyadarkan diriku akan tujuan ku berada di dunia ini tapi mengetahui jika aku tak dapat melihat mereka lagi membuat ku tak bisa menahan kepedihan ku. Aku mulai kehilangan rasaku, aku tidak tahu lagi sedih, bahagia dan marah semua rasanya sama saja bahkan aku merasa telah kehilangan sisi kemanusiaan ku. Apa benar aku ini seorang iblis? Pertanyaan yang terus - terus mendapat jawaban tapi entah mengapa aku tak pernah puas dengan jawaban itu.


Satu persatu kebenaran terus terungkap tentang tujuan sebenar aku berada di dunia ini. Kebenaran yang jika boleh aku tak ingin mengetahui nya. Tugas ku yang harus menyelamatkan dunia sihir ini dengan menyingkirkan penguasa kegelapan yang sebenarnya adalah ayah ku. Apa ini masuk akal? Ayah yang aku tahu kini sudah tidak ada, lalu darimana datang nya ayah ini?


Kini aku tengah duduk memandang wajah dua orang pria yang kini terbaring tak berdaya. Mereka adalah pria - pria yang ku panggil kakak, Alec dan Aniel. Mereka membuat ku murka karena membiarkan orang - orang jahat itu menyakiti mereka. Aku hampir kehilangan mereka dan hal itu membuat ku tak bisa menahan diri. Aku harap mereka cepat bangun.

__ADS_1


Masih dengan pertanyaan nya sama, siapa sebenarnya aku ini? Aku semakin dibuat bingung, tak ada satupun yang dapat memberi ku penjelasan tentang kenyataan ini. Apa ada rahasia tentang ku yang aku tidak tahu? Apa ada sesuatu yang aku lupakan? Memori mana dari otak ku yang hilang?! Ku mohon siapapun di sana beri aku petunjuk agar aku tak kehilangan siapa pun lagi.


__ADS_2