
Kalian pasti berpikir bisa menyingkirkan ku kan? Dasar orang – orang bodoh, baiklah akan ku buat permainan ini semakin menarik, kalian terlalu mudah merendahkan orang lain, jika aku mau aku bisa melenyapkan kerajaan ini dalam sekejap.
Shiana dan Petra duduk sembari menatap tajam menusuk ke arah Juline. Ing Noel juga menatap gadis di hadapan nya itu. Shimon mulai menceritakan tentang perbuatan Juline pada Petra, beberapa Ing terlihat bangga melihat Juline, mengingat cahaya Hijau hanya di miliki oleh penyihir tingkat langit.
“Kenapa kau melakukan itu pada pangeran?” tanya Ing Dorcas.
“Aku hanya sedang mempraktek kan pelajaran yang di ajar kan oleh guru Vint.”
“Itu benar Ing Dorcas saya memang mengajarkan pelajaran itu tapi saya tidak menyangka jika Juline akan melakukan hal itu pada pangeran,”jelas Ing Vint berusaha melindungi dirinya sendiri.
"Bukan hanya itu dia juga berani berbicara kasar padaku,"ucap Shiana Moon.
"Ahh kau juga berani pada adik ku, kau memang sudah bosan hidup, kenapa? apa kau ingin mendapatkan perhatian ku?"tanya Petra.
Juline hanya diam mendengar penuturuan Ing Vint, nampak raut kemenangan di wajah Shiana dan Petra, Ing Noel menoleh menatap kedua adik sepupu nya, aura Ing Noel yang tiba – tiba meledak membuat ruangan menjadi dingin.
Terlihat kepulan asap yang keluar dari mulut mereka.
Shiana dan Petra nampak memeluk tubuh nya, Ing dorcas Yang tahu Ing Noel sedang marah meminta Shiana, Petra, Cheyra dan Shimon kembali ke asrama karena mereka berempat terlihat tersiksa oleh aura yang Ing Noel lepaskan, sementara Ing Vint, Ing Dorcas, Ing Carmel dan Ing Paixao juga merasakan dingin yang menyiksa kecuali Noel, Daniel dan Shen yang mempunyai element yang sama.
“Kak Noel, aku tetap ingin gadis itu keluar dari academy,”ucap Petra sebelum akhir nya mereka di bawa keluar oleh Ing Dorcas dan Ing Paixao. Sementara Juline masih pada posisi sebelum nya, duduk sembari menatap para Ing.
Ing Carmel di buat bingung melihat Juline yang masih duduk dengan santai nya tanpa merasa kedinginan, Ing Noel, Ing Shen dan Ing Daniel berjalan menghampiri Juline dan duduk menghadap Juline. Ing Carmel yang tidak kuat dengan aura dingin menusuk di ruangan itu memilih keluar.
“Kak, kenapa kakak melepas aura kakak?” tanya Shen.
Ing Noel tak menjawab pertanyaan Ing Shen, ia masih sibuk menatap Juline diikuti Ing Daniel yang menatap Juline.
“Ada apa dengan matamu?” tanya Ing Noel.
“Ini karena debu ketua,”jawab Juline.
“Kau bisa sopan juga yah, sekarang jelaskan pada ku sebenarnya yang terjadi hari ini.”
Juline pun mulai menjelaskan kejadian hari ini, Ing Daniel dan Ing Shen beberapa kali terkejut mendengar penuturan Juline, mereka tidak menyangka ada gadis yang tak mengenal takut seperti Juline.
__ADS_1
“Perbuatan seperti itu tidak baik kau lakukan di hari pertama, lakukan lah di hari selanjut nya,”ucap Ing Shen.
“Diamlah, apa kau tidak merasa dingin?” tanya Ing Noel yang melihat Juline masih duduk tenang.
“Ini dingin, sangat dingin tapi entah mengapa tubuh ku seperti menikmati nya,”jelas Juline.
Ing Noel, Ing Shen dan Ing Daniel saling pandang, ucapan Juline membuat mereka terkejut, mereka berpikir bagaimana bisa orang yang sedang kesakitan bisa setenang ini, dan sejak kapan rasa sakit bisa di nikmati, mereka mulai memahami akan Juline, bahwa Juline bukan gadis biasa, Juline mempunyai sesuatu dalam dirinya yang tidak mereka temukan di diri orang lain.
“Aku harap kau tidak mengulangi perbuatan mu hari ini karena itu bisa membahayakan mu, biar aku yang mengurus masalah ini,”ucap Ing Noel.
“Terima kasih ketua,”
Pantas saja Noel menyukai gadis ini, aku paham sekarang, ia bukan gadis yang bisa di remehkan, gadis yang sopan namun mengerikan, ia akan baik pada orang lain yang baik dan akan menjadi mengerikan pada orang yang memperlakukan nya buruk, academy butuh gadis seperti dia. Dia mirip sepertiku.
Ing Noel menarik aura nya dan menghangatkan badan nya, saat Juline beranjak Ing Noel dengan cepat memeluk Juline dan menghangatkan tubuh Juline, Juline hanya diam menerima pelukan hangat itu, Ing Shen dan Ing Daniel yang melihat menutup mulut mereka dan menatap tajam ke arah Ing Noel yang sedang memeluk Juline.
“Dia pasti sengaja.”
“Ini pasti akal – akalan dia saja.”
Setelah menghangatkan tubuh Juline, ia pun meminta Juline kembali ke asrama nya untuk istirahat sementara Ing Daniel dan Ing Shen menatap tajam menusuk ke arah Ing Noel. Melihat Juline yang sudah berlalu dari ambang pintu, Ing Noel menyentuh dada nya karena sejak memeluk Juline jantung nya berdetak tak karuan dan ia takut kalau Juline menyadari hal itu.
“Aku tidak tahu, tidak mungkin kan aku menyukai gadis biasa seperti itu tapi jantungku berdetak tak karuan karena nya.”
“Kau memang menyukai nya,”ucap Ing Daniel.
Ing Carmel yang masih berdiri di balik pintu ruangan itu mendengar ucapan Ing Noel merasa terluka. Ing Carmel adalah wanita yang akan dijodohkan dengan Ing Noel, Ing Carmel yang memang mempunyai perasaan pada Ing Noel, berusaha keras berlatih agar dapat berdiri di tempat yang sama dengan pujaan hati nya.
Tapi saat mendengar ucapan Ing Noel tentang perasaan nya, hati nya terasa terbakar, selama ini yang ia lakukan adalah selalu menjadi yang terbaik demi mendapatkan perhatian Ing Noel, tapi jangan kan perasaan nya terbalas, perhatian yang ia inginkan pun tak ia dapatkan dari pujaan nya itu.
Kenapa gadis itu yang membuat jantung mu berdetak tak karuan, bagaimana dengan ku yang selama ini selalu menemanimu, selalu membantu mu, ini tidak adil Noel, kau harus nya menyadari keberadaan ku yang selama ini selalu memberi mu perhatian, di banding gadis biasa itu yang baru saja kau temui, aku lebih baik.
Ing Carmel mengepalkan tangan nya, kata – kata Ing Noel terus terngiang di otak nya, ia pun melangkah menjauh dari ruangan itu. Sementara Juline berjalan kembali ke asrama nya, rasa lapar yang ia rasakan sejak hilang melihat wajah – wajah yang membenci nya.
Putri dan pangeran sama saja, aku bisa pastikan raja dan ratu pun tidak jauh berbeda.
__ADS_1
Juline masuk ke kamar nya dan langsung merebahkan dirinya, ia merasa rindu apa ayah dan adik nya, ia meraba mata nya.
Biasa nya dewa aneh itu akan datang mengganggu ku tapi beberapa hari ini dia tak pernah muncul lagi, kenapa juga aku harus peduli.
****
Jiana dan Jiona terlihat menyuapi Mayra makan, sementara Celine dan anna terlihat sedang membersihkan ruang tamu dan ruang tengah. Ascar, paman John dan Jian memantau penanam yang saat ini sedang di lakukan oleh pekerja.
Kabar tentang perkebunan Juline dengan cepat menyebar di kerajaan, banyak yang penasaran dengan perkebunan terluas yang ada di kerajaan Moon.
Sementara Ratu yang sudah mendengar jika lahan nya sudah di beli dengan harga fantatis terkejut, ia menemui Raja yang kini sedang mengadakan rapat dengan putra mahkota dan perdana menteri.
Melihat ratu yang datang, perdana menteri langsung pamit dan keluar dari ruangan rapat hanya tinggal putra mahkota, Raja dan sepupu raja, Aivee Moon.
“Ada apa ratu ke sini?”
“Suami ku, apa kau tahu bahwa lahan ku sudah di beli oleh seseorang.”
“Benarkah bu? Tapi siapa yang mampu lahan itu?” tanya putra mahkota.
“Aku juga penasaran siapa yang sudah membeli lahan seluas dan semahal itu,”ujar Aivee Moon.
“Menurut jenderal Johson, wanita real estate itu mengatakan kalau tanah itu di beli oleh seorang gadis dan saat ini di tanah itu sedang di bangun perkebunan besar.”
“Bukankah ini berita yang hebat, kenapa aku tidak tahu jika ada seorang saudagar kaya di kerajaan kita dan lagi dengan adanya perkebunan itu akan menambah pemasok bahan makanan,”ucap raja Moon.
“Sebaik nya kita bertemu dengan gadis itu ayah,”ucap putra mahkota.
“Kau benar anak ku, jangan sampai ada keluarga kerajaan luar lebih dulu tahu dan mengambil alih pemasok.”
“Tapi yang mulia, mereka pasti tahu karena lahan itu memang berada di kawasan elit bangsawan dan lagi menurut informasi yang saya dengar juga gadis itu tinggal di Blok 5 yang memang tidak jauh dari lahan itu,”jelas Aivee Moon.
Raja Moon meminta Aivee untuk mencari tahu informasi tentang gadis yang telah membeli lahan ratu dan meminta nya mengatur pertemuan untuk mereka berdua.
Author usahakan Crazy Up yah.
__ADS_1
Terima kasih 🥰
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗