
Juline berjalan kembali melewati salju tapi ia tak langsung kembali ke kamarnya, ia bahkan tak berpikir masuk ke ruang makan, ia berjalan menuju taman yang di selimuti salju tebal. Ia duduk di gazebo. Juline memegang dada nya, ia merasa sedih saat harus meminta kakak nya menjauh dari nya. Ucapan orang yang menyerupai kakak nya kembali tersirat, ia dilanda kebingungan.
Apa yang sebenarnya terjadi padaku, siapa orang itu? kenapa ia meminta ku keluar dari tubuh ini? bagaimana bisa ia tahu jika aku bukan pemilik tubuh ini, Aishh kemana para dewa sialan itu, mereka meninggalkan ku tanpa petunjuk.
Juline masih terlihat menatap salju yang masih turun memenuhi taman, dari kejauhan seseorang memperhatikan nya. Pria itu terlihat tersenyum melihat Juline yang menatap salju yang perlahan turun. Terdengar bisikan di telinga Juline.
“Dia akan bangkit dan mengambil alih dunia, satu persatu akan mati, kau sebaiknya mempersiapkan diri.”
Juline terkejut dan menoleh di belakang nya tapi ia tak menemukan siapapun di belakang nya. Juline terus mengedarkan pandangan nya bertepatan dengan itu, terdengar jeritan dari menara 100, Juline berlari menuju kerumunan dan betapa terkejut nya Juline melihat tubuh Moa yang hancur karena meloncat dari menara 100.
Semua murid terlihat histeris, panatua dan para Ing meminta master senior dan junior membawa murid – murid kembali ke asrama mereka. Sementara para panatua dan para Ing melakukan rapat dadakan. Terlihat wajah – wajah cemas dari pada murid. Genny dan Melanie berlari menarik Juline kembali ke kamar Juline.
Terlihat wajah ketakutan Genny dan Melanie, melihat itu Moira dan Neyra yang tidak mendengar kejadian yang menimpa Moa merasa bingung.
“Genny ada apa, kenapa wajah mu pucat?” tanya Neyra.
“Aunthy, master Moa bunuh diri, ia meloncat dari menara 100,”jawab Genny.
“APA!? Tapi kenapa?” teriak Moira.
“Kami juga tidak tahu kak tapi salah satu anak di sana mengatakan kalau itu tanda kebangkitan penguasa kegelapan, aku takut,”ucap Genny.
Mereka semua terdiam, memikirkan hal buruk yang bisa saja terjadi. Terdengar pengumuman dari master.
“Murid silahkan masuk ke kamar masing - masing , dilarang keluar setelah makan malam.”
Kecemasan semakin terasa di academy, sementara panatua dan para Ing mulai rapat dan mereka mulai membicarakan kematian tiba – tiba Moa Hernandez. Sebagian panatua dan para Ing sepakat jika itu adalah murni bunuh diri dan sebagian lagi meyakini bahwa kematian Moa Hernandez ada hubungan nya dengan kebangkitan penguasa kegelapan.
“Saya tegaskan lagi bahwa kematian Moa adalah murni bunuh diri dan tidak kaitan nya dengan kebangkitan atau apalah itu,”ucap Diz Tiuz mengakhiri rapat mereka.
Ing Daniel dan Ing Noel yang belum ini menemui Moa di ruang perawat tidak percaya jika Moa bisa bunuh diri begitu saja. Juline menatap datar ke arah jendela kamar nya dan ia melihat seorang pria bermata hitam tersenyum pada nya.
Juline berlari keluar kamar dan di kejar oleh Moira dan Neyra, sampai di tempat itu laki – laki berdiri, Juline tak menemukan siapa pun, Moira dan Neyra yang mengejar nampak bingung.
“Juline, kau sedang mencari siapa?” tanya Moira dengan napas terengah – engah.
“Tadi ada seseorang di sini tersenyum padaku,”jawab Juline.
“Apa kau mengenal nya?” tanya Moira.
“Tidak kak, tapi seperti nya ia mengenalku.
__ADS_1
“Ayo kita kembali, kita akan di hukum kalau keluar pada jam begini.”
Mereka bertiga pun kembali ke kamar, sementara mayat Moa telah dimasukan ke dalam peti, Wen dan Riley yang mengetahui paman nya telah meninggal hanya bisa meratapi kepergian paman nya, mereka ikut mengantar kepulangan jasad paman nya kembali dirumah mereka.
****
Tiga hari berlalu sejak kematian Moa Hernandez yang menyebabkan para murid yang melihat nya merasa ketakutan. Hari ini semua murid melakukan latihan bersama – sama, karena sore nanti murid dari Dark academy akan tiba.
Juline, Genny dan Melanie terlihat beristirahat di gazebo bersama Damien dan Roman. Selama tiga hari itu Juline tidak mengalami hal – hal aneh lagi kecuali mata nya yang juga tidak kembali. Damien dan Roman menatap Juline yang kelihatan semakin berbeda.
Mereka berlima terlihat bercengkrama dan sesekali terdengar tawa dari mereka, melihat Juline yang duduk santai bersama saudara dan teman – teman nya, Ing Noel dan Ing Cosmo menghampiri Juline. Saat Ing Noel dan Ing Cosmo datang, mereka berlima dengan cepat berdiri dan memberi hormat.
“Salam Ing Noel dan Ing Cosmo,”sapa Roman.
“Kalian bertiga sedang apa? Apa kalian tidak ikut latihan, dan kalian berdua kenapa kalian berdua tidak melatih murid – murid?”
“Maafkan kami ketua,”ucap Roman dan Damien serempak.
“Kalian bertiga kembali lah latihan,”pinta Ing Cosmo.
“Baiklah,”ucap mereka bertiga serempak.
Murid – murid terlihat fokus latihan, sementara rombongan Dark academy sudah berada di Wizard academy. Para Ing menyambut tamu mereka sementara para murid juga menghentikan latihan mereka karena hendak menyambut Dark academy. Beberapa murid mulai berbisik saat melihat kedatangan murid – murid Dark academy.
“Bukan kah itu putri Esther? Wah dia sangat cantik.”
“Wah, mereka terlihat menawan.”
“Mereka nampak menyeramkan.”
“Lihatlah pria itu, bukankah dia sangat tampan.”
“Aku harap bisa berkenalan dengan pria itu.”
Genny, Juline dan Melanie yang berada dibagian paling belakang hanya bisa memandang murid Dark academy dari jauh, Juline bisa merasakan aura yang berbeda dari murid – murid Dark academy.
Para Ing yang di bantu oleh para master mengantar para murid dan para Ark dari Dark academy menuju tempat kastil tempat mereka akan beristirahat dan tinggal selama berada di Wizard academy.
Nampak pangeran Petra dan Shimon menatap tajam ke arah putri Esther dan Putri Ailene. Hubungan Petra dan Ailene memang kurang baik karena Ailene yang begitu menyukai Petra sementara Petra tidak menyukai penyihir dengan element kegelapan apalagi Ailene adalah Half-demon, hal itu membuat petra menjauhi Ailene.
“Gadis itu datang lagi, tolong jauhkan dia dariku,”
__ADS_1
“Baik Pangeran.”
Semua murid kembali ke asrama mereka. Sean dan Dean berlari memeluk seseorang, teman mereka yang beberapa waktu lalu pergi meninggalkan mereka karena ada tugas yang harus ia lakukan. Noan, Rian dan Mikey pun berlari memeluk lelaki itu. Ada raut bahagia di wajah mereka.
“Kau kemana saja Axel, kami semua merindukan mu,”ucap Dean.
“Aku pikir kau sudah enggan kembali ke sini,”ucap Rian.
“Maafkan aku teman – teman, aku juga merindukan kalian, senang rasa nya bisa kembali, aku sangat sibuk membantu paman ku di kota Cara.”
Mereka pun masuk ke asrama bersama – sama. Sepanjang perjalanan Axel menceritakan pengalaman nya selama berada di kota Cara. Kota Cara adalah kota yang terletak di perbatasan di bagian timur antara kerajaan Demon dan kerajaan Demon. Tanpa di ketahui banyak orang, kota Cara kota yang di huni para Vampire dan para mahluk Immortal lain nya yang berasal dari dunia iblis dan menikah dengan manusia.
*****
Senja dengan cepat datang, para murid terlihat sibuk membersihkan diri dan mempersiapkan diri mengikuti penyambutan murid Dark academy yang akan di adakan di Aula menara 100. Juline, Moira dan Neyra terlihat merapikan rambut mereka , mereka pun mengenakan jubah mereka sebelum berangkat menuju aula menara 100.
Para panatua dan para Ing terlihat masih dalam ruang rapat, wajah cemas dari panatua terpancar dengan jelas membuat para Ing sedikit bingung.
“Ada apa Diz Tiuz, apa ada hal buruk yang akan terjadi?” tanya Ing Cosmo.
“Yang saya khawatirkan seperti nya benar – benar terjadi,”ucap Diz Tiuz.
“Apa yang sebenarnya terjadi panatua?” tanya Ing Noel.
“Kematian Moa Hernandez ada hubungan nya dengan bangsa Vampire yang mulai menampakan diri mereka, mayat Moa yang di periksa oleh seorang ahli mengatakan bahwa kematian Moa karena kehabisan darah dan terdapat gigitan di bagian leher nya yang sengaja di samarkan dengan ramuan,”jelas Diz Tiuz.
“Kita bisa membasmi mereka panatua,”ucap Ing Daniel.
“Kau benar, tapi bangsa Vampire yang kita hadapi adalah Vampire yang tidak bisa kita deteksi keberadaan nya, mereka sudah lama berbaur dengan manusia sulit untuk mengetahui keberadaan mereka,”jelas Diz Anzit.
“Lalu kenapa mereka mulai menampakan diri mereka?” tanya Ing Carmel.
“Aku tidak ingin percaya hal ini tapi dengan mereka menunjukan diri mereka itu tanda nya kebangkitan penguasa kegelapan juga semakin dekat, ini sudah 1000 tahun sejak ia di segel dan seperti nya kunci kebangkitan nya sudah tiba,”jelas Diz Tiuz.
“Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?” tanya Ing Green.
“Kalian para Ing dan master senior dan Junior tetaplah di academy, menjaga murid – murid dan menjalankan tournament ini, sementara kami para panatua akan ke Frost, sebentar lagi rapat besar akan di laksanakan di sana, kalian tetap harus waspada, kerahkan semua master senior dan Junior menjaga murid – murid,”jelas Diz Anzit.
“Dan juga murid senior dan murid kelas jenius akan ikut menjaga murid lain karena kekuatan mereka sebanding dengan para master,”tambah Diz Minot.
“Baik panatua,”ucap Ing Noel.
__ADS_1