Sang Penjelajah Dimensi

Sang Penjelajah Dimensi
Chapter 55: Kota Cara ( Black Vampire)


__ADS_3

Kota Cara adalah kota yang terletak di perbatasan antara kerajaan Moon dan Kerajaan Demon. Sebagian tanah kota Cara masuk di kerajaan Moon dan sebagian nya lagi masuk di kerajaan Demon. Hal itu membuat raja William dan raja Moon bersama – sama membangun kota itu.


Kota Cara di huni oleh beberapa macam mahluk immortal seperti vampire dan werewolf dan juga beberapa Iblis yang sengaja melarikan diri ke kota Cara karena kerajaan Demon yang melarang penyatuan iblis dan vampire karena bisa di pastikan keturunan mereka akan membuat kerusakan.


Dahulu ada seorang iblis yang bernama Rorian yang melarikan diri ke kota Cara bersama kekasih nya yang seorang vampire, mereka akhir nya menikah dan tinggal di kota Cara. Dari pernikahan itu mereka di karuniai lima orang putra dan satu orang putri.


Mereka awalnya hidup tenang seperti mahluk immortal pada umum nya, tapi ketika anak – anak mereka beranjak dewasa, kekuatan aneh pun mulai dimiliki oleh anak – anak Rorian.


Hal itu membuat Rorian dan istri nya bangga. Mereka pun pindah ke ibu kota.


Satu persatu anak mereka menikah dengan bangsawan dan mereka pun menjelma menjadi keluarga bangsawan. Anak – anak mereka pun di beri tempat di kerajaan dan di academy untuk bekerja di sana karena kekuatan mereka yang cukup mengagumkan tanpa ada satupun yang merasa curiga.


Hari demi hari terus berjalan hingga anak – anak Rorian menghasilkan banyak cucu, saat itu mereka mulai menyalahgunakan kekuatan mereka, sebagaimana telah di jelaskan bahwa anak dari perkawinan iblis dan vampire akan membawa kehancuran bagi suatu kerajaan dan bahkan bencana.


Tahun berganti, keluarga black vampire menjelma menjadi bangsa black vampire dan menyebar di seluruh penjuru kerajaan Moon. Dan saat ini bangsa mereka Berusaha menggeser tempat manusia untuk di jadikan dunia mereka serta berencana menggagalkan kebangkitan penguasa kegelapan yang bisa mengancam bangsa mereka. Mereka pun berbaur dan berusaha membantu dalam pencegahan kebangkitan itu.


****


Diamond Ana, Diz Carol dan Caster telah sampai di gerbang masuk kota bersama beberapa pengawal. Mereka terlihat mengenakan jubah hitam dan memasuki kota. Diamond Ana meminta para pengawal berjaga di belakang sementara mereka bertiga berjalan di depan.


“Kenapa kakak mengajak kita berdua, ketua dan para panatua akan curiga pada kami,”ucap Diz Caster.


“Ketua memang sengaja meminta ku mengajak kalian berdua, seperti nya ketua tahu kalau kalian berdua pemilik element kegelapan,”ucap Diamond Ana.


Diz Carol dan Caster adalah adik dari Diamond ana dan merupakan sepupu raja William. Ayah mereka bertiga adalah seorang raja di kerajaan iblis bagian selatan. Mereka bertiga ditugaskan berada di kerajaan Moon karena di kerajaan Moon lah tempat penguasa kegelapan di segel, sebagai cucu yang baik mereka berani mengambil resiko berada di tengah – tengah orang yang ingin memusnahkan penguasa kegelapan.


Mereka bertiga terus berjalan berkeliling kota. Kota Cara cukup ramai di siang hari, beberapa pasang mata menatap mereka dengan tatapan yang sulit mereka mengerti. Diz Carol menghentikan langkah nya di depan sebuah toko roti. Caster yang melihat adik nya berhenti ikut berhenti, begitupun Diamond ana.


“Ada apa Carol, apa kau merasakan sesuatu di dalam sana?” tanya Diz Caster.


“Iya kak, aku bisa mencium aroma lezat roti yang baru di angkat dari pemanggangan.”


“Si*l*n,”ucap Diz Caster sembari menarik kerah adik nya.


Diamond Ana hanya mengelengkan kepala nya melihat kelakuan adik nya.


Mereka terus berjalan hingga Diamond Ana menghentikan langkah nya. Mereka berhenti di ujung jalan, di depan sebuah rumah berpagar hitam.


“Aku merasakan aura aneh di sini,”ucap Diamond Ana.

__ADS_1


Mereka pun mendorong pagar itu dan masuk ke dalam. Mereka masuk melalui pintu yang seperti sengaja di buka mereka. Dengan hati – hati mereka masuk kedalam rumah itu, rumah yang begitu mewah dengan lilin – lilin yang mengantung di beberapa sisi dinding.


Terlihat seorang pria dan wanita sedang duduk sembari menikmati minuman merah menyeringai ke arah mereka bertiga.


“Kalian terlambat sayang, black vampire akan menghabisi manusia dan menjadikan kerajaan ini sebagai kerajaan bagi kami,”ucap wanita itu.


“Kalian seharusnya melindungi kami, kami ini sebangsa dengan kalian walau ras kami lebih hebat dari kalian para iblis,”ucap pria itu sembari terus meneguk minuman nya.


“Kau benar, aku harus nya melindungi kalian para Black vampire, tapi waktu kehadiran kalian kurang tepat, karena kehadiran kalian akan mengganggu proses kebangkitan penguasa kegelapan,”bentak Diamond ana dan bersamaan dengan itu ia mengeluarkan sebuah pedang yang sudah di tuliskan dengan sebuah symbol dan menebas kepala black vampire itu.


Seketika kedua black vampire itu tersungkur dengan kepala yang terlepas dari tubuh mereka dan dengan cepat Diz Caster membakar mereka tapi sebuah suara kembali terdengar, terlihat seperti sebuah jiwa terbang mengitari mereka bertiga.


“Kalian pikir dengan membunuh kami, kami akan mati, tidak semudah itu, kalian jangan lupa kami lebih hebat dari kalian.”


Mereka pun terbang meninggalkan tubuh mereka yang sudah mati dan mencari tubuh baru untuk mereka tempati. Diamond Ana terlihat memasukan pedang nya.


“Kak, seperti nya mereka tidak mudah dimusnahkan,”ucap Diz Caster.


“Kau benar, simbolku bahkan tidak cukup kuat membasmi mereka,”ucap Diamond Ana.


“Lalu apa yang akan kita lakukan?” tanya Diz Carol.


“Mereka menuju ke tempat kawanan mereka.”


“Kemana kak?”tanya Diz Carol.


“Kawasan Elit bangsawan.”


Diz Carol dan Diz Caster saling pandang tak percaya jika selama ini Black vampire berada di sekeliling mereka.


****


Nampak Juline, Genny dan Melanie sedang menyantap makanan nya, beberapa kali Juline mengedarkan pandangan nya, mencari seseorang. Melanie yang melihat itu, ikut mengedarkan pandangan nya. Moira dan Neyra datang menghampiri mereka dengan wajah lemas.


“Wah, kak Moira hebat,”puji Genny.


“Aku memang hebat Genny.”


“Aunthy kenapa?” tanya Genny sembari menatap Neyra yang nampak cemas.

__ADS_1


“Aku tidak apa –apa hanya sedikit gugup.”


“Kak Neyra pasti bisa mengalahkan putri itu,”ucap Melanie.


“Mungkin lebih baik Juline juga ikut pertandingan itu,”ucap Genny.


“Aku takut mereka akan malu karena kalah dariku,”jawab Juline.


Suara tawa pun terdengar dari meja mereka berlima, beberapa pasang mata menatap mereka sinis. Saat mereka sedang menikmati makan siang mereka terdengar suara teriakan dari depan kastil menara 100.


“Akkkhhhhhhhh.”


Semua murid berlari keluar melihat apa yang terjadi, Shelyn nampak pucat sembari menatap seseorang di hadapan nya, seseorang yang sudah bermandikan darah, seseorang yang ia kenal. Juline berlari diikuti Melanie, Genny, Neyra dan Moira.


Juline berdiri terpaku di samping Shelyn yang gemetaran karena seseorang jatuh tepat di hadapan nya, tanpa sadar Shelyn menggandeng tangan Juline, Juline berbalik melihat Shelyn yang pucat melihat sepupu nya yang kini tergeletak dengan darah yang memenuhi tubuh nya.


“Ku mohon, lihatlah apa dia-


“Kau benar, dia Dean Rodrig,”jawab Juline dengan mata berkaca – kaca sembari menahan Shelyn yang langsung kehilangan kesadaran.


Melanie, Genny, Moira dan Neyra nampak terpaku dengan mata berkaca – kaca, mereka tak ingin percaya dengan apa yang mereka lihat, para Ing datang dan meminta semua murid kembali ke asrama mereka, sementara Sean, Mikey, Axel, Noan dan Rian yang datang mematung tak dapat mengatakan apa – apa.


Sean tersungkur di depan jasad kakak nya tanpa air mata yang mengalir, ia berusaha untuk tidak percaya jika jasad dihadapan nya adalah kakak nya, kakak nya yang tadi pamit mau ke kamar mandi tapi kini malah berbaring dengan darah menyelimuti tubuh nya.


Ing Noel, Ing Shen dan Ing Daniel pun langsung memerintah semua master mengurus jenazah Dean, terdengar tangisan dari murid – murid, para murid dark academy pun tak percaya dan ikut bersedih akan hal yang menimpa Dean. Ing Shen memeluk Sean yang masih menatap tempat kakak nya tergeletak.


Genny, Melanie, Moira dan Neyra dibantu Juline membawa Shelyn di kamar mereka dan merebahkan Shelyn. Mereka nampak terpaku, berusaha meyakinkan diri mereka bahwa kematian Dean adalah mimpi.


Juline beranjak berjalan menuju Sean yang masih duduk terpaku, pangeran devera dan pangeran Laureun hanya menatap Sean dari jauh.


Nampak Ing Noel dan Ing Daniel yang berusaha menenangkan Sean tapi Sean tidak bergeming, Juline datang dan langsung memeluk Sean, seketika tangis Sean pecah saat Juline membisikan sesuatu di telinga Sean.


Ing Noel dan Ing Shen serta para pangeran yang masih memperhatikan Sean nampak terkejut melihat reaksi Sean saat Juline datang memeluk nya. Ing Noel nampak memandang ke segala arah. Juline membisikan sesuatu pada Sean.


“Kau tenang saja, mahluk si*l*n yang melakukan hal ini pada Dean akan segera ku hancurkan, perhatikan baik – baik, akan ku cabik – cabik dia untukmu, untuk Dean kita.”


Saat mendengar itu, Sean tak dapat menahan air mata nya, kemarahan dalam dirinya membuat air mata nya mengalir deras.


🤗🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2