Sang Penjelajah Dimensi

Sang Penjelajah Dimensi
Chapter 95: Jiwa Yang di Tarik


__ADS_3

Juline duduk dan menatap kedua kakak nya yang masih tak sadarkan diri. Begitupun Shimon dan Petra yang belum sadarkan diri. Sementara itu Raja Samuel yang tengah berjalan menyusuri koridor mencari Dark dan Dioz bertemu dengan Roman, Damien, Melanie dan Genny yang juga tengah mencari keberadaan Juline. Mereka pun menyapa Raja Samuel dan menanyakan pada raja Samuel jika ia pernah bertemu Juline di istana setelah pernikahan Dryas.


Raja Samuel pun memberitahu pada mereka jika tadi ia bersama Juline berjalan –jalan di ibu kota. Ia juga menceritakan tentang empat orang pria yang Juline tolong namun Raja Samuel tidak mengatakan perihal Juline yang telah melenyapkan semua orang dikedai itu karena menyakiti keempat tersebut.


"Lalu dimana Juline saat ini yang mulia? Tanya Roman.


"Juline tengah merawat pria itu di kamar ujung yang tak jauh dari taman belakang."


Setelah mengucapkan terima kasih pada raja Samuel, mereka pun bergegas ke kamar tempat Juline berada. Mereka pun sampai di depan pintu putih bercorak bunga tulip itu, Roman membuka nya perlahan dan masuk diikuti Damien, Genny dan Melanie. Betapa terkejutnya mereka saat melihat keempat pria yang tidak asing bagi mereka. Damien dan Roman berjalan menghampiri Aniel dan Alec yang masih tak sadarkan diri, sedangkan Melanie nampak berjalan lemas berjalan menuju kakak nya yang masih terbaring tak sadarkan diri. Air matanya perlahan mengalir, ia tak menyangka jika kakaknya akan datang mencarinya, ia tak pun tak percaya jika pangeran Petra mengikuti kakak nya. Genny berusaha menenangkan Melanie yang kini menangis sembari menggenggam tangan kakaknya.


"Aku pikir aku tak punya siapa – siapa lagi, bagaimana bisa kakak kemari?


"Kak aniel dan Kak Alec, bagaimana mereka bisa sampai disini dan apa yang menimpa mereka Juline?” tanya Damien.


Juline hanya diam tak mengatakan apapun, ia hanya menatap kedua kakaknya yang tak kunjung bangun, Melanie dan Genny bergerak memeluk Juline, tapi entah mengapa Juline tak sedikitpun bergeming. Roman dan Damien yang melihat itu langsung berusaha menyadarkan Juline namun tetap saja Juline hanya duduk diam tak berkedip layaknya seperti boneka. Raja Samuel bersama kedua adiknya datang ke tempat Juline. Roman dan Damien berusaha memanggil sembari menggoyangkan tubuh Juline berusaha menyadarkan Juline yang diam saja tak berkedip.


“Ada apa ini? Apa yang terjadi pada Juline?” tanya Raja Samuel yang ikut memanggil Juline namun Juline tetap tak bergeming. Matanya masih menatap kedua kakak nya yang juga tak sadarkan diri.


“Juline, tolong Juline yang mulia dia tiba – tiba seperti ini,”lirih Damien yang tak bisa lagi menahan air mata nya. Ia begitu terkejut melihat kedua kakak nya terbaring tak sadarkan diri kini adiknya yang entah mengapa seperti kehilangan dirinya.


Raja Samuel meminta semua orang untuk menjauh. Genny dan Melanie hanya menatap Juline duduk seperti patung, mereka berdua tak sanggup melihat Juline, mereka tahu bagaimana hancurnya dan lemahnya hati Juline kini, seorang gadis yang terombang- ambing oleh takdir yang mengerikan yang terus saja mengikuti nya. Melanie memejamkan mata nya, membiarkan air mata membasahi pipinya, kemalangan dan kebahagiaan yang datang bersamaan membuatnya kebingungan.


……


Di sebuah ruangan gelap, Juline terlihat berdiri di bawah sinaran lampu yang hanya menyinari dirinya. Ia berusaha mengedarkan pandangannya, namun ia tak melihat apapun. Tiba – tiba ada sebuah suara menggema.

__ADS_1


“KAU HARUS KUAT, KAU HARUS KUAT, KAU HARUS KUAT!!


Juline menutup telinga nya, ia merasakan darah mulai mengalir dari telinga nya, suara itu menyakiti telinga nya, suara itu makin menggema hingga tiba – tiba suara itu berhenti menjadi suara lirih seorang wanita.


“MAAFKAN IBU SAYANG, KARENA KESERAKAHAN IBU KAU HARUS MENANGGUNG SEGALANYA, HAL BURUK YANG MENIMPA MU ITU SEMUA KARENA PERBUATAN IBU."


Suara itu terus menggema di telinga Juline, Juline berusaha menahan rasa sakit di telinga nya, suara Lirih itu berganti menjadi seorang pria yang terdengar sudah berumur.


“KAU ADALAH ANAK YANG TIDAK DIINGINKAN NIRWANA, KAU HARUSNYA BERSYUKUR KARENA AKU TAK MELENYAPKAN MU, TINGGAL LAH DINERAKA HINGGA KAU MATI.”


Juline tersungkur, ia tak bisa mampu lagi berdiri suara – suara itu mulai menyakiti nya hingga ia merasa jantungnya akan meledak. Suara itu kembali terganti, suara pria yang lebih lembut.


“MAAFKAN AKU, INI ADALAH CARA SATU SATUNYA MENOLONG MU, AKU AKAN MENGIRIM JIWAMU KELUAR DARI DUNIA INI, PERGILAH KE LAPISAN DUNIA YANG JAUH, HIDUPLAH YANG BAIK DI SANA, LUPAKAN SEMUA PENDERITAAN MU.”


Suara itu kembali menggema saling bergantian, suara itu membuat Juline akhirnya tak sadarkan diri. Kembali ke tubuh Juline, Raja Samuel mengerahkan segala kekuatan nya untuk menarik jiwa Juline kembali. Roman, Damien, Dark, Dioz ,Genny dan Melanie tampak bernapas lega ketika Juline kembali mengedipkan mata nya. Raja Samuel dan Roman bergerak membersihkan darah yang keluar dari telinga Juline.


“Aku baik - baik saja kak."


“Syukurlah,”ucap Raja Samuel.


Juline pun akhirnya menceritakan bagaimana ia bisa bertemu dengan mereka berempat. Suasana ruangan itu tampak di selimuti kesedihan. Hal itu yang membuat Juline membenci dirinya, ia merasa kemalangan yang dialami keluarganya dikarenakan dirinya. Genny bergerak memeluk Juline, ia menatap Juline sembari membelai pipi Juline dan mencubit nya.


“Aku tak ingin kau terus – terusan merasa bersalah, ini bukan salah mu, kau yang membuat kami tetap hidup hingga saat ini, aku akan menghancuran semua kesedihan bodoh ini dan kalian semua berhentilah memasang wajah sedih,”ucap Genny.


Mendengar itu, mereka semua nampak tersenyum sembari menatap Juline. Juline pun merasa lega, ucapan Genny yang seakan bisa membaca pikiran nya membuat nya sedikit beban nya hilang. Melanie beranjak dan duduk di hadapan Juline.

__ADS_1


“Terima kasih telah menolong kakak ku, kau selalu membuat ku berutang nyawa padamu,”ucap Melanie.


“Kau bisa jadi pelayan Juline Melanie,”ucap Damien.


“Hahahah, benar –benar, kalian berdua memang cocok jadi pelayan,”tambah Roman.


Suasanapun kembali membaik, raja Samuel, Dioz dan Dark hanya tersenyum melihat mereka semua berusaha menghibur Juline yang mungkin mereka bertiga tak dapat melakukan nya.


“Adik kita dikelilingi dengan orang –orang baik, hmm, syukurlah aku takut dia akan semakin sedih dan terluka,”ucap Dioz.


“Kak, apa yang terjadi pada Juline? kenapa dia tiba – tiba diam seperti tadi? Tanya Dark.


“Sepertinya tadi seseorang menarik jiwa juline ke dimensi lain, ini bukan hal yang baik, orang itu berusaha mengembalikan kepingan memori Juline, ingatan yang seharusnya tidak ia ingat, nenek mengatakan hal yang sama,”jelas raja Samuel dengan ekspresi wajah yang sulit diartikan.


……


Sementara itu di negeri para Elf, para bangsa vampire berhasil masuk kesana dan membuat kekacauan. Mereka berhasil membuat kerusakan parah dinegeri hijau itu namun para Elf berhasil memukul mundur mereka. Karena hal itu, banyak bangsa Elf yang mati dan di culik oleh para mahluk berdarah dingin. Diruang panatua, para petinggi Elf mengadakan rapat untuk bisa terus menghalau mahluk jahat yang hendak merusak negeri mereka.


“Panatua, apa yang harus kita lakukan? Sudah banyak korban berjatuhan,”ucap Lecha.


“Bagaimana bisa mereka menembus perisai kita?”tanya panatua.


“Sepertinya ada keturunan black Vampire yang berhasil menghancurkan perisai kita, kita tak boleh meremehkan hal ini panatua, ini sudah 1000 tahun dan selama itu tak ada yang dapat menghancurkan perisai kita,”jelas Xica.


“Kau benar, aku akan mengabarkan hal ini pada cucu – cucuku,”ucap panatua yang langsung menghubungi raja Samuel menggunakan telepati.

__ADS_1



__ADS_2