
Averina menatap kakak nya. Matanya berkaca – kaca. Dewa Q yang tak kunjung menjawab membuat Averina cemas. Ia bingung bagaimana ia bisa berada di nirwana. Di ingatan nya ia berada di dunia iblis Bersama anak dan suami nya. Namun Ketika bangun Averina berada di kamar nya di nirwana. Hal itu yang membuat nya mencerca kakaknya dengan berbagai macam pertanyaan.
“Kak, dimana putriku? Suami ku? kenapa kakak diam saja, bagaimana aku bisa berada di Nirwana?” tanya Averina yang memegangi kepalanya. Ia berusaha mengingat apa yang ia lewati.
BRAKK
Pintu kamar nya di buka dengan kasar. Dewa Axel dan Dewa Ivis masuk dengan tergesa – gesa. Dewa axel memeluk putri nya karena ia cemas. Melihat itu Averina menatap ayah nya bingung. Sementara Dewa Ivis hanya menatap adiknya dengan tatapan sinisnya.
“Syukurlah nak, ayah pikir kau akan tertidur lagi,”lirih dewa Axel namun pertanyaan dari Averina membuat nya mematung.
“Ayah, dimana putri ku?”
“Put-
Dewa axel terdiam. Ia bingung bagaimana bisa putrinya bertanya tentang anak nya. Dewa Ivis menyeringai dan mendekati Averina.
“Putri mu? Kau mengingat nya?” tanya dewa Ivis.
“IVIS-
“Ada apa ayah? Kenapa ayah seakan menyembunyikan sesuatu dariku, dimana putri ku ayah? Dimana Mintiaz?” tanya Averina setengah berteriak.
Dewa Axel menunduk. Pertanyaan Averina berputar di kepalanya. Ia tak tahu bagaimana menjelaskan hal tersebut pada putri nya. Ketakutan melanda hati nya. Mengingat hal buruk yang ia lakukan pada cucu dan menantu nya. Dewa Axel bahkan menutup ingatan Averina. Namun entah kekuatan apa yang membuat Averina Kembali mengingat semua.
“Apa putri ku baik – baik saja? Dia masih kecil ayah, siapa yang mengurus, aku harus segera menemui nya,”ucap Averina hendak beranjak namun di tahan ayah nya.
“Putri ku, tenanglah ayah pasti akan membawa kamu menemui putri mu, kau harus pulih dulu yah,”bujuk Dewa Axel.
“Ayah benar adik ku,”ucap Dewa Q yang langsung keluar meninggalkan ayah nya dan dewa Ivis.
Kira – kira apa yang akan ayah lakukan? Aku penasaran,”batin Dewa Ivis.
….
__ADS_1
Di dunia iblis, Raja samuel Diamond ana,Diz Carol, Diz Caster , Rogene serta Raja Wiliam dan pangeran Laureun Nampak menatap Dark dan Dioz yang tengah di obati oleh tabib Kerajaan. Raut kecemasan tak dapat Raja Samuel sembunyikan. Melihat kedua adik nya ia bisa tahu jika orang – orang kepercayaan ayah nya satu persatu telah bebas. Hal itu menandakan kebangkitan ayah nya yang sebentar lagi. Tabib pun keluar setelah mengobati luka dalam Dark dan Dioz. Perlahan – lahan Dark membuka mata nya.
“Paman, apa yang sebenarnya terjadi, bagaimana kalian bisa Kembali dalam keadaan terluka parah seperti ini?” tanya Diamond ana.
“Ana, biarkan paman tenang dulu,”Tegur wiliam.
“Kakak, dimana Juline? Apa dia baik – baik saja? Lalu bangsa Elf?” tanya Dark. Hal itu membuat semua nya bingung terkecuali Raja Samuel. Ia mengepalkan tangan nya.
“Lazarus dan Rudolph berhasil memusnahkan bangsa Elf, kakak tidak bisa apa – apa adik ku, kakak gagal melindungi mereka,”ucap Raja Samuel.
“Ayah, apa mereka sudah Kembali? Tapi kenapa ayah?” tanya Diz Carol.
“Mereka sudah bebas Carol, itu sudah di gariskan, sebelum kebangkitan Kakek kalian, orang – orang kepercayaan akan lebih dulu bangkit menyambut kebangkitan beliau sekaligus mengibarkan bendera kehancuran untuk Nirwana.”jelas Raja Samuel.
“Kakak, bagaimana dengan Juline? Jangan biarkan mere-
Belum selesai Dark berbicara, sebuah portal terbuka di hadapan mereka. Satu persatu pria dengan garis wajah sempurna dan jangan lupakan bola mata merah mereka yang menambah ketampanan mereka. Mereka semua menatap kea rah 10 pria itu. Diamond ana tak berkedip. Seumur – umur ia belum bertemu dengan pria setampan pria – pria di hadapan nya ini. Raja Samuel bangkit dan berdiri di hadapan mereka diikuti yang lain. Dark mengepalkan tangan nya.
“Suasana Kerajaan masih sama, Kenapa kalian diam saja haa, apa tak pernah melihat pria tampan?” tegur Naberius.
“Selamat datang Kembali,”ucap raja Samuel sambil melangkah mendekat ke arah Lucafer dan memeluk nya. Hal itu sukses membuat Diamond ana, Diz Carol, Diz Caster, Dark, Wiliam, Rogene dan Laureun bingung.
Lucafer menyambut hangat raja Samuel dalam pelukan nya. Lucafer merupakan ayah pengganti bagi Samuel. Dulu nya, mereka lah yang paling dekat di antara semua orang – orang kepercayaan ayah nya.
“Apa begitu berat menjadi seorang raja?” tanya Lucafer kemudian melepas pelukan ayah nya.
“Siapa mereka aku belum pernah bertemu mereka?” tanya Dimitri yang berjalan mendekat menatap Rogene dan Laureun. Ia menyentuh wajah mereka berdua. Ia bisa melihat bayangan seseorang di sana. Ia tersenyum lalu menoleh menatap Azazil dan mammon.
“Mereka anak dan cucuku paman,”jawab Raja Samuel.
“Benarkah? Aku merasa menjadi iblis paling tua disini, lalu pria ini?” tanya Asmodeus sambil menunjuk kearah Raja wiliam.
“Dia anak pertama ku, dia seorang raja di Kerajaan Demon,”jelas Raja Samuel diikuti anggukan yang lain. Raja Samuel pun membawa mereka semua ke ruang keluarga Kerajaan. Mereka semua duduk dan saling tukar pandang. Lucafer Nampak memejamkan mata nya sambil menghela napas begitu pun yang lain nya. Terkurung selama ribuan tahun membuat mereka merindukan suasana Kerajaan dan udara di dunia iblis.
__ADS_1
“Aku akan memulihkan kekuatan Dark dan Dioz,”ucap Leviathan yang langsung beranjak menuju kamar tempat Dark dan Dioz berada. Saat memasuki kamar, Dark Nampak menatap langit – langit kamar nya. Ia merindukan adik nya, Juline. Ia cemas jika Juline bertemu dengan Dark Demon kepercayaan ayah mereka.
“Kau tak perlu cemas Dark, Kami takkan menyakiti adik mu, biar bagaimana pun kami bertanggung jawab atas hidup adik mu, darah kami mengalir di tubuh adik mu,”jelas Leviathan.
“Juline, Sudah menghadapi banyak hal mengerikan paman, belum lagi keluarga yang merawat nya satu persatu meninggalkan dia, dan kini kenyataan yang paling mengerikan ia harus menyaksikan dan ikut andil dalam perang antara keluarga ayah dan ibu nya,”ucap Dark dengan mata berkaca – kaca. Azazil, Naberius dan Dark Angel yang sedari tadi berada di belakang Leviathan mendengar penuturan Dark. Hati mereka ikut terenyuh.
Namun itu belum seberapa. Penderitaan Juline bahkan sudah dimulai saat ia masih bayi. Mereka yang menyaksikan hal itu sangat geram mengingat para dewa yang menurut mereka tidak pantas di sebut dewa.
“Aku ingin menemui gadis itu,”ucap Dark Angel.
“Dimana dia Dark? Dimana putri kami?” tanya Azazil.
“Namanya Juline paman, manusia itu memberinya nama Juline. ia sekarang berada di Kerajaan Demon,”jelas Dark.
Sementara itu Juline Nampak sibuk di dapur menyiapkan kakak – kakaknya makan. Ratu malarang Juline melakukan nya namun Juline yang sudah lama tidak memasak pun tetap di dapur dengan pelayan yang bertebaran disekeliling nya menatap nya. Begitupun Melanie dan Genny dan Putri Esther yang menatap Juline bingung.
“Aku pikir kau hanya bisa berkelahi Juline,”celetuk Genny.
Pletak
“Akhh, Melanie kenapa kau memukul ku?”
“Yang tahu hanya berkelahi itu kamu,”ucap Melanie.
“Ishh, itu karena aku tak punya waktu di dapur, aku harus berlatih dan belajar,”terang Genny yang Kembali mengingat kehidupan nya dulu.
“Tapi sepertinya Juline lebih ceria dari sebelum nya, aku harap Juline tak sedih lagi,”lirih Putri Esther. Ia sangat menyayangi Juline seperti adiknya sendiri. Ia bisa merasakan aura kesedihan Juline.
“Hmm, anda benar putri, sahabat ku itu Nampak lebih menerima semua,”ucap melanie dengan mata berkaca – kaca.
Juline membuat makanan yang sering ia buatkan untuk Dante dan Lukas. Kerinduan akan mereka Kembali terbias. Wajah kedua sahabatnya itu Kembali terbayang.
“Aku akan menyelesaikan semua ini, setelah itu akan bertemu ayah dan ibuku, apapun kenyataan yang akan ku hadapi, aku ingin kuat, aku tak boleh melupakan tujuan ku berada disini, benar yang dewa itu katakan, terlepas aku yang sebenarnya, hmm tapi kenapa ini semakin menyakitkan, ku mohon siapapun yang bisa mendengar ini,”batin Juline.
__ADS_1