Sang Penjelajah Dimensi

Sang Penjelajah Dimensi
Chapter 27: Damien dan Roman Mengajar Di Academy


__ADS_3

Pagi – pagi sekali Roman dan Damien sudah bangun bersiap karena hari ini Roman akan kembali mengajar di Academy dan Damien akan mulai mengajar. Mereka berdua sudah siap dan turun ke ruang makan.


Ascar menunggu anak – anak nya untuk sarapan bersama. Roman dan Damien turun bersama ke ruang makan sementara Juline masih menikmati mimpinya.


“Ayah, kami berdua akan tinggal di academy selama 4 hari setelah itu kembali ke rumah,”ucap Roman.


“Iya nak. Hati – hati kalian di sana yah. Jaga adikmu, dia belum pernah sekalipun mengajar murid. Arahkan dia yah,”ucap Ascar.


“Baik Ayah,” ucap Roman sambil memakan makanan nya.


“Kenapa aku jadi gugup yah?”ucap Damien


Roman hanya menatap Damien aneh. Setelah selesai sarapan mereka langsung berangkat menggunakan kereta kuda.


Beberapa hari yang lalu Juline meminta Bi Joan memesan 2 kereta kuda lagi. Mereka berdua sengaja tidak membangunkan adik nya. perjalanan dari kawasan elit menuju Academy memakan waktu 3 jam.


Sepanjang perjalanan Roman berusaha menenangkan Damien. Damien yang hari ini akan mengajar merasa gugup dan ingin muntah. Melihat itu Roman hanya tersenyum.


Setelah menempuh waktu 3 jam sampailah mereka di sebuah halaman yang begitu luas. Taman bunga berada di kanan kiri halaman.


Enam kastil yang dikelilingi tembok yang menjulang tinggi berdiri di hadapan mereka. Kastil bagian kiri adalah ruang kelas khusus rakyat biasa dan kastil sebelah kanan adalah kastil khusus bangsawan.


Roman berjalan menuju kastil kiri sedangkan Damien menuju kastil yang berada di tengah. Kastil tengah adalah kastil atau kantor bagi para master dan para tetua serta pemimpin academy.


Sementara 3 kastil lain nya berada di belakang kastil tengah. Ketiga kastil itu adalah asrama bagi murid – murid academy. Kastil bagian kanan adalah asrama rakyat biasa yang terdiri dari dua petak, kanan untuk perempuan dan kiri untuk laki – laki begitupun di kastil sebelah di sebelah kiri yang di tempati para bangsawan.


Satu bangunan lain nya berada di belakang asrama murid – murid. Kastil itu di tempati para panatua, ketua, master senior dan master junior. Kastil itu lebih besar di banding kastil – kastil lain nya. Kastil itu di sebut Menara 100.


Damien melambai ke arah Roman. Saat berjalan menuju kastil tengah, Damien berpapasan dengan gadis – gadis bangsawan. Gadis – gadis itu begitu terpesona melihat Damien. Bisa dibilang Damien popular di kalangan gadis – gadis bangsawan.


Saat sedang berjalan menuju kastil tengah, tiga orang gadis menghampiri Damien. Salah satu gadis itu menarik tangan Damien dan saat itu Damien menghempas tangan yang menarik nya itu. Damien berbalik dan menatap tiga gadis itu.


"Kenapa kau begitu kasar kak Damien?" tanya Flowerina, adik Damien dari pernikahan kedua ibu nya.


"Kau seharus nya tidak menarik ku tiba - tiba,"ucap Damien.


"Bagaimana kau bisa sekasar itu pada saudara mu Damien?" tanya Isabel Rosemburg yang mencoba membela Flowerina yang terlihat sedih dan kecewa atas perlakuan Damien.


“Damien, kau dari mana saja? kenapa selama beberapa waktu ini kau tidak pernah berlatih?" tanya Isabel Rosemburg lagi, yang tidak lain sepupu Damien.


“Damien aku merindukan mu. Beberapa hari yang lalu aku ke kediaman keluarga Rosemburg tapi kata nya kamu sedang berlatih,”ucap Riley Hernandez. Ia adalah gadis yang akan di jodohkan dengan Damien.


Tapi Damien tak menyukai Riley. Damien menoleh dan menatap mereka dengan datar. Seperti nya raut wajah Juline berpindah pada Damien.


“Maaf Isabel tapi aku sudah mengikuti ujian dan aku sudah menjadi master sekarang,”ucap Damien.


“Bagaimana bisa? Sejak kapan kau ikut ujian? Aku tidak percaya,”ucap Isabel dengan nada mengejek.


“Apakah itu benar? Apa kau membayar academy?” tanya Riley dengan wajah sok polosnya.


“Aku tidak peduli kalian mau percaya atau tidak. Dan kau Riley, apa kau tak punya harga diri sebagai perempuan, lancang sekali kau merindukan ku,” ucap Damien.


"Benarkah? selamat kak Damien, ibu pasti senang mendengar nya,"ucap Flowerina.

__ADS_1


Damien tak memperdulikan ucapan flowerina dan langsung meninggalkan mereka bertiga.Riley dan Isabel tampak geram. Riley yang merasa di permalukan berencana melaporkan kepada keluarga nya tentang perlakuan Damien hari ini.


Sementara flowerina hanya diam mematung menatap kepergian Damien yang tidak peduli pada nya sama sekali. Isabel menarik Flowerina dan kembali ke kelas bersama Riley.


“Bagaimana anak bodoh itu bisa mengalahkan ku. Awas kau Damian,”gumam Isabel dalam hati.


****


Damien masuk ke kantor master bangsawan yang tidak lain sepupu nya sendiri, Jayland Rosemburg. Ia menatap Damien dengan sinis.


“Ada apa kemari?


“Tolong buatkan aku surat rekomendasi. Aku ingin mengajar di kastil rakyat biasa,"ucap Damien.


“Apa yang kau katakan? Sejak kapan kau menjadi master?" tanya jayland dengan sinis.


Damien menunjukkan Token master yang ia terima dari para penguji. Petugas academy mengirimkan token tersebut ke rumah ayah Damien. Mata Jayland melotot saat melihat token itu. Jayland masih tak percaya dengan apa yang dia lihat.


“Kenapa kau mau mengajar rakyat biasa? Apa kau merasa kurang mampu mengajar di kastil bangsawan?" tanya Jayland dengan nada meremehkan.


“Anda mau buatkan atau tidak. Jika anda tidak mampu, saya akan meminta para ketua membuat nya,”ucap Damien.


“Berani sekali kau. Dimana sopan santun mu? Aku ini masih keluarga mu. Wajar saja jika sifat mu seperti itu, kau lahir dari ayah yang tidak jelas,”ucap Jayland sambil menyerahkan surat rekomendasi itu.


“Terima kasih master,”ucap Damien yang langsung pergi.


Damien keluar dari ruangan itu dengan mengepalkan tangan nya.Ia berusaha menahan amarah nya saat ayah nya di hina oleh sepupu nya.


Saat ia berjalan menuju kastil rakyat biasa, ia berpapasan dengan ketiga saudara nya. Damien menghela napas. Ia bingung mengapa ia terus menerus bertemu dengan keluarga Rosemburg.


“Damien, pulanglah kau harus berlatih sebelum mengiku-


Sebelum Dryas menyelesaikan kata – kata nya Damien memperlihatkan token masternya. Alec , dryas dan Aniel mematung menatap token yang di pegang Damien. Mereka tidak percaya jika Damien sudah menjadi master.


“Sejak kapan kau menjadi master? Bukankah ujian mu akan dilaksanakan beberapa minggu lagi?" tanya Aniel yang begitu penasaran.


“Aku mengikuti ujian bersama murid para senior,”jelas Damien.


“Apakah bisa? Kenapa kau tak mengajak ku?” tanya Dryas.


Karena masih penasaran mereka bertiga menyeret Damien ke ruangan Alec.


“Kalian mau apa lagi kak?" aku harus pergi mengajar.


“Kakak masih tidak paham bagaimana kau bisa ikut ujian itu dan lagi ujian itu di laksanakan di hutan terlarang level medium. Binatang apa yang kalian hadapi?" tanya Alec.


“Naga iblis dan 3 naga api,”jawab Damien.


“APA?!" teriak mereka serempak.


“Lalu apa kau membunuh nya? tapi mereka sangat kuat, aku sama Aniel hampir mati karena binatang itu, Semua murid genius bersatu melawan nya. lalu bagaimana binatang tingkat langit seperti naga api ada di sana?” tanya Alec bingung.


“Damien, apa kau membunuh binatang itu?" tanya Dryas.

__ADS_1


“Aku tidak sekuat itu kak,”ucap Damien santai.


“Lalu bagaimana kau bisa lolos? tolong jelaskan pada kakak Damien,” pinta Alec.


"Apa para ketua yang memusnahkan naga - naga api itu?" tanya Aniel.


"Siapa saja yang lulus tahun ini?" Dryas ikut bertanya.


Damien memasang wajah datar sembari memandangi ketiga saudara nya.


"Baiklah, jelaskan pada kami pelan - pelan,"ucap Alec.


“Baiklah kak. Aku, Roman dan Juline-


“Apa? Juline? Kenapa Juline? Apa kau membawa Juline ke hutan berbahaya itu?" tanya Aniel.


“Aduh kak biar aku jelaskan dulu. Aku, Roman dan Juline kehutan atas permintaan Juline. Dia ingin berlatih pedan-


“Apa? Juline berlatih pedang? Apa dia sekarang sehebat itu? Oh dewa adik ku sangat hebat,”ucap Aniel dengan mata yang berkaca – kaca.


“Kak jangan memotong penjelasan ku. Ia kak Juline seperti seorang master sekarang, ia sangat kua-


“Apa? Bukankah dia sangat mengagumkan, syukurlah ia tumbuh menjadi gadis hebat,”ucap Alec yang berusaha menyembunyikan mata nya yang mulai berkaca – kaca.


“Iya, dan Juline juga yang membunuh binatang iblis itu. Apa kakak percaya? Dia memotong – motong naga - naga itu menjadi banyak bagian. Bahkan para penguji ada disana tak sanggup berkata – kata. Dia menyelamatkan ku dan semua orang di sana. Aku hanya bisa menyembuhkan beberapa murid tapi energy habis tapi Juline bertarung mati – matian hingga ia terluka,”jelas Damien dengan mata yang berkaca- kaca.


“Apa Juline baik – baik saja?” tanya Alec.


“Iya, Juline baik – baik saja, bahkan luka separah itu tak membuat Juline lemah,”jawab Damien.


Ketiga kakak nya tak mampu mengatakan apapun. Mereka tidak menyangka adik perempuan mereka satu – satu nya yang dulu mereka tinggalkan kini tumbuh menjadi gadis yang kuat.


Air mata Alec tiba – tiba mengalir. Ia merasa bersalah karena menyakiti orang yang paling ia sayang. Aniel dan Dryas hanya terdiam menahan tangis yang hampir pecah.


Damien menatap ketiga kakak nya. Ia tahu ketiga kakak nya begitu mengkhawatirkan saudari mereka. Ia juga paham bahwa mereka hanya berusaha melindungi Juline dari keluarga ibunya.


“Juline pasti membenci kita kan. Wajar saja, aku telah menyakiti hatinya,”ucap Alec


“Bagaimana kabar ayah? Aku begitu merindukan ayah,”ucap Aniel.


“Kak. Juline tetap menyayangi kalian. Dia bilang akan membawa kakak semua kembali ke rumah. Dia akan melakukan apapun untuk kalian. Ayah baik – baik saja, dia juga merindukan kalian,"ucap Damien.


“Damien, Tolong jaga Ayah dan adik kita di sana. Biar aku, Aniel dan Dryas menjaga ibu,”ucap Alec.


Mereka bertiga tertunduk, air mata tak dapat


mereka tahan lagi. Damien mengusap air mata nya kakak – kakak nya. Ia tahu mereka begitu tersiksa menahan rindu pada ayah dan adik mereka.


Setelah menenangkan kakak nya, ia pun pamit mengajar. Ia juga memberi tahu pada saudara nya jika ia akan mengajar di kastil rakyat biasa. Ketiga nya hanya mengangguk.


Maafkan kakak Juline, maafkan Alec ayah, Alec bahkan belum bisa melindungi kalian berdua, batin Alec.


Terima kasih yang selalu setia membaca tulisan ini. Terima kasih sebanyak - banyak nya author haturkan untuk para readers yang luar biasa.

__ADS_1


Happy Reading ♡♡♡♡


__ADS_2