
Juline mengeluarkan kabut hitam dari tangan nya dan mengangkat jenderal Min, Zin dan Han ke udara. Ketiga jenderal itu nampak berusaha melepaskan diri dari kabut hitam Juline yang melilit tubuh mereka bertiga.
Jenderal Fashiho yang itu berusaha melepaskan adiknya dengan menyerang Juline tapi serangan itu di tepis Carol dan Caster.
Para jenderal lain nya menyerang Diamond ana dan Rain sementara Raja Samuel bergerak menuju istana. Jenderal fashiho menyerang Carol dan Caster dengan serangan yang cukup membuat mereka berdua terpental.
Jenderal Fashiho melesat menyerang Juline, Juline dengan sigap mengangkat tangan nya, mengikat leher Jenderal Fashiho dengan kabut milik nya.
Melihat itu, Jenderal Min dan Zin nampak lebih panik dari sebelum nya, sementara Jenderal Fashiho dengan susah payah melepaskan diri nya tapi kekuatan nya tidak sebanding dengan Juline.
Juline menatap datar ke arah Jenderal Zin dan Min, mata mereka nampak memohon, memohon agar kakak mereka dilepaskan.
“Aku mohon lepaskan kakak , dia tidak bersalah, kami mengakui kesalahan kami,”teriak Zin.
“Apa yang kau katakan Zin?” tanya Jenderal Han yang masih berusaha melepaskan dirinya.
“LEPASKAN ADIK – ADIK KU WANITA IBLIS,”teriak Jenderal Fashiho.
Juline tertawa terbahak – bahak, membuat keempat jenderal itu menatap tajam ke arah Juline, mereka tidak menyangka seorang gadis yang nampak biasa saja, mampu membuat mereka semua tak berdaya. Tawa Juline terhenti dan bersamaan dengan itu ia mengedipkan mata nya dan nampaklah sepasang mata yang paling di takuti.
“Kau seharusnya mengingatkan kepada adik – adik mu bahwa mereka adalah manusia, dengan begitu mereka tidak seenak nya mengambil nyawa seseorang,”ucap Juline.
“Apa yang telah dilakukan adik – adiku sampai kau harus menyerang kerajaan ini, dan tidak mungkin adik ku melakukan hal mengerikan seperti yang kau maksud,”ucap Jenderal Fashiho.
“APA?! BAIK KATA MU? MEREKA MEMBUNUH DAN MENODAI ADIK SERTA PARA PELAYAN KU TANPA BELAS KASIH, KAU BILANG APA BAIK? B*JING*N!.”teriak Juline.
Teriakan Juline membuat telinga siapapun mengeluarkan darah, amarah yang membuat nya tak bisa menahan diri lagi, ia mengangkat Jenderal Fashiho, dan mengeluarkan pedang lalu memenggal kepala jenderal Fashiho di depan kedua adik nya.
Jenderal Zin dan Min tak bisa mengatakan apa – apa lagi, air mata mereka mengalir, melihat kakak mereka mati di hadapan mereka, karena dosa mereka kakak mereka harus menanggung semua nya.
“Apa yang kau lakukan pada saudara ku,”ucap Jenderal Zin yang tiba – tiba bisa melepaskan diri dari kabut Juline.
Tubuh jenderal Zin di selimuti api yang membara, amarah yang telah mengusai nya membangkitkan kekuatan nya, melihat saudara nya harus meregang nyawa di hadapan nya, ia melesat dan menyerang Juline, Zin sudah berada di hadapan Juline, tiba – tiba api di tubuh nya padam.
Darah mengalir dari dada Zin, sebuah belati berhasil mendarat di jantung jenderal Zin, tubuh nya runtuh di pundak Juline, dengan darah yang masih mengalir, kesadaran yang mulai hilang, Zin samar – samar mendengar seseorang membisiki nya.
“Ada nyawa yang harus kau bayar dengan nyawamu tapi nyawa mu saja belum cukup”bisik Juline.
Setelah itu Juline melempar tubuh jenderal Zin yang sudah tidak bernyawa. Jenderal Min dan Han semakin berkutik. Kabut Juline tiba – tiba hilang, jenderal Min dan Han akhirnya melepas diri mereka.
Tenyata Jenderal Zin berhasil melukai Juline tepat di perut bagian kirinya, darah mulai mengalir, Juline kehilangan keseimbangan.
__ADS_1
Melihat itu, Jenderal Min dan Han langsung menyerang Juline tapi Carol dan Caster melesat dan menepis serangan yang hampir mengenai Juline. Juline bangkit dan menatap tajam Han dan Min yang merasa bisa mengalahkan Juline saat itu.
“Apa kau baik – baik saja?” tanya Caster yang melihat darah yang masih menetes.
“Kalian pikir bisa mengobati nya, itu adalah serangan mematikan, kau telah membunuh kedua saudaraku, kau harus membayar nya dengan nyawa mu, wanita iblis,”teriak Jenderal Min.
“Aku baik – baik saja,”jawab Juline.
“Kau tidak perlu repot – repot membalas dendam untuk mahluk rendahan seperti para pel-
Belum sempat jenderal Han menyelesaikan ucapan nya, Juline sudah lebih dulu melesat melewati Jenderal Han dan Min, seketika kepala mereka terlepas dari tubuh mereka.
Juline melibas kepala mereka dengan satu kali lesatan. Melihat itu, Carol dan Caster mematung, hawa yang begitu mengerikan tiba – tiba terasa saat Juline melesat dan mengeluarkan double swords nya.
“Mulut mahluk rendahan memang mengerikan,”ucap Juline sembari berjalan dan mengeluarkan angin kencang dan menyapu rata semua yang ada di hadapan nya.
Sementara itu Diamond ana dan Rain sedang menyusul raja Samuel yang sudah sampai di depan Istana. Para prajurit bahkan para rakyat kerajaan Stantaz mulai tumbang, dan tak ada satu pun yang tersisa dari mereka.
Mayat bertebaran dimana – mana. Carol, Caster dan Juline berjalan melewati lautan mayat. Berjalan ke tempat selanjut nya, yakni istana, tempat yang paling ingin Juline kunjungi.
Darah masih menetes dari perut Juline tapi tak dihiraukan Juline.
“Tuan putri sedang menuju kemari yang mulia,”jawab Rain.
“Lebih baik kita tunggu saja, aku sedari tadi memperhatikan pelindung itu, kalian harus hati – hati, pelindung itu bisa berdampak buruk pada iblis,”ucap raja Samuel.
Juline masih berjalan, Carol dan Caster nampak saling pandang, mereka tidak tahu harus berbicara apa.
“Ju- eh bi-
“Panggil saja Juline,”
“Ahh, tuan putri bukankah tuan putri punya sihir itu?” tanya Carol.
Caster menepuk jidatnya melihat kebodohan tak terselamatkan adiknya.
“Carol, bukan nya kau diminta memanggil Bibi itu Juline, dan Itu apa yang kau maksud?” tanya Caster.
“Ahh, Juline.”
“Aku tidak ingin memakai nya, kematian yang begitu cepat terlalu indah untuk mereka, rasa sakit itu penting mereka rasakan, bukankah itu bagian paling epic dari sebuah pertarungan? Melihat wajah lawan mu menahan rasa sakit yang mengerikan,”jawab Juline.
__ADS_1
Mereka bertiga sampai di depan istana, raja Samuel menghampiri dan memeriksa tubuh adik nya. melihat darah yang masih menetes, raja Samuel nampak cemas, ia tahu luka itu akan sangat sulit di sembuhkan.
“Adikku, apa kau baik – baik saja? apa sebaiknya kita mundur saja, luka itu akan menyiksa mu jika tidak segera di sembuhkan, kita butuh seorang tabib istana yang dapat menetralkan sihir yang ada di luka mu,”ucap raja Samuel.
“Aku baik – baik saja, biarkan aku menyelesaikan nya,”ucap Juline.
“Tapi tuan putri, ada penghalang yang mustahil dapat kita lewati bahkan seorang iblis kuatpun tidak akan sanggup melewati penghalang itu,”ucap Rain.
“Itu benar lebih baik kita kembali sekarang,”tambah Diamond ana.
Juline nampak terdiam, raja Samuel semakin cemas melihat keadaan adik nya. Ia tahu jika adiknya tidak akan mudah menyerah. Ia tahu jika adiknya akan mencari cara agar bisa melewati penghalang itu.
Penghalang itu di sebut penghalang antidemon. Kerajaan Stanzaz dikenal sebagai kerajaan yang memilki sihir penghalang yang kuat terutama bagi bangsa iblis.
Jika seorang iblis berusaha memasuki penghalang itu, iblis itu akan langsung musnah, dan jika iblis itu kuat maka dia akan menderita luka sihir yang mengerikan yang memungkinkan nyawa pun terancam.
Raja Samuel sangat takut jika Juline nekat melewati penghalang itu. Ia tahu betul Juline mempunyai sifat keras kepala terutama jika berkaitan dengan musuh, ia akan melakukan segalanya untuk memusnahkan musuh – musuh itu tanpa memikirkan dirinya.
****
Di nirwana, wajah Dewa Q nampak menahan amarah nya, ia berjalan menemui dewa kegelapan dan Cahaya. Dewa Q masuk di sebuah ruangan di tempat dewa kegelapan dan cahaya berada.
“Dark, Light, Gadis itu dalam bahaya,”ucap Dewa Q
“Ada apa ketua?”
“Dewa Iviz menuliskan kematian Juline malam ini,”ucap Dewa Q.
“EH?! Teriak dewa Cahaya dan kegelapan bersamaan.
“Tapi kenapa dewa? Bukan kah Juline adalah segel yang akan membangkitkan penguasa kegelapan atau jangan – jangan?”
“Hmm, kau benar.”
Dewa Q nampak berpikir keras, ia harus bisa menyelamatkan Juline dari takdir mengerikan yang telah di rencanakan oleh para dewa. Sekalipun harus mengorbankan dirinya, ia akan menyelamatkan Juline.
Sementara itu di frost, Ing Noel tidak sengaja mendengar pembicaraan ayah nya dan para master sihir, jika Juline saat ini sedang berusaha menyerang kerajaan Stanzaz dan para master berencana melindungi kerajaan Stanzaz sekalipun harus menyingkirkan Juline.
Juline, aku harap kau baik – baik saja, aku baru paham sekarang sikap dingin mu, dunia mu yang begitu mengerikan, aku ingin berdoa untukmu tapi pada siapa harus ku adukan penderitaan mu sementara para dewa saja tidak memperdulikan mu, maafkan aku Juline, bila saja aku mampu, aku ingin memberikan dunia yang indah untuk mu, batin Ing Noel.
🤗🤗🤗🤗
__ADS_1