
Di kediaman keluarga Rosemburg. Siang itu Alec dan Aniel memutuskan kembali ke academy begitupun Flowerina dan Isabel. Mereka berempat pun pamit pada kakek dan orang tua mereka. Marie dan Avzil nampak terdiam dan hanya tersenyum tipis menatap kembali nya mereka ke academy.
Jauh di lubuh hati Marie, ia merasa sedih dan terpukul, memikirkan kedua putra nya dan putrinya yang tak pernah sekalipun mendapat kasih sayang nya dari nya begitupun Avzil begitu cemas memikirkan keberadaan Melanie namun meskipun begitu mereka berdua tetap mencoba terlihat seolah baik – baik saja.
Di lain tempat Mikey, Rian, Joan dan Noan nampak duduk termenung di kamar mereka sembari menatap hujan yang jatuh membasahi Academy. Bayang – bayang Dean dan Sean membuat mata berkaca – kaca, dan kenyataan bahwa Axel dan Gio yang seorang black vampire membuat mereka tak mampu lagi mengeluarkan satu kata pun.
Terdiam lalu saling menatap kemudian menghela napas, itulah yang mereka lakukan. Kehilangan yang begitu yang mengerikan membuat mereka begitu terpukul. Di tambah Juline yang kini entah di mana, Genny dan Melanie yang kini hidup atau mati, menambah pukulan berat bagi mereka.
***
Di kerajaan Gold, nampak raja Cloudy sedang mengadakan pertemuan dengan para perdana menteri kerajaan yang mendesak nya untuk bekerja sama dengan kerajaan Moon dan kerajaan Stanzaz melawan Kerajaan Demon.
Mereka semua takut jika Kerajaan Gold berpihak pada kerajaan Demon, itu akan membahayakan kerajaan Gold sendiri.
“Yang mulia, sebaiknya yang mulia memikirkan kembali keputusan yang mulia, pikirkan kerajaan ini yang mulia,”ucap salah seorang perdana menteri.
“Apa kalian sedang meragukan ku, meragukan kekuatan ku sebagai seorang raja, dengar, kerajaan Demon adalah kerajaan yang selalu ada untuk kerajaan ini, dan saya tidak akan membiarkan siapapun membahayakan kerajaan ini.”
“Maafkan kami yang mulia,”ucap para perdana menteri bersamaan.
Raja Cloud nampak mengepalkan tangan nya mendengar ucapan para perdana menteri. Mianco Cloud yang saat itu baru saja tiba di kerajaan Gold langsung menghampiri ayah nya yang sedang duduk di singgasana nya sembari menatap tajam para perdana menteri.
Mianco meminta para perdana menteri untuk meninggalkan istana. Satu persatu mereka keluar dari istana.
“Ayah, kenapa ayah memihak kerajaan Demon?”
“Apa kau kesini hanya untuk menantang keputusan ku?”
“Ayah, bukan begitu, aku hanya bingung kenapa ayah justru berbalik memihak kerajaan Demon dan meragukan Frost dan juga nirwana. Ayah, para dewa bisa melakukan apa saja untuk menghukum ayah dan aku tidak ingin ayah di hukum oleh para dewa.”
“Putra ku, ayah tahu betul bagaimana kerajaan Demon, dan ayah juga tahu bagaimana sikap para dewa tapi ayah tidak peduli, kau tahu anak ku, kesalahan itu sering di benarkan oleh para dewa, mereka merasa menjadi mahluk yang mempunyai sisi kebenaran paling besar hanya karena mereka berada di tingkatan atas. Putraku, apa kau akan ikut menantang ayah juga?”
“Ayah, aku adalah putra ayah, Mianco Cloud, aku akan tetap berada di sisi ayah, karena ayah adalah ayahku, seseorang yang sangat berharga di banding apapun di dunia ini.”
Raja Cloud begitu bahagia dan bangga mendengar ucapan putranya.
****
Juline kini telah berada di depan istana kerajaan Iblis. Semua pengawal nampak bersujud di hadapan nya, bukan karena Raja Samuel berada di dekat nya, melainkan Juline yang mempunyai mata yang begitu mirip dengan penguasa kegelapan.
Saat Juline menginjakan kaki nya di dunia iblis, mata kiri nya berubah menjadi warna merah, mata itulah yang menyerupai mata penguasa kegelapan.
__ADS_1
Raja Samuel berjalan diikut Juline dan Rain.
(Mata Juline memiliki dua warna, Hitam dan Merah)
Juline nampak mengedarkan pandangan nya, aura nya yang membuat nya tenang, sepeti berada di tempat paling damai, ia belum pernah merasakan perasaan seperti itu sebelum nya.
Mereka bertiga masuk ke dalam istana, melihat itu para perdana menteri bersujud dan begitu terkejut saat menatap Juline yang juga menatap mereka.
Dark dan Dioz berjalan menghampiri Raja Samuel dan Juline dan langsun memeluk adik mereka.
“Selamat datang dirumah adik ku,”ucap Dioz sembari memeluk adik nya.
“Akhirnya kita bertemu,”ucap Dark sembari tersenyum menatap adik nya.
Perasaan apa ini, kenapa ini, apa ini yang namanya bahagia?
“Syukurlah, kakak akhirnya sadar,”ucap Dioz sembari melirik Raja Samuel yang membuang muka.
“Apa kau akan tinggal di sini?” tanya Dark.
“Tidak, aku hanya singgah, aku harus ke suatu tempat,”jawab Juline.
“Aku mau menghancurkan kerajaan yang sudah membunuh keluarga ku.”
Hal itu sontak membuat mereka berempat menelan saliva nya. Mereka tidak menyangka jika Juline akan mengatakan hal itu.
“Kami akan membantu mu,”ucap Dioz.
“Tidak perlu, aku tidak mau melibatkan kalian, dan lagi sepertinya kalian meremehkan ku.”
“Tidak begitu adik ku, kami hanya mencemaskan mu,”ucap Dark.
“Baiklah, kami tidak akan membantu, tapi biarkan kami ikut dan memperhatikan mu dari jauh,”ucap raja Samuel.
“Baiklah.”
“Tunggu,”ucap Raja Samuel sembari membuka penutup mata Juline dan nampaklah sebuah mata hitam yang cukup membuat Dark dan Dioz terkejut.
“Matamu persis mata ayah, Hitam dan merah, kau memang anak ayah,”ucap Dark dengan mata berkaca – kaca.
“Aku masih tidak percaya akan hal ini,”ucap Juline.
__ADS_1
“Wajar saja, jadi kapan kita berangkat?” tanya Dioz.
“Saat matahari terbenam.”
Saat mereka sedang berbicara, salah seorang jenderal datang dan memberi tahukan kepada raja Samuel bahwa para vampire kembali membantai bangsa werewolf dan berusaha memperluas daerah kekuasaan mereka.
Jenderal tersebut tertegun saat melihat Juline dan langsung bersujud. Hal itu membuat Juline bingung.
“Bangunlah, kenapa kalian selalu saja bersujud setiap kali melihat ku?”
“Itu karena mereka melihat ayah dalam dirimu,”jawab Dark.
“Baiklah, aku akan segera ke sana,”jawab Raja Samuel.
“Aku ikut,”ucap Juline.
“Tidak perlu adik ku, kau sebaiknya istirahat,”ucap Dioz.
“Benar tuan putri,”ucap Rain.
“Aku ingin ikut, sudah lama aku tidak menebas kepala mahluk kotor,”ucap Juline sembari membuka kaos tangan nya dan membakarnya hanya dengan menatap kaos tangan itu.
Mendengar hal itu, mereka akhirnya membiarkaan Juline ikut. Mereka berlima menghilang dan kini sampai di kerajaan utara tempat para werewolf tinggal. Nampak beberapa gedung di bakar, para Werewolf masih bertarung dengan para vampire. Melihat kedatangan raja Samuel, para werewolf nampak bersujud memohon untuk dilindungi, sebagian mereka sudah terkapar mati, sebagian lagi sudah di bakar dan di cabik – cabik para vampire.
Para vampire yang berjumlah sangat banyak mampu membuat werewolf bertekuk lutut, anak – anak, wanita – wanita diikat, melihat hal itu membuat mereka berempat geram.
Para vampire yang menyadari kedatangan raja Samuel pun berhenti menyerang para werewolf dan bergerak menghampiri Raja Samuel.
“Seperti nya kalian memang harus di musnahkan,”ucap Raja Samuel.
“Yang mulia, apa kau tak melihat jumlah kami, kalian hanya akan mati sia – sia di tangan kami,”ucap salah satu vampire sembari menyeringai.
“Kalian berempat bisa apa melawan kami yang begitu banyak ini,”tambah vampire lain nya.
Juline yang berdiri di belakang raja Samuel pun maju dan menatap para vampire yang berada di hadapan nya, melihat Juline dengan mata yang menyerupai mata penguasa kegelapan.
Hal itu membuat mereka sedikit mundur. Para werewolf yang melihat itu pun bersujud di hadapan Juline. Terdengar suara tangisan seorang anak yang baru saja di cabik oleh salah satu vampire yang membuat perut anak itu menganga.
"Mana keberanian kalian tadi, ayolah ini tidak akan menyenangkan kalau kalian takut seperti ini, "ucap Juline sembari melepas aura nya.
Next? 🤗
__ADS_1