
Malam dengan cepat menggantikan senja. Roman dan Damien berjalan bersama menuju menara 100. Tiba – tiba beberapa orang memanggil Damien.
“Damien, kau mau kemana?” teriak Dean yang langsung menghampiri Damien diikuti Sean dan Mikey.
“Guru, selamat malam,”sapa Mikey pada Roman.
“Selamat malam Mikey,”balas Roman sembari tersenyum.
“Kau mau kemana Damien? Baru beberapa minggu kita libur kau sudah lupa di mana kamar mu,”ucap Dean.
“Bagaimana kabar Juline?”tanya Sean.
Mendengar itu, Dean dan Mikey saling pandang.
“Juline baik – baik saja Sean, hanya saja ia masih butuh istirahat, Ahh maaf teman – teman aku lupa memberitahu kalian,”ucap Damien.
“Perihal apa?”tanya Dean penasaran.
“Kalau aku sudah resmi menjadi master, hahahah.”ucap Damien di selingi tawa nya.
Sean, Dean dan Mikey mematung mendengar ucapan Damien.
“Mustahil,”ucap Sean.
“Kau pasti bergurau kan?”tanya Dean.
“Aku pasti salah dengar, kau bilang apa tadi?” tanya Mikey.
“Aku mengatakan yang sesungguh nya teman – teman, kalian pasti terluka kan?”tanya Damien.
Mikey memegang dadanya, Sean tak berkedip sedangkan Dean menganga. Mereka masih tidak percaya kalau Damien kini telah menjadi master.
“Guru, apa benar yang di katakan Damien?” tanya sean sembari mendekatkan wajah nya pada Roman.
“Ehh- iya itu benar,”jawab Roman sembari menjauhkan wajah nya.
“Tapi guru, ujian di adakan beberapa minggu lagi, lalu bagaimana bisa Damien menjadi master, apa jangan – jangan-,”ucap Dean.
“Jangan berburuk sangka padaku, aku ikut ujian bersama senior yang terlambat mengikuti ujian tahun ini,”jelas Damien.
“Aku masih tidak paham, bagaimana kau tahu ujian itu diadakan,”ucap Mikey.
“Ahh itu, cerita nya panjang,”ucap Damien sembari menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
“Ceritakan saja, kami siap mendengar nya,”ucap Mikey.
Akhir nya Damien dan Roman menceritakan semua yang mereka alami sewaktu berada di hutan terlarang tingkat 5. Mendengar itu, Sean, Dean dan Mikey tak bisa berkata – kata. Mereka tidak menyangka jika Juline bisa sekuat dan seberani itu, dan lagi Juline yang begitu peduli pada orang lain hingga mengorbankan diri nya membuat mereka bertiga kagum dan bangga pada Juline.
“Seharusnya aku tidak ikut bersama kalian,”ucap Mikey sembari menatap Sean dan Dean bergantian.
__ADS_1
Sean dan Dean hanya diam mematung sembari mencerna setiap cerita yang baru saja Damien dan Roman sampaikan, ada penyesalan dalam diri mereka.
Sean dan Dean merasa menyesal karena harus lebih dulu kembali ke academy dan membiarkan Juline dan Damien berjuang sendiri di hutan terlarang tingkat 5.
“Apa Juline baik – baik saja? aku seharus nya tidak menanyakan hal ini kan, Juline sangat kuat dan berani, ia bahkan bukan seorang penyihir tapi kekuatan nya seperti melebih seorang penyihir,”ucap Dean.
“Aku merindukan gadis itu,”ucap Sean.
Damien, Roman, Dean dan Mikey menatap Sean aneh, terutama Dean yang baru kali ini mendengar adik nya merindukan seseorang. Mikey menyentuh dahi Sean.
“Jangan bermimpi mendapatkan adik ku,”ucap Damien.
“Bukankah kita teman? kenapa kau begitu kejam pada ku Damien,”ucap Sean.
“Sean, apa kau baik – baik saja? bagaimana dengan Genny?” tanya Mikey.
“Genny Martinez maksudmu? Kami bersama nya dihutan terlarang tingkat 5, seperti nya dia sudah mulai akrab dengan Juline,”jelas Roman.
“Benarkah master? Jadi gadis itu yang membuat mu patah hati?”tanya Dean.
“Lupakan lah gadis itu, aku tidak ingin mengingat nya lagi, aku hanya ingin mengingat Juline mulai sekarang.”jawab Sean.
Dean dan Mikey hanya menggelengkan kepala nya, mereka berdua tak menyangka jika Sean begitu cepat menyukai Juline, gadis yang baru saja ia temui.
“Apa yang kalian di sini?” tanya pria bermata hijau berjubah putih.
“Selamat malam ketua kelima,”ucap mereka serempak.
“Kalian seharus nya sudah berada di asrama, sebentar lagi waktu makan malam dan kalian Roman dan Damien cepatlah ke menara, penyambutan master junior akan segera dilaksanakan,”ucap Ing Daniel.
Ing Daniel menatap Mikey, Sean dan Dean yang masih mematung menatap dirinya. Mereka begitu terpesona dengan mata hijau Ing Daniel yang begitu indah.
“Sampai kapan kalian akan berdiri di sini, dan kalian bertiga jika ingin menjadi master seperti Damien, berlatih keras lah selain sihir, fisik kalian juga harus kuat. Jangan harap kalian bisa lulus ujian dengan fisik lemah kalian,’jelas Ing Daniel yang langsung pergi meninggalkan mereka berlima.
“Damien, selamat yah kami senang atas kelulusan mu, doakan kami agar segera menyusul mu,”ucap Dean.
“Terima kasih teman – teman, aku berharap kalian cepat menyusulku,”jawab Damien.
“Ahh satu lagi, Juline sudah di terima di academy kita, kalian sebaik nya berdoa semoga Juline mau masuk ke sini,”ucap Roman.
“Benarkah master? Aku harap Juline mau masuk ke academy,”ucap Sean.
Roman dan Damien pun pamit dan berjalan menuju menara 100 sedangkan Sean, Dean dan Mikey berjalan kembali ke asrama mereka. Sepanjang jalan mereka bertiga terus membicarakan Juline. Berharap Juline akan menerima undangan masuk ke academy.
Aku harap dapat bertemu dengan mu secepat nya, aku merindukan mu Juline, bukan kah aku aneh? Aku belum lama ini bertemu dengan mu tapi dengan tidak tahu diri nya aku merindukan mu, aku harap kau tidak menyadari betapa gila nya aku padamu, batin seseorang.
****
Di sebuah ruangan yang di penuhi lemari buku, nampak seorang pria sedang membolak – balik halaman buku dengan kasar nya. Ia meletakkan buku itu di atas meja dan mulai menatap bulan dari balik kaca jendela.
__ADS_1
Sesekali ia terdengar menghela napas nya. saat sedang melamun sembari menatap bulan, tiba – tiba dua orang pria berambut hitam panjang menghampiri nya.
“Noel,”panggil salah satu pria itu.
“Kalian selalu saja mengganggu ku,”ucap Ing Noel seraya menatap kedua pria itu secara bergantian.
“Tidak biasa nya kau melamun Noel,”ucap Diz Vatha.
“Aku dengar kau bertaruh dengan seorang gadis?” tanya Ing Shen sembari duduk menghadap Ing Noel.
“Seperti nya kalian tidak punya kerjaan selain membicarakan ku,”ucap Ing Noel.
“Kau harus nya bisa menjaga sikap mu sebagai ketua di academy ini,”jelas Diz Vatha.
Ing Noel masih menatap bulan tanpa memperdulikan kedua pria di hadapan nya. Ing Shen menatap Ing Noel penuh selidik.
“Apa kau mengagumi gadis itu?”tanya Ing Shen.
“Cih, apa yang sedang kau ucapkan? Aku mengagumi gadis aneh seperti itu, tidak mungkin,”jawab Ing Noel.
“Wajah mu memerah Noel,”ledek Ing Shen.
“Apa kau gila? Bagaimana kau menyukai seorang gadis yang katanya tak memiliki aliran sihir, kau hanya akan mempermalukan academy dan keluarga kita,”ucap Diz Vatha.
“Paman, seperti nya paman terlalu perhatian padaku, bukan kah itu terlalu berlebihan?” tanya Ing Noel sembari menatap Diz Vatha.
“Apa yang dikatakan Noel benar paman, bukan kah bagus kalau Noel mulai menyukai seseorang, paman sampai hati melihat Noel hidup tanpa pasangan,”tambah Ing Shen.
“Jodoh untuk kalian sudah di tetapkan, jangan berpikir untuk menjalin hubungan di luar keluarga bangsawan, jangan lupa kalian adalah penerus keluarga Moon,”jelas Diz Vatha.
Diz Vatha adalah paman Ing Noel dan Ing Shen. Mereka adalah keluarga Moon atau keluarga kerajaan. Ayah Ing Noel dan Ing Shen adalah Shion Ing frost yang tidak lain pemimpin Frost sementara ibu nya Cryzel Moon adalah adik dari raja Grecian Moon. Ing Noel menjadi penyihir jenius di usia muda dan di berhasil di nobatkan menjadi ketua pertama di Wizard academy.
Ing Noel dan Ing Shen sama – sama menghela napas. Mereka berdua memalingkan wajah mereka dari Diz Vatha dan memandangi bulan bersama.
“Noel, bukan kah bulan malam ini sangat indah,”ucap Ing Shen.
“Kau benar Shen, tapi dimana sopan santun mu Shen, aku ini ketua sekaligus kakak mu, sejak kapan kau berani menyebut namaku?” tanya Noel tanpa melihat Shen.
“Maafkan aku kak, tapi aku benar – benar penasaran pada gadis yang berhasil meluluhkan hatimu,”ucap Ing Shen.
“Diamlah.”
“Baik kak.”
Diz Vatha yang merasa tidak di pedulikan oleh dua keponakan nya hanya mendengus kesal.
“Sudahlah, ini waktu nya penyambutan master junior dimulai, ayo kita ke aula panatua dan para ing sudah menunggu,”ucap Diz Vatha yang langsung pergi meninggalkan Ing Noel dan Ing Shen yang masih duduk memandangi bulan.
Happy Reading ♡♡♡
__ADS_1