
Diamond Ana, Diz Caster dan Diz Carol membawa Juline beserta keluarga, teman dan pelayan nya di sebuah rumah yang berada di sebuah kawasan pegunungan. Juline mengedarkan pandangan nya sembari menikmati udara yang sangat segar dikawasan itu.
“Di sini tempat yang aman untuk kamu dan keluarga mu tinggali,”ucap Diamond Ana sembari memasang perisai guna melindungi tempat tinggal Juline dan keluarga nya.
Juline meminta pada ayah dan ketiga kakak nya serta para pelayan nya untuk masuk lebih dulu. Genny dan Melanie nampak mematung sembari memandang rumah yang ada di hadapan nya. Juline menepuk pundak mereka berdua dan meminta mereka masuk.
Celine dan Martha mengantar Genny dan Melanie di salah satu ruangan untuk beristirahat karena wajah mereka yang sangat pucat.
Nampak para pelayan mulai membersihkan rumah bertingkat empat itu. Jiana dan Jiona nampak menidurkan Mayra di salah satu kamar. Ascar dan ketiga putra nya nampak melihat sekeliling isi rumah itu. Rumah yang begitu luas dilengkapi dengan perabotan yang tidak jauh berbeda dengan di rumah mereka.
“Terima kasih karena telah membawa kami ke sini,”ucap Juline.
“Ini sudah tugas kami,”ucap Diz Carol.
“Juline, mau kah kau ikut kami ke Istana bertemu dengan raja William?”
“Baiklah.”
Juline melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah dan memberitahu pada ayah dan kakak – kakak nya bahwa ia hendak pergi ke istana untuk bertemu raja William.
“Apa perlu ayah menemani mu nak?”
“Tidak perlu ayah, ayah disini saja, kak Roman, kak Dryas, kak Damien tolong jaga ayah dan semua orang yang ada disini, aku percaya pada kalian semua nya.”
“Kau tenang saja, pergilah dan cepatlah kembali,"ucap Roman.
Ascar tak bisa menyembunyikan raut kecemasan di wajah nya, ia menatap kepergian putri nya dengan mata berkaca – kaca. Mengingat putri nya yang harus menghadapi keadaan yang sulit membuat nya terpukul karena sebagai seorang ayah yang harus bisa melindungi anak nya ia tak bisa melakukan apa – apa.
Berangkatlah Juline, Diamond Ana, Diz Caster dan Diz Carol ke istana kerajaan Demon.
****
Di dunia iblis, nampak seorang pria tengah duduk sembari memandangi orang yang berada di hadapan nya, pria itu nampak sedikit menunduk seraya menjelaskan sesuatu.
“Kau tak perlu kembali ke sana.”ucap Raja Samuel
“Tapi kenapa yang mulia?” tanya Rain.
“Dia sudah tidak ada di sana.”
__ADS_1
“Maksud yang mulia?”
“Segel itu telah berpindah ke kerajaan Demon.”
“Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang yang mulia?”
“Pastikan saja gadis itu tetap hidup sebelum hari kebangkitan.”
****
Juline dan Diamond Ana beserta Diz Carol dan Diz Caster tiba di pelataran istana, nampak para prajurit menyambut kedatangan mereka. Mereka berempat di sambut oleh seorang perdana menteri yang kebetulan berjalan menuju istana.
“Selamat datang Diamond Ana dan para panatua wizard academy,”sapa perdana menteri.
“Kau sengaja menyebut panatua dengan suara keras kan, tenang saja kau masih lebih terlihat tua di banding kami berdua,”ucap Diz Carol.
“Apa raja ada di istana?” tanya Diamond Ana.
“Raja ada tapi kami akan mengadakan rapat sebaiknya kalian tidak mengganggu, dan siapa gadis aneh ini? kenapa tubuh nya di penuhi luka – luka?”
“Bukan urusan mu.”ucap Juline.
“Salam yang mulia,”ucap Mereka bersamaan.
“Adik – adikku, sudah lama kalian tidak pulang,”ucap Raja William yang langsung beranjak dan memeluk adik – adik nya.
“Kami sibuk kak,”jawab Diamond Ana.
“Lalu apa yang membawa kalian kemari, apa ada masalah? Dan siapa gadis ini?”
Diamond Ana pun menceritakan tentang penyerangan black vampire dan juga Juline yang berhasil memusnahkan para black vampire serta kelakuan para panatua yang ingin menghukum Juline dan juga keluarga nya. Raja William menoleh menatap Juline dengan senyuman nya.
“Kami selalu selalu menerimu di sini,”ucap Raja William.
“Terima kasih yang mulia.”
Sementara itu di kerajaan Moon, para panatua dan para Ing terlihat menghadap pada yang mulia raja Moon, mereka memohon pada raja agar menghukum Juline dan keluarga nya serta siapapun yang berhubungan dengan Juline.
“Yang mulia seperti nya para panatua terlalu berlebihan, kami menjadi saksi jika Juline yang sudah memusnahkan para black vampire,”ucap Ing Noel.
__ADS_1
“Noel, sebaiknya kau tidak membela monster itu, apa kau ingin dihukum karena membela monster itu,”ucap Diz Vatha.
“Yang mulia saya setuju apabila gadis itu dihukum, saya hanya takut jika ia menjadi bibit baru daripada monster – monster itu,”ucap Ratu.
Para Ing terlihat bertukar pandang, mereka tidak mengerti mengapa para panatua dan bahkan ratu menginginkan kematian Juline yang lebih pantas diberi penghargaan karena telah menyelamatkan kerajaan sementara di Frost, Diz Tiuz dan Diz Anzit melaporkan Diamond Ana yang membawa Juline melarikan diri dari kerajaan.
“Aku curiga gadis itu adalah segel penguasa kegelapan,”ucap Diz Tiuz.
“Apa yang membuat mu mencurigai nya?” tanya Shion Ing Frost.
“Gadis itu memilki kekuatan seperti penguasa kegelapan, dan juga aliran sihir nya tidak dapat kami rasakan dan lagi cawan Nolie menunjukan kekuatan kegelapan dalam dirinya,”jelas Diz Tiuz.
“Kenapa kalian berdua baru menceritakan nya?”
“Saya berpikir untuk memperhatikan nya karena dalam dirinya terdapat sihir cahaya yang sangat kuat dan itu membuat saya bimbang, saya bingung siapa sebenarnya gadis itu,”ucap Diz Tiuz.
“Saya juga baru mendengar ada kekuatan seperti itu.”
“Ketua, saya pikir, Diamond Ana mengetahui sesuatu tentang gadis itu, karena mengingat ia membantu gadis itu dan tidak menghiraukan resiko yang akan dia dapatkan,”ucap Diz Anzot
“Baiklah, aku akan meminta raja William meminta Diamond Ana untuk menghadap ke frost, aku yakin dia ada di saat ini,”ucap Shion Ing Frost.
“Kita akan menghukum Diamond Ana, dan memberi peringatan pada Kerajaan Demon, aku akan ke nirwana dan melaporkan kejadian ini.”
“Baik ketua,”ucap kedua Diz bersamaan.
Berangkatlah Shion Ing Frost ke Nirwana melalui portal khusus yang berada dikantor pribadi nya. Sementara itu di kerajaan Moon, raja Moon akhir nya memutuskan penangkapan Juline beserta keluarga nya, mendengar hal itu, putri Shelyn nampak tersenyum penuh kemenangan, pangeran Petra pun maju dan berlutut di hadapan ayah nya.
“Yang mulia, Juline tidak bersalah, aku sebagai saksi nya, aku menyaksikan Juline melawan para black vampire, ia menyelamatkan banyak orang, mohon yang mulia mempertimbangkan kembali.”
Ing Noel dan Ing Daniel terlihat ikut berlutut, melihat hal itu para Ing lain nya ikut berlutut.
“Yang mulia, kami semua saksi atas Juline, ia telah berjuang mati – matian melawan black vampire itu, dan saya yakin ia bukanlah monster seperti yang dikatakan para panatua,”jelas Ing Daniel.
“Jadi maksudmu kami semua berbohong?” tanya Diz Jacob.
“Jika ia tidak bersalah lalu kenapa ia harus melarikan diri?” tanya Diz Minot.
“Yang mulia, ini semua demi keselamatan kerajaan Moon,”ucap Diz Tenzin.
__ADS_1
Raja Moon nampak termenung sembari mencerna satu persatu penjelasan yang saling bertentangan.