Sang Penjelajah Dimensi

Sang Penjelajah Dimensi
Chapter 42: Siapa Gadis Itu?


__ADS_3

Matahari sudah berada di atas kepala, kereta yang Juline tumpangi kini tiba di gerbang masuk academy, kereta hanya bisa sampai didepan gerbang selanjut nya mereka harus masuk berjalan kaki. Juline turun diikuti Genny, Melanie, Roman dan Damien dan di belakang mereka Sean, Dean, Noan, Rian dan Mikey terlihat sudah turun dari kereta.


Juline memandang taman yang begitu luas di hadapan nya serta kastil yang berdiri dengan rapi, Damien dan Roman memimpin jalan masuk dan diikuti yang lain nya. Genny dan Melanie menatap Juline yang sedari tadi terdiam menatap kastil yang berada di hadapan nya. Mikey dan Rian berlari menghampiri Juline dan menepuk pundak Juline.


“Aku yakin kau akan baik – baik saja di sini,”ucap Mikey.


“Akan ku pastikan tak ada satupun yang mengganggumu,”ucap Rian.


Genny dan Melanie hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Mikey dan Rian.


“Terima kasih teman – teman.”


“Kalian semua kembali lah ke asrama biar aku dan Damien yang mengantar ke kastil,”ucap Roman.


“Tapi master kami juga ingin mengantar Juline,”ucap Dean.


“Benar yang dikatakan master Roman, kita sebaik nya ke asrama, kita masih bisa bertemu Juline sore nanti, Juline selamat datang di academy, kami semua akan menunggu mu, apapun yang dikatakan para panatua ataupun para Ing, jangan sampai membuat mu berkecil hati yah,”ucap Melanie yang langsung memeluk Juline, ia tahu betul bagaimana sikap para panatua.


“Kalian jangan khawatir, aku tidak akan kalah hanya dengan cacian,”ucap Juline.


Akhirnya mereka semua kembali ke asrama sementara Roman, Damien dan Juline berjalan menuju ke kastil master. Damien terlihat tersenyum memandang Juline yang terlihat sedikit gugup.


“Adik ku apa kau gugup? kemana keberanian mu selama ini?” ledek Damien.


“Aku tidak gugup, aku takut jika aku tidak bisa mengendalikan diri dan menghancurkan academy ini.”


Damien terdiam, ia memukul mulut nya sendiri, Roman yang melihat Damien hanya tertawa, tanpa mereka sadari dari kejauhan beberapa pasang mata memperhatikan mereka.


“kak Isabel, siapa gadis yang bersama kak Damien itu?” tanya Flowerina sembari menunjuk ke arah Juline.


“Aku juga tidak tahu,”


“Gadis itu tidak berusaha merebut Damien kan, lihatlah Damien terlihat tersenyum manis pada gadis aneh itu,”ucap Riley sembari menatap tajam ke arah Juline.


Saat sedang berjalan, Juline, Damien dan Roman dikejutkan oleh sebuah lesatan pedang tapi dengan sigap mereka menghindari pedang itu, terdengar suara tawa dari beberapa orang yang sengaja melempar pedang itu.


“Wah, wah lihat siapa ini, gadis sampah yang enggan mati,”ledek Shelyn Rodrig.


“Berani nya kau datang ke tempat ini setelah apa yang kau lakukan pada sahabatku Gio,”ucap Wen Hernandez.


“Ada urusan apa kalian dengan adik ku?”tanya Damien.

__ADS_1


“Adik? Jadi maksud nya gadis sampah ini keluarga Rosemburg, bukankah ini kabar mengejutkan,”ucap Shelyn Rodrig.


“Sebaiknya kalian berdua ke kastil kalian,”ucap Roman.


“Berani nya sampah sepertimu memerintah ku, apa kau pikir karena kau master aku akan patuh padamu, menjijikan,”ucap Shelyn Rodrig.


“Sebaik nya kau pergi dari tempat ini, kau hanya akan mengotori tempat ini dan lagi bukan kah kau adalah aib keluarga Rosemburg?” tanya Wen Hernandez.


Juline terdiam menatap Shelyn dan Wen sementara Roman dan Damien mengepalkan tangan ku, hati mereka sakit mendengar adik mereka di hina, tapi Juline menoleh menatap Roman dan Damien meminta mereka untuk tenang.


“Jaga ucapan mu Wen, bagaimana bisa kau menyebut gadis aneh itu keluarga Rosemburg, apa kau sedang mencoba mempermalukan keluarga kami,”ucap Isabel yang datang karena nama keluarga mereka di sebut – sebut.


“Wen, apa kau ingin keluarga kita bermasalah dengan keluarga Rosemburg?” tanya Riley.


“Bukan begitu kak tapi Damien yang sendiri mengatakan jika gadis sampah ini adalah adik nya,”jawab Wen Hernandez.


“Dan kau Damien siapa gadis ini, sejak kapan dia menjadi adik mu?” tanya Isabel.


“Siapa kau? Kenapa kau bisa dekat dengan Damien? Apa kau murid baru di sini?” tanya Riley.


“Dia Juline adik ku, lantang sekali kalian menghina nya,”ucap Damien.


“Damien, apa kau mencoba membuat malu keluarga kita dan kau gadis yang tidak jelas asal usul nya menjauhlah dari Damien, apa kau tak punya malu,”ucap Isabel.


“Ahh, kasian sekali kau, kau bahkan tidak di anggap oleh siapapun,”ledek Shelyn Rodrig.


“Apa kalian sudah selesai? Kalau sudah minggirlah aku harus ke kastil depan itu,”ucap Juline.


Melihat hal itu, Shelyn dan Wen langsung melempar Juline dengan sihir angin mereka dan membuat Juline terpental hingga jatuh di pelukan seseorang. Damien dan Roman yang ingin menolong Juline dibuat kaku oleh Isabel, Flowerina dan Riley menyeringai menatap Juline.


“Kau sangat hebat adik ku,”puji Riley.


“Isabel, lepaskan aku, kenapa kalian berbuat seperti itu pada adik ku?” tanya Damien.


“Dia hanya gadis sampah yang harus segera di singkirkan.”ucap Isabel


Juline yang terpental dipelukan seseorang, berbalik dan menatap pria bermata hijau itu, ia berdiri dan sedikit menjauh dari pria itu.


“Apa kau murid baru, aku belum pernah melihat mu?” tanya Ing Daniel.


“Iya.”

__ADS_1


“Bagaimana bisa kau terpental, apa ada yang mengerjaimu?” tanya Ing Daniel lagi.


Julien pun menunjuk ke arah Damien dan Roman berdiri, Ing Daniel dan Juline pun berjalan ke tempat Juline tadi berada. Ing Daniel menatap tajam ke arah Isabel dan teman – teman nya. Isabel dengan cepat melepas mantra nya sehingga Damien dan Roman bisa bergerak kembali.


“Salam ketua kelima,”ucap mereka serempak.


“Apa yang kalian lakukan? Apa kalian ingin dihukum karena berbuat hal buruk pada orang lain?”


“Tidak ketua, mohon maafkan kami, kami hanya menyambut murid baru itu,” ucap Isabel.


“Ketua, bagaimana gadis ini bisa menjadi murid di sini?” tanya Shelyn Rodrig.


“Kau pasti merasa memiliki kedudukan yang tinggi karena bagian dari keluarga ratu, apa kau pikir kau hebat? Apa kalian pikir kalian hebat? Dimana sopan santun kalian pada master Damien dan Roman? Dan kau Isabel, jangan mengira kau setara pada Damien, kau harus tahu posisimu dimana, jika kalian masih seperti ini akan ku laporkan pada panatua.”ucap Ing Daniel.


“Maafkan kami ketua, kami berjanji tidak akan mengulangi kesalahan kami lagi,”ucap Isabel.


“Dan kalian bertiga mari ikut saya ke menara 100,”ajak Ing Daniel sembari berjalan ke menara 100 diikuti Roman, Damien dan Juline.


Flowerina menatap benci pada Juline, ia merasa Juline lah penyebab Damien tidak menyayangi nya.


“Apa kalian mengenal murid baru itu?” tanya Isabel.


“Aku pernah bertemu dia sekali dan dia melukai Gio, aku juga baru tahu kalau ia saudara nya Damien, bukankah kalian bersepupu,”jawab Shelyn.


“Mana mungkin aku bersepupu pada gadis seperti itu,”ucap Isabel Rosemburg.


“Kak sebaik nya kau hati – hati seperti nya Damien sangat lengket dengan gadis itu,”ucap Wen.


“Akan ku hancurkan hidup nya bila ia sampai melakukan itu,”ucap Riley sembari mengepalkan tangan nya.


“Dia lolos kali ini karena Ing sialan itu, awas saja akan ku buat hari – hari mengerikan untuk nya,”ucap Wen Hernandez .


“Aku juga ingin memusnahkan Ing bermata hijau itu, mulut nya ingin ku sobek – sobek,”ucap Shelyn.


Akhir nya Shelyn dan Wen kembali latihan sementara Flowerina, Riley dan Isabel kembali ke kelas, mereka mulai berpikir mencari tahu tentang Juline dan berencana menyingkirkan Juline dari academy.


Juline yang berjalan mengikuti Ing Daniel hanya menyeringai.


Aku tidak perlu turun tangan mengurus anak – anak gila itu, untung saja ada pria bermulut mengerikan ini, aku harus bisa menahan diri, aku harus bertahan di sini, Ahh, ingin rasa nya ku cabik – cabik mereka semua tapi bukankah ini semakin menarik.


Happy Reading 🤗🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2