
Panatua berbalik menatap Samuel dengan tatapan yang sulit di artikan. Ia pun berbicara melalui telepati.
"Cucuku, jangan melawan mereka, kau takkan mampu. Mereka adalah takdir bangsa Elf, mereka akan memusnahkan kami dan itulah yang akan terjadi. Mereka berbahaya, mereka di anugerahi kekuatan mengerikan dari hukuman berat yang mereka alami. Cucuku, ingatlah ini bukan kesalahan mu atau adik – adik mu, ini adalah dosa yang harus nenek tanggung, aku ikut andil dalam kekalahan ayah mu, sebagai seorang ibu aku gagal melindungi ayah mu, sebagai seorang ibu dan pemimpin biarkan nenek menanggung semua. Lindungi Juline, dia kunci dari semua ini, Juline yang akan menghentikan takdir mengerikan dunia ini."
Raja Samuel terdiam mendengar penuturan nenek nya. Ia berbalik menatap nenek nya yang juga menatap nya. Beberapa menit kemudian terdengar suara ledakan dari perisai yang hancur. Rudolph dengan cepat mengangkat tangan nya dan mengumpulkan awan hitam di atas negeri Elf. Lazarus dan Victoria menatap Raja Samuel yang terdiam menatap para Elf yang seakan pasrah menerima takdir mereka.
“Dark Cloud.”
Seketika awan hitam itu mengeluarkan kabut yang pekat dengan cepat menyelimuti bangsa Elf dan seketika terdengar jeritan yang mengerikan dari dalam kabut hitam itu. Lazarus dan Victoria menutup mata mereka, tersenyum sambil mendengar jeritan itu seperti lagu yang sangat yang indah. Raja Samuel melesat hendak menyerang Rudolph tapi sebuah portal entah dari mana muncul dan membawa pergi Raja Samuel dari sana.
"Pada akhir nya kau hanya bisa lari, bagaimana bisa kau menyebut dirimu seorang raja,"ucap Rudolph. Perlahan – lahan awan hitam itu menghilang, jeritan itu pun perlahan – lahan lenyap. Saat kabut hitam itu menghilang bangsa Elf lenyap tak tersisa bahkan bangunan – bangunan yang berdiri, warna warni kota kini lenyap tanpa bekas.
Mata Victoria berkaca- kaca, mengingat keluarga nya yang juga di bantai oleh bangsa Elf membuat nya merasa puas saat berhasil memusnahkan bangsa Elf tanpa sisa. Lazarus memeluk Victoria mencoba menenangkan nya. Para High Vampire berkumpul dan tunduk di hadapan mereka bertiga.
"Bagaimana selanjut nya pangeran?"tanya Jenderal High vampire.
"Selanjut nya kerajaan - kerajaan itu,"jawab Rudolph. Ia nampak mengepalkan tangan nya saat menyebutkan kerajaan.
"Akan ku pastikan kehancurkan kerajaan – kerajaan itu, mahluk seperti mereka tak pantas ada di dunia ini, tapi kak bagaimana dengan Greenlight?"tanya Lazarus. Rudolph melihat ke atas, menatap langit seakan tahu seseorang tengah menatap dari sana. Ia tersenyum dengan senyum paling mengerikan.
"Dia tak bisa melakukan apa – apa, dia hanya penonton."
……
Sementara itu di nirwana, seseorang tengah menatap para High Vampire yang menghancurkan Bangsa Elf. Ia tampak mengerutkan dahi nya. Ia berbalik menatap seseorang yang juga menatap nya.
"Dewa Q, apa yang akan kau lakukan?"
"Kenapa kau tanyakan hal itu pada ku?"
"Lalu apa aku harus bertanya pada tembok?"
"Kenapa kau tak memusnahkan mereka saja dan mengganti dengan mahluk yang lebih baik?"
__ADS_1
"Kau lupa jika Dunia iblis salah satu dari 9 Dunia Sihir dimensi atas? Kau tahu kan jika aku tak bisa berbuat apa- apa, aishh kenapa dunia Apron menjadi serumit ini?"
"Entahlah."
"Q, bukan kah tugas para dewa melindungi mahluk nya? apa yang sebenarnya kalian kerjakan selama ini?Jangan lupa ini semua terjadi karena adik mu itu."
"Aku sudah mengerjakan tugas ku, melindungi keponakan ku dan membawa nya dengan selamat."
"Apa kau hanya memikirkan keponakan mu itu? Bagaimana dengan keseimbangan dunia ini? Kenapa sih dunia apron harus bermasalah dengan dunia iblis? Apa yang kalian akan lakukan jika dunia ini harus menjadi bagian dari dunia iblis? Aku sudah lelah mengatur Sembilan dunia yang penuh dengan masalah dan berbagai Keluhan."
"Greenlight, bisakah kau berhenti membebani ku dengan keluhan mu?"
"Aku tak mau tahu lagi, gadis itu harus secepat nya memusnahkan iblis itu dan pengikut nya, aku tak mau ada masalah dengan dunia iblis, iblis harus dimusnahkan oleh iblis."
"Apa tak ada pilihan lain?"
"Dengar dewa Q, semua masalah ini terjadi karena adik mu dan pria iblis itu, karena mereka dunia ini nyaris musnah, ahh.. cinta memang mengerikan. Aku akan kembali dan meminta semesta menghapus monster bernama cinta itu."
Setelah mengucapkan itu,Greenlight menghilang meninggalkan Dewa Q dalam kebingungan nya sendiri. Dewa Q duduk sembari memikirkan ucapan GreenLight. Memang benar jika hal buruk yang menimpa dunia sihir apron karena ada nya hubungan antara dewi dan Iblis yang menjadi petaka bagi dunia Sihir apron. Dimana larangan hubungan Dewi dan Iblis di langgar dan yang lebih mengerikan nya lagi karena dari hubungan itu lahir lah seorang gadis yang memiliki dua darah dalam diri nya. Gadis yang tak dapat di sentuh dewa atau pun iblis. Gadis yang bisa menghancurkan 9 dunia sekaligus. Kekuatan yang mengerikan yang bersemayam dalam dirinya. Gadis yang lahir dengan membawa kutukan kedua orang tua nya.
"Ada apa kalian kemari?"
"Dewa Q, kami ingin memberitahukan jika Dewi averina kembali kehilangan kesadaran nya,"ucap Dewa Cahaya.
"Apa yang terjadi?"
"Hari ini saat dewi Averina tengah duduk ditaman ia tiba – tiba saja terdiam, dan tak berapa lama ia jatuh tak sadarkan diri, ayah dewa Q terlihat murka sekaligus cemas."jelas dewa Kegelapan.
Tiba – tiba beberapa orang masuk keruangan dewa Q dengan tergesa – gesa. Mereka adalah ayah dan kakak dewa Q, dewa Axel dan Dewa Ivis. Dewa Axel menatap Geram kea rah Dewa Q.
"Apa yang sudah kau lakukan pada adikmu?"
"Apa maksud ayah?"
__ADS_1
"Kau tahu Averina kembali kehilangan kesadaran nya, apa itu ulah mu?"tanya dewa Ivis penuh selidik.
"Katakan sejujur nya pada ayah Q."
"Ayah, aku tetaplah seorang dewa, aku tak mungkin melakukan sesuatu yang mengerikan apalagi kepada adik ku sendiri, aku tak tahu apa yang menimpa Averina."
"Kau yang paling tidak suka dengan Averina, kau membenci nya karena gadis itu kan? Ayah ingin gadis itu segera di musnahkan, ayah mau Averina kembali."
"Ayah aku bisa memusnahkan gadis itu segera,"saran dewa Ivis.
"Jangan bertindak bodoh kak, Kau pikir kau bisa mengatasi raja iblis itu? Apa kau ingin membuat semua ini semakin rumit, sebentar lagi, biarkan gadis itu melaksanakan tugas nya, soal Averina aku tak tahu sebaik nya ayah membawa tabib dan memeriksa Averina."
"Baiklah, jangan kecewakan ayah Q, jangan mencoba mengelabuhi ayah."
Dewa Axel berjalan keluar meninggalkan ruangan dewa Q. Sementara itu dewa Ivis mendekat ke ara dewa Q. Ia membisiki Dewa Q sesuatu sebelum akhir nya keluar meninggalkan mereka bertiga. Dewa Q mengepalkan tangan nya.
….
Raja Samuel kembali ke aula istana nya di dunia iblis bersama Diamond ana, Diz Carol dan Diz Caster. Diamond Ana terlihat mencemaskan ayah nya.
"Ayah, apa ayah baik – baik saja?"
"Putriku, Putraku, kalian menolong ayah?"
"Iya ayah, tapi paman Dioz dan paman Dark, kami tak tahu lazarus membawa mereka kemana," jelas Caster.
"Ayah, apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana Lazarus dan Rudolph bisa keluar dari dunia bawah?” tanya Diamond Ana. Tiba – tiba raja William datang bersama pangeran Laureun.
"Ayah, aku bisa merasakan aura Lazarus dan Rudolph,"ucap raja William dengan raut wajah kecemasan.
"Anak – anak ku, sebaik nya kalian tetap di kerajaan Demon, jangan pernah berpikir untuk membantu siapapun, terutama manusia jangan pernah melibatkan diri dengan lazarus atau Rudolph, mereka mahluk mengerikan dan berbahaya.
"lalu bagaimana dengan paman ayah?"
__ADS_1
"Ayah akan sebisa mungkin menemukan mereka, dan jangan biarkan Juline bertemu lazarus dan Rudolph. Willam, Caster, Carol dan Diamond ku percayakan Juline pada kalian."
"Baik ayah,"ucap mereka bersamaan. Pangeran Laureun hanya terdiam dan tenggelam dalam pertanyaan yang memutari otak nya, tentang siapa Lazarus dan Rudolph dan kenapa Juline tak boleh bertemu mereka.