Sang Penjelajah Dimensi

Sang Penjelajah Dimensi
Chapter 26: Kecemasan Seorang Ayah


__ADS_3

Seorang pria paruh baya terlihat gelisah sembari terus mondar – mondar di ruang tamu. Ia tengah menunggu kedua anak nya yang belum juga kembali padahal malam semakin larut. Saat mendengar suara kereta kedua, pria itu berlari keluar ke pekarangan.


Saat melihat putri nya keluar dengan baju koyak dan di penuhi darah, pria itu sangat terkejut, ia membuang buku yang di genggaman nya dan berlari memeluk putri nya.


“Damien, apa yang terjadi pada adik mu nak?Roman kenapa Juline jadi seperti ini?” tanya Ascar dengan mata berkaca – kaca.


“Ayah, aku tidak apa – apa, hari ini Juline latihan dengan sangat keras,”jawab Juline


“Maafkan aku ayah.”ucap Damien


“Maafkan saya tuan,”ucap Roman


“Lihat dirimu Juline, baju mu dipenuhi darah dan wajah mu sangat pucat,”ucap Ascar yang semakin cemas melihat putri nya.


“Ayah, kak Damien sudah mengobati aku, aku baik – baik saja ayah,”ucap Juline yang berusaha meyakinkan ayah nya.


“Baiklah. Damien dan Roman masuk lah ke kamar kalian istirahat, sebelum itu makan malam dulu yah, biar ayah yang mengantar Juline ke kamar,”ucap Ascar sembari memapah Juline masuk ke kamar nya.


“Baik ayah.”


“Baik tuan.”


Juline masuk ke kamar di temani ayah nya. Ascar merebahkan Juline dan meminta tolong Ana menggantikan baju Juline yang sudah koyak. Ascar menunggu di depan pintu selagi Ana mengganti baju Juline dan mengelap wajah Juline dengan Kain.


Kenapa aku jadi lemah seperti ini, badan ku rasa nya sangat lelah, aku bahkan tak bisa mengangkat tangan ku, bagaimana mungkin aku selemah ini, dan siapa ketiga pria yang kutemui tadi, kebangkitan ayah mereka? ada apa dengan perasaan ini aneh.


“Ana, kau tak perlu membuka kaos tangan ku,”pinta Juline.


“Baik nona.”


“Terima kasih Ana.”


“Nona tidak perlu mengucapkan terima kasih, ini sudah tugas saya sebagai pelayan nona,”ucap Ana sembari mundur dan keluar dari kamar Juline.


Ascar masuk dan menyelimuti tubuh Juline dengan selimut, ia menatap wajah putri nya yang semakin hari membuat nya tak mengenal nya putri nya sendiri.


Putri nya yang dulu seorang gadis riang dan tidak berani melakukan apapun selain menanam kini berubah menjadi seorang gadis yang tidak mengenal rasa takut tapi justru hal itu yang membuat Ascar takut, ia takut jika putri nya terlalu memaksakan diri untuk menjadi kuat sementara setahu nya Juline hanya gadis biasa yang lahir tanpa sihir.


“Nak, apa sebaik nya kita kembali ke desa saja, ayah takut terjadi apa – apa dengan mu,”ucap Ascar.


“Ayah, Juline tidak apa – apa, ayah jangan cemas yah, Juline hanya berlatih terlalu keras hari ini, Juline berharap bisa menjaga ayah dan juga kakak – kakak Juline, ayah jangan lupa, Juline adalah seorang gadis terlahir tanpa sihir maka dari itu Juline harus berlatih keras, tanpa sihir pun Juline mampu menjadi kuat ayah,”jelas Juline.


Ayah, apa boleh pria ini sementara menggantikan mu, aku mulai menyayangi nya seperti aku menyayangi mu, mata nya seperti mata mu ayah, izinkan aku merasakan kasih sayang seorang ayah sekali lagi.

__ADS_1


Juline bangun dan memeluk ayah nya, air mata Ascar mengalir melihat putri nya memeluk nya dengan erat, juline melepas pelukan nya dan memandang ayah nya.


“Ayah, Juline sangat menyayangi ayah, maafkan Juline karena sedikit dingin akhir – akhir ini, Juline akan berusaha selalu tersenyum untuk ayah dan saudara – saudara Juline ayah,”ucap Juline


sembari mencoba tersenyum pada ayah nya.


Melihat itu, Ascar sangat bahagia, ia bisa melihat senyum putri nya lagi, putri yang sangat ia sayangi, putri nya yang telah membuat nya bertahan hidup di tengah penderitaan yang menimpa mereka.


“Untuk beberapa hari ini, kamu harus istirahat yah nak,” ucap Ascar


“Baik ayah,”


Ascar mengelus rambut putri nya dan keluar dari kamar Juline, membiarkan Juline istirahat. Juline menatap kepergian ayah nya, hati nya merasa hangat, ia tersenyum. Kerinduan nya pada ayah nya seakan terobati.


Ayah, maafkan Juline karena juline tak bisa mengatakan sejujur nya tentang kekuatan ataupun peristiwa hari ini, aku tidak ingin ayah cemas tapi jangan khawatir ayah, Juline tak kan mati semudah itu sebelum memastikan semua kalian baik – baik saja.


Juline membuka kedua kaos tangan nya dan memeluk diri nya.


“Heal”


Tubuh Juline di kelilingi cahaya hijau, Juline merasa semua energy nya kembali, tubuh nya kembali normal. Ia pun merebahkan diri nya dan menarik selimut nya.


***


“Ayah,”


“Tuan,”


“Kalian kenapa belum istirahat?


“Maafkan saya tuan karena saya Juline berlatih terlalu keras dan akhir nya terluka,”ucap Roman sembari tertunduk


“Ini juga salah ku ayah karena belum bisa menjaga Juline, aku memang kakak yang tidak berguna ayah,”tambah Damien.


“Kenapa kalian berkata begitu? Kalian berdua adalah kakak yang hebat bagi Juline, karena kalian Juline berusaha menjadi kuat, ayah memang cemas tapi ayah bangga melihat semangat Juline. Roman, apa kau ingin menjadi saudara Juline dan menjaga nya?”tanya Ascar


“Maksud tuan?” tanya Roman bingung


“Maukah kau menjadi anak ayah seperti Damien dan Juline, itupun jika kau tidak keberatan nak?"


“Boleh kah tuan, aku sangat ingin tapi apakah bisa rakyat biasa seperti ku menjadi anak anda?"


“Roman, saya pun bukan seorang bangsawan, tapi bagaimana dengan orang tua mu nak?"

__ADS_1


“Saya yatim piatu tuan, kedua orang tua saya meninggal karena di siksa oleh keluarga bangsawan sedangkan saudara saya di lecehkan oleh seorang jenderal kerajaan lalu bunuh diri,”ucap Roman dengan bibir bergetar dan mata berkaca – kaca.


Ascar dan Damien sangat terkejut mendengar, mereka tidak menyangka Roman mempunyai hidup yang mengerikan, Ascar mendekat dan menatap Roman.


“Nak, kau masih punya kami semua, kamu sekarang adalah anak ku sama seperti Juline dan Damien,”ucap Ascar dengan mata berkaca – kaca menatap Roman yang berusaha menahan amarah nya.


“Siapa mereka? Lalu apa jenderal itu di hukum? Bukan kah mereka semua bukan manusia?” ucap Damien geram.


“Kami hanyalah rakyat biasa, saat itu kami tak bisa buka mulut, kami dibungkam dan di ancam akan dibunuh, raja hanya tahu kalau rakyat hidup makmur tapi sebenar nya tidak seperti itu. Jenderal itu masih tetap pada jabatan nya, ia adalah keluarga dari ratu sedangkan keluarga bangsawan yang membunuh keluarga ku adalah keluarga dari raja itu sendiri,”jelas Roman.


“Mengerikan sekali, lalu selama ini kau tinggal dimana?”tanya Roman.


“Aku tinggal di loteng academy, salah satu ketua di academy adalah paman ku. Ia yang mengurusku selama ini tapi akhir – akhir ini ia kesusahan karena harus membiayai anak – anak nya, aku merasa tidak enak pada paman ku yang selama ini mengurus ku,”jelas Roman berusaha tersenyum.


“Ayah bangga pada mu nak, kau tumbuh menjadi kuat dengan semua penderitaan yang kau lalui,”ucap Ascar sembari menatap Roman.


“Aku berharap suatu hari nanti aku bisa membalas kematian kedua orang tua ku dan saudari ku. Aku berharap semoga suatu hari nanti keadilan berpihak pada rakyat yang lemah.”ucap Roman sembari mengepalkan tangan nya.


Damien menghampiri Roman dan memeluk nya, ia merasa bahagia karena mendapat saudara sekuat Roman.


“Ayah, ada kabar baik?”ucap Roman


“Apa itu nak?”


“Damien sudah berhasil mengikuti ujian master dan lulus menjadi master,”ucap Roman


“Syukurlah, tapi kapan kau mengikuti ujian master nak?”


“Hari ini ayah, dan itu juga sebab nya Juline terluka karena membantuku,”jelas Damien


“Ahh jadi begitu, seperti nya adik mu begitu menyayangi mu nak, Ia melakukan segalanya untuk mu, maka dari itu jadilah master yang baik yah, ajari murid – murid kalian untuk bisa rendah hati, karena semakin rendah hati seseorang semakin besar kekuatan yang ada dalam diri nya,”jelas Ascar sembari tersenyum.


“Baik ayah,”ucap mereka serempak.


“Ayah dan Juline akan sedikit kesunyian,”ucap Ascar.


“Kami akan kembali di akhir pekan ayah,”ucap Damien.


Roman memandangi wajah ayah dan saudara nya, ia merasa beruntung dengan keluarga baru nya terutama Juline yang begitu memberi nya banyak pelajaran. Juline yang menghargai semua orang, Juline yang begitu kuat dan tidak mengenal takut, Juline yang sangat memperdulikan orang lain dengan sifat dingin nya.


Semua itu membuat Roman semakin bersemangat untuk menjadi lebih kuat demi menjaga keluarga baru nya dan membalas dendam atas kematian kedua orang tua nya serta saudari nya.


Akan ku pastikan para bajingan itu merasakan kematian yang mengerikan, batin Roman.

__ADS_1


Happy Reading♡♡♡


__ADS_2