
Malam itu angin berhembus lebih kencang, membelai pipi Juline yang kini tengah terdiam menatap penghalang di hadapan nya, sebuah lingkaran sihir antidemon yang bisa merenggut nyawa nya jika ia memaksa melewati nya. Entah mengapa hal itu semakin membuat nya murka.
Antidemon yang hanya di gunakan untuk melindungi istana dan orang – orang yang berada di istana sementara rakyat nya dibiarkan begitu saja.
Juline sangat ingin mencabik – cabik raja Astof, dalang dari semua hal buruk yang menimpa keluarga nya. Tiba – tiba angin berhembus lebih kencang, angin yang seakan memeluk tubuh Juline, angin yang membuat Juline meneteskan air mata nya. Ia bingung, Juline mengusap air mata nya yang jatuh begitu saja.
“Adikku, ada apa? Kenapa kau menangis?” tanya Raja Samuel.
“Tidak, aku tidak menangis, entah mengapa air mata ku memaksa keluar,”
Angin itu berhenti berhembus bersamaan dengan itu nampak beberapa orang dihadapan Juline. Mereka adalah para master sihir Frost yang di perintahkan untuk menghentikan Juline serta menangkap Juline karena telah menyerang kerajaan Stanzaz.
Para master sihir langsung membuat lingkaran sihir yang mengelilingi istana serta membuat perisai anti magic yang membuat Diamond ana, Caster, Carol, Rain dan raja Samuel tak bisa menggunakan kekuatan mereka. Juline yang melihat hal itu kemudian menatap para master sihir yang ada di hadapan nya.
“Kalian semua akan di hukum karena telah mengganggu ketentraman dunia ini,”teriak Bastian, salah satu master sihir.
“Berani nya kalian para iblis datang dan mengganggu kerajaan Stanzaz, apa dunia kalian begitu mengerikan sampai kalian harus datang ke dunia ini dan mengotori nya,”tambah Dimitri.
“Bagaimana ketua, apa kita langsung memusnahkan mereka?” tanya Bastian pada seorang pria yang tengah menatap Juline seakan hendak menelan nya.
“Aku masih ingin menyiksa mereka karena berani mengganggu kerajaan ku,”ucap Amo Mizeline yang begitu murka ketika mendengar Juline menghancurkan kerajaan beserta keluarga nya.
Amo Mizeline mengeluarkan sihir cahaya nya dan melemparkan nya ke arah Diamond ana. Hal itu membuat diamond ana tersungkur dengan muntahan darah. Raja Samuel, Carol dan Caster yang melihat putri dan kakak mereka tersungkur nampak begitu geram. Dengan cepat Carol dan Caster melesat hendak menyerang Amo, tapi Bastian dan Dimitri lebih dulu menyerang mereka berdua.
Akibat nya Carol dan Caster terpental dan di tahan oleh raja Samuel dan Rain. Carol dan Caster nampak terluka parah karena sihir cahaya yang di lemparkan oleh Bastian dan Dimitri secara bersamaan.
Raja Samuel yang hendak maju di tahan oleh Juline. Juline meminta kakak nya untuk kembali dan membawa mereka yang terluka. Raja Samuel menolak dengan keras, ia tidak ingin jika Juline harus terluka juga. Juline meminta Rain membuka portal dan membawa Diamond ana, Carol dan Caster kembali ke dunia iblis.
__ADS_1
Tapi Bastian dan Dimitri tidak memberi kesempatan pada mereka untuk kembali ke dunia iblis. Sihir cahaya mereka kembali melesat ke arah raja Samuel. Raja Samuel yang tidak menyadari sihir itu hampir saja terkena sihir itu, Juline yang menyadari sihir itu dengan cepat menghempaskan sihir cahaya dengan tangan kiri nya.
Bastin, Dimitri dan Amo Mizeline nampak terkejut dengan hal itu. Mereka bingung bagaimana bisa Juline bisa menghempaskan sihir mereka begitu saja. Rain dengan cepat membawa Diamond ana, Carol dan Caster begitupun raja Samuel yang begitu berat hati meninggalkan Juline.
Dengan susah payah pun Juline akhir nya berhasil membujuk kakak nya, meyakinkan nya bahwa dirinya akan baik – baik saja dan berjanji tidak akan membahayakan dirinya.
Amo Mizeline nampak tersenyum dengan penuh kemenangan. Ia pikir dengan di tinggalkan nya Juline sendiri, ia bisa lebih mudah menghancurkan Juline. Bastian dan Dimitri kembali menyerang Juline dengan serangan yang cukup mematikan. Juline dengan tenang nya menghempaskan serangan itu dengan tangan kirinya.
“Ini cukup menarik, bagaimana bisa seorang iblis bisa mempunyai sihir cahaya,”ucap Amo Mizeline.
“Anda benar ketua, iblis ini terlihat mengotori sihir cahaya dengan tubuh nya,”ucap Dimitri.
“Apa kau sudah siap untuk mati? Apa ada kata – kata terakhir yang ingin kau ucapkan?” teriak Bastian.
Juline hanya menyeringai saat mendengar teriakan Bastian. Ia berjalan perlahan ke arah mereka bertiga, Amo kembali melemparkan sihir cahaya nya ke arah Juline namun dengan satu layangan tangan nya, ia berhasil menghempaskan sihir itu dengan mudah.
mengerikan yang mulai mendekati mereka. Juline masih terus menghempaskan serangan mereka. Menatap datar ke arah mereka bertiga.
“Apa hanya ini kekuatan kalian?” ucap Juline.
Mereka bertiga nampak geram, mencoba sekuat tenaga menyerang Juline. Bastian dan Dimitri menarik pedang hendak menyerang Juline, tapi dengan cepat Juline melesat, menarik double swords nya dan menancapkan nya tepat di dada Bastian dan Dimitri.
Amo Mizeline mematung, menatap kedua orang didepan nya kini berlutut dengan darah yang mulai mengalir dari dada mereka. Juline kini tepat berdiri di hadapan Amo Mizeline. Mengalungkan tangan nya dileher Amo yang diam mematung seakan tubuhnya tak mampu ia gerak kan. Juline mendekatkan wajah nya dan membisikinya sesuatu.
“Lama tidak bertemu.”
Selesai mengucapkan kata - kata nya, Juline mengeratkan tangan dileher Amo dan dengan cepat mematahkan leher Amo Mizeline. Bastian, Dimitri dan Amo Mizeline seketika sudah tak bernyawa. Mereka terbaring di bawa kaki Juline.
__ADS_1
Para master sihir yang baru datang begitu terkejut melihat 3 master yang dikenal kuat kini terbaring tak bernyawa di bawah kaki Juline. Para master begitu geram dan menyatukan kekuatan mereka dan menyerang Juline.
20 master sihir yang menyerang Juline dibuat tak berdaya ketika Juline menghempaskan sihir mereka dan menyerang mereka semua dengan Sihir hitam nya. Dari dalam istana, para perdana menteri, para master sihir dan Raja Astof nampak sangat marah dan geram.
Raja Astof mengepalkan tangan nya, amarah nya mendidih melihat putra pertama nya di bunuh di hadapan nya. Begitu pangeran kedua dan ketiga yang hanya berdiri mematung menyaksikan Juline menyerang semua master sihir.
"Bagaimana ini yang mulia, iblis itu mampu mengalahkan semua master sihir Frost,"ucap salah satu perdana menteri.
"Tenanglah, iblis itu takkan bisa melewati pelindung anti demon ini," ucap salah seorang master sihir.
"Kurang ajar iblis itu, berani nya ia menghancurkan kerajaan ku dan juga membunuh putraku, aku harus menghancurkan nya," geram raja Astof.
"Tenanglah yang mulia, saya masih punya cara untuk membunuh iblis itu," ucap salah satu master sihir.
*****
Di dunia iblis, Dark dan Dioz serta Rogene nampak cemas melihat Diamond ana, Carol dan Caster yang terluka parah.
"Kakak, Juline dimana? kenapa dia tidak ikut kakak?" tanya Dark.
"Juline masih di Kerajaan Stanzaz, saat ini dia sedang bertarung dengan master sihir Frost," jawab Raja Samuel.
"Bagaimana kakak bisa meninggalkan Juline di sana?" tanya Dioz dengan wajah cemas.
Raja Samuel tak mampu menjawab pertanyaan Adik - adiknya, ia pun sangat mencemaskan Juline. Para tabib mulai berkumpul di istana untuk mengobati mereka bertiga yang terluka.
Maafkan Author baru up. Terima kasih dan mohon maaf yang sebesar - besarnya pada Readers yang masih sentiasa menunggu cerita ini. Author masih menghadapi UTS yang cukup mengambil waktu. Semoga para Readers selalu diberi kesehatan dan kesabaran untuk menunggu cerita ini. Setelah ini, author akan berusaha up seperti biasa.
__ADS_1
😇😇😇😇🙏🙏🙏🙏