
Roman dan Damien yang baru tiba di academy terkejut bukan main saat melihat Sean yang sedang menangis sejadi – jadi nya di pelukan Juline. Mereka berdua menghampiri Ing Noel dan Ing Daniel yang tidak jauh dari Juline dan Sean. Ing Daniel yang melihat kedatangan mereka langsung menjelaskan situasi yang terjadi.
Damien terpaku tak percaya, kepergian Dean yang tiba – tiba membuat Damien tidak percaya jika sahabat nya kini telah tiada, matanya berkaca – kaca menatap Sean yang masih menangis sesegukan dipelukan Juline.
Ing Noel meminta Mikey, Rian, Noan dan Axel membawa Sean kembali ke asrama nya dan meminta Damien dan Roman untuk ikut rapat di menara 100. Ing Noel sesaat menatap Juline, sedetik Ing Noel mendapati Juline menyeringai sembari melihat ke arah orang – orang yang membawa Sean kembali ke asrama nya.
“Apa Juline mencurigai salah satu dari mereka, aku penasaran siapa yang Juline curigai diantara mereka,”gumam Ing Noel dalam hati.
“Ketua, ayo kita ke menara 100, sebentar lagi rapat akan di adakan,”ucap Ing Daniel.
Sebelum pergi Roman dan Damien menghampiri Juline dan memeluk Juline.
“Apa kau baik – baik saja?” tanya Roman.
“Aku baik – baik saja kak, kalian pergilah.”
“Baiklah, kembali lah ke asrama mu, keadaan academy sedang tidak baik – baik saja,”ucap Damien.
“Baik kak.”
Roman dan Damien pun masuk ke menara 100 mengikuti Ing Noel dan Ing Daniel. Pangeran Laureun dan Devera pun berjalan menghampiri Juline yang hendak melangkah menuju asrama nya.
“Apa kau mencurigai seseorang?” tanya pangeran Laureun.
“Aku mencurigai semua orang.”
“Aku bisa merasakan aura aneh di kerumunan murid – murid tadi,”ucap pangeran Devera.
“Malam ini seperti nya akan jadi malam panjang,”ucap pangeran Laureun sembari melihat ke langit malam yang nampak mendung.
“Sampai jumpa di aula,”ucap Juline yang langsung meninggalkan Laureun dan Devera yang masih menatap nya.
“Apa kau bisa merasakan aura nya?” tanya Laureun.
“Iya kak, kau benar, aura nya sangat aku kenali.”
Sementara itu para Ing dan para master senior dan junior mengadakan rapat. Para Ing memutuskan untuk memulangkan murid academy sampai mereka bisa menemukan mahluk yang telah merenggut dua nyawa di Wizard academy.
Para master junior di minta mengumpulkan semua murid sekaligus mengemasi barang mereka untuk kembali ke rumah mereka sementara para Ark memutuskan membawa pulang murid mereka dan mereka bersedia tinggal untuk membantu para Ing di academy.
Para master junior pun menyampaikan pesan para Ing dan terlihat para murid mulai mengemasi barang mereka dan satu persatu berlari ke aula menara 100. Terlihat Shimon dan Petra membantu Shiana dan Cheyra berkemas dan mengantar adik nya ke aula menara 100. Wajah Shiana terlihat cemas dan sedih karena mendengar sepupu nya yang hari ini meregang nyawa.
__ADS_1
Sean pun ikut mengantar kepulangan jasad kakak nya, yang ditemani oleh Ing Divin dan Ing Dorcas serta beberapa master senior yang berasal dari keluarga Rodrig melewati portal dan langsung sampai di rumah kediaman Rodrig, Shelyn pun turut serta mengantar sepupu nya.
Juline nampak membantu Genny dan Melanie berkemas,
“Juline, kenapa kau tidak berkemas, kita harus kembali sekarang,”ucap Melanie.
“Kalian kembali lah lebih dulu, aku akan membantu para Ing di sini.”
“Tidak, ku mohon Juline kembalilah bersama kami, situasi academy sedang tidak baik - baik saja,”kata Genny.
“Aku tak bisa kembali sekarang teman – teman, tidak sebelum aku mencabik mahluk yang sudah merenggut Dean dari kita,”ucap Juline dengan mata berkaca – kaca.
“Kita percaya mu padamu, kembalilah dengan selamat, ku mohon,”ucap Melanie sembari memeluk Juline diikuti Genny.
Mereka pun segera berlari menuju aula menara 100, terlihat semua murid telah berada di sana, beberapa murid dark academy sudah kembali melalui portal hanya tinggal pangeran dan putri yang bersikeras untuk tetap tinggal bersama para Ark. Ing Noel menatap semua murid – murid nya.
“Baiklah, dengan berat hati saya meliburkan academy dan akan membawa kalian semua kembali ke rumah, tapi sebelum itu ingatlah tujuan saya memulangkan kalian adalah kalian harus melindungi keluarga dan orang – orang disekitaran kalian, kita tidak tahu mahluk seperti yang sedang kita hadapi saat ini dan tidak menutup kemungkinan mereka menyebar ke kerajaan, dan satu lagi saya harap murid kelas jenius untuk tetap di sini bersama kami, kita tidak tahu kapan mahluk itu akan menampakan diri mereka.”
“Saya akan membuka portal yang akan langsung membawa kalian di rumah kalian masing – masing, dengan cara kalian harus memusatkan pikiran kalian, pikirkan tempat kalian akan sampai. Portal ini hanya terbuka selama satu jam, cepatlah kalian melewati,”jelas Ing Green.
Ing Green pun membuka portal dan satu persatu murid masuk sementara Ing Noel meminta Ing Samueliz dan Ing Lhes melaporkan keadaan academy di frost. Ing Noel menghampiri para Ark yang sedang duduk bersama para pangeran dan putri.
“Aku ingin membantu academy ini Ing dan juga kami penasaran dalang dari semua kejadian ini,”ucap Pangeran Laureun.
Genny dan Melanie terlihat meremas tangan mereka. Roman dan Damien menghampiri Juline,
“Juline, apa kau yakin akan tetap tinggal?” tanya Damien.
“Iya kak, kak Damien dan kak Roman kembalilah, ada aku disini, tolong jaga ayah dan Mayra.
Alec, Dryas dan Aniel juga menghampiri Juline.
“Juline, kau sebaik nya kembali lah ke rumah, situasi sedang berbahaya saat ini,”ucap Aniel.
“Kak, aku baik – baik saja, sebaiknya kakak berhati – hati, perasaan ku tidak enak, terutama kak Alec.”
“Apa maksudmu adikku?” tanya Dryas.
“Aku sarankan kalian bertiga pulang ikut Damien, pemilik cahaya adalah target mahluk – mahluk ini, mereka akan dengan mudah menyerang kalian.”
Mereka bertiga saling berpandangan, tibalah saat Genny dan Melanie serta Damien, diikuti Flowerina dan Isabel mereka sempat berbalik menatap Juline sebelum akhir nya masuk ke portal. Juline berteriak sembari mengatakan,
__ADS_1
“Sebaik nya kalian para pemilik element cahaya, kembalilah kalau kalian tak ingin mati sia – sia di sini.”
Para Ing, serta master senior dan junior saling pandang. Mereka menganggap Juline gadis aneh, Juline pun menarik ketiga kakak nya menuju portal, melihat itu Ing Daniel dan Ing Cosmo mencegah Juline karena master senior seperti Alec dan Aniel harus tetap berada di academy.
“Kau gadis aneh, apa yang sedang kau lakukan? Apa kau sedang menunjukan betapa tidak berguna nya mereka berdua?” tanya Jayland Rosemburg.
“Juline, mereka berdua harus tetap di sini,”ucap Ing Mion.
“Apa kau sedang menantang perintah para Ing?” tanya Ing Shen.
“Juline, kita butuh banyak element cahaya untuk berada di sini, kita tidak tahu kapan mereka akan menyerang,”jelas Ing Carmel.
Sementara di kursi para Ark serta pangeran dan putri.
“Ada apa dengan gadis itu, kenapa ia menyuruh pemilik element cahaya pergi dari sini?” tanya putri Ailene.
“Kau benar adikku, gadis bodoh itu seperti nya tidak tahu kalau element cahaya adalah hal yang paling mereka butuhkan saat ini,”jelas pangeran Devera.
Ing Noel berjalan menghampiri Juline,
“Juline, apa kau sedang menantang ku?” tanya Ing Noel.
“Ketua, tolong maafkan adikku, dia hanya takut,”jelas Alec.
Juline menatap tajam ke arah Ing Noel dan membuat Ing Noel sedikit merasakan nyeri di dadanya, Ing Zion dan Ing Cosmo menahan tubuh Ing Noel yang hampir kehilangan keseimbangan, para Ing dan para master hanya terdiam menatap Juline.
“Apa kalian siap menanggung akibat nya jika sampai ketiga saudara ku kenapa – kenapa?” tanya Juline sembari memalingkan wajah nya dari Ing Noel.
Apa aku menyakiti hati nya, aura apa ini, kenapa begitu menyiksaku, batin Ing Noel.
Sementara para Ark bisa merasakan aura yang kuat dari Juline.
“Seperti nya kita menemukan pemilik element kegelapan yang tidak biasa,”ucap Ark Reis.
“Dia gadis yang pertama yang aku temui mempunyai aura sepekat itu,” tambah Ark Davian.
Juline menarik kakak nya dan meminta mereka kembali melindungi ayah mereka. Alec dan Aniel begitu berat meninggalkan academy.
“Ku mohon kak.”
🤗🤗🤗🤗
__ADS_1