
Tapi Juline yang terlanjur dikuasai kekuatan kegelapan nya terlihat menyeret semua black vampire dengan kabut hitam nya, jeritan dari warga kini berganti menjadi jeritan para black vampire dan bahkan terlihat mengerikan. Juline terlihat menikmati jeritan itu, hal itu membuat para Ing merinding melihat Juline.
Diz Carol hendak mendekati Juline tapi di tahan oleh Diamond ana. Diamond ana memperingatkan pada Diz Carol dan para Ing untuk tidak mendekati Juline karena itu akan sangat berbahaya.
“Juline, siapa kau sebenarnya, kenapa kau terlihat semakin mengerikan, bahkan aura mu menyiksaku,”gumam Ing Noel yang tiba – tiba memuntahkan seteguk darah.
Para Ing yang melihat itu sangat khawatir, mereka pun mulai mengalami hal yang sama dengan Ing Noel, melihat itu Diamond Ana membuat perisai yang juga melindungi para warga yang berhasil di selamatkan.
“Kenapa aura Juline sangat menyiksa seperti ini,”ucap Ing Daniel bingung.
Moira berteriak meminta Juline untuk membunuh nya saja, tapi seperti nya yang dikatakan Moira sebelum nya bahwa Juline adalah mahluk yang lebih mengerikan dari mereka memang benar ada nya.
“Aku tidak sebaik itu kak Moira, biarkan aku menikmati pemandangan ini.”
Hanna dan Axel terlihat menahan sakit yang menyelimuti tubuh nya sembari menatap tajam ke arah Juline. Juline pun mengangkat tangan nya,
“Death.”
Api hitam tiba – tiba membakar mereka dan jiwa mereka, jeritan kali ini tidak cukup panjang, seketika mereka telah berubah menjadi abu hitam dan hilang di terbangkan angin. Api – api mulai padam, para panatua datang dan menatap Juline. Juline berbalik menghadap mereka semua yang berada di dalam perisai.
Mereka di buat terkejut dengan mata Juline yang kini menghitam sebelah, mata Ing Noel berkaca – kaca melihat tubuh Juline dengan luka – luka yang cukup parah. Para warga mulai bersembunyi di balik para Ing, mereka takut akan Juline. Menurut mereka Juline adalah salah satu dari black vampire itu bahkan lebih mengerikan lagi.
“Kita harus memusnahkan nya sekarang,”ucap Diz Javiera.
“Apa maksud mu Javiera, apa kau buta, Juline telah menolong kita semua,”ucap Diamond Ana.
“Kau benar Javiera, kita tidak tahu siapa sebenarnya gadis itu,”tambah Diz Vatha.
“Paman, jangan pernah berpikir melakukan hal itu pada Juline,”ucap Ing Noel.
“Kita serahkan saja gadis itu pada raja, biar raja yang memberi nya hukuman,”ucap Diz Tiuz.
“Seperti nya kalian di butakan oleh rasa takut yang tidak beralasan bagaimana kalian menghukum orang yang sudah menyelamatkan kerajaan ini,”ucap Diz Caster.
“Diamkau Caster,apa kau membela monster itu, perlu seluruh keluarga nya juga dihukum karena tidak menutup kemungkinan mereka juga monster seperti dia,”tambah Diz Jacob.
__ADS_1
Diamond Ana, Diz Carol, Diz Caster dan Ing Noel mengepalkan tangan mereka mendengar ucapan para panatua yang berhasil mempengaruhi para warga dan para Ing. Diamond Ana beserta Diz Carol dan Diz Caster membuka portal dan membawa Juline pergi dari kota.Ing Noel hanya mematung melihat kepergian Juline.
Aku harap dapat melihat mu lagi, aku harap kelak jika kita bertemu aku akan lebih kuat untuk melindungi mu, jaga dirimu Juline, teruslah hidup.
Para panatua pun mulai panik dan menyusun rencana mengejar Diamond Ana dan membunuh Juline, para panatua lain nya kembali ke istana, dan sebagian lagi ke frost melaporkan perbuatan Diamond Ana.
Mereka sampai di depan rumah Juline, Juline seakan tersadar oleh sesuatu,
“Kenapa kau melakukan nya kak?” tanya Diz Carol.
“Mulai sekarang kita harus melindungi Juline.”
“Tapi kenapa kak?” tanya Diz Caster.
“Karena dia adalah segel yang bisa membangkitkan kakek, penguasa kegelapan untuk mengambil kembali hidupnya yang di renggut.
Diz Carol dan Diz Caster saling berpandangan, mereka tak percaya jika Juline adalah seseorang yang mereka tunggu selama ini, manusia yang paling di nanti kerajaan Demon dan Dunia iblis.
“Kenapa kalian membawa ku ke sini?” ucap Juline yang kembali memasang penutup mata nya dan mengenakan kaos tangan nya.
“Tapi kenapa? Bukan nya aku sudah membantu mereka memusnahkan Black vampire?”
“Kami juga tidak mengerti, tapi seperti nya ada seseorang yang sangat menginginkan kematian mu dan keluarga mu.”
“Apa? Keluarga ku? apa aku musnahkan saja kerajaan ini, berani nya mereka berpikir seperti itu, tidak tahu terima kasih, mereka berencana menghancurkan hidupku dan juga keluargaku.”
“Kau tak perlu melakukan itu, sebaik nya kita pindah ke kerajaan Demon, di sana kau dan keluarga mu akan baik – baik saja.”
“Bagaimana aku bisa membiarkan mereka setelah melakukan hal ini padaku.”
"Juline, untuk saat ini, ini adalah cara yang tepat untuk melindungi keluarga mu,"ucap Diz Carol.
"Tapi bukan kah ini akan berdampak buruk pada kalian juga?"
"Kau benar Juline, tapi aku tidak bisa membiarkan mereka memperlakukan mu seperti penjahat,"ucap Diamond Ana.
__ADS_1
Ascar beserta ketiga anak nya berlari ke pekarangan, para pelayan pun berlari ke pekarangan menyambut Juline. Ascar berlari memeluk putri nya yang terlihat pucat dengan luka sayatan di lengan nya serta luka di telapak tangan nya . Roman, Dryas dan Damien menatap Adik mereka dengan mata berkaca – kaca.
Diamond ana pun menceritakan semua peristiwa beberapa saat lalu, mendengar hal itu Ascar terlihat geram, begitu pun Roman, Dryas dan Damien.
“Bagaimana mereka bisa melakukan hal itu pada putriku bahkan setelah ia bertarung mati – matian melawan mahluk itu,”ucap Ascar.
Jiana dan Jiona terlihat menggendong Mayra yang terlelap, mereka sedih mendengar perbuatan orang – orang yang tidak tahu berterima kasih justru merencanakan untuk menyingkirkan Juline.
Diamond Ana pun menyampaikan niat nya untuk membawa mereka semua keluar dari kerajaan Moon karena para panatua dan juga berencana menghukum keluarga Juline.
Ascar dan ketiga putra nya serta para pelayan yang selamat pun bersedia ikut dimanapun Juline pergi,
“Tapi ayah bagaimana dengan perkebunan ayah, bukankah itu impian ayah?” tanya Juline.
“Ayah tidak peduli nak, keselamatan mu lebih penting dari apapun didunia ini,”jawab Ascar.
“Nona, mohon maaf tapi beberapa hari lalu utusan ratu datang dan ingin mengambil kembali tanah itu beserta isi nya, mereka bahkan mengancam akan menghancurkan perkebunan itu nona,”ucap paman John.
“Ahh jadi begitu, mereka ingin menyingkirkan ku dan keluarga ku karena tanah itu, kita biarkan saja, mereka akan mendapat balasan dariku kelak, biarkan mereka menikmati hari ini.”
Mereka semua pun siap dengan barang – barang mereka seadanya. Tiba – tiba Genny dan Melanie datang dan langsung memeluk Juline, tubuh mereka di penuhi luka,
“Kalian kenapa?”
“Black vampire membantai keluarga kita, aku dan Genny bersembunyi di semak – semak setelah berhasil mengalahkan mereka tapi jiwa mereka merasuki tubuh keluarga kami, kami berdua memutuskan kabur,”jelas Melanie sembari mengusap air mata nya.
“Kau akan kemana Juline? Kumohon bawa kami kemana pun kau pergi, aku tidak punya siapa – siapa lagi bahkan Gisha kini sudah mati karena menolongku, aku merasa bersalah karena selalu membencinya,”ucap Genny dengan isakan nya.
Juline pun membawa Genny dan Melanie bersama nya, ia berbalik dan melihat rumah nya untuk terakhir kali,
Kenapa dadaku terasa sesak, apa ini akhir dari perjalanan ku, dewa kenapa kalian tak lagi datang, apa ini takdir yang sebenarnya yang harus ku lalui, apa aku bisa melindungi mereka semua, aku semakin bingung membedakan lawan dan kawan. Jalan ini semakin sulit dan membuat ku kehilangan arah.
Diamond Ana membuka portal dan satu persatu dari mereka masuk dan terakhir Diz Carol, Diz Caster dan Diamond Ana.
Maafkan Author yang sering terlambat up. Terimakasih yang sudah membaca cerita ini. Maafkan segala kesalahan penulisan yah.
__ADS_1
Happy Reading ☺️