
Juline terlihat terbangun dari tidurnya, ia memandangi seorang pria yang berada di hadapan nya, Juline bangkit dan menatap pria itu, pria itu perlahan – lahan menoleh. Nampak bola hitam dengan senyum menyeringai langsung menyerang Juline. Pria itu berhasil meraih leher dan mencekik Juline.
Juline mencoba melepaskan tangan pria itu tapi entah kenapa ia seakan kehilangan semua tenaga nya, pria itu terlihat semakin mengerikan, air mata Juline perlahan jatuh sembari mengumpulkan sisa nafas nya.
****
Sinar matahari masuk di sela – sela tirai yang menutupi jendela kamar Juline. Ia tersontak bangun dengan peluh yang memenuhi tubuh nya. Juline mengusap wajah nya, ia bisa merasakan air mata yang mengering di pipi nya.
Mimpi apa itu? aku pikir aku akan mati.
Juline beranjak dan menuju kamar mandi, ia membasuh wajah nya lalu mandi. Setelah itu ia turun ke ruang makan.
“Pagi Juline,”sapa ketiga kakak nya serempak.
“Sepertinya kalian sangat bahagia hari ini,”ucap Juline.
“Nak, pagi ini utusan istana Demon datang dan raja William mengundang kita semua untuk berkunjung ke istana,”jelas Ascar.
“Aku penasaran seperti apa istana Demon,”ucap Roman.
“Kak, apa di sana banyak iblis?” tanya Damien.
Semua orang menatap Damien aneh, Dryas mengelus rambut adik nya,
“Adik ku, sebaiknya kau tak perlu ikut ke istana Demon, atau kita akan di usir dari kerajaan ini,”ucap Dryas.
“Aku dengar kerajaan Demon adalah kerajaan paling damai, kakakku pernah sekali ke kerajaan Demon dan dia bilang, ia tak bisa membedakan manusia dan demon,”jelas Melanie.
“Kenapa seperti itu?” tanya Genny penasaran.
“Karena mereka sangat cantik dan tampan, bahkan ras asli Demon adalah mahluk paling sempurna,”jelas Melanie.
“Aku sangat beruntung datang ke kerajaan ini, terima kasih adik ku,”ucap Dryas.
Ascar menatap Juline yang terdiam menatap makanan nya,
“Juline, kau kenapa nak?”
“Tidak apa – apa ayah.”
“Adikku, nampak nya sesuatu mengganggu mu, apa benar kau baik – baik saja?” tanya Roman sembari menatap Juline yang diikuti yang lain.
“Aku hanya takut jika sesuatu terjadi pada kalian karena mengikuti ku, aku adalah buruan kerajaan Moon, dan aku tidak ingin kalian juga mengalami hal buruk.”
Ascar menggenggam tangan putrinya sembari tersenyum,
“Sayang, bukan kah tugas seorang ayah adalah melindungi anak – anak nya, ayah yang akan menjaga kalian, ayah akan mengerahkan semua kemampuan ayah untuk kalian semua.”
“Ayah benar Juline, kamu tak perlu cemas, kami semua selalu bersama mu, jangan lupakan itu,”ucap Roman.
Mereka pun mulai sarapan, nampak Bi Joan dan Celine menyiapkan makanan, sementara Mayra tengah bermain bersama Jiana dan Jiona, paman John dan kedua putra nya tengah membersihkan semua ruangan.
Setelah sarapan mereka semua pun bersiap dan mengganti baju karena siang itu mereka semua akan berkunjung ke istana Demon.
Juline melangkah ruang tengah, di sana ada Jiona dan Jiana sedang bermain bersama Mayra. Mayra yang melihat Juline, beranjak dan berjalan perlahan memeluk Juline. Juline memeluk Mayra dan mencium pipi adik ku, ia merasa sangat merindukan Mayra akhir – akhir ini.
“Mayra, sangat merindukan nona,” ucap Jiona.
“Benarkah?”
“Nona, akhir – akhir ini banyak menghabiskan waktu di perpustakaan,”ucap Jiana.
__ADS_1
“Maafkan kakak Mayra, Jiana, Jiona terima kasih kalian selalu menjaga Mayra.”
“Nona tidak perlu berterima kasih, nona adalah penyelamat kami, kami sangat bahagia bisa berkumpul lagi bersama ayah terutama bersama nona dan keluarga nona, kami merasa menjadi manusia paling beruntung,”jelas Jiana.
Juline tersenyum menatap Jiana dan Jiona, ada rasa bersalah dalam dirinya, ia merasa menjadi kesialan bagi kedua gadis itu yang justru bersyukur bertemu dengan nya.
“Hari ini kami semua akan berkunjung ke istana Demon, apa kalian ingin ikut?”
“Tidak perlu nona, kami di sini saja menunggu nona, kami juga akan menjaga Mayra,”ucap Jiona.
“Baiklah.”
Sementara itu Genny dan Melanie nampak sudah bersiap, Bi Joan, Celine, Anna dan Martha datang menghampiri Juline,
“Bi joan tidak ingin ikut?” tanya Genny.
“Tidak perlu nona, kami dirumah saja menunggu nona,” ucap Bi Joan.
“Benar nona,”ucap Celine.
Nampak Ascar dan ketiga putra nya sudah siap, mereka pun ikut turun ke ruang tengah. Paman John dan kedua putra nya pun ikut berkumpul bersama mereka.
“Kalian tidak ingin ikut?” tanya Ascar pada para pelayan nya.
“Tuan, kami dirumah saja,”jawab Bi Joan.
“Lalu Mayra?” tanya Dryas.
“Aku akan menjaga nya tuan,”jawab Jiona.
“Hmm, baiklah.”
“John, titip mereka semua yah, tolong jaga keluarga kita ini,”ucap Ascar.
Satu persatu pun keluar dari rumah, Juline menoleh dan menatap para pelayan nya, Anna maju dan memeluk Juline tiba – tiba,
“Nona, sangat cantik, cepatlah kembali nona,”
“Terima kasih Anna.”
“Hati – hati nona,”ucap Mereka serempak.
Mayra nampak melambai dan tersenyum menatap Juline, Juline pun membalas lambaian nya. Dua orang master sihir istana Demon sudah menunggu di pekarangan dan langsung membuka portal, Juline masuk dan sekali lagi menoleh menatap para pelayan yang melambai, Juline tersenyum dan berbalik masuk ke dalam portal.
Sementara itu di sebuah kerajaan, nampak seorang pria di singgasana tengah berbicara dengan dua pria berjubah hitam di hadapan nya,
“Musnahkan gadis itu malam ini, aku tidak ingin dia membangkitkan penguasa kegelapan, jangan meninggalkan jejak apapun”ucap pria bermahkota itu.
“Baik yang mulia,”ucap kedua pria itu serempak.
****
Sementara itu Juline beserta keluarga nya telah tiba di istana Demon dan di sambut oleh ratu dan raja serta pangeran dan para perdana menteri. Melihat hal itu, ayah serta ketiga saudara Juline nampak senang karena di terima dan di sambut begitu baik, dengan wajah sumringah Genny dan Melanie masuk bersama putri Esther dan putri Ailene.
Lain hal nya dengan Genny dan Melanie, Juline nampak dengan wajah datar nya, pangeran Laureun menyambut Juline dan meminta nya berbicara dengan nya.
Juline pun berjalan bersama pangeran Laureun menuju perpustakaan. Juline duduk sembari menatap pangeran Laureun.
“Apa yang ingin kau bicarakan?”
“Maafkan aku Juline, aku turut bersedih atas apa yang menimpa mu.”
__ADS_1
“Apa maksud kerajaan mengundang aku dan keluarga ku?”
“Kami hanya ingin menyambut kalian di kerajaan kami.”
“Benarkah? Bukan karena kalian tahu aku adalah segel penguasa kegelapan?”
“Bukan begitu Juline,”ucap Raja William yang tiba – tiba datang.
“ayah.”
“Juline, kami tahu mungkin ini terdengar kami mementingkan diri kami, tapi Juline penguasa kegelapan tidak seburuk yang kau pikirkan, ia tak sejahat dan semengerikan yang kau pikirkan,”ucap Raja William.
“Apa maksud anda? Bukankah ia di segel karena suatu alasan, dan yang lebih mengerikan lagi aku yang harus menjadi segel itu, membangkitkan bukankah sama dengan menyerahkan hidupku, aku masih punya keluarga yang harus aku lindungi,” jelas Juline.
Dan lagi tujuan ku kemari memang hendak memusnahkan penghancur dunia sihir ini.
“Tapi Juline penguasa kegelapan juga membutuh perlindungan mu,”ucap Raja William.
“Apa anda bergurau? Apa maksud anda melindungi?” tanya Juline.
“Karena dia adalah ayah mu,” ucap Raja William.
Juline dan pangeran Laureun nampak terkejut mendengar ucapan raja William, Juline merasakan perih dimata nya, ia memegang mata nya dan berusaha mencerna ucapan raja William. Raja William menyentuh mata Juline dan sakit itu tiba – tiba hilang. Juline mendongak dan menatap raja William.
“Bagaimana bisa kau?”
Raja William mengusap mata kanan nya, bola mata nya kini berubah hitam seperti mata Juline.
“Karena aku adalah putra dari kakak tertua mu."
“Maksud ayah Juline adalah gadis itu, putri penguasa kegelapan, putri Minztiaz Sadistic Redomir?” tanya pangeran Laureun yang nampak sangat terkejut.
Raja William meraih menutup mata Juline dan membuka penutup mata Juline, nampak mata hitam memenuhi mata Juline, mata yang sama seperti raja William.
“Aku masih tidak percaya, ini terlalu gila, bagaimana mungkin aku, tidak, bukan aku tapi tubuh ini-
“Bukan tubuh ini, tapi jiwa mu.”
“Bagaimana kau tahu?”
“Pertanyaan itu hanya bisa di jawab oleh penguasa kegelapan.”
“Aku bingung.” Juline memegangi kepala nya.
Juline terdiam sejenak dan meraih penutup mata nya, ratu dan kedua putri datang menghampiri mereka bertiga.
“Salam tuan putri Mintiaz,”ucap Ratu sembari memberi hormat.
“Ibu, kenapa ibu memberi hormat pada gadis itu?” tanya putri Ailene.
“Karena dia adalah putri penguasa kegelapan yang tidak lain saudara kakek lain,”jelas ratu.
Putri Esther dan Ailene begitu terkejut dan langsung memberi hormat. Juline hanya terdiam sembari mencerna semua hal begitu saja terjadi di hadapan nya.
“Sebaiknya kita kembali ke ruang makan, keluarga ku sudah menunggu dan ku mohon untuk tidak mengatakan apa pun,”ucap Juline.
“Baik tuan putri,”ucap mereka semua serempak.
Jadi ini alasan aku berada di sini, ini semua
semakin membingungkan, siapa aku sebenarnya? Kata raja itu penguasa kegelapan mempunyai semua jawaban dari pertanyaan ku, apa dia benar – benar ayah ku? tapi kenapa? Bagaimana bisa? Mereka menyebut nama yang aneh, tapi nama yang cukup familiar, aku harus bisa membangkitkan penguasa kegelapan, walau pun harus mengorbankan diriku, sebelum itu akan ku pastikan keluarga ku aman, ku mohon siapapun di sana, biarkan aku melindungi orang – orang yang ku sayangi. Dewa Q, apa kau juga tahu tentang hal ini?
__ADS_1
Maafkan Judul Chapter ini yang begitu abstrak, sejujurnya Author kesulitan menentukan judul setiap Chapter, maafkan kekurangan author yah. Jika Readers merasa bingung dengan alur, tenang saja Author menyiapkan Flashback Di akhir cerita. Terimakasih yang selalu setia mendukung author, tanpa readers, cerita ini tak berarti apa - apa.
Happy Reading ☺