Sang Penjelajah Dimensi

Sang Penjelajah Dimensi
Chapter 89: Pernikahan Dryas dan Putri Esther


__ADS_3

Juline memejamkan mata nya sejenak. Ia melepas pelukan Melanie dan Genny. Juline menghela napas mencoba menerima segala hal yang hampir saja membuat nya Runtuh. Juline menatap ketiga kakak nya dan serta kedua sahabat nya.


"Juline, apa kau baik - baik saja, apa kita batalkan pernikahan ku hari ini, kakak mengerti akan kesedihan mu adik ku," ucap Dryas sembari dengan tatapan sedih nya. Ia tahu jika Juline saat ini sangat hancur dan sebagai seorang kakak Ia merasa tidak berguna.


"Pernikahan ini akan tetap di lanjutkan kak, aku baik - baik saja, ayah pasti sedih jika kakak membatalkan pernikahan ini," ucap Juline dengan berusaha keras untuk menutupi kepedihan hati nya. Ia tidak ingin merusak hari kebahagiaan kakak nya.


Pangeran Lauren dan Pangeran Devera masuk ke ruangan tempat Juline dan saudara - saudara nya. Mereka berdua memberi hormat pada Juline. Hal itu sedikit membuat Roman, Damien dan Dryas bingung.


"Ayahanda meminta anda semua untuk ke aula karena acara sebentar lagi akan di mulai," ucap Pangeran Laureun.


Mereka pun bersiap keluar menuju aula. Dryas mengusap pipi adiknya lalu menggandeng tangan Juline berjalan menuju Aula diikuti Roman, Damien, Genny dan Melanie.


Suasana di aula sudah diisi oleh para undangan. Raja Samuel beserta kedua adik nya pun sudah berada di kursi para bangsawan Iblis. Semua mata memandang ke arah pintu Saat Dryas masuk bersama Juline.


Juline mencoba tersenyum namun senyum nya itu justru membuat Raja william dan Raja Samuel serta kedua kakak nya merasa sedih. Mereka tahu betul jika saat ini Juline tengah menahan dirinya demi kelancaran pernikahan kakak nya.


Putri Esther tampak tersenyum saat menatap Dryas dan Juline berjalan ke arah nya. Putri Esther yang nampak cantik hari itu membuat Dryas tak dapat memejamkan mata nya. Setelah mengantar Dryas menuju altar pernikahan.


Juline kembali dan duduk bersama Roman, Damien, Genny dan Melanie. Mata Damien dan Roman nampak berkaca - kaca. Mereka merasa sedih dan bahagia di saat bersamaan.


Sementara itu Aniel, Alec, Shimon dan Petra sudah berada di area masuk kerajaan demon. Saat hendak melewati gerbang masuk, seorang penjaga menahan mereka.


"Ada keperluan apa kalian ke kerajaan Demon?" tanya penjaga gerbang kerajaan.


"Kami hendak berkunjung di Kerajaan ini, kami dari Kerajaan Moon, apa kami boleh masuk?" tanya Alec.


"Karena hari ini pernikahan Putri Esther, Para jenderal kerajaan tidak mengizinkan orang asing masuk."


"Tapi saya ingin menemui adik saya, adik saya berada di Kerajaan ini, saya mohon izinkan kami masuk," ucap Alec sembari terus memohon kepada penjaga itu.

__ADS_1


"Maaf tadi kami tidak bisa, ini perintah."


Nampak wajah kekecewaan dari mereka berempat. Alec mencoba berpikir keras agar mereka bisa di izinkan masuk. Ia pun meminta penjaga itu untuk menyampaikan pesan nya pada Ark Reis yang saat ini menjabat sebagai Ark di Dark academy.


Penjaga itu pun meminta pengawal untuk menyampaikan surat itu ke dark academy. Sembari menunggu, mereka berempat masuk kembali ke dalam kereta kuda nya.


"Semoga saja Ark Reis bisa ke sini dan membantu kita masuk," ucap Aniel. Shimon dan Petra hanya terdiam.


Di lain tempat tepat nya di Kerajaan Moon, kabar kepergian Petra sampai ke telinga sang raja. Ia mulai gusar mendengar putra nya yang kini entah dimana. Ia takut jika Juline membalas perbuatan nya pada Putra nya.


Raja moon pun meminta para jenderal dan master sihir nya mencari keberadaan putra nya. Di saat Raja Moon tengah merisaukan putra nya, Sang ratu malah tengah sibuk meminta pekerja nya untuk mengolah tanah yang ia rampas dari Juline. Ia tidak ingin siapapun mengalahkan kekayaan nya.


*****


Pernikahan putri Esther dan Dryas pun dimulai. Melewati berbagai macam tata cara pernikahan iblis dan akhir nya mereka resmi menjadi pasangan suami istri. Terdengar riuh dan tepuk tangan dari para tamu undangan.


"Aku sangat bahagia, semoga kak Dryas selalu bahagia," ucap Damien.


"Hmm, aku harap Dryas selalu bahagia," sahut Roman.


Melanie dan Genny pun merasa terharu melihat pernikahan Dryas dan Putri Esther, mereka bisa membayangkan jika saja paman Ascar berada di tengah - tengah mereka. Mereka bisa merasakan Kesedihan Juline. Mereka berdua beranjak dan memeluk Juline.


Juline membalas pelukan kedua sahabat nya itu. Ia tahu jika kedua sahabat nya merasakan hal yang sama seperti yang Ia rasakan. Acara pun di lanjutkan dengan jamuan.


Di dark Academy, Ark Reis yang baru saja membuka surat yang dikirimkan Alec begitu terkejut, Ia tidak menyangka jika Alec dan Aniel datang tanpa memberi tahu. Apalagi hari itu jenderal meminta untuk tidak mengizinkan siapapun masuk karena acara pernikahan putri Esther.


Ark Reis pun bergegas menuju Istana untuk meminta Pangeran Laureun membantu Alec dan Aniel masuk. Ark Reis pun menghilang dan kini berada di dalam istana. Ia berjalan menuju aula. Ark Reis pun masuk dan mencari keberadaan Pangeran Laureun.


Pangeran Laureun yang melihat gurunya tengah mencari sesuatu pun menghampiri nya. Ark Reis yang saat itu melihat Pangeran Laureun menghampiri nya segera memberi hormat.

__ADS_1


"Ada apa guru?"


" Mohon maaf Pangeran tapi bisakah Pangeran membantu kedua Ing dari Wizard Academy?"


"Baiklah tapi ada keperluan mereka kemari, apa Academy ada urusan dengan kedua Ing itu?"


"Iya Pangeran."


"Baiklah, aku akan meminta Jenderal untuk mengizinkan mereka masuk."


"Terima kasih Pangeran, saya permisi dulu."


Setelah itu, Ark Reis kembali ke Dark Academy sedangkan Pangeran Laureun meminta jenderal untuk membiarkan siapapun masuk ke kerajaan. Jenderal pun segera menyampaikan hal itu pada penjaga gerbang.


Penjaga gerbang itu menghampiri kusir yang membawa mereka berempat.


"Permisi, tuan penjaga sudah mengizinkan kita masuk, apakah ingin berangkat sekarang?" tanya kusir.


"Benarkah? Baiklah berangkat sekarang," ucap Alec. Mendengar hal itu, Aniel, Shimon dan Petra nampak bernapas lega. Perjalanan mereka pun di lanjutkan.


Kini mereka sudah berada di ibu kota kerajaan Demon. Mereka pun turun dan meminta Kusir untuk menunggu nya di tempat penyimpanan kereta kuda. Mereka berempat pun mulai berjalan menelusuri ibu kota. Mereka berempat cukup takjub dengan keadaan ibu kota yang sedikit berbeda dari Kerajaan Moon.


Ada banyak bangunan - bangunan tinggi yang berjejer di sepanjang jalan di ibu kota. Orang - orang berlalu lalang. Manusia dan Iblis nampak hidup Rukun.


"Kerajaan ini sangat berbeda dari Kerajaan Moon," ucap Petra. Ia bisa merasakan aura - aura yang cukup bersahabat walaupun berada di antara para Iblis.


Mereka berempat pun terus berjalan sembari tempat - tempat yang mungkin bisa Juline tinggali selama tinggal di Kerajaan Demon.


"Dimana kalian adik - adik ku," batin Alec.

__ADS_1


__ADS_2