
Black vampire itu jatuh di hadapan Juline, tiba – tiba saja black vampire merubah bentuk nya menjadi manusia, semua orang yang melihat membelalak, bagaimana tidak, black vampire itu menjelma menjadi seseorang yang mereka kenal, Juline menarik pedang nya dan menatap black vampire itu. Mata Juline membelalak, ia tak menyangka melihat seseorang di hadapan nya,
“Kau? Bagaimana kau melakukan nya?” tanya Juline sembari mengepalkan tangan nya.
Lelaki itu mendongak menatap Juline sembari menyeringai,
“Dia pantas mati, dia mengambil semua yang aku punya, dia juga menyukai mu saat aku mulai menyukai mu, aku membenci nya karena ia pantas bersama mu, sementara aku hanya bisa memandangi mu sembari menggilai mu dalam diam, jika kau ingin menghentikan semua ini, terlambat.”
“Kau melakukan nya karena aku?”
Semua orang mendengar itu tertegun, terutama Ing Noel yang semakin bingung dan khawatir dengan situasi ini. Ing Daniel maju,
“Jadi kau membuat kekacauan ini karena seorang gadis? Kau membunuh saudara mu sendiri Sean,”ucap Ing Daniel.
“Bangsa kami lebih baik dari kalian.”
“T-tapi Dean saudaramu, dia kakak yang sangat menyayangi mu.”
“Kami bukan saudara kandung, aku hanya anak yang di besarkan dan di angkat oleh keluarga Rodrig.”
Juline dan semua orang yang berada diruang itu terpaku tak dapat mengatakan apa – apa lagi, Sean Rodrig yang ternyata membunuh saudara nya sendiri membuat mereka tenggelam dalam pikiran yang tak menentu.
Matahari mulai menampakan sinar nya, Sean mulai sedikit demi sedikit lenyap.
“Juline, sebentar lagi bangsa kami akan menyerang kerajaan ini, aku tidak pernah menyesali hari ini, aku akan berjuang kembali dan menemui mu lagi, aku akan terlahir kembali menjadi seseorang yang pantas berada didekat mu, aku bahkan tak sanggup melukaimu” Sean lenyap termakan sinar matahari yang menyinari menara 100.
Juline tersungkur dengan air mata di pipi nya, entah mengapa perasaan nya hancur, kenyataan ia telah membunuh sahabat nya, sahabat yang selalu menyayangi nya membuat hati nya terluka, ingatan tentang Dean dan Sean membuat nya hati nya nyeri, semua yang melihat itu hanya tertunduk dengan mata berkaca – kaca.
Ing Noel berjalan menghampiri Juline dan mengembalikan kaos tangan Juline, Juline beranjak dan mengenakan kaos tangan nya,
“Ini bukan salah mu,”ucap Ing Noel.
“Kau sudah bekerja keras Juline,”ucap Ing Shen.
“Kau hebat,”puji Ark Reis.
Flashback On
__ADS_1
Dean yang sedang mencuci wajah nya di wastafel, tiba – tiba di pukul Sean hingga kepala Dean membentur cermin wastafel. Dean memegang kepala nya dan menatap Sean.
“Apa yang kau lakukan adikku?”
“Aku bukan adik mu,” Sean kembali menendang Dean.
“Sean, apa yang kau lakukan? Apa salah ku pada mu?” tanya Dean.
Seseorang datang dan berdiri di sisi Sean, Dean mencoba melihat siapa yang datang,
“Kau, apa yang sebenar nya kalian lakukan?”tanya Dean
“Diam kau.”
Sean mengeluarkan kuku panjang nya dan menancap perut Dean. Mata Dean membelalak diikuti air mata yang mengalir di pipi nya, orang yang berdiri di samping Sean pun beranjak dan menghampiri Dean, ia mengigit leher Dean sampai napas Dean terhenti.
Sean bersama lelaki itu naik ke menara dan membuang jasad Dean, mereka berdua terlihat menyeringai.
“Kau memang kejam Sean.”
Sean pun melesat dan turun ke bawah, tersungkur didepan jasad kakak nya,
Juline pun datang dan langsung memeluk Sean,
Lihatlah Dean, Juline datang memeluk ku, walaupun dengan ancaman akan mencabik ku, aku tidak apa – apa, aku menyayangi mu Juline, setiap hari nya aku selalu berdiri didepan jendela mu, melihat wajah mu, berharap kelak ada masa dimana kita bersama, kau menerima ku, kau tersenyum padaku, aku nyaman berada didekat mu. aku berharap terlahir sebagai manusia biasa seperti mu.
Air mata Sean mulai mengalir membayangkan akhir yang tragis dari cinta nya, Sean bisa merasakan kematian yang menunggu nya.
Flashback Off
Para ing dibantu para Ark mengurus jasad para Ing yang harus menghembuskan napas nya, Ing Carmel terlihat menangis menatap Ing Chloe yang terbujur kaku, para Ing pun merasakan kesedihan yang mendalam, sementara Ing Samueliz dan Ing Vint yang semalam di minta ke frost datang dan begitu terkejut.
“Dari mana saja kalian, bukankah ku minta kalian ke frost meminta bantuan?” Geram Ing Daniel.
“K-kami –
Tanpa menyelesaikan ucapan nya, Juline menarik pedang dan memenggal kepala Ing Samueliz dan Ing Lhez, semua Ing yang melihat itu menatap tajam ke arah Juline.
__ADS_1
“Kenapa kau membunuh mereka Juline?” bentak Ing Cosmo.
“Apa yang sedang kau lakukan Juline?” tanya Ing Carmel.
“Kau melakukan kejahatan yang tak termaafkan Juline,”ucap Ing Mion.
“Apa kurang cukup kematian Ing Chloe dan dua Ing lain nya, kau pikir ini semua salah siapa?” tanya Ing Noce.
Ing Daniel dan Ing Noel tak mengucapkan apapun, mereka menunggu penjelasan Juline atas perbuatan nya membunuh Ing Samueliz dan Ing Lhez.
“Juline, mengapa kau membunuh kedua Ing itu?” tanya pangeran Laureun.
“Mereka adalah black vampire yang mungkin sebentar lagi akan menghancurkan kota, menurut kalian kenapa para panatua tidak datang saat keadaan genting di academy ini, kalian sebaik nya hati – hati, musuh seperti nya mereka jauh lebih mengerikan dari pada yang menampakan diri,”ucap Juline yang langsung meloncat dari jendela membantu para master yang masih memadamkan api.
“Jadi mereka penghianat,”ucap Ing Daniel.
“Kalian bereskan mereka berdua,”pinta Ing Noel.
“Aku pikir gadis itu pasti membual,”ucap INg Vint.
“Juline mengatakan yang sebenar nya,”ucap pangeran Laureun sembari menunjuk ke arah tubuh Ing Samueliz dan Ing Lhez yang mulai lenyap.
Para Ing yang melihat itu terpaku tak percaya, mereka tidak habis pikir di academy ada banyak mahluk yang jahat yang bahkan mereka tak bisa merasakan apa – apa.
“Aku semua Ing berkumpul di ruang pensucian,”pinta Ing Noel sembari mengepalkan tangan nya.
Para Ark dan pangeran Laureun melangkah meninggalkan aula dan mencari keberadaan pangeran Devera serta putri Ailene dan putri Esther. Shimon dan Petra terlihat mengusap peluh mereka saat mereka berhasil menyembuhkan luka pangeran Devera. Putri Ailene dan Esther terlihat bernapas lega.
****
Sementara itu Diamond Ana, Diz Carol dan Caster sampai di gerbang masuk kawasan elit bangsawan.
“Aku bisa merasakan aura mereka mengitari kawasan ini,”ucap Diamond ana yang langsung masuk melewati gerbang setelah memperlihatkan token Frost pada penjaga.
“Tempat ini sangat indah,”puji Diz Caster.
“Apa kau belum pernah ke sini?” tanya Diz Carol.
__ADS_1
Diz Caster dan Diamond Ana menatap Diz Carol. Diz Carol pun menjelaskan tentang kawasan elit bangsawan, terlihat kedua kakak nya sesekali mengangguk. Mereka pun mulai berjalan masuk melewati pagar yang tertulis M1.
☺️☺️☺️☺️