
Dryas, Damien dan Roman kini berada dikamar tempat Aniel dan Alec masih tak sadarkan diri. Setelah diberitahu salah satu pelayan, Dryas langsung berlari ke kamar menghampiri kedua kakak nya. Betapa terkejutnya Dryas saat tahu jika kedua kakaknya datang dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Sementara itu dikerajaan Moon, kabar menghilang nya pangeran Petra membuat kerajaan menjadi kacau terutama raja dan ratu. Mereka memerintah semua pengawal, master sihir hingga semua rakyat untuk mencari keberadaan Pangeran petra yang kini hilang entah kemana. Di aula istana, Raja moon tengah duduk di singgasana nya dalam keadaan gelisah. Perdana menteri yang melihat kegelisahaan raja Moon menyarankan agar raja Moon meminta tolong pada Frost untuk melacak dimana keberadaan pangeran Petra. Para master sihir sudah melakukan banyak hal untuk bisa melacak keberadaan pangeran Petra namun kuat nya perisai pelindung kerajaan Demon tak mampu ditembus oleh para master sihir biasa.
“Sebaiknya yang mulia segera meminta bantuan pada Frost, ini demi keselamatan pangeran Petra,”usul salah satu perdana menteri.
“Baiklah,aku menerima usulan itu tapi dimana sebenarnya putraku berada? Dia tak pernah seperti ini sebelum nya atau jangan – jangan ada pemberontak yang menculiknya,”terka raja Moon dengan ekspresi penuh kekhawatiran.
“Menurut saya itu masuk akal juga yang mulia, akhir – akhir ini banyak sekali pemberontak di kerajaan ini, mereka bahkan menggunakan sihir terlarang untuk menjatuhkan kerajaan ini yang mulia,”ucap perdana menteri lain nya.
“Mereka semua sangat meresahkan, baru saja kita berhasil lolos dari para Black vampire kini kita harus menghadapi para pemberontak sialan itu, aku bingung sebenarnya apa yang salah dengan system kerajaan,”keluh raja Moon.
Para perdana menteri mengatakan jika hal tersebut bukanlah salah raja Moon atau system kerajaan melainkan rakyat yang mulai terpengaruh hasutan dari orang – orang anti raja Moon yang ingin raja Moon turun dari tahta nya karena dia anggap kurang becus dalam mengatasi masalah kerajaan. Hal ini bermula saat para black menyerang, Karena kurang nya para master sihir di ibu kota menyebabkan banyak nya korban jiwa dikarenakan para master sihir yang lebih focus menjaga istana di banding membantu rakyat dan terlebih lagi raja Moon mengusir dan menuduh Juline yang dianggap bekerja sama dengan para Black vampire. Rakyat yang menyaksikan bagaimana Juline dengan kekuatan nya mengalahkan para black vampire. Karena inilah pemberontak di kerajaan mulai terbentuk dan berusaha menjatuhkan Raja Moon dan juga para perdana menteri yang sebenarnya menjadi dalang dari kekacauan yang terjadi di kerajaan Moon.
Sementara itu suasana dikediaman keluarga Rosemburg nampak lebih tenang dari biasanya. Marie dan Avzel yang lebih sering menghabiskan waktu diperpustakaan atau menyibukan diri dengan melakukan kegiatan diluar rumah hanya untuk menjauh dari keluarga lain nya. Marie di salahkan atas kepergian kedua anaknya, Dryas dan Damien. Michael menganggap kesialan yang terjadi di keluarga putrinya karena kesalahan Juline dan ayah nya. Hal itu membuat Marie memilih menjauh dari ayah dan saudara – saudaranya. Pagi itu di kamar Marie, ia tengah duduk di meja riasnya, menatap wajah nya dengan ekspresi yang ia sendiri tidak tahu.
Perasaan kacau dan rasa bersalah entah mengapa mulai bersarang di hati nya. Ia merasakan lubang besar dihati nya. Marie terus memikirkan putra – putra nya namun tidak hanya itu ia juga memikirkan Juline dan Ascar, lelaki pertama yang mengenalkan nya pada nya kasih sayang, memberi nya cinta tanpa pamrih, memberikan seluruh hidupnya yang akhirnya Marie hancurkan.
“Marie, apa kau baik – baik saja?
“Iya, aku hanya memikirkan putra –putra ku dan Alec serta Aniel juga belum pernah pulang.”
__ADS_1
“Sepertinya mereka tengah sibuk mempersiapkan ujian di academy.”
“Mungkin saja.”
“Kau terlihat lelah istriku, sebaiknya kau tak usah kemana – mana hari ini, istirahatlah.”
“Aku baik – baik saja.”
“Istriku, aku tahu kau merasa buruk karena putra dan putri mu dan juga ayah yang terus menyalahkan mu, aku merasa sedih karena tak bisa menolong mu,”ucap Avzel sembari memeluk istrinya. Perlahan air mata Marie mengalir, ia merasakan dada sesak, berusaha menahan agar tak mengeluarkan suara tangisannya. Ia merasa benar – benar dihancurkan oleh rasa bersalah nya. menyadari jika ia memang tak pantas menjadi seorang ibu. Avzel memeluk eratnya istrinya berusaha menenangkannya. Avzel pun mulai menyadari kesalahan nya sebagai seorang ayah.
Flashback On
“Ayah,”lirih anak perempuan itu. Ia adalah Melanie kecil yang di tinggalkan ayahnya saat ia masih kecil, di saat ia baru saja kehilangan ibu nya untuk selama – lamanya. Tangan kecilnya mengusap air mata nya. Ia masih berdiri menatap kereta kuda yang membawa ayah nya pergi semakin menjauh. Seorang anak laki – laki menghampiri gadis kecil itu.
“Kau tak perlu menangisi ayah, dia tak menyayangi kita jadi jangan buang air matamu untuk menangisi nya,”ucap Shimon sembari menarik tangan adiknya membawanya ke ruang makan.
“Tapi kakak kata ayah dia menyayangi kita, kenapa kakak berbicara seperti itu?
“Nanti juga kau akan mengerti, kasih sayang itu hanya mampu ayah diucapkan, buktinya ayah pergi.”
“Shimon, Melanie, apa yang sedang lakukan disini? Ayo kita makan bersama,”ajak wanita dengan keriput yang menghiasi kulit wajahnya.
__ADS_1
“Nenek, kakak bilang jika ayah tidak menyayangi kita lagi.”
“Shimon, kau tak boleh mengatakan hal itu tentang ayahmu, ayah mu pasti sangat terpukul atas kepergian ibu mu.”
“Apa? lalu kami? Jika ayah saja terpukul atas kepergian ibu lalu kami bagaimana nek? Aku merasa hampir mati dan kehabisan napas, Melanie bahkan sampai jatuh sakit, kami berdua hampir mati nenek karena kehilangan ibu, apa ayah memikirkan kami juga? Nek, siapa kiranya paling kehilangan diantara kami semua?"
Nenek Shimon hanya terdiam dengan mata berkaca – kaca. Yang diucapkan Shimon benar adanya. Mereka lupa siapa yang paling tersiksa dan hancur atas kehilangan ini. Shimon memeluk adiknya, ia meyakinkan adiknya jika mereka pasti bisa bertahan walau tanpa ayah mereka.
Beberapa bulan setelah kepergian ayahnya, Shimon mendengar jika ayahnya sudah menikah dengan putri dari keluarga Rosemburg. Keluarga yang dikenal dengan anak – anak serta cucu – cucu jenius dalam sihir. Hal itu membuat Shimon berlatih sihir lebih keras, ia ingin menjadi murid jenius dan masuk ke academy. Hal itulah yang akhirnya membuat Shimon kehilangan waktu bersama adiknya dan akhinya menjauh dari Melanie.
Melanie hanya menghabiskan waktu dengan neneknya. Hingga suatu hari Nenek Melanie meninggalkan nya untuk selama – lamanya. Melanie merasakan kesendirian yang mengerikan. Ia kemudian tinggal bersama paman dan bibinya. Ia menutup dirinya, ia mengganti kesedihan nya dengan menjadi anak yang ceria.
Tahun berganti membawa Melanie pada masa remaja yang memaksanya harus berjuang sendiri, ia belajar sihir namun energinya tak sebaik Shimon. Ia pun mulai di banding – bandingkan dengan kakaknya yang tak pernah lagi ia temui. Seseorang yang ia harapkan bisa datang dan menghapus luka atas kesendirian nya.
…..
Kembali ke masa saat ini, Melanie duduk dan menatap kakak nya yang masih belum sadar. Ia merindukan wajah itu, senyum yang tulus dan pelukan kakaknya, segala hal yang pernah pergi darinya. Mata Shimon perlahan terbuka, ia melihat seseorang yang tengah menatap nya dengan butir air mata yang menghiasi pipi nya. Shimon tersenyum dengan kaca yang hampir pecah dimatanya.
“Syukurlah, kau baik – baik saja, aku pikir kau juga pergi meninggalkan ku sendiri.”
Melanie memeluk kakaknya, suara tangisan pecah saat kakaknya juga memeluknya, sesuatu yang Melanie pikir takkan ia rasakan lagi, pelukan hangat itu, ia mengingat segalanya, penderitaan yang ia jalani sendiri, tak ada tempat mengadu. Semua orang di ruangan itu ikut merasakan kebahagiaan dan kesedihan Melanie.
__ADS_1