
Setelah drama taruhan dan balas dendam sudah selesai, kini kehidupan Sera dan Gamal mulai tenang kembali. Sera sudah tidak mempermasalahkan kesalahan suaminya lagi karena ia saat ini sangat menikmati masa kehamilannya yang sudah mulai mendekati hari lahir.
"Sayang, anak papa lagi ngapain nak?" Gamal mengelus perut sang istri saat mereka beranjak tidur di malam hari.
"Aku mau bobok pa" jawab Sera dengan suara anak kecil.
"Ya udah kita bobok bareng yuk, papa kelonin ya" Gamal terus saja sibuk mengecup perut buncit sang istri.
"Ishhhh paaaa, kalo mau ngelonin dedek tangannya diem di perut aja, jangan kemana-mana" Sera kegelian saat tangan sang suami sudah mulai bergeser ke area bawah.
"Kan papa mau kangen-kangenan ma" seringai jahil muncul di bibir Gamal.
"Ck, dasar modus" ibu hamil itu mulai meremang.
"I love you mama" kini tangan Gamal bergeser ke area yang kenyal dan bermain dengan gemas di sana.
"Hwaaaaa mamaaaaaaaaaaa" ketika Gamal sudah mulai ingin menanggalkan semua atribut mereka, tiba-tiba terdengar suara tangisan Syeba dari depan kamar mereka.
"Maaaaaaa" gadis cilik itu kembali berteriak kencang.
"Kakak nangis pa" Sera yang mendengar anak sulungnya menangis langsung berdiri dan meninggalkan suaminya yang sudah diubun-ubun.
"Maaaaa!?" Gamal hanya bisa menelan salivanya karena misinya gagal total.
"Uhhhh sayang, anak mama kenapa?" Sera kemudian menggendong Syeba.
"Mama akut, endong aja" Syeba yang habis bermimpi buruk langsung minta di gendong.
"Cup cup cup, ya sudah tapi kakak diam ya" dengan penuh kasih sayang Sera pun menggendong putrinya.
"Kakak sama papa saja yuk, kasihan loh mama nanti dedeknya sakit" melihat sang istri menggendong putri mereka dalam waktu yang cukup lama membuat Gamal iba.
"Enggak, mama aja" Syeba menolak sambil menangis.
__ADS_1
"Ya sudah sama mama saja" Sera menenangkan.
Cukup lama Sera menggendong Syeba hingga akhirnya gadis cilik itu benar-benar tertidur dengan pulas dan bisa dibaringkan di atas tempat tidur.
"Awwwwww paaaa, perut mama kontraksi" Sera merasakan perutnya menegang karena kelelahan menggendong Syeba.
"Ayo kalau begitu kita ke rumah sakit" Gamal dengan sigap merespon sang istri.
"Tapi kak Syeba bagaimana?" Sera khawatir.
"Nanti papa telpon mama Maya biar dijaga sampai bangun" jawab pria tampan itu.
"Baiklah" akhirnya mereka pun berangkat ke rumah sakit berdua, sementara Syeba dititipkan keasisten rumah tangga mereka sampai Maya datang.
..........
"Dok, tolong istri saya ingin melahirkan!" Gamal menggendong Sera yang sudah pecah ketuban.
"Mama sudah tidak tahan paaaa" Sera meremas tangan sang suami.
"Ayo nyonya, kita mulai ya, karena bukaannya sudah komplit" kata sang dokter.
"Arggghhhhh" Sera mendorong bayinya.
"Sekali lagi nyonya, kepalanya sudah terlihat" sang dokter memberi motivasi.
"Argggghhhh papaaaaaaaaaaa" dengan dorongan penuh, akhirnya Sera berhasil melahirkan dengan jalan normal.
"Owek, owek owek" Bayi berjenis kelamin laki-laki lahir ke dunia ini.
"Selamat tuan dan nyonya, bayinya laki-laki" sang perawat yang menggendong bayi mereka berkata.
"Terima kasih sayang" tidak habis-habisnya Gamal menciumi wajah sang istri sebagai ungkapan terima kasih karena sudah melahirkan anak yang lucu baginya. Bagi Gamal kini hidupnya sudah sempurna dengan mempunyai istri yang cantik serta dua buah hati yang lucu.
__ADS_1
"Kami akan membersihkan nyonya dan bayi nya dulu, setelah itu baru akan di pindah ke ruang rawat" kata sang dokter.
"Baik dok, terima kasih" Gamal mengangguk.
..........
"Wahhhhh cucu grandpa jagoan lagi ternyata" Mike yang baru kemarin lusa mendapatkan cucu laki-laki dari Gaby, kini mendapatkan kembali dari Sera.
"Selamat datang ke dunia Benedicto sayang" Ananda sangat terharu, ia yang dulunya sebatang kara di panti asuhan, kini mempunyai banyak cucu yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan sama sekali.
"Daddy tidak memberikan permen lagi ke Gamal seperti Dimas kemarin?" tanya Ayu kepada sang suami.
"Mommy mengejek Daddy ya?" Ron yang kapok, tidak berani lagi menggoda menantu laki-lakinya dengan menghadiahkan permen, membuat seluruh keluarga yang di dalam ruangan tergelak hebat.
"Yahhh padahal aku mau membantu membelikan loh" George ikut menggoda Ron juga. Ia yang tidak ditemani oleh Maya pun menjadi layaknya singa tanpa pawang yang berani berseloroh sesukanya.
"Benarkah?" Maya yang baru datang bersama Syeba tiba-tiba menjawab.
"Eh ada mama hehehehe" George langsung terdiam, membuat ruangan kembali riuh dengan gelak tawa.
"Mau mama" Syeba yang digendong oleh Maya meminta duduk di dekat Sera yang sedang menyusui Dicto.
"Sini sayang" Gamal kemudian memangku sang putri sulung.
"Dedek bobok" Syeba menunjuk Dicto.
"Iya, ini dedeknya kakak Syeba ya, namanya Dicto" jawab Gamal.
"Sayang dedeknya" Sera menyodorkan sang putra ke arah Syeba.
"Muahhhh" Syeba pun mengecup pipi merah sang adik.
"Pintarrr" semua memuji Syeba. Suasana kamar rawat Sera terasa begitu hangat seperti saat Gaby melahirkan kemarin. Lengkap sudah kini kebahagiaan Gamal dan Sera dengan hadirnya dua anak yang cantik dan tampan. Bagi mereka tidak ada lagi hal yang perlu di kejar di dunia ini. Yang perlu mereka lakukan hanyalah menjaga agar keluarga mereka tetap utuh dan selalu bahagia selamanya.
__ADS_1
......THE END......