
"Selamat pagi" Gamal menyapa seluruh keluarga Anderson yang sedang sarapan di meja makan. Ia memang hampir setiap pagi datang untuk mengantar Maya bekerja sekaligus mengantar Sera berangkat ke sekolah sambil kemudian berangkat bekerja ke kantor pusat.
"Selamat pagi, sudah sarapan belum?" Ananda bertanya.
"Sudah tadi di rumah" jawab Gamal sambil mengedarkan pandangan mencari Sera.
"Kau mencari siapa?" Dimas yang paham benar bahwa Gamal mencari Sera berpura-pura bertanya.
"Dimana nona Sera?" Gamal tidak menutupi rasa penasarannya.
"Dia menginap di rumah Rachel" jawab Gaby sambil menelisik reaksi Gamal.
"Ohhh" Gamal ber oh ria dengan ekspresi yang terlihat kecewa.
"Kalau begitu aku langsung berangkat saja ya" Gamal langsung berdiri dari kursinya.
"Hati-hati di jalan ya" Ananda berpesan.
"Iya, terima kasih" jawab Gamal sambil mengangguk.
Karena tujuan utamanya untuk mengantar Sera ke sekolah tidak berhasil, maka ia memutuskan untuk langsung berangkat ke kantor tanpa menunggu yang lain selesai sarapan.
"Ck, kenapa drama sekali sih mereka bertiga itu" Gaby yang kemarin sore menjadi saksi hidup kisah cinta segitiga antara Sera, Gamal dan Niken berdecak.
__ADS_1
"Sabar ma, kita cukup menonton saja, biar mereka bertiga saja yang memutuskannya" Dimas menenangkan sang istri yang merasa geregetan.
"Iya pa, mama paham, hanya geregetan saja" jawab Gaby.
..........
Sementara di rumah Rachel,
"Kenapa seragam sekolahmu longgar semua gini sih Rach?" Sera yang sangat modis protes dengan model pakaian sekolah Rachel yang berukuran besar semua.
"Jangan banyak protes, itu kan memang gayaku, kalau kau tidak suka tidak usah pakai baju sekalian saja sana!" Rachel berseloroh.
"Ck, dasar sepupu jahat" Sera berdecak.
"Iya mom sebentar lagi" jawab Rachel.
"Ayo cepat, kau ini lelet sekali, nanti mom marah" Rachel menarik tangan Sera yang masih berdiri di depan cermin dan kesal dengan ukuran baju Rachel yang kebesaran.
"Aduhhh sebentar dongggg" Sera protes dengan sikap Rachel yang asal main tarik saja.
"Ayo sarapan, nanti kalian bisa terlambat kalau kelamaan" Ayu menyodorkan masing-masing seporsi nasi goreng ke hadapan dua gadis itu.
"Terima kasih mom" kata Sera dengan sopan.
__ADS_1
"Sama-sama sayang" Ayu mengelus kepala Sera dengan lembut. Ia yang sudah tau alasan Sera menginap di rumahnya karena menghindari Gamal dan Niken dari cerita Gaby semalam merasa kasihan dengan gadis itu.
"Ngomong-ngomong kau mau kuliah di mana Sera?" Ron membuka pembicaraan.
"Sesungguhnya aku ingin sekali kuliah di luar negeri Dad, tapi entahlah, aku tidak yakin bunda dan ayah akan mengijinkannya" Sera menjawab sambil menyuap nasi gorengnya.
"Apa kau masih sangat berminat dengan jurusan designer?" Ayu penasaran.
"Tentu saja mom, itu kan cita-citaku sejak lama" Sera mengangguk.
"Apa kau tidak ingin mengambil jurusan bisnis untuk melanjutkan usaha keluarga kita?" Ron menatap keponakannya.
"Sejujurnya aku tidak terlalu minat dengan bisnis Dad, tidak seperti Raf dan Richard yang memang seperti ditakdirkan untuk melanjutkan bisnis keluarga kita hahahah" Sera tertawa renyah membuat Ron geleng-geleng kepala.
Dari lima cucu Anderson, memang hanya Raf dan Richad saja yang memiliki minat untuk belajar bisnis, sementara cucu-cucu perempuan Anderson lebih berminat pada bidang lain yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan bisnis keluarga Anderson.
"Sudah cepat habiskan sarapan kalian, nanti bisa terlambat kalau terus mengonbrol" Ayu mengingatkan semuanya.
"Ya sudah ayo kita berangkat" Richard yang sudah selesai sarapan mengajak dua gadis dihadapannya berangkat sekolah bersama.
Meskipun sesungguhnya di sekolah sudah tidak ada kegiatan belajar mengajar karena mereka sudah lulus, namun mereka memang masih harus tetap ke sekolah untuk mengurus berkas kelulusan serta berkas untuk persiapan masuk ke universitas.
"Kami berangkat dulu ya mom, dad" Rachel dan Sera berpamitan kepada Ayu dan Ron.
__ADS_1
"Hati-hati di jalan ya sayang" Ayu mencium pipi Rachel dan Sera dengan lembut.