Sangkakala Milik Serafim

Sangkakala Milik Serafim
SG


__ADS_3

"Kita mau kemana lagi kak?" Setelah selesai makan Gamal mengajak Sera berjalan berkeliling mall.


"Jalan-jalan saja, aku ingin menghabiskan waktu denganmu" Gamal merangkul pinggang Sera dengan mesra.


"Sejak kapan kau jadi seperti ibu-ibu sosialita yang hobi berkeliling mall? kau itu kan paling sebal keramaian, aneh sekali sih tiba-tiba ingin jalan-jalan tanpa tujuan begini!" Sera merasa aneh dengan sikap Gamal yang menurutnya diluar kebiasaan.


"Kau ini kenapa cerewet sekali sih sayang?" Gamal memencet hidung kekasihnya dengan gemas karena Sera terus saja berkomentar.


"Kakkk sakit!" Sera memajukan bibirnya.


"Cup" Sebuah kecupan mendarat di bibir Sera.


"Kak, ini kan tempat umum!" Sera membulatkan matanya tanda protes.


"Siapa suruh bibirmu begitu hah?" Gamal mengulum senyumnya.


"Kau itu ya, Ck" Sera hanya bisa berdecak, sementara Gamal masih bersikap tak acuh.

__ADS_1


"Kenapa ramai sekali sih, tumben deh" Sera bingung kenapa mall tiba-tiba menjadi ramai seperti ada sebuah carnaval besar.


"Kita lihat yuk" Gamal menggandeng tangan sang kekasih mendekat ke tengah kerumunan.


Pettttttt,,, tiba-tiba lampu mall padam saat Sera dan Gamal berdiri tepat ditengah lantai dasar yang menghadap ke arah panggung hiburan. Kemudian tidak lama muncul sebuah tulisan di layar yang super besar dari atas panggung:


"WILL YOU MARRY ME SERAFIM ANDERSON?"


"Kak!?" Sera menengok ke arah Gamal dengan mata yang berkaca-kaca.


Sementara mereka berdua berdiri mematung, muncul para penari modern yang bergerak mengikuti irama musik hip hop sambil mengelilingi dua sejoli yang sedang dimabuk asmara itu. Setiap penari memberikan setangkai bunga mawar merah kepada Sera hingga akhirnya tangan Sera kewalahan menggenggam bunga-bunga itu saking banyaknya, karena jumlah penarinya lebih dari lima puluh orang. Hampir sepuluh menit para penari beratraksi dan menari dengan bahasa tubuh mereka layaknya orang-orang yang sedang jatuh cinta. Sera yang sangat terkejut tidak bisa berkata-kata sama sekali saking takjub dan bahagianya, sementara Gamal yang mengamati reaksi sang kekasih merasa bahagia.


"Kakkkk" Sera tercekat, air matanya tak bisa lagi dibendung, ia hanya bisa mengangguk sambil tersenyum bahagia.


"Terima kasih sayang" Gamal kemudian berdiri dan memakaikan kalung itu di leher Sera.


Tepuk tangan riuh memenuhi mall, para pengunjung menjadi saksi betapa besarnya cinta kedua insan ini satu sama lain.

__ADS_1


"I love you istri kecilku" Gamal memeluk Sera dan membelai pipi gadis itu.


"I love you to suami besarku" Sera membalasnya.


Tanpa mempedulikan orang-orang disekitarnya, mereka kemudian saling berpagut untuk meluapkan rasa cinta yang begitu dalam. Riuh tepuk tangan kembali berkumandang melihat mereka berdua berciuman mesra.


"Kak, aku malu" pipi Sera merah merona ketika menyadari bahwa mereka berciuman di depan banyak sekali manusia.


"Tidak perlu malu, kan momennya tepat, jadi tidak masalah" Gamal kembali mengecup bibir itu sekilas.


"Terima kasih semuanya atas bantuan dan dukungan kalian, doakan kami lancar sampai hari pernikahan nanti ya" Gamal melambaikan tangannya kepada semua tim yang sudah membantunya.


"Selamat"


"Semoga lancar sampai hari H"


"Langgeng terus ya"

__ADS_1


"Semoga acara pernikahannya sukses"


Doa dan dukungan terus terucap dari semua orang yang berada di sekitar mereka. Hari itu menjadi hari yang sangat spesial bagi Sera dan Gamal. Meskipun belum yakin jika Ananda akan merestui pernikahan mereka, namun setidaknya dengan keyakinan masing-masing, mereka bisa lebih siap melangkah ke jenjang yang lebih tinggi kedepannya.


__ADS_2