Sangkakala Milik Serafim

Sangkakala Milik Serafim
Dasar Manja!


__ADS_3

"Bagaimana kuliahmu hari ini?" Gamal bertanya kepada sang istri saat baru saja masuk ke dalam mobil.


"Lancar dan menyenangkan" jawab Sera sambil tersenyum.


"Aku senang mendengarnya" kata Gamal yang sedang menyetir sambil mengelus kepala istri kecilnya itu.


"Tadi aku berkenalan dengan beberapa teman baru, aku juga tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang di lorong kampus yang ternyata adalah dosenku sendiri, sungguh sangat memalukan!" Sera menggelengkan kepalanya karena malu.


"Apa dosennya galak?" Gamal menengok sesaat ke arah sang istri sebelum akhirnya kembali menatap ke arah depan.


"Tidak, dia sangat baik" gadis itu menjawab.


"Lalu kenapa kau malu?" tanya Gamal.


"Karena aku tidak tau kalau dia ternyata adalah seorang dosen, dia masih sangat muda, aku pikir dia kakak kelasku" Sera menjelaskan.


"Wajar saja kalau kau tidak tau, kan ini hari pertamamu kuliah, semua mahasiswa baru pasti belum mengenal dosen-dosen mereka" Gamal membesarkan hati Sera.


"Iya juga sih" Sera manggut-manggut.


Sepanjang perjalanan Sera dan Gamal mengobrol tentang kegiatan masing-masing mulai dari pagi hari hingga siang.


..........

__ADS_1


"Oya, kau mau makan apa?" Gamal bertanya saat mobil mereka mulai memasuki kawasan pertokoan dan restoran yang berada di depan komplek rumah.


"Terserah saja" Sera bukanlah orang yang suka memilih-milih makanan.


"Kalau kita makan makanan jepang saja bagaimana?" Gamal menawarkan.


Mereka memang sudah bersepakat untuk makan siang agak lebih terlambat dari sebelumnya agar bisa makan bersama.


"Selamat datang, silahkan" seorang pelayan menyambut mereka.


"Terima kasih" jawab Sera dan Gamal secara bersama-sama.


"Ini silahkan dilihat menunya" pelayan tersebut kemudian menyerahkan buku menu kepada pasangan pengantin baru itu.


"Aku sangat merindukanmu sepanjang hari" Gamal yang sengaja duduk sejajar dengan istrinya berbisik di telinga Sera, membuat sang istri merinding.


"Isshhhhh kau ini!" Sera memuluk lengan suaminya dengan manja.


"Hari ini aku benar-benar tidak fokus bekerja karena ingin segera bertemu denganmu" tangannya sudah tidak bisa dikondisikan lagi dan bergerilya menyusup ke dalam kaos bagian belakang.


"Sayang inikan tempat umum" Sera protes karena Gamal sudah semakin nakal.


"Tidak ada yang melihat, kan bagian belakang kita tertutup sofa!" Gamal menyeringai denga jahil.

__ADS_1


"Ihhhh kau itu sengaja ya?" Sera memajukan bibirnya.


"Bibirmu itu selalu saja membuatku candu" kalau tidak ingat sedang berada di restoran, Gamal sudah pasti akan menyerbu sang istri.


"Permisi, ini pesanannya" sang pelayan menyajikan makanan yang sudah mereka pilih.


Sera yang sejak tadi digerayangi oleh sang suami langsung gelagapan mendorong suaminya yang duduk terlalu menempel. Untung saja sang pelayan sibuk dengan pekerjaannya menyajikan makanan mereka hingga tidak sadar bahwa Gamal sudah mencari-cari kesempatan kepada istrinya.


"Apa masih ada yang kurang?" tanya pelayan tersebut.


"Tidak, sudah cukup" Sera menjawab sambil tersenyum.


"Kalau begitu selamat menikmati, saya permiai dulu" pelayan tersebut menunduk dengan hormat.


"Terima kasih" Sera membalasnya dengan ramah, sementara Gamal kembali sibuk denGn tangannya di balik kaos Sera.


"Ayo makan dulu, hentikan aktivitas terselubungmu itu!" Sera menegur sang suami.


"Suapin ya?!" Gamal merengek seperti anak kecil.


"Ck, seperti anak kecil saja sih, dasar manja!" Sera berdecak, namun demikian dia pun tetap menyuapi sang suami, ia sangat senang karena Gamal begitu manja kepadanya.


"Kan manjanya sama istri sendiri, boleh dong?" Gamal mengerlingkan matanya dengan genit.

__ADS_1


"Ishhhh dasar!" Sera menjadi malu dengan sikap suaminya yang terus saja menggodanya sepanjang mereka makan siang bersama.


__ADS_2