
"Halo sayang" Sera menelpon sang suami setelah ia masuk ke dalam mobil untuk menuju ke rumah Gaby.
"Ya sayang" jawab Gamal di seberang sana.
"Aku mau mampir ke rumah kak Gaby sebentar ya untuk mengambil lasagna" Sera meminta ijin kepada Gamal.
"Kalau begitu sekalian saja kau tunggu aku pulang kerja di sana ya, nanti aku jemput" Gamal malah ingin ikut mampir ke rumah kakak iparnya itu.
"Lalu pak supir bagaimana?" tanya Sera.
"Suruh langsung pulang saja duluan" Gamal menjawab.
"Baiklah kalau begitu" Sera menyetujuinya.
"Hati-hati di jalan ya sayangku" Gamal tidak ingin istri kesayangannya itu kenapa-kenapa.
"Iya sayang, nanti kau juga hati-hati ya" kata Sera.
"Oke, i love you dear" Gamal mengungkapkan rasa cintanya.
"I love you too" jawab Sera dan kemudian menutup telponnya.
"Pak nanti bapak tidak usah menunggu ya langsung pulang saja, nanti saya dijemput oleh kak Gamal" Sera berkata kepada sang supir.
"Baik nyonya, siap" pak supir mengangguk tanda mengerti.
Karena jarak tempuh tidak terlalu jauh, maka tanpa perlu menunggu lama mereka pun sudah tiba di rumah Gaby.
"Auntyyyyy" Diva langsung berlari berhamburan ke pelukan Sera saat baru saja turun dari mobil.
"Anak manis, gemes banget deh pengen cubit pipinya!" Sera kemudian mencubit pipi bakpau itu dengan gemas.
"Aunty sama siapa?" tanya Diva penasaran mencari sosok uncle Gamal.
__ADS_1
"Sama pak supir" Sera kemudian menggandeng tangan Diva dan mengajaknya masuk ke dalam rumah.
"Uncle Gamalnya mana?" Diva bertanya.
"Uncle nanti menyusul sama papa sepulang kerja" jawab Sera.
"Ohhhh" Diva hanya ber oh ria saja.
"Mama lagi ngapain?" Sera bertanya tentang sang kakak.
"Lagi masak di dapur buat makan malam papa" jawab Diva sambil menarik tangan Sera menuju ke dapur tempat sang mama sedang memasak.
"Kau sudah datang?" Gaby yang melihat sang adik berjalan ke dapur sambil bergandengan tangan bersama Diva tersenyum.
"Iya, kakak masak apa?" Sera membuka tutup panci yang sedang berada di atas tungku kompor.
"Sop iga, kau mau coba?" Gaby menawarkan.
"Tidak ah, nanti makanan di rumahku tidak ada yang menyentuh lagi" Sera sudah menitip pesan kepada pelayan untuk menyiapkan makan malamnya dengan Gamal.
"Ngomong-ngomong bagaimana dengan kuliahmu?" Gaby penasaran dengan kabar terbaru sang adik.
"Baik-baik saja, aku sudah mulai beradaptasi dengan lingkungan baru di kampus, bahkan sudah memiliki beberapa teman baik" Sera bercerita.
"Berarti tidak ada kendala ya?" Gaby berbicara sambil terus merajangi bawang merah.
"Kalau masalah perkuliahannya sih aman, hanya saja ada satu orang yang membuatku jadi agak tidak nyaman kak" Sera kemudian menceritakan tentang sikap Arnold yang dia anggap terlalu berlebihan terhadap dirinya.
"Kau harus hati-hati, jaga jarak dengannya, jangan sampai Gamal salah paham, ceritakan ketidaknyamananmu pada suamimu itu supaya ia bisa membantu memberi solusi" Gaby memberikan wejangan.
"Iya, aku juga berencana memberitaukan kepada kak Gamal" Sera merasa risih.
"Dulu aku juga pernah seperti dirimu, tapi ditempat kerja oleh bosku, lalu kak Dimas membantuku menemuinya dan masalahnya pun langsung selesai" kata Gaby.
__ADS_1
"Oke, kalau begitu nanti aku ceritakan semuanya pada kak Gamal agar dia membantuku" Sera mengangguk.
"Nah iya begitu, menikah itu harus saling jujur dan banyak komunikasi supaya tidak terjadi salah paham, apalagi dengan kehadiran orang ketiga pasti akan sangat rentan" Gaby yang sudah lumayan lama menikah memang menjadi lebih bijak menyikapi setiap masalah rumah tanggangnya.
Mereka pun mengobrol panjang lebar tentang urusan rumah tangga cukup lama, bahkan sampai para suami pulang ke rumah.
"Kalian sudah pulang?" Gaby menyambut Dimas yang datang bersama Gamal.
"Halo sayangku" Gamal langsung memeluk pinggang istrinya dan mengecup pipi Sera dengan lembut di depan kedua kakak iparnya.
"Duhhh yang lagi anget-angetnya" Gaby menggoda sepasang pengantin baru itu.
"Apa sihhh" Sera malu-malu, namun Gamal malah bersikap semakin romantis.
"Mama kayak gak pernah jadi pengantin baru aja sih" Dimas pun ikut menggoda.
"Udah ah pulang yuk, reseh banget mereka!" Sera mengajak Gamal pulang ke rumah mereka.
"Ciye udah gak sabaran ya? Hahahahah" Gaby terkekeh melihat Sera yang salah tingkah.
"Ya udah sana pulang, jangan ditunda lagi, kasihan tuh Diva nungguin adiknya lahir" Dimas menyeringai jahil.
"Ishhh jahil banget sih kalian! ayo sayang kita pulang aja, males dengerin ocehan mereka!" Sera bergelayut manja pada lengan Gamal.
"Ya sudah kami pulang dulu ya kalau begitu" Gamal berpamitan.
"Sana pulang, cepetan adonin bayinya biar gak bantet" Gaby benar-benar senang melihat adik bungsunya salah tingkah.
"Apaan sih kak!" Sera masih tetap malu.
"Hati-hati di jalan" kata Dimas.
"Oke" jawab Gamal.
__ADS_1
Setelah membawa lasagna yang dibuat oleh Gaby serta berpamitan, Sera dan Gamal pun akhirnya pulang ke rumah dengan menggunakan mobil Gamal.