Sangkakala Milik Serafim

Sangkakala Milik Serafim
Mendapat Restu


__ADS_3

"Ada apa ini?" Ananda terkejut ketika semua anggota keluarga tiba-tiba datang ke rumahnya dan menunjukkan wajah yang serius.


"Aunty, ada yang ingin aku sampaikan" kata Gamal dengan sopan.


"Ada apa?" Ananda merasa ada sesuatu yang aneh dengan mereka semua.


"Aku ingin melamar Sera menjadi istriku aunty" Gamal memberanikan diri mengungkapkan isi hatinya kepada Ananda.


"Maksudnya?" Ananda masih belum paham.


"Gamal ingin melamar putri kita bun" Mike mengulangi pernyataan Gamal.


"Tapi Sera kan masih kecil!" Ananda tidak bisa menutupi perasaan tidak terimanya.


"Maaf aunty, mungkin ini terlalu terburu-buru dan membuat aunty terkejut" Gamal meminta maaf kepada Ananda atas tindakannya yang terlalu cepat.


"Sera, jelaskan pada bunda!" Ananda menatap putri bungsunya dengan tajam untuk meminta penjelasan.


"Aku mencintai kak Gamal bun" Sera berkata dengan suara yang begetar karena takut sang bunda akan marah.


"Kami saling mencintai aunty" Gamal membantu Sera.


"Aku tidak meragukan cinta kalian, tapi usia Sera masih terlalu muda untuk menikah, tidakkah kalian bisa bersabar beberapa tahun lagi?" Ananda berusaha bersikap bijak.


"Ck, kau ini selalu saja begitu, dulu saat Gaby menikah di usia yang sudah cukup pun kau bilang begitu. Apa kau lupa kalau dulu kau juga menikah di usia yang sangat muda?"

__ADS_1


"Ma, kalau aku berbeda" Ananda menyangga.


"Apanya yang beda?" Grandma Merlyn menyanggah.


"Aku menikah bukan karena keinginanku, kalau tidak dipaksa juga aku mungkin akan menikah pada usia yang lebih matang!" Ananda tidak mau kalah.


"Jadi bunda menikah dengan ayah karena terpaksa?" Mike protes.


"Bukan begitu yah, dulu kan jelas kita menikah bukan karena saling jatuh cinta, aku menikah denganmu karena aku menyayangi Gaby dan tidak rela kalau ia memiliki ibu sambung yang tidak menyayanginya!" Ananda menejelaskan.


"Jadi bunda tidak mencintai ayah?" Mike masih protes.


"Ayah, kenapa malah jadi membahas kita sih? ayah kan tau sendiri kalau dulu kita saling jatuh cinta setelah menikah, jadi sudah jelaskan pernikahan dini bunda bukan karena kemauan bunda sendiri!" Ananda mulai emosi.


"Tapi tetap sama saja kan bun!" Mike ikut terpancing.


"Apa kau yakin siap menerima resiko buruknya jika mereka tidak diijinkan segera menikah?" Grandma Merlyn mulai bermain drama.


"Maksud mama?" Ananda memicingkan mata.


"Kau tau kan sekarang pergaulan anak muda semakin gila? cara berpacaran mereka benar-benar di luar nalar pikiran kita orang tua, banyak sekali anak muda yang hamil di luar menikah bahkan sampai menggugurkan kandungannya hanya demi menutupi aib mereka! apa kau mau kalau Sera seperti itu jika ditahan untuk menikah lebih lama lagi?" Grandma Merlyn sangat cocok jadi seorang artis sinetron.


"Seharusnya mereka bisa tahan dong, mereka kan orang-orang terdidik!" Ananda tetap bersikeras.


"Manusia itu tempatnya khilaf, coba kau bayangkan pada dirimu sendiri, saat Mike terus menggodamu, apa kau bisa tahan untuk menolaknya? pasti lama kelamaan kau juga akan luluh kan? apa lagi mereka yang masih berjiwa muda, pastilah saat ini hasrat mereka sedang berada di puncak yang paling tinggi, makanya Gamal sebagai pria yang baik ingin memperjelas semuanya agar mereka tidak salah melangkah dan berbuat dosa!" Grandma Ruth tidak kalah jagonya dalam berakting.

__ADS_1


"Tapikan," Ananda sesungguhnya juga membenarkan omongan duo grandma, namun ia sendiri masih ragu.


"Kau tau, jika hal buruk menimpa mereka berdua, tidak hanya merek berdua saja yang akan hancur, tapi juga kita semua satu keluarga, nama baik kita bisa tercoreng, bahkan kalau aib mereka muncul ke permukaan, bisa jadi reputasi perusahaan akan hancur dan bisnis kita jadi meredup, artinya tidak hanya keluarga kita saja yang hancur, tapi seluruh karyawan dan keluarga mereka juga. Apa kau siap menerima semua resiko itu?" Grandma Merlyn menakut-nakuti.


"Kenapa mama berlebihkan sih, mana mungkin jadi seperti itu?" Ananda tidak percaya.


"Tentu saja begitu, kita ini adalah pemimpin, jika kita hancur, sudah dipastikan seluruh bawahan kita pun akan terkena imbasnya, maka dari itu kau tidak boleh egois sebagai seorang pemimpin!" Grandma Merlyn berusaha menyakinkan.


"Aku bukan egois ma, hanya saja Sera memang masih terlalu muda!" Ananda kekeh.


"Ya sudah terserah kau saja, tapi nanti kalau ada apa-apa kau tanggung sendiri ya!" Grandma Merlyn mengangkat bahunya.


"Maaf, apa boleh aku bicara?" Gamal yanh sejak tadi diam akhirnya membuka suara.


"Bicaralah" Mike memberi kesempatan.


"Begini, aku tau Sera masih sangat muda, maka dari itu aku berjanji bahwa kelak aku tidak akan mengikatnya terlalu kencang, aku akan tetap memberikan ruang gerak bagi Sera untuk menikmati masa mudanya seperti teman-temannya yang lain, aku pun tidak akan memaksa Sera untuk hamil dan mempunyai anak dulu sampai ia siap secara lahir dan juga batin. Pernikahan ini murni hanya aku lakukan karena aku sangat mencintainya dan tidak ingin kehilangan Sera. Aunty taukan aku pernah memiliki pengalaman buruk kehilangan orang yang aku cintai? jadi aku tidak ingin itu terulang lagi!" Gamal menjelaskan alasannya.


"Tapi," Ananda terdiam mencerna.


"Aku tau kalau Aunty juga pernah kehilangan orang-orang yang aunty sayangi saat masih kecil dulu, makanya aunty tidak mau kehilangan Sera atau hal buruk menimpanya kan? Aku berjanji aunty, kalau aku akan menjaganya dengan sepenuh jiwa dan ragaku, aku sangat menyayanginya sama seperti aunty menyayanginya, maka ijinkanlah aku untuk ikut menjaga Sera bersama-sama dengan aunty sampai aku tua dan mati nanti!" Gamal bersungguh-sungguh.


Ananda tidak bisa lagi berkata-kata. Semua perkataan Gamal sangat menohoknya, ia bisa melihat ketulusan diwajah pria muda itu.


"Baiklah, aku merestui kalian, tapi aku mohon pegang semua janjimu, kalau kau melanggar satu saja, maka aku yang akan menghabisimu!" Ananda menatap calon menantunya dengan tajam.

__ADS_1


"Terima kasih Aunty" Gamal tersenyum bahagia. Ia kemudian mengajak Sera untuk bersujud berkeliling meminta restu kepada seluruh keluarga besar mereka.


__ADS_2