Sangkakala Milik Serafim

Sangkakala Milik Serafim
Suami Aku Sangat Ganteng!


__ADS_3

"Loh itu kan?" Sera terkejut ketika pria yang tadi bertabrakan dengannya di lorong kampus, masuk ke dalam kelasnya dan duduk di kursi dosen.


"Kau mengenalnya?" Bitha bertanya kepada Sera dengan berbisik.


"Tadi kami tidak sengaja bertabrakan di lorong" Sera menjelaskan juga dengan berbisik.


"Ooohhhh" Bitha hanya ber oh ria saja sambil manggut-manggut.


"Selamat pagi semua, perkenalkan saya Arnold, dosen untuk mata kuliah statistik kalian, saya akan mengampu mata kuliah tersebut selama satu semester kedepan" pria muda dan tampan itu memperkenalkan diri di depan ruang kelas.


"Baiklah, sebelum kita memulai pengenalan materi, saya akan mengabsen terlebih dahulu untuk mengenal kalian satu persatu!" kata sang dosen.


"Adi Ardana?"


"Saya pak"


"Sinta Monica?"


"Hadir"


"Brian Anggara?"


"Saya"

__ADS_1


Satu per satu nama setiap mahasiswa disebut oleh Arnold tanpa terkecuali, hingga sampailah di akhir Sera mendapat giliran karena ia adalah mahasiswa yang terakhir kali mendaftar di kampus dengan status pindahan dari luar negeri.


"Serafim Anderson"


"Saya pak" Sera mengangkat tangannya.


"Loh kamu?" Arnold menatap dengan terkejut dan sumringah melihat kenyataan bahwa Sera ternyata adalah muridnya, sementara Sera hanya membalas dengan senyuman dan anggukan.


"Oke, sepertinya semua sudah saya panggil ya?" Arnold berkata kepada semua mahasiswanya namun masih dengan menatap ke arah Sera saja.


"Baiklah kalau begitu, saya akan mulai menjelaskan poin-poin apa saja yang akan kita pelajari selama enam bulan ke depan" Arnold mengedarkan pandangan ke seluruh kelas, namun pada akhirnya kembali menatap Sera.


Dengan detail Arnold menjelaskan semua poin materi pelajaran yang akan mereka peroleh selama satu semester. Sera yang fokus menyimak pelajaran tidak menyadari bahwa Arnold sejak tadi memperhatikannya secara seksama.


"Kalau tidak ada pertanyaan maka kita akhiri sesi hari ini, jika kalian masih belum jelas silahkan menemui saya di ruang dosen atau menghubungi melalui nomor yang ada di papan tulis" kata Arnold menutup kelasnya.


"Terima kasih pak" Semua mahasiswa mengucapkan serentak saat Arnold keluar dari kelas mereka.


"Sera, apa kau melihat tadi pak Arnold menatapmu terus?" Bitha memulai percakapan sambil menunggu dosen berikutnya masuk.


"Masa sih? aku kok gak lihat ya?" Sera tidak begitu memperhatikan.


"Iya, dia gak kedip loh ngeliat kamu" Bitha benar-benar seperti seorang penggosip.

__ADS_1


"Aku tadi fokus mencatat penjelasannya" Sera masih cuek.


"Kayaknya dia naksir sama kamu Ser" Bitha membuat kesimpulan.


"Iiiiih jangan ngaco deh, diakan dosen kita, masa naksir sama mahasiswanya?" Sera menganggap Bitha ngaco.


"Serius, dia kayaknya suka banget sama kamu!" Bitha menunjukkan wajah serius.


"Aku kan udah punya suami, moso iya masih ada yang naksir?" Sera sangat polos.


"Ya diakan belum tentu tau kalo kamu udah nikah dan punya suami, lagian kamu kan keliatan masih kayak gadis remaja yang lain!" Bitha heran dengan Sera yang terlalu lugu.


"Hemmm begitu ya?" Sera hanya mencebikkan bibirnya sambil manggut-manggut.


"Ih dasar kamu gak peka, ada cowok ganteng yang naksir malah gak tau!" Bitha gemas dengan keluguan teman barunya itu.


"Aku tuh bukannya gak peka atau bagaimana, tapi aku kan udah nikah, jadi buat apa lagi perhatian sama pria lain? punya satu suami aja manja banget, gak habis-habisnya minta diperhatiin! hehehehe" Sera terkekeh ketika mengingat malam pertama mereka.


"Hemmm iya juga sih ya, apalagi suami kamu lebih ganteng! hehehehe" Bitha yang sudah melihat photo pernikahan Sera dan Gamal di akun media sosial Sera akhirnya menyetujui pemikiran Sera.


"Nah itu tau, kalau suami aku sangat ganteng!" Sera memuji Gamal.


"Iya deh yang suaminya ganteng!" Bitha mencebikkan bibirnya, kemudian Mereka berdua pun terkekeh bersama-sama.

__ADS_1


__ADS_2