Sangkakala Milik Serafim

Sangkakala Milik Serafim
Pernikahan Inka dan Arnold


__ADS_3

"Selamat pagi" Gamal menatap wajah cantik sang istri yang baru saja membuka matanya.


"Selamat pagi" Sera menjawab dengan suara serak khas bangun tidur yang begitu terdengar seksi ditelinga Gamal.


"Ini aku sudah siapkan sarapannya" Gamal berkata sambil mengelus pipi Sera yang halus.


"Terima kasih sayangku" Sera sangat bahagia karena Gamal begitu telaten mengurus segala kebutuhan Sera selama dua bulan setengah belakangan ini ia mengalami morning sickess akibat kehamilannya.


"Sama-sama" jawab Gamal sambil menyuapi sang istri.


"Aku hari ini sepertinya sudah bisa mulai kuliah lagi, boleh ya aku berangkat?" Sera merengek kepada Gamal.


"Sayang, apa kau yakin?" Gamal yang melihat Sera belum begitu sehat tidak merasa yakin.


"Aku sudah baik-baik saja kok, kan kehamilannya sudah berjalan empat bulan, jadi sudah lebih kuat dan gejala ngidamnya juga jauh berkurang" Sera memang merasa sudah lebih sehat dari sebelumnya.


"Tapi kalau ada apa-apa kau harus segera menghubungi aku ya?" Gamal masih belum yakin.


"Iya sayang, toh aku kan hanya kuliah saja, bukan bekerja rodi heheheh" Sera terkekeh melihat suaminya yang sangat khawatir.


"Ya sudah kalau begitu setelah ini bersiap-siaplah, aku akan mengantarmu, nanti siang aku juga yang akan menjemputmu" Gamal berusaha menjadi suami siaga.


"Tidak usah sayang, nanti aku pulang sama pak supir saja, kau kerja saja yang fokus ya" meskipun Sera adalah anak pemilik perusahaan, tapi ia tidak mau kalau suaminya sering mangkir bekerja karena dirinya.


"Tapi sayang,," Gamal hendak protes.


"Tidak ada tapi-tapian, aku kan sudah bilang kalau sekarang sudah lebih baik, jadi tidak usah khawatir lagi!" Sera mengecup bibir Gamal untuk meyakinkannya.


"Kau ini kenapa keras kepala sekali sih?" Gamal membalas kecupan istrinya dengan gemas.


"Sayang, jaga mama baik-baik ya, jangan nakal di dalam perut, oke!?" Gamal berbicara di depan perut Sera yang mulai membesar.


"Oke papa" jawab Sera dengan suara dibuat-buat seperti anak kecil yang membuat keduanya tergelak.


..........

__ADS_1


"Ingat ya, nanti kalau ada apa-apa harus langsung kabari aku!" Gamal mengingatkan istrinya lagi.


"Iya sayangku, nanti aku kabari" Sera mengacungkan jempolnya.


"Selamat belajar ya" Gamal mengecup bibir yang sudah membuatnya kecanduan.


"Kau juga selamat bekerja ya sayang" Sera membalasnya.


"I love you" kata Gamal.


"I love you too" kemudian Sera keluar dari mobil dan berjalan menjauh menuju gedung kuliahnya.


"Kak Inka!" Sera melambaikan tangan saat melihat Inka, Ari, Indah dan Bitha sedang duduk di koridor kampus.


"Kau sudah sehat?" Inka melihat wajah Sera yang masih agak pucat.


"Iya, aku sudah baik-baik saja kok" Sera mengangguk.


"Oya, kalian lagi apa?" Sera melihat mereka asik berdiskusi sesuatu.


"Duh kakkk, maaf ya aku tidak bisa membantumu" Sera merasa sangat sedih ketika ia tidak bisa berkontribusi banyak dalam mempersiapkan hari pernikahan temannya itu.


"Tidak apa-apa Sera, lagi pula kan acaranya hanya pesta sederhana saja, hanya kerabat dekat dan teman baik saja yang diundang, kami juga lebih memilih untuk menyerahkan semuanya kepada WO agar tidak repot" Inka dan Arnold memang tidak ingin acaranya terlalu mewah.


"Tapi tetap saja aku merasa tidak berdaya membantumu" Sera tetap sedih.


"Sudah jangan sedih, toh kami juga hanya bertugas mendampingi pengantin kok, tidak melakukan apapun, kan memang semua sudah di urus oleh WO jadi kak Inka dan pak Arnold sudah terima beres, iya kan kak?" Bitha membantu menenangkan Sera.


"Iya, kau saja yang berlebihan" Inka mencibir.


"Begitukah?" Sera agak sedikit lega.


"Tentu saja, tugasmu besok hanya perlu berfoto denganku dan mendampingiku menjadi bridesmaid bersama Bitha dan Indah!" jawab Inka.


"Dengan senang hati" Sera bersemangat.

__ADS_1


"Bajunya sudah aku pesankan, nanti akan dikirim ke alamat kalian masing-masing, khusus untukmu sudah aku pesan yang agak longgar supaya muat dengan perut buncit ini!" Inka mengelus perut Sera.


"Wahhhh terima kasih ya kak, kau pengertian sekali" Sera memeluk Inka.


"Tentu saja, aku kan memang orang baik heheheh" Inka terkekeh.


"Ishhhhh dasar sombong" Sera memajukan bibirnya, membuat semua tergelak.


..........


Hari yang ditunggu oleh Inka dan Arnold pun tiba, kini mereka berdiri di pelaminan sebagai pengantin baru.


"Kau sangat cantik hari ini" Arnold berbisik di telinga Inka.


"Gombal" Inka mencibir.


"Sungguh, aku sangat menyesal menikah denganmu hari ini, seharusnya dari dulu aku sudah melamarmu ya" Arnold merangkul pinggang Inka dan meraih dagunya agar bisa mencium bibir istrinya itu.


"Isshhhh sayang, maluuuu" Inka merona karena Arnold bersikap agresif di depan orang banyak.


"Kita kan baru menikah sayang, tidak apa-apa kalau kita berciuman di depan umum, itu wajah saja heheheh" Arnold kembali melancarkan aksinya.


"Tapi aku maluuuu" Inka seperti ingin masuk ke dalam lubang semut untuk bersembunyi karena semua mata tertuju padanya yang sedang di cium oleh Arnold.


"Cieeee akhirnya sah juga, siap-siap belah duren nihhh" Gamal yang melihat kedua pengantin itu mengumbar kemesraan menggoda mereka.


"Pasti dong, nanti malam langsung tancap gassss" Arnold mengerling ke arah Inka.


"Sayang ihhhh" Inka semakin malu.


"Halahhhh sekarang malu-malu, nanti kalau sudah tau rasanya juga pasti mau-mau hihihi" Sera ikut menggoda.


"Apa sih" Inka semakin malu, membuat semua tamu undangan yang mendengar percakapan mereka tergelak.


Hari ini semua perjuangan Inka seperti terbayar lunas. Setelah sekian lama mengejar cinta sang pujaan hatinya dengan penuh drama penolakan dan hampir menyerah, akhirnya kini cintanya berbalas dan berbuah manis.

__ADS_1


"Semoga setelah ini semuanya akan lebih baik bagi hidup kak Inka" doa Sera di dalam hatinya.


__ADS_2