
"Sayang kau sudah siap?" Gamal bertanya kepada sang istri yang sedang merias dirinya di depan cermin untuk mengikuti prosesi pernikahan Rachel dan Gide.
"Sedikit lagi" kata Sera sambil menyelesaikan polesan lipsticknya.
"Oya, apa kau sudah lihat ini?" Gamal menunjukkan akun media sosial milik Arnold yang memposting foto pria itu bersama Inka pagi ini saat mereka sedang berada di dalam mobil dengan caption 'bersama nyonya Arnold tersayang'.
"What? mereka sudah resmi berpacaran? kenapa kak Inka tidak bilang padaku sih? jahat sekali dia!" Sera kesal kepada kakak kelasnya itu.
"Eh kau mau apa?" Gamal melihat sang istri yang tiba-tiba mengambil ponsel dan melakukan panggilan video.
"Halo Sera?" wajah Inka muncul di layar ponsel milik Sera.
"Kakkkkk kau jahat sekali, kenapa jadian sama pak Arnold tidak bilang sama aku sih!?" tanpa basa basi Sera langsung mengomeli Inka.
"Kau tau dari mana? kenapa sudah bocor saja infonya? padahal aku belum bilang sama siapapun loh!?" Inka bingung.
"Kau tanya saja pada calon suamimu itu dan lihat di akun media sosialnya!" Sera cemberut.
"Hah?" Inka terngaga mendengar perkataan Sera.
"Sayang!?" Inka yang kebingungan pun lansung menatap Arnold yang sedang mengendarai mobilnya.
"Heheheheh, maafkan aku sayang, aku tidak tahan untuk tidak mempostingnya" Arnold yang mendengar Sera protes langsung memberi klarifikasi kepada Inka.
"Sera kau dengar kan kata dosenmu itu barusan? sebenarnya bukan aku tidak mau cerita, tapi waktunya belum ada, kan kami baru jadian semalam, lalu pagi ini kau bilang akan sangat sibuk dengan pernikahan sepupumu, jadi aku sengaja ingin bercerita setelah kau ada waktu luang!" Inka memang berkata apa adanya.
"Hufff tetap saja aku kesal, aku yang jadi makcomblang malah terlambat tau!" Sera masih menggerutu.
"Maaf ya, kalau begitu besok kalau kau ada waktu aku akan datang ke rumahmu deh, nanti aku ceritakan semuanya, oke??" Inka membujuk Sera.
"Janji ya kau cerita semuanya?" Sera sangat penasaran dengan kronologi kejadiannya.
"Iya aku janji!" Kata Inka.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu! ngomong-ngomong kalian sedang apa sekarang?" Sera masih kepo.
"Mau kencanlahhhh memang kau pikir mau ngapain lagi?" Arnold yang mendengar pertanyaan Sera langsung nyeletuk.
"Pak Arnold, kau harus jaga temanku baik-baik ya, awas saja kalau sampai lecet!" Sera mengancam Arnold.
"Baik nyonya Gamal" seloroh Arnold.
"Ya sudah aku tutup dulu telponnya ya, selamat berkencan" Sera tersenyum bahagia melihat kedua orang itu akhirnya berjodoh.
"Bye Sera" Inka membalas lambaian tangan Sera sebelum akhirnya mereka menutup telponnya.
"Huffff dasar mereka itu!" senyum Sera masih mengembang.
"Apa kau bahagia?" Gamal mengendusi leher sang istri yang terlihat begitu menggodanya.
"He em" Sera mengangguk.
Sera benar-benar bahagia melihat Inka akhirnya bisa bersatu dengan pria yang ia cintai. Ia paham bagaimana rasanya cinta bertepuk sebelah tangan, makanya ia sangat berjuang agar Inka mendapatkan cintanya yang sudah ia perjuangkan sejak lama, meskipun dengan cara yang kurang tepat.
"Habis siapa suruh kau begitu cantik hari ini? aku kan jadi ingin melahapmu!" Gamal benar-benar dibuat gila karena kecantikan Sera.
"Nanti malam saja" Sera membujuk Gamal.
"Janji ya nanti malam?" Gamal memegang janji sang istri.
"Iya" Sera mengangguk.
"Ya sudah ayo!" Gamal kemudian meraih tangan Sera dan keluar dari kamar hotel tempat mereka menginap untuk merayakan acara pernikahan Rachel dan Gide.
..........
"Rach, apa kau sudah siap?" Sera masuk ke dalam kamar calon pengantin wanita, sementara Gamal menemui pengantin pria.
__ADS_1
"Kau cantik sekali" Sera tersenyum kepada sepupunya itu.
"Terima kasih" Rachel membalas senyuman Sera dengan terpaksa sambil menahan tangisnya.
"Jangan menangis lagi sayangku, percayalah semua akan baik-baik saja" Sera menggenggam tangan Rachel.
"Aku sungguh tidak siap!" Rachel kembali meneteskan air matanya.
"Dengarkan aku, pria yang akan menjadi suamimu adalah pria yang sangat baik, meskipun saat ini belum ada cinta diantara kalian, tapi aku yakin suatu saat nanti pasti cinta itu akan tumbuh diantara kalian berdua, apalagi ada dia diantara kalian!" Sera mengelus perut Rachel yang masih rata.
"Hiks, hiks hiks" Rachel hanya bisa menangis.
"Sayangkuuuuuu" Sera memeluk Rachel yang masih terguncang.
Tok Tok Tok,,
"Rachhhh" Gaby muncul dari balik pintu.
"Kak" Sera menatap Gaby penuh arti untuk meminta bantuan menenangkan Rachel.
"Sayang, jangan menangis lagi ya, nanti riasan wajahmu rusak, acaranya akan segera dimulai, ayo kita turun ke bawah" Gaby mengeringkan air mata di pipi Rachel dengan tissue secara perlahan agar riasan wajah calon pengantin itu tidak terhapus.
"Kakkkkk" Rachel memeluk Gaby.
"Kau gadis yang hebat, aku yakin semua akan baik-baik saja!" Gaby membalas pelukan Rachel.
"Ayo, yang lain sudah menunggu kita di bawah" Sera kemudian meraih tangan Rachel dan menuntunnya ke ballroom hotel, tempat dimana acara pernikahan akan berlangsung.
"Wahhhh cantiknya penangantin wanitanya" semua undangan berdecak kagum melihat betapa Rachel begitu cantik memukau.
"Ayo, pengantin prianya sudah menunggu di depan sana" Gamal memberitahu Rachel agar segera berjalan di karpet merah bersama kedua orangtuanya untuk menghampiri Gide.
"Kau sangat cantik Rach" Gide berbisik di telinga Rachel untuk menghiburnya saat mereka bertemu di depan pelaminan.
__ADS_1
"Terima kasih" Rachel tersenyum untuk menutupi rasa takut dan gugupnya.
Acara pernikahan pun berlangsung sangat sakral dan meriah. Meskipun belum ada benih cinta diantara kedua mempelai, namun mereka tetap menampilkan wajah tersenyumnya di depan para tamu undangan untuk menjaga nama baik keluarga besar Anderson.