Sangkakala Milik Serafim

Sangkakala Milik Serafim
Malam Inagurasi


__ADS_3

"Oke sekarang silahkan teman-teman semua mencari tenda masing-masing sesuai dengan nama yang sudah tertera di depannya" Seorang senior yang menjadi panitia memberikan pengumuman kepada seluruh peserta malam inagurasi untuk mahasiswa baru.


"Kalian boleh beristirahat dan bersih-bersih diri sampai jam enam, setelah itu kita akan berkumpul lagi di aula ini untuk memulai acara pembukaan" lanjut sang senior.


Sera dan temen-temannya semua kemudian mencari tenda yang ada nama mereka.


"Ini dia tendaku" kata Sera saat melihat ada namanya tertera di pintu tenda.


"Kalau begitu selamat istirahat ya, sampai bertemu nanti" kata Indah.


"Oke, sampai nanti ya" Sera kemudian masuk ke dalam tenda.


"Wah wah wahhhh, ternyata kita bertemu lagi ya?" Senior yang tadi menghadang Sera saat di toilet kampus ternyata sengaja membuat mereka menjadi satu tenda.


"Hai kak Inka!" Sera dengan santainya melenggang masuk ke dalam tenda, setelah bercerita kepada ketiga temannya, akhirnya Sera tau bahwa nama gadis itu adalah Inka.


"Nyalimu ternyata besar juga ya?" Senior yang bernama Inka itu berkacak pinggang membuat peserta yang lain menjadi ciut karena mereka berdua menunjukkan aura peperangan.


"Memangnya kenapa aku harus takut? kau juga manusia biasa seperti aku bukan? kita sama-sama mahasiswa, hanya bedanya kau lebih senior dari aku!" jawab Sera dengan enteng.


"Ingat ya, aku tidak pernah bermain-main dengah kata-kataku, camkan itu!" Inka mencoba mengintimidasi Sera.

__ADS_1


"Ya aku tau, hemmm bagaimana kalau kita bekerja sama saja?" Sera dengan santainya merebahkan diri di atas matras.


"Apa maksudmu?" Inka masih menunjukkan sikap permusuhan.


"Aku kan sudah bilang padamu kalau aku tidak suka dengan pak Arnold, aku sudah punya seseorang yang jauh lebih dari segalanya dibandingkan dengan yang ada di diri pak Arnold, jadi bagaimana kalau aku menawarkan bantuan untuk mendekatkanmu padanya?" Sera berkata tanpa beban.


"Cih, sombong sekali kau!" Inka masih belum percaya.


"Ya sudah kalau tidak mau aku bantu, terserah saja, asal kau tidak menggangguku lagi, aku sudah lelah dengan sikap pak Arnold, kalau ditambah ulahmu lagi itu akan semakin membuatku membuang banyak energi!" kemudian Sera mulai memejamkan matanya dan memanfaatkan waktu istirahatnya untuk tidur sore sejenak.


"Dasar anak kecil sialan!" Inka yang tidak berhasil mengintimidasi Sera menjadi kesal dan memilih pergi dari tenda.


..........


"Oke, selamat datang di acara malam inagurasi untuk menyambut mahasiswa baru secara resmi. Malam ini kita akan mengikuti serangkaian acara mulai dari pembukaan hingga besok siang saat penutupan. Saat ini kita akan mendengarkan kata sambutan dari dosen pendamping dan pembimbing kita yaitu bapak Arnold, waktu dan tempat dipersilahkan!" kata MC yang memandu acaranya.


"Terima kasih atas waktu yang diberikan, pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru di kampus kita tercinta secara resmi. Terima kasih juga untuk kepercayaannya kepada kami panitia yang sudah diberikan kesempatan untuk dapat mengadakan acara ini sebagai ajang saling mengenal satu sama lain, serta sebagai ajang bagi mahasiswa baru untuk belajar dan mengembangkan dirinya melalui rangkaian acara yang akan memberikan motivasi agar kalian semua menjadi semakin semangat untuk mengejar cita-cita dan mengaplikasikannya di dalam kehidupan kalian kelak. Demikian sambutan yang bisa saya sampaikan, semoga kita semua bisa menikmati acara ini sampai akhir nanti, terima kasih!" Arnold memberikan kata sambutannya.


"Baiklah, terima kasih untuk kata sambutan yang sudah diberikan oleh pak Arnold, saat ini seharusnya kita juga akan mendengarkan kata sambutan dari seorang donatur yang sudah memberikan dukungan yang sangat besar terhadap acara ini, namun karena beliau masih dalam perjalan menuju ke sini setelah menyelesaikan urusannya, maka kata sambutan tersebut akan dialihkan setelah acara puncak berlangsung nanti. Saat ini teman-teman bisa menikmati dulu hidangan malam yang sudah di sediakan agar memiliki tenaga kembali untuk mengikuti semua rangkaian kegiatan sampai malam nanti. Selamat makan malam!" sang MC mempersilahkan peserta untuk makan malam.


Sera dan teman-temannya kemudian berbaur dengan peserta lain untuk mengantri makan malam.

__ADS_1


"Hai Serafim" Arnold tiba-tiba saja berbaris di belakang Sera.


"Pak Arnold?" Sera terkejut.


"Apa kau menikmati acaranya?" Arnold bertanya basa-basi.


"Iya pak" Sera menjawab singkat sambil mengangguk, ia tidak mau memperpanjang percakapannya dengan sang dosen.


"Oh iya, nanti aku ingin memperkenalkanmu pada seseorang" kata Arnold.


"Siapa?" Sera penasaran.


"Nanti saja, sekarang orangnya belum datang!" Arnold tersenyum misterius.


"Ohhh" Sera hanya ber oh ria saja.


"Ayo, kau mau duduk di mana?" Arnold berencana duduk dan makan malam bersama dengan Sera.


"Saya akan duduk bersama teman-teman saya pak di sana" Sera menunjuk ke arah ketiga temannya.


"Oke, ayo!" Arnold pun mengikuti langkah Sera.

__ADS_1


Dengan sangat terpaksa Sera akhirnya duduk bersebelahan dengan Arnold sepanjang makan malam hingga acara puncak selesai. Mereka duduk bersila di aula yang berbentuk pendopo bersama semua peserta dan panitia. Sesekali Arnold mengajak Sera mengobrol disela-sela acara berlangsung. Hal ini tentu saja membuat Inka yang duduk tidak jauh dari mereka menjadi naik pitam dan tidak sabar ingin melabrak Sera.


__ADS_2