Sangkakala Milik Serafim

Sangkakala Milik Serafim
Bertemu Sera


__ADS_3

"Kakak mau makan apa?" Niken bertanya kepada Gamal saat pelayan menghampiri mereka.


"Sama saja denganmu" Gamal menjawab sekenanya.


"Baiklah, aku pesan ini dua dan ini juga dua" kata Niken kepada sang pelayan.


"Baik nona, ditunggu sebentar ya" kemudian sang pelayan meninggalkan meja mereka.


"Ini kak" Niken menyerahkan sepucuk surat dengan sebuah logo rumah sakit di luar negeri.


"Apa ini?" Gamal menatap surat itu dengan penuh tanda tanya.


"Bacalah agar kau paham" Niken tersenyum.


Gamal yang membaca surat itu langsung menatap Niken dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Kenapa kau tidak pernah mengatakannya padaku?" Gamal akhirnya bersuara setelah beberapa saat mencerna isi surat itu.


"Maaf, aku takut membuat kakak khawatir" Niken menundukkan kepalanya.


"Bagaimana keadaanmu sekarang?" Gamal menelisik wajah Niken dengan seksama.


"Aku sudah tidak apa-apa, seperti yang kau lihat sekarang" Niken tersenyum manis.


"Jelaskan padaku semuanya" Gamal menatap mata indah Niken mencoba mwnyelami situasi yang sesungguhnya.


"Sejak awal kita menjalin hubungan aku sudah dinyatakan gagal ginjal oleh dokter, setiap seminggu sekali aku harus cuci darah dan menerima pengobatan rutin. Awalnya semua berjalan lancar sampai suatu hari aku sudah benar-benar tidak bisa bangun dari tempat tidur dan harus mendapatkan donor ginjal yang cocok. Butuh bertahun-tahun aku bersabar untuk mendapatkan yang cocok denganku, sampai pada akhirnya aku mendapatkannya dan memperoleh satu ginjal. Dan seperti yang kakak lihat, setelah aku memperoleh donor, kini aku bisa hidup seperti biasa lagi, meskipun hanya dengan satu ginjal saja" Niken menjelaskan panjang lebar.


"Kenapa kau tidak pernah berkata jujur padaku?" Gamal merasa tubuhnya lemas seketika mendengarkan cerita pedih ini.

__ADS_1


"Aku takut kakak khawatir" Niken meneteskan air matanya.


"Tapi dengan kau menghilang tanpa kabar selama bertahun-tahun justru semakin membuatku khawatir!" Gamal menghapus air mata yang menetes di pipi Niken.


"Maaf" hanya kata maaf ya bisa Niken uacapkan.


"Hufffff" sementara Gamal hanya bisa menarik nafas dengan berat. Ketika kini ia sudah mulai bisa menerima kepergian Niken dan berusaha membuka hatinya untuk Sera, ia malah dihadapkan dengan dua pilihan yang sangat sulit.


"Permisi" pelayan mengantarkan makanan pesanan mereka.


"Terima kasih ya" Niken mengangguk dengan sopan.


"Selamat menikmati" setelah menyelesaikan tugasnya, sang pelayan kemudian meninggalkan mereka berdua.


"Ayo kak kita makan" Niken menyodorkan menu favorit mereka dulu ke hadapan Gamal.


Mereka makan dalam diam dan larut dalam pikiran masing-masing. Baik Niken maupun Gamal tidak ada yang berniat membuka suara terlebih dahulu untuk memulai perbincangan hingga makanan yang mereka pesan habis.


"Sera, Rachel!" Niken yang duduk menghadap ke arah pintu restoran spontan berteriak ketika melihat dua gadis belia itu masuk ke dalam restoran dengan tawa canda.


"Sera!?" Gamal yang mendengar nama gadis kesayangannya disebut langsung menengok ke arah belakang.


"Kak Niken? Kak Gamal?" Rachel langsung melongo melihat kedua orang yang sedang makan siang bersama itu, sementara Sera hanya bisa diam seribu bahasa.


"Sini gabung" Niken mengajak mereka duduk di meja yang sama.


"Kak Niken apa kabar?" tanya Rachel basa-basi.


"Kabar baik cantik, Rachel sendiri bagaimana?" Niken bertanya dengan tulus.

__ADS_1


"Aku baik kak" Rachel menjawab singkat.


"Kalian dari mana?" Niken kini menatap Sera yang sejak tadi tidak berbicara sama sekali dan sibuk dengan ponselnya.


"Kami habis melihat-lihat pameran universitas luar negeri kak" Rachel yang membantu Sera menjawab karena ia paham dengan suasana hati sepupunya itu.


"Kalian mau kuliah di luar negeri?" tanya Niken.


"Kalau aku tidak kak, aku di dalam negeri saja, kemungkinan Sera yang akan kuliah di luar negeri" Rachel menjawab sambil menatap ke arah Gamal untuk melihat reaksinya, dan benar saja Gamal langsung bereakasi dengan menatap tajam ke arah Sera yang masih sibuk membuka ponselnya.


"Memang Sera mau ambil jurusan apa?" Niken bertanya dengan polosnya tanpa mengetahui situasi yang sesungguhnya.


"Aku akan ambil sekolah designer kak" jawab Sera dengan senyum yang dipaksakan.


"Wahhh hebat sekali" Niken memuji Sera.


"Terima kasih" kata Sera.


"Haloo?" Sera yang mendapat panggilan masuk langsung menjawabnya.


"Benarkah? iya Luke, aku akan kesana sekarang, tunggu aku ya!" senyum Sera langsung terkembang.


"Ada apa?" tanya Rachel.


"Laptopku ketemu, aku akan ketempat Luke sekarang juga" kata Sera dengan bahagia.


"Aku ikut!" Rachel yang tidak mau menjadi obat nyamuk ditengah-tengah Gamal dan Niken akhirnya mengikuti Sera.


"Kami permisi ya kak" Rachel berpamitan, sementara Sera sudah berjalan terlebih dahulu dengan langkah tergesa-gesa, meninggalkan Niken berdua dengan Gamal yang kesal karena Sera ingin menemui Luke.

__ADS_1


__ADS_2