
"Huekkkkk" Sera tiba-tiba saja merasa mual saat mencium bau makanan yang tersaji di meja prasmanan pesta pernikahan Rachel dan Gide.
"Sayang kau kenapa?" Gamal merasa sangat cemas melihat Sera yang tiba-tiba mual tanpa sebab.
"Entahlah, tiba-tiba saja aku merasa mual mencium semua bau makanan ini" Sera kemudian mengajak Gamal menjauh dari meja yang penuh dengan makanan mewah itu.
"Ayo kalau begitu kau istirahat saja di kamar" Gamal menuntun sang istri.
"Tidak, aku tidak mau meninggalkan Rach seorang diri, dia butuh dukungan kita sayang!" Sera sangat mengkhawatirkan saudara sepupunya itu.
"Apa kau yakin?" Gamal menatap Sera dengan intens.
"Iya tentu saja, aku hanya perlu menghindar dari makanan-makanan itu" Kemudian Sera menutup hidungnya dengan tissue.
"Tapi wajahmu pucat sayang" Gamal takut sang istri kenapa-kenapa.
"Mungkin aku hanya kelelahan saja" Ser masih merasa baik-baik saja.
"Tetaplah disisiku ya, kalau kau merasa sesuatu katakan padaku supaya aku bisa membantumu" Gamal mengecup tangan istrinya dengan lembut.
"Iya sayang tenang saja" Sera sangat bersyukur memiliki suami yang sangat menyayanginya seperti Gamal.
"Loh kalian kenapa mojok di sini?" Gaby yang melihat sang adik dan adik iparnya berdiri di sudut ruangan yang sepi merasa heran.
"Sera tidak enak badan kakak ipar" kata Gamal menjelaskan.
"Apa kau sakit? kalau begitu naiklah ke atas dan beristirahat, jangan lupa panggil dokter juga!" Gaby melihat wajah Sera yang pucat.
"Tidak, aku baik-baik saja, hanya agak sedikit mual dan pusing kok!" Sera berusaha tersenyum.
"Benarkah?" wajah Gaby kini berubah jadi lebih tersenyum.
"Kakak kenapa tersenyum?" Sera bingung melihat perubahan ekspresi di wajah Gaby.
"Ngomong-ngomong kapan kau terakhir kali datang bulan?" Gaby bertanya dengan semangat kepada Sera.
"Emmmmm saat malam pertama kami, aku menstruasi saat kami melangsungkan pernikahan" Sera mengingat-ingat.
"Sudah berapa lama itu?"Gaby kembali memancing.
"Hampir dua bulan, kurang beberapa hari" jawab Sera dengan polosnya.
"Jadi sudah berapa lama kau terlambat?" Gaby merasa adiknya ini masih terlalu polos.
__ADS_1
"tiga mingguan" jawab Sera dengan enteng.
"Sayang kau?" Gamal terbelalak sambil menatap wajah istrinya saat mendengar serangkaian pertanyaan sang kakak ipar yang menjurus.
"Aku kenapa?" Sera bingung dengan dua orang di depannya itu.
"Ihhhhh kau ini bodoh atau gimana sih jadi wanita?" Gaby menepuk lengan sang adik karena tidak peka akan keadaan tubuhnya sendiri.
"Kak kau kenapa memukulku!?" Sera protes.
"Karena kau bodoh, sudah tau terlambat datang bulan begitu lama tapi tidak kunjung sadar dan memeriksakan diri!" Gaby gemas sekali dengan adiknya yang lugu.
"Aku terlambat datang bulan? hahhhh? kak maksudmu aku hamil?" Sera baru menyadarinya.
"Kemungkinan besar iya, kau pikir saja sendiri dengan otakmu yang hanya seperempat ons itu!" Gaby benar-benar geregetan dengan Sera.
"Sayang aku hamil?" Sera menatap Gamal dengan senyum terkembang.
"Kemungkinan iya sayang, nanti habis acara ini berlangsung kita ke dokter ya untuk memastikan" Gamal mengecup bibir sang istri dengan mesra serta merangkul pinggangnya dengan posesif.
"Heyyy kalau mau mesum jangan di depan umum!" Gaby merasa seperti obat nyamuk.
"Kakak ih, siapa yang mesum sih!" Sera tidak terima dikatai oleh sang kakak.
"Kau tidak lihat ada pria mesum di sebelahmu?" Gaby menunjuk sahabat sekaligus adik iparnya itu. Sementara Gamal yang di tunjuk oleh Gaby seolah acuh tak acuh dan tetap merangkul pinggang Sera serta sibuk mengendusi lehernya.
"Nah itu dia, kalau kakak ipar iri pada kami, maka sekarang kau bisa melakukannya juga dengan suamimu" seloroh Gamal yang membuat mata Gaby melotot.
"Ada apa?" kata Dimas yang bingung dengan topik pembicaraan mereka.
"Sudahlah pa, kita pergi saja, disini ada pria mesum!" Gaby memicing ke arah Gamal yang masih terus saja sibuk bergrilya di leher Sera. Ia akhirnya menarik Dimas menjauhi keduanya dan kemudian mencari keberadaan anak-anak mereka.
"Hahahaha" Gamal tertawa saat melihat kakak iparnya itu kesal dan menjauh.
"Sayang ihhhh" Sera tau kalau Gamal memang sengaja menggoda kakaknya.
"Aduh" Gamal meringis saat Sera memukul tangannya.
"Jahil sekali!" Sera protes.
"Iya maaf, habisnya kau seksi sekali sih, aku kan jadi tidak tahan!" Gamal berbisik.
"Ck, dasar mesum!" Sera pun akhirnya mengakui bahwa suaminya sedang mesum.
__ADS_1
"Yang penting kan sama istri sendiri heheheh" Gamal terkekeh geli melihat reaksi istrinya.
..........
"Bagaimana dokter?" Gamal menunggu penjelasan dari sang dokter.
"Selamat tuan dan nyonya, kandungannya sudah berjalan enam minggu" kata sang dokter.
"Sayang" mata Sera berkaca-kaca.
"Jadi istri saya benar-benar hamil dok?" Gamal masih tidak percaya.
"Iya tuan" dokter mengangguk.
"Kita akan punya anak sayang" Gamal memeluk Sera.
"Iya, aku sangat bahagia" Sera membalas pelukan Gamal.
"Oya dokter, apa ada pantangan khusus untuk istri saya?" Gamal tidak mau menyia-nyiakan berkonsultasi dengan sang dokter.
"Sebenarnya tidak ada pantangan khusus karena kondisi nyonya cukup sehat, hanya saja tetap harus memperhatikan kondisi kesehatannya, jangan terlalu lelah dan stres, hindari makanan-makanan yang memicu masalah bagi kandungan, makan makanan bergizi tinggi dan rajin berolah raga untuk ibu hamil" dokter menjelaskan.
"Lalu apakah kami masih bisa melakukan hubungan?" Gamal tidak mau rugi.
"Masa awal kehamilan memang agak rentan jika sang ibu kelelahan, jadi sebisa mungkin dikurangi dulu intensitasnya, nanti kalau kandungan sudah cukup kuat baru bisa seperti biasa" jawab sang dokter.
"Baiklah dok" walaupun merasa berat jika harus mengurangi aktivitas hubungannya dengan sang istri, tapi demi sang buah hati Gamal tidak merasa keberatan sama sekali.
"Saya resepkan vitaminnya ya, nanti diminum sesuai dengan anjurannya" kata sang dokter.
"Terima kasih dokter" Sera tersenyum bahagia.
Setelah menjalani serangkaian tes kehamilan dan berkonsultasi dengan dokter ahli, akhirnya mereka pulang ke rumah dengan hati yang bahagia.
.................................
Halo sahabat semua apa kabar? semoga baik-baik saja ya.. Oya terima kasih untuk kesetiannya membaca semua karya Rosi. Jangan lupa dukung terus dengan like, komen, hadiah, vote, favorite, share dan follow Rosi ya..
Nah untuk para sahabat yang penasaran kisah Rachel dan Gide, kita akan mulai minggu depan ya.. Minggu ini Rosi akan selesaikan dulu kisah Sera dan Gamal sampai benar-benar happy ending..
Rosi juga sedang merevisi novelnya Tata dan Surya karena ada beberap bab yang kata-katanya perlu diubah (tapi tidak merubah alur kok, hanya perlu diperhalus saja agar bisa lolos kontrak) jadi buat yang sudah baca sampai bab terakhir tidak perlu baca ulang karena tidak ada yang berubah alurnya.
Soooo buat semuanya happy reading ya..
__ADS_1
Stay healthy everyone..
Luv Luv...