Sangkakala Milik Serafim

Sangkakala Milik Serafim
Obrolan Para Pria


__ADS_3

"Bagaimana perkembangan hubunganmu dengan Sera?" Dimas bertanya pada Gamal saat mereka sedang makan siang bertiga dengan Gide.


"Menurutmu bagaimana?" Gamal malah bertanya balik kepada Dimas.


"Tentu saja Sera monolakmu, kau itu kan bodoh!" Gide mencibir sang kakak.


"Cih kau ini sok tau sekali" Gamal balik mencibir sang adik.


"Aku bukannya sok tau, tapi memang faktanya kau ini kan plin plan dan Sera adalah gadis cerdas yang tidak akan mudah goyah" Gide menjawab.


"Tapi buktinya dia menerimaku" Gamal membela diri.


"Pasti itu karena kau yang memaksanya kan?" Gide tidak mau kalah.

__ADS_1


"Heyyy, sudah-sudah kenapa sih kalian ini selalu saja ribut dengan hal sepele?" Dimas yang selalu melihat keduanya seperti anjing dan kucing merasa kesal.


"Jadi bagaimana dengan hubunganmu dan Sera?" Dimas kembali mengulangi pertanyaannya.


"Apanya yang bagaimana? kami sudah pacaran, aku sudah melamarnya dan sepakat akan segera menikah setelah dia lulus nanti!" Gamal kemudian menjelaskan tentang bagaimana ia berjuang memenangkan hati Sera hingga pada akhirnya gadis itu luluh.


"Apa kau yakin bisa menunggu selama itu? bukankah dulu saat Niken menghilang selama empat tahun hatimu berubah saat dia kembali? bagaimana kalau nanti saat Sera kembali ternyata hatimu kembali berubah?" Dimas mengingatkan Gamal akan pengalaman ditinggal wanita yang dia cintai.


"Itu berbeda, Niken meninggalkan aku tanpa jejak, dia membuatku putus asa dan menyerah untuk mencintainya. Sementara Sera pergi untuk tujuan yang jelas dan aku bisa menemuinya kapan saja untuk melepas rinduku padanya!" Gamal yakin cintanya untuk Sera tidak akan goyah.


"Sebenarnya itu juga yang aku khawatirkan sejak awal, sesungguhnya aku yakin Sera bisa menjaga dirinya dengan baik dan teguh pada cintanya, tapi godaan di luar sana sangat besar dan banyak!" Gamal mulai berfikir kembali tentang kekhawatirannya.


"Kalau begitu tugasmu adalah untuk mengikatnya dengan tali yang lebih kuat!" Dimaa menasehati.

__ADS_1


"Maksudnya?" Gamal tidak mengerti.


"Nikahi dia segera!" saran Dimas.


"Tapi kami kan sedang jarak jauh!?" Gamal belum paham.


"Justru karena sedang jarak jauhlah kalian harus terikat dengan kuat supaya kalian bisa tetap bertahan dengan komitmen kalian di awal dan tidak mudah goyah karena sudah ada ikatan yang sah!"


"Tapii," Gamal berfikir keras.


"Dengar, seorang wanita sangat suka dengan kejelasan, mereka ingin status yang pasti, dengan kau serius menikahinya, dia pasti akan jauh lebih setia dan tidak mudah goyah, pun jika kalian ingin berpisah prosesnya akan sangat panjang dan rumit, akan ada masa mediasi dari pengadilan untuk kalian bisa berfikir dan berefleksi ulang sehingga masih ada peluang hubungan kalian bisa kembali bersatu!" Dimas menjelaskan bagaimana perbedaan hubungan jarak jauh yang berstatus jelas dengan yang tidak.


"Begitukah?" Gamal benar-benar berfikir keras.

__ADS_1


Selama ini Gamal memang selalu menjadikan Dimas sebagai role model dalam menjalin sebuah hubungan dengan wanita. Bahkan ia bisa yakin bahwa hatinya memang sudah menjadi milik Sera pun karena Dimas yang selalu memberinya wejangan. Ia memberikan contoh dirinya yang sudah lebih dari sepuluh tahun berhubungan dengan Vita, namun statusnya digantung dan bahkan dia dikhianati oleh Vita dengan berhubungan gelap dengan banyak pria dibelakangnya.


Sementara Gide yang tidak memiliki pengalaman berhubungan dengan wanita manapun karena selama ini selalu sibuk dengan dunia pekerjaan dan menganggap pekerjaan adalah hal yang paling penting dalam hidupnya, hanya bisa menyimak percakapan keduanya sambil manggut-manggut.


__ADS_2