
Beberapa bulan telah berlalu dengan cepat. Kehidupan keluarga besar Anderson yang sempat terguncang karena tragedi Rachel dan Gide pun kini sudah mulai tenang. Inka dan Arnold pun sudah hidup bahagia bersama sebagai suami dan istri tanpa gangguan dari ayah dan ibu tiri Inka lagi.
"Sayang, air ketubanku pecah" Sera menelpon Gamal saat dirinya sedang berada di kampus bersama Bitha, Indah dan Ari.
"Bagaimana kondisimu sekarang?" Gamal yang sedang meeting di kantor langsung berdiri.
"Aku baik-baik saja, hanya kontraksinya semakin intens" jawab Sera yang sudah mulai bercucuran keringat karena menahan sakit.
"Apa ada yang bisa mengantarmu ke rumah sakit?" Gamal bertanya pada Sera.
"Ari sedang mengambil mobil, sekarang aku sedang bersama Bitha dan Indah" jawab Sera.
"Kalau begitu kau langsung ke rumah sakit saja ya, aku akan menyusul dari kantor sekarang juga supaya tidak makan waktu" kata Gamal.
"Iya sayang" Sera menjawab sambil meringis karena kontraksinya semakin terasa sakit.
Setelah menutup telpon, Sera langsung masuk ke dalam mobil Ari untuk menuju ke rumah Sakit.
Sementara di kantor pusat Anderson semua petinggi yang sedang rapat langsung diam seketika mendengar Gamal menjawab telpon dari sang istri.
"Ada apa?" Mike seperti punya feeling terhadap putri bungsunya itu.
"Air ketuban Sera sudah pecah, sepertinya sudah mau melahirkan, sekarang dia lagi bersama dengan teman-temannya menuju rumah sakit" Gamal membereskan laptop dan berkas rapatnya.
"Kalau begitu rapat kita tunda saja, sekarang ayo kita bersiap ke rumah sakit" Ron mengusulkan.
Karena rapat yang dilakukan hanyalah rapat internal rutin yang tidak urgent, maka mereka semua bersepakat untuk bersama-sama ke rumah sakit mendampingi Sera dan Gamal menyambut kelahiran anak pertamanya.
"Aku akan menghubungi Ananda dulu" Mike meraih telpon dan berbicara kepada sang istri tentang kondisi putri mereka itu.
"Halo ayah, ada apa?" Ananda mengangkat telponnya.
"Bun, kata Gamal Sera sudah pecah ketuban, sepertinya sebentar lagi dia akan melahirkan" Mike berusaha berbicara setenang mungkin kepada sang istri.
"Lalu sekarang dimana Sera?" Ananda yang sedang bersama Maya, Ayu dan Gaby pun mengeraskan speaker ponselnya agar semua orang bisa mendengar percakapannya dengan Mike.
"Sera sedang menuju ke rumah sakit bersama teman-teman kampusnya, kami semua yang di kantor ingin langsung ke sana sekarang juga" kata Mike menjelaskan.
"Ya sudah kita bertemu di rumah sakit ya ayah" Ananda langsung menutup telponnya karena diserang rasa panik.
Tanpa menunggu lama mereka pun langsung berangkat ke rumah sakit.
..........
"Sayang bertahanlah, kau pasti bisa" Gamal mengecup kening sang istri yang sedang menahan sakit.
"Aku sudah tidak tahan sayang" Sera merasakan sakit luar biasa.
"Arghhhhhhhhh" Sera mengerang kesakitan.
"Dokter, bagaimana ini?" Gamal meminta pertolongan dari dokter.
"Sebentar lagi ya tuan, saat ini bukaannya masih belum lengkap" kata sang dokter.
__ADS_1
"Berapa lama lagi?" Gamal tidak tega melihat Sera yang menahan sakit sampai terlihat sayu.
"Tergantung ibu dan bayinya, semoga saja cepat" kata sang dokter lagi.
"Apa tidak bisa diusahakan lebih cepat? lihatlah istri saya sudah kesakitan dokter!" Gamal emosi dan hampir menangis.
"Sabar tuan, kita tunggu sebentar lagi ya, kalau memang masih lama baru nanti kita bantu dengan obat yang bisa menstimulus jalan lahirnya, sekarang mari kita bantu dengan doa dulu" sang dokter menenangkan.
"Dokter, sudah lengkap" kata salah satu perawat.
"Baiklah, nyonya bersiaplah ya, kita mulai dengan nafas yang dalam dan teratur, tenang yang nyonya, cukup ikuti instruksi saya" kata dokternya dengan ramah.
"Ya silahkan dorong bayinya" Dokter melihat jalan bayi ketika Sera mulai mengejan.
"Ahhhhhhhhhhhhhhhh" Sera berteriak saat mendorong bayinya keluar.
"Sedikit lagi nyonya" Dokter tidak menyangka bahwa prosesnya begitu cepat.
"Arhhhhhhggggggg" dorongan kedua sang bayi langsung lahir.
"Selamat nyonya dan tuan, bayinya perempuan dan sehat" kata sang perawat yang menggendong sang bayi.
"Sayang terima kasih kau sudah memberiku hadiah terindah, Aku sangat mencintaimu Serafim Anderson" Gamal mengecup bibir mungil Sera, sementara wanita muda itu hanya bisa tersenyum penuh haru.
"Selamat datang ke dunia anakku sayang" Gamal meneteskan air mata saat melihat bayinya menangis untuk yang pertama kalinya.
"Kami akan membersihkan bayi dan ibunya terlebih dahulu, setelah itu baru akan dipindahkan ke ruang rawat" kata dokter yang bertanggung jawab.
..........
"Cicit grandma, Batsyeba cantik sekali!" grandma Merlyn langsung heboh melihat cicit ketiganya yang masih merah itu.
"Syeba juga cicitku!" grandma Ruth tidak kalah hebohnya.
"Ma, aku mau menggendong Syeba juga!" Ananda tidak mau kalah.
"Dia juga cucuku, aku mau menggendongnya juga!" Maya pun tidak sabar.
"Aku juga grandmanya, jadi aku juga mau gendong!" Ayu tidak ketinggalan.
"Hati-hati nanti Syeba kelelahan digendong sana sini" kata Gaby yang sudah sangat paham dengan sifat kelima orang tua itu jika melihat cucunya yang baru lahir. Dulu saat Divo dan Diva lahir pun selalu jadi bahan rebutan bak piala bergilir. Mereka tidak akan berhenti sampai sang bayi menangis dengan keras karena lelah.
"Sera, selamat ya, bayimu sangat cantik" Rachel memeluk Sera.
"Terima kasih ya Rach" Sera tau bahwa adik sepupunya itu sesungguhnya merasa sedih karena teringat akan bayinya yang telah meninggal di dalam kandungan beberapa bulan lalu.
"Apa aku boleh menggendong Syeba?" Rachel bertanya.
"Tentu saja, kau kan mamanya juga" Sera berusaha membesarkan hati Rachel.
"Dia sangat mirip denganmu" Rachel tersenyum saat menggedong bayi Syeba.
"Dia juga cantik seperti dirimu!" Sera tidak mau Rachel bersedih.
__ADS_1
"Andaikan anakku masih hidup, pasti sekarang sudah seperti dia" Rachel meneteskan air matanya.
"Sayang, kita masih punya banyak waktu, kau masih sangat muda dan kita bisa membuat satu lusin anak cantik seperti ini kalau kau mau" Gide merangkul pinggang istrinya dari belakang dan mengecup pipi Rachel dengan lembut.
"Aku akan melakukan tugasku setiap malam agar kau cepat hamil lagi" bisik Gide ditelinga Rachel.
"Ihhhh apa sihhh" Rachel merona.
"Ciyeeee getol banget sih, kalian itu mau bikin anak atau memang doyan hah?" Gamal menggoda kedua adiknya.
"Apa sih kak Gamal!" Rachel malu-malu.
"Apa perlu kita pulang sekarang juga?" Gide mengerlingkan matanya.
"Sayanggggg ihhhh malu" Rachel benar-benar tersipu, membuat semua keluarga tergelak.
"Owekkk Owekkk" bayi Syeba menangis.
"Tuh kan, Syeba jadi menangis, kalian sih berisik!" Rachel kemudian memberikan Syeba kepada Sera agar bisa menyusu.
"Uhhhh sayang anak mama, sini sini" Sera menerima Syeba dari tangan Rachel dengan hati-hati.
"Anak papa haus ya?" Gamal yang sedang duduk di sebelah Sera di atas brankar pun menyapa putrinya dengan penuh kasih sayang.
"Ayo kita pulang" Gide tiba-tiba meraih tangan Rachel yang sudah tidak mengendong Syeba lagi.
"Kenapa harus pulang?" Rachel protes.
"Kita buat teman untuk Syeba" Gide menaik turunkan alisnya.
"Kau ini!" Rachel memukul lengan Gide dengan manja.
"Ciye-ciye yang bucin tingkat dewa" Sera menggoda keduanya.
"Ciye-ciye" semua keluarga pun ikut menggoda mereka hingga membuat Rachel benar-benar salah tingkah.
Sera yang melihat interaksi adik sepupunya dengan sang suami sudah semakin mesra merasa sangat bersyukur. Kini kehidupan keluarga besar Anderson benar-benar sudah sangat bahagia, apalagi ditambah dengan kehadiran putri cantiknya Batsyeba yang baru saja lahir, Sera merasa hidupnya menjadi lebih lengkap dan berwarna. Ia pun bersyukur memiliki Gamal sebagai suami yang selalu siap siaga disampingnya saat dibutuhkan.
"Semoga seluruh keluargaku selalu hidup dalam kebahagiaan seperti ini selamanya, amin" batin Sera sambil menyusui bayi mungilnya.
......The End......
..........................
Halo semua, terima kasih ya untuk setiap dukungan para sahabat. Akhirnya Novel Sera dan Gamal dibungkus juga. Mohon maaf jika dalam penyajiannya kurang memuaskan hati sahabat dan terima kasih untuk semua masukan yang mendukung Rosi menjadi lebih baik lagi. Semoga kedepannya Rosi bisa menyajikan cerita-cerita yang lebih menarik minat para pembaca semua.
Mohon terus dukung Rosi ya melalui like, komen, vote, hadiah, favorit, share dan juga follow. Buat yang masih nanya visualnya mana? silahkan klik IG @Rosilombe ya.. Karena semua visual The Andersons ada disana..
Nahhhh buat yang udah tidak sabar sama kisah Gide dan Rachel, ikuti terus ya.. Malam ini Rosi akan coba mulai memindahkan beberapa bab dari novel ini ke novel terbaru yang berjudul "Cinta Karena Jebakan" sebagai prolognya.. Silahkan cek di profil Rosi dan klik favorit supaya bisa terus update bab terbarunya..
Last but not least, happy reading all..
Luv Luv...
__ADS_1