
"Kau pulang jam berapa nanti?" Gamal bertanya kepada sang istri saat mereka sudah tiba di kampus baru Sera.
"Kalau dari jadwalnya sih jam dua siang sudah pulang" Sera mengecek jadwalnya kembali di ponsel.
"Kalau begitu tunggu aku ya, biar nanti aku jemput" Gamal berkata.
"Loh memangnya jam dua sudah boleh pulang kantor?" setau Sera biasanya sang ayah baru pulang sekitar jam lima sore.
"Aku akan ijin stengah hari" Gamal mengelus pipi Sera.
"Kenapa?" tanya Sera polos.
"Karena aku tidak tahan jika harus jauh-jauh dari istriku dalam jangka waktu yang lama" kata Gamal sambil mengecup bibir mungil itu.
"Ishhh dasar kau itu perayu ulung!" Sera menepuk lengan Gamal dengan gemas.
"Tapi kau suka kan kalau aku rayu hemmm?" Gamal mengerlingkan mata dengan jahil.
"Sudah ah aku sudah harus masuk kelas" Sera kemudian membuka sabuk pengamannya.
"Selamat belajar ya sayang, yang semangat ya" Gamal memberi semangat sambil mengecup bibir sang istri kembali.
Cukup lama mereka saling berpagutan, rasanya masih belum rela mereka berpisah satu sama lain karena bulan madu yang sesungguhnya baru saja mereka rasakan kemarin.
__ADS_1
"He em,, suamiku juga semangat ya berkerjanya" Sera kemudian bersiap turun dari mobil.
"I love you sayang" Gamal mengucapkan cintanya sebelum Sera keluar.
"I love you too sayang" Sera membalas sebelum akhirnya ia benar-benar keluar dari mobil dan berjalan menjauh menuju gedung tempatnya berkuliah.
Setelah memastikan sang istri masuk gedung dan menghilang dari pandangan, Gamal pun melajukan mobilnya kembali menuju kantor pusat perusahaan Anderson.
..........
Brukk,,,
"Awwwww" Sera hampir terjatuh saat ia menabrak seseorang yang berjalan berlawanan arah di tikungan lorong kampus.
Posisi mereka berdua cukup dekat bahkan tidak berjarak sama sekali karena Sera pun meraih lengan orang itu sebagai penahan berat tubuhnya agar tidak terjatuh. Sepersekian detik mereka saling menatap dengan lekat.
"Maaf saya tidak sengaja" Sera menunduk tanda minta maaf saat posisinya sudah kembali normal dan saling melepaskan pegangan masing-masing.
"Saya yang seharusnya minta maaf karena sudah lengah saat berjalan" pria itu tersenyum ramah.
"Apakah ada yang terluka?" tanya pria itu.
"Tidak ada, saya baik-baik saja" kata Sera sambil geleng-geleng kepala.
__ADS_1
"Syukurlah kalau begitu" pria itu kembali tersenyum.
"Kalau begitu saya permisi dulu, mari" Sera kembali menundukkan kepala untuk berpamitan.
"Iya silahkan" jawab pria itu dengan ramah.
Sera kemudian berjalan kembali dengan cepat untuk mencari ruangan kelasnya. Sementar sang pria masih menatapnya dengan senyum yang penuh arti.
"Nah ini dia ruang kelasnya" Sera tersenyum dan kemudian masuk ke dalam kelas mencari tempat duduk yang masih kosong.
"Permisi, apa ini kosong?" Tanya Sera pada seorang gadis.
"Iya ini kosong" jawab gadis itu.
"Terima kasih" Sera kemudian duduk di kursi kosong itu.
"Sama-sama" jawab gadis itu lagi.
"Perkenalkan aku Sera" Sera mengulurkan tangannya.
"Aku Bitha" gadis itu membalas uluran tangan Sera.
Sebagai mahasiswa baru, mereka sama-sama belum memiliki teman, sehingga secara tidak langsung mereka pun menjadi teman baru. Mereka cukup nyambung dalam mengobrol, bahkan keduanya menghabiskan waktu menunggu jam pertama perkuliahan yang masih baru akan dimulai tiga puluh menit kemudian dengan mengobrol panjang lebar. Tidak lupa mereka pun bertukar nomor ponsel dan akun media sosial.
__ADS_1